Jumat, 19 Desember 2008

Memori di Solo Berseri...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Memori di Solo Berseri...
Link Tittle : Memori di Solo Berseri...

lihat juga


Di tengah kebingungan akut mencari tempat magang, saya jadi teringat masa-masa waktu magang dulu. Waktu itu awal tahun 2002, tepatnya bulan Februari, di mana saya dan 2 teman dari Pendidikan Profesi Pariwisata YP UNY atau biasa disingkat Profeta (sudah bubar) magang kerja di Hotel Novotel Solo. Saya magang di Front Office Department (FOD) sebagai bellboy, teman saya yang bernama Lubis Zakaria di House Keeping Department, sedang yang bernama Areis di Food and Beverages Department.

Awalnya anak-anak Profeta yang berangkat mengikuti tes magang itu ada 20-an orang. Bareng-bareng kami naik KA Prambanan Ekspres dari Jogja. Turun di Stasiun Purwosari terus naik bis kota arah Gladak dan turun di Jl. Slamet Riyadi. Kebetulan sekali Hotel Novotel Solo terletak di sebelah jalan poros kota Solo itu. Setelah tes demi tes dijalani, akhirnya cuma tinggal kami bertiga (saya, Lubis dan Areis) saja yang tersisa. Tepat sejak tanggal 1 Februari 2002 kami mulai magang di hotel berbintang empat tersebut.

Sama seperti yang dialami sekarang, waktu itu saya magang dalam rangka menjelang akhir studi di Profeta. Sebagai syarat kelulusan, kami diharuskan magang kerja selama minimal 3 bulan. Tempatnya bebas. Boleh di hotel, restoran, tempat-tempat wisata, atau travel agent. Karena saya pernah magang di tempat wisata (Candi Prambanan) pertengahan tahun 2001, maka kali itu saya ingin coba-coba cari pengalaman di hotel. Saya tidak mau tanggung-tanggung, makanya saya incar posisi favorit: bellboy! Bellboy menjadi favorit karena selain berada paling depan (tantangannya lebih besar), peluang mendapat tips dari tamu juga paling banyak.

Sesuai harapan saya, di posisi bellboy saya benar-benar memperoleh banyak pengalaman berharga. Hal pertama yang mesti saya hadapi adalah sikap kurang bersahabat dari senior-senior bellboy yang agaknya tidak suka dengan kehadiran saya. Kenapa begitu? Karena saya dianggap 'merebut' lahan rejeki mereka. Paling tidak, dengan adanya saya peluang mereka untuk memperoleh tips jadi lebih kecil. Seorang senior bahkan tak malu-malu meminta separuh dari tips yang saya hasilkan setiap pergantian shift. Saya tak kalah cerdik. Sebelum diminta sebagian tips sudah saya 'selamatkan' terlebih dahulu di kantong yang lain. Hehehe...

Pengalaman tak kalah menarik adalah pertemuan dengan tamu-tamu hotel yang tingkahnya macam-macam. Saya sering dimintai tolong mencari 'selimut' atau 'bantal yang bisa kentut' oleh tamu-tamu nakal. Berhubung saya orang alim (huehehe...), permintaan mereka tidak pernah saya turuti. Eh, tapi pernah ding saya dengan seorang teman mengantar tamu hotel berkeliling tempat-tempat prostitusi di Solo dalam rangka mencari 'kupu-kupu malam'. Mungkin karena kami masih disayang Allah, malam itu tak satupun wanita penjaja seks yang nampak oleh kami. Pulanglah kami dengan tangan hampa.

Magang di hotel terbesar di Solo (waktu itu), membuat saya berkesempatan bertemu orang-orang terkenal. Mulai dari artis-artis ibukota sampai pejabat negara. Di antara para pejabat yang pernah saya temui di Hotel Novotel Solo adalah Sri Edi Swasono (ekonom sekaligus suami Ibu Meutia Hatta) dan Pak Nabiel Makarim (waktu itu masih menjabat menteri). Kalau artis jauh lebih banyak lagi. Mulai dari Audy, Krishna Mukti, Dorce Gamalama, Jamrud, Base Jam, Titik Puspa, Aa Gym, dan beberapa nama lagi yang tidak saya ingat betul. Sayangnya waktu itu saya tidak punya kamera, jadi tidak bisa mengabadikan momen-momen bersama orang-orang terkenal itu deh.

Oya, ada satu cerita lucu waktu saya bertemu Audy. Waktu itu gadis pelantun tembang 'Menangis Semalam' ini baru saja meluncurkan album pertamanya dan show ke Solo untuk promosi. Nah, malam saat dia mau show saya kebetulan dapat giliran masuk. Dasar rejeki, saya dapat melihat artis tersebut dalam jarak sangat dekat. Ceritanya waktu itu Audy keluar dari kamar dengan beberapa orang menggunakan kaos seragam dan tanda pengenal. Setelah berbincang-bincang sebentar, orang-orang berseragam kaos itu pergi. Tinggallah Audy sendirian di teras lobi hotel, tepat di depan saya yang berada di belakang meja bellboy.

Waktu itu saya tidak tahu kalau si gadis manis tersebut Audy. Lagipula namanya memang belum begitu terkenal kala itu. Iseng-iseng saya tanya saja dia, "Mau ke mana, Mbak?" Eh, koq dia tertawa kecil sambil tersipu. Waktu saya tanya lagi "Temannya tadi ke mana koq ditinggal sendirian?", lagi-lagi dia cuma tersenyum. Saya jadi malu sendiri sambil garuk-garuk kepala. Gadis aneh, kata saya dalam hati. Tak lama sebuah mobil berhenti di depan lobi. Saya buru-buru mendekat dan membukakan pintu. Ternyata eh ternyata itu mobil jemputan Audy. Sambil tersenyum dia mengucapkan terima kasih dan masuk ke mobil.

Sampai keesokan harinya saya belum juga tahu kalau gadis manis yang saya ajak ngobrol malam itu adalah Audy, penyanyi yang segera terkenal dengan beberapa lagu hits. Ketika saya baca koran Solo Pos edisi hari itu, secara tidak sengaja mata saya membaca berita tentang konser Audy. Entah mengapa pikiran saya koq langsung terbayang pada gadis semalam. Reflek saja saya mengecek daftar tamu yang menginap, tapi ternyata tak ada yang bernama Audy. Didorong rasa penasaran sayapun bertanya ke resepsionis. Mbak resepsionis bilang Audy memang menginap di Novotel malam itu. "Lho, saya koq gak tahu ya?" tanya saya penasaran. Eh, lha koq si Mbak resepsionis itu bilang, "Lho, dia yang semalam kamu ajak ngobrol di depan pintu itu lho..." Oalah, saya langsung tertawa sendiri.

Saya hanya 5 bulan di Solo, dari 1 Februari sampai 30 Juni 2002. Tapi kenangan 5 bulan di kota bersejarah ini tak akan pernah saya lupakan. Kotanya yang asri, penduduknya yang bersahabat, malamnya yang tenang. Ah, kapan ya bisa main ke Solo lagi? :))

Selasa, 16 Desember 2008

Magang Di Mana Ya..?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Magang Di Mana Ya..?
Link Tittle : Magang Di Mana Ya..?

lihat juga


Tidak terasa kuliah saya sudah hampir selesai. Hutang teori yang sempat tertunda selama 2 tahun lebih kini tinggal sedikit lagi. Sesuai kesepakatan dengan pihak kampus, saya sudah bisa magang kerja alias praktik kerja lapangan (PKL) setelah ujian akhir semester ini. Waktunya sekitar awal Januari 2009. Sembari magang di lapangan, saya juga bisa melakukan perbaikan nilai yang dirasa kurang memuaskan di kampus.

Selesai kuliah adalah saat yang paling saya nanti-nantikan. Bukan karena begitu lulus saya bisa menagih janji Bapak untuk menikahkan saya. Tapi lebih karena saya bakal bisa lebih fokus lagi dengan impian-impian yang telah saya susun sebelumnya. Ada banyak hal, banyak target, dan banyak impian yang sudah saya rencanakan dan ingin dicapai. Namun karena ingin fokus pada kuliah agar cepat lulus, semuanya mesti saya abaikan dulu. Anehnya, menjelang magang begini saya koq malah jadi bingung ya?

Ceritanya begini. Sebagai syarat kelulusan saya mesti magang kerja di media, baik cetak (koran, majalah, tabloid) atau elektronik (TV, radio). Kemarin sewaktu Ardy Pratama mengajak saya join ke susunan redaksi Tabloid Internet (TI) biro Jogja, saya mengajukan ke dosen pembimbing untuk menghitungnya sebagai magang. Tapi ternyata pembimbing saya menolak dan menyarankan untuk magang di tempat lain. Alasannya TI masih baru dan berformat bulanan, jadi nanti saya tidak dapat banyak praktik di lapangan. Sayapun disarankan magang di sebuah koran mingguan baru bernama Malioboro Ekspres (ME). Kebetulan pihak ME pernah datang ke kampus dan meminta beberapa mahasiswa AKY untuk ditempatkan sebagai jurnalis.

Lho, kenapa di ME yang sama-sama media baru koq boleh? Padahal tadi alasan penolakan magang di TI karena TI masih baru kan? Tenang, semua ada penjelasannya. Memang benar ME koran baru, tapi orang-orang di belakang ME adalah jurnalis-jurnalis senior Jogja. Senior di sini bermakna ganda, senior pengalamannya dan senior pula usianya. Sayapun mengiyakan saja saran tersebut. Kapan lagi ada kesempatan belajar dari para senior yang sudah kondang plus matang di bidang jurnalistik? Jadilah saya satu di antara 6 orang mahasiswa AKY yang dikirim sebagai "tenaga bantuan" di ME.

Senin (15/12) kemarin kami berenam sudah datang ke kantor ME di kawasan Condongcatur untuk perkenalan. Kami bahkan langsung dilibatkan dalam rapat redaksi membicarakan edisi selanjutnya. Persoalan timbul ketika pembimbing saya berubah pikiran. Kalau tadinya beliau menyarankan ME sebagai tempat saya magang menggantikan TI yang ditolaknya, tadi (16/12) siang beliau bilang saya mesti cari tempat magang lain. Walah, koq isuk dele sore tempe begitu sih omongannya? Padahal saya sudah siap menulis proposal magang lho. Dengan "kebijakan" ini tentu saja saya mesti melakukan semuanya dari awal lagi. Persoalannya, saya masih bingung mau magang di mana.

Sebelum mengajukan TI, saya pernah ingin magang di portal berita. Prioritas utama saya di Detik. Kebetulan sekali Detik punya biro di Jogja. Namun pembimbing saya tidak bisa menerima keinginan tersebut. Entah kenapa, di saat jurnalisme online semakin dikenal koq beliau malah terkesan belum mengakui eksistensi jurnalisme internet tersebut. Hmmm, saya jadi benar-benar bingung nih mau magang di mana. :(( Jadi, mohon maklum ya kalau akhir-akhir ini saya jadi jarang update dan tidak mampir ke blog teman-teman.

Itu saja. Semoga curhatan ini bisa meringankan pikiran saya. :))

Sabtu, 13 Desember 2008

Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan
Link Tittle : Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan

lihat juga


Lazimnya, blogger cari duit dengan memasang iklan di blog atau mengikuti program-program periklanan online. Blog dijadikan sebagai sarana promosi tempat kita memajang materi iklan dari advertiser. Materi iklan tersebut bisa berupa banner, artikel (paid review), iklan PPC, maupun iklan link. Dari situ si pemilik blog akan memperoleh sejumlah komisi sebagai bayarannya. Beginilah cara yang lazim dilakukan blogger untuk mencari duit.

Ada cara lain? Setahu saya belum ada. Nah, Mas Duto Sri Cahyono membuat satu gebrakan lain di luar kelaziman tersebut. Ia, seperti yang diceritakannya di Wikimu, bisa memperoleh penghasilan dari blog tanpa perlu memasang iklan apapun! Penghasilannyapun tidak tanggung-tanggung. Ia mengklaim dapat mengantongi jutaan rupiah setiap bulan. Bagaimana caranya? Sama seperti saya waktu pertama kali membaca judul artikel tersebut, saya yakin Anda juga pasti penasaran sekali ingin tahu bagaimana cara Mas Duto melakukan hal itu. Iya kan?

Coba Anda buka www.kicauan.wordpress.com. Di blog sederhana itu Anda tidak akan menjumpai secuil iklanpun, baik berupa banner, review maupun teks link. Yang Anda jumpai hanyalah sejumlah artikel seputar cara-cara memelihara burung lengkap dengan tips dan triknya. Yups, blog bertitel "Bird Care" tersebut memang dikhususkan oleh Mas Duto untuk membahas semua hal mengenai burung peliharaan. Mulai dari penangkaran (beternak) burung, perawatan burung, pakan burung, sangkar burung, lomba burung, dan semuanya tentang burung. Kalaupun ada banner yang terlihat, itu hanyalah banner nonkomersil milik Wikimu dan Indonesian Bloggers. Tentu saja Mas Duto tidak memperoleh apa-apa dengan memajang kedua banner tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, memelihara burung adalah hobi yang digeluti oleh banyak orang di Indonesia, utamanya di Jawa. Dan sudah bukan rahasia pula kalau hobiis burung adalah kaum menengah ke atas yang rela keluar uang berapa saja demi hobinya tersebut. Mas Duto dengan cerdas membidik komunitas ini sebagai target pembaca blognya. Ia tampil sebagai seorang pakar "perburungan" yang memang belum ada di jagat internet. Walhasil, ketika hobiis burung mencari informasi seputar pemeliharaan burung di internet, mereka akan dihantarkan ke halaman blog Mas Duto.

Terus, dari mana cara Mas Duto memperoleh uang kalau tidak memasang iklan apa-apa?

Semuanya berawal dari kepercayaan yang berhasil diperoleh Mas Duto dari pembacanya. Dengan mementingkan kualitas isi blog di atas segala-galanya, Mas Duto yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini selalu berupaya untuk menyajikan konten berkualitas pada pembaca. Berhubung ia sendiri adalah seorang hobiis burung, tidak sulit baginya untuk masuk dalam komunitas hobiis burung dan bertukar ilmu mengenai pemeliharaan burung. Apa yang diperolehnya selama berinteraksi dengan sesama hobiis burung inilah yang ia bagikan di blognya. Bisa ditebak, karena berdasarkan pengalaman pribadi, tulisan-tulisan Mas Duto sering dijadikan acuan oleh hobiis burung lain. Tidak hanya sampai di sana. Banyak pembaca yang tidak segan-segan berkonsultasi masalah pemeliharaan burung padanya. Baik melalui kolom komentar, email, maupun kontak langsung via HP.

Nah, suatu waktu pembaca blog Bird Care di Jakarta ada yang bertanya tentang vitamin burung. Ditanya rekomendasi tempat-tempat membeli vitamin, ujung-ujungnya Mas Duto malah dimintai tolong membelikan obat dimaksud. Dengan niat menolong, Mas Duto mengiyakan saja permintaan itu. Karena ia tinggal di Solo, maka uang ditransfer lewat bank dan Mas Duto mesti mengirim vitamin pesanan tersebut lewat jasa kurir. Harga vitamin yang dipesan cuma Rp 20.000, tapi ternyata si pemesan mengirim uang Rp 150.000. Sisanya adalah "uang lelah" untuk Mas Duto. Dipotong biaya kirim, ia bisa memperoleh paling tidak Rp 65.000 dari pesanan tersebut. Lumayan, bukan?

Pesanan pertama itu diikuti dengan pesanan-pesanan berikutnya. Tidak hanya vitamin, Mas Duto juga kerap menerima pesanan sangkar burung dan bahkan burung itu sendiri. Dari "uang lelah" yang diberikan para pemesannya itulah Mas Duto memperoleh penghasilan. Berapa banyak? Ia bilang tidak banyak, rata-rata "hanya" Rp 6 juta/bulan. Penghasilan ini jauh lebih besar dari gajinya sewaktu menjabat General Manager sebuah radio swasta di Solo. Selain itu ia jadi punya banyak kenalan sesama hobiis burung di seluruh Indonesia. Iapun sering melakukan perjalanan gratis ke kota-kota seperti Surabaya, Denpasar, Mataram, Jakarta, Bandung, sampai Medan.

Koq bisa gratis? Bisa saja, karena Mas Duto bepergian dalam rangka mengirim pesanan client-nya. Pesanan dengan resiko tinggi seperti burung atau sangkar burung memang biasa diantar sendiri olehnya sampai ke tujuan. Tentu saja semua biaya yang ia keluarkan ditanggung oleh pemesan. Ini artinya, sambil menyelam minum air. Sambil berbisnis ia bisa jalan-jalan gratis. Asyik, bukan? :)

Cukup kreatif bukan apa yang dilakukan Mas Duto? Sebenarnya apa yang ia lakukan tidak beda jauh dengan sistem afiliasi yang kita kenal di internet. Hanya saja ia tidak mempromosikan produk-produk internet marketer yang berbasis web. Ia menjadi "affiate" bagi penjual-penjual burung di sekitarnya. Satu hal yang menurut saya belum pernah dilakukan oleh blogger lain sebelumnya.

Siapa mau mengikuti jejak Mas Duto?

Rabu, 10 Desember 2008

Selamat Ulang Tahun...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Selamat Ulang Tahun...
Link Tittle : Selamat Ulang Tahun...

lihat juga


Tidak terasa, tepat tanggal 10 Desember 2008 ini usia saya bertambah lagi. Jadi berapa? Sudah lumayan tua, Bro. Sudah seperempat abad lebih soalnya. Maka tidak heran deh kalau setiap ketemu orang baru saya selalu dipanggil "Pak", bukannya "Mas". Emang berapa sih usia saya sebenarnya? Hehehe, diam-diam saya sudah menghuni bumi ini selama 26 tahun lho. Tuh, bener kan kalau saya bilang sudah lebih dari seperempat abad? Hehehe...

Karena memang tidak saya cantumkan di blog ini, maka wajar kalau tidak ada yang tahu kapan saya berulang tahun. Dulu sempat ada pembaca yang tanya kapan saya berulang tahun, tapi tidak saya jawab. Takut dilempar telur soalnya. :)) Cuma sejak join di Facebook mau tak mau saya obral juga deh hari kelahiran saya. Dan beberapa ucapan selamat ulang tahun dari teman-temanpun berdatangan ke email saya. Terima kasih, teman-teman...

Berikut beberapa ucapan selamat ulang tahun yang sudah saya terima dari sesama penghuni alam maya ini:

Hello ekonurhuda,
We at Celoteh Anda: BOLA Vaganza would like to wish you a happy birthday today!

Forum BOLA Vaganza

Happy birthday,bro......heheheheh..ditunggu makan-makannya..
Nenad Mohamed

Met ulang tahun bos.
Informasi Seminar

Wah, selamat ulang tahun nih .. :)
Permana Jayanta

Plus, satu ucapan aneh bin nyentrik sekaligus bikin bulu kuduk merinding yang dikirim oleh Mas Kuss Indarto di wall Facebook saya. Mau tahu bagaimana ucapan selamat ulang tahun darinya? Begini nih, "selamatsusutusiayaselamatdekatdengankematiansalamhangat..." Tahu apa maksudnya? Waktu saya baca pelan-pelan dan dengan super teliti, ucapan itu berbunyi "Selamat susut usia ya, selamat dekat dengan kematian, salam hangat". Oops, bener kata Mas Kuss, setiap ulang tahun hakikatnya kita semakin mendekati kematian. Hiyyy, jadi ngeri juga nih. :))

Btw, siapa mau menyusul? Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

Sabtu, 06 Desember 2008

Payment Pertama dari Ask2Link

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Payment Pertama dari Ask2Link
Link Tittle : Payment Pertama dari Ask2Link

lihat juga


Masih ingat Ask2Link? Itu lho, program jual-beli link yang pernah saya promosikan di sini beberapa waktu lalu. Mungkin memang peruntungan saya baik di Ask2Link, belum sampai seminggu daftar saya langsung dapat advertiser pertama. Ups, sebenarnya tak hanya yang pertama, tapi sekaligus jadi satu-satunya advertiser sampai saat ini. Habisnya cuma satu itu sih yang mau memasang iklan di blog ini. Yah, lumayanlah daripada tidak ada sama sekali. Iya kan?

Oleh Ask2Link blog ini dihargai $8/link sebulan. Komisi dibayarkan melalui PayPal setiap awal bulan bila total komisi telah mencapai angka minimal $10. Karena cuma punya satu advertiser, saya baru bisa melewati batasan minimum payout di bulan ketiga. Ya, saya mesti menunggu sampai awal Desember ini untuk dapat menikmati hasil pertama dari Ask2Link. Berapa tuh? Rahasia, ah! Pokoknya cukuplah kalau cuma untuk beli 3 gelas Melon Shake di Tamansari Cafee, Ambarrukmo Plaza. Hehehe... Masih penasaran? Ya sudah, lanjutkan membaca karena saya punya screenshot-nya setelah paragraf ini. :))


Bagaimana, sudah pada tahu kan? Yup, $16 itulah penghasilan pertama saya dari Ask2Link. Ini sekaligus menjadi penghasilan pertama saya di dunia jual-beli link. Lumayan, hanya memasang link di sidebar saja sudah dapat bayaran $8/link tiap bulan. Sayangnya sampai saat ini hanya ada satu advertiser yang tertarik memasang link di sini, sementara blog saya yang lain masih belum laku. Ya sudah, mau tidak mau saya harus puas dengan bayaran yang dibayarkan dua bulan sekali ini.

Itu saja. Saya tidak bermaksud pamer koq. Ini hanya sekedar payment proof kalau ternyata Ask2Link patut dipertimbangkan sebagai salah satu sumber pemasukan karena sudah terbukti membayar. Btw, Anda masih belum paham apa itu Ask2Link? Kalau begitu baca dulu artikel ini! Belum gabung dengan Ask2Link? Silakan klik di sini untuk mendaftar melalui link referal saya. Kalau tidak mau jadi referal saya, silakan mendaftar di sini.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 04 Desember 2008

Cari Duit di Internet Mudah?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cari Duit di Internet Mudah?
Link Tittle : Cari Duit di Internet Mudah?

lihat juga


Sore kemarin saya janjian ketemu dengan Ardy Pratama di Plaza Ambarrukmo, Jogja. Rencananya sih cuma mau membahas Tabloid Internet, khususnya mengenai rencana pendirian biro Jogja di mana saya sangat berminat sekali untuk turut terlibat. Namanya juga tidak pernah bertemu muka, obrolannya ya jadi tidak bisa fokus pada Tabloid Internet saja. Pokoknya apaaaa saja kami bicarakan. Waktu matahari sudah mulai tidak kelihatan, baru deh kami turun untuk pulang.

Belum sampai lantai dasar koq saya iseng pengen masuk toko buku Gramedia. Awalnya sih cuma pengen cuci mata, sambil mengamati buku apa saja yang jadi best seller saat ini. Hmmm, ternyata masih tetap seputar bisnis dan kewirausahaan (entrepreunership). Eits, tapi tunggu dulu! Ardy kemudian mengajak saya ke rak best seller lain. Dan, guess what? Isinya buku-buku tentang "cara mudah mencari duit di internet"! Wow, what a surprise! Coba lihat deh hasil jepretan saya kemarin:





Satu per satu kami 'intip' buku-buku yang dipajang di rak tersebut. Judulnya benar-benar menggiurkan. Beberapa di antaranya yang sempat saya catat adalah "Mudah Meraup Dolar di Internet", "Cari Duit Modal Dengkul Cara Blogger", "Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet", "30 Rahasia Cari Uang di Internet", dan termasuk juga buku yang dibuat dari hasil membajak posting beberapa blogger senior berjudul "Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet" 'karya' Fajar YS Zebua. Hmmm, saya dan Ardy jadi geleng-geleng kepala. Dan gelengan kepala kami jadi lebih kencang karena dari semua penulis buku itu tidak ada satupun yang kami kenal sebagai blogger!

Gejala apa ini? Tidak bisa dipungkiri lagi, booming blog dan make money blogging sedang melanda Indonesia. Di tengah susahnya mencari lahan pekerjaan seperti sekarang, orang butuh alternatif. Kalau dulu yang dilirik sebagai alternatif adalah ragam peluang wirausaha, maka sekarang mereka melirik blog dan make money blogging. Saya pribadi senang dengan banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis seperti itu? Sementara kalau dilihat isinya tidak terlalu istimewa koq. Coba bayangkan, judulnya "Mudah Meraup Dolar di Internet", tapi isinya cuma tentang cara-cara membuat blog, mendaftar ke program-program seperti Google AdSense, Amazon, dll. Semudah itukah? Oo, tentu tidak! Cari duit di internet itu pedih, Jenderal!

Lalu ada pula buku yang berjudul "Berbisnis Lewat Internet dengan PayPal". Apa yang Anda bayangkan dari buku berjudul demikian? Jangan berharap terlalu banyak. Setelah dibaca ternyata isinya hanya definisi dan fungsi PayPal, langkah-langkah mendaftar di PayPal, penjelasan fitur-fitur PayPal, fungsi "Buy Now Button", "Add to Cart Button", dan button-button yang lain. Pembahasan mengenai bisnis internetnya mana? Anda patut kecewa karena hanya akan menjumpai beberapa halaman berisi penjelasan singkat (terlalu singkat bahkan) tentang eBay, program afiliasi, plus langkah-langkah mendaftar di eBay. Wow, hanya itukah yang dimaksud "berbisnis di internet"??? Nehi, nehi...

Sekali lagi saya tegaskan kalau saya pribadi menyambut gembira banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis begitu? Okelah, judul bombastis tidak jadi masalah karena orang tidak akan mau membeli buku yang diberi judul menakutkan, seperti "Proses dan Perjuangan Berbisnis Online", "Beratnya Mencari Uang dengan Blog", atau "Kesabaran adalah Kunci Sukses di Google AdSense". Judul memang perlu dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembeli. Tapi kalau ternyata isinya jauh menyimpang dari judul dan hanya terkesan untuk "menjebak", kan kasihan pembaca? Akhirnya penerbitan buku-buku seperti ini jadi tidak jauh berbeda dengan praktek situs-situs penjual mimpi yang bertebaran di internet. Hanya modus oprerandinya saja yang berbeda, satunya online dan lainnya offline.

Harian Jawa Pos beberapa tahun lalu pernah membahas tentang maraknya penulis-penulis oportunis yang hanya memanfaatkan trend untuk kepentingan materi. Bagi saya mereka bukan benar-benar penulis, tapi hanya oknum yang "pandai" melihat peluang pasar. Mereka mengamati apa yang sedang booming dan paling dicari pembaca lantas menulis tentang hal tersebut tanpa pernah berkecimpung di dalamnya. Lebih parah lagi, terkadang isi bukunya juga cuma asal comot dari sana, sini, dan situ alias membajak posting blogger. Contohnya ya kasus yang menimpa Mas Cosa Aranda (dibajak Fajar Zebua) atau Mas Iman Brotoseno (dibajak Wang Xian Jun). Contoh lain, ada seorang penulis yang saya tahu persis memang "spesialis" mengangkat hal-hal yang sedang nge-trend. Yupz, saya bilang mereka itu hanyalah oportunis!

Bagaimana pendapat Anda?

Selasa, 02 Desember 2008

Siapa Penggemar The Beatles?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Siapa Penggemar The Beatles?
Link Tittle : Siapa Penggemar The Beatles?

lihat juga


Mungkin karena lagi suntuk dan gairah sedang menurun, beberapa hari belakangan saya jadi sering mengunjungi YouTube. Biasa, cari-cari video menarik. Eits, jangan berpikiran macam-macam dulu ya. Yang saya cari video The Beatles koq. Itu lho, band legendaris yang sampai sekarang masih memiliki banyak penggemar setia di seluruh dunia. Band yang disebut-sebut sebagai revolusioner musik dan bahkan sempat pula menginspirasi grup kondang Indonesia, Koes Bersaudara aka Koes Plus.

Saya sudah dengar nama The Beatles sejak dahulu kala. Yah, sekitar umur-umuran SMP atau SMA gitu deh. Tapi hanya sebatas tahu nama saja. Suatu waktu pas saya beli CD lagu-lagu kenangan untuk Ibu tercinta ternyata ada 2 lagu The Beatles di CD tersebut, yakni "Hey Jude" dan "And I Love Her". Itulah pertama kali saya dengar lagu The Beatles. Ternyata koq lagunya enak juga ya? Kebetulan sekali beberapa waktu kemudian adik saya beli kaset "The Beatles 1" yang berisi lagu-lagu hits grup asal Liverpool itu. Sejak saat itu saya jadi makin kesengsem sama The Beatles.

Sebagaimana penggemar lainnya, selanjutnya saya rajin menghapal lagu-lagu The Beatles. Yang pertama kali saya hapal adalah "She Loves You". Lagu ini paling saya senangi karena dulu jadi penyemangat waktu lagi pedekate sama tunangan yang sekarang. Tiap kali merasa down dengan sikap si "target", langsung deh saya nyanyi "She Loves You" biar semangatnya naik lagi. Hehehe... Tapi dari album The Beatles 1 lagu yang paling saya sukai adalah "Penny Lane" sama "All You Need Is Love".

Nah, pas lagi buka YouTube langsung deh saya cari video-video The Beatles. Busyet, ternyata buanyaaaaak banget! Hmmm, jadi kesibukan baru nih. Cuma jeleknya di warnet langganan saya tidak ada flash, jadi ya saya tidak bisa langsung tahu mana video yang bagus atau abal-abal. Terpaksa deh saya download beberapa video sekaligus untuk satu lagu, tar di rumah baru disortir. Lumayan menguras energi juga. Tidak terasa, sampai sekarang sudah terkumpul lebih dari 30-an video. Mulai dari rekaman live show dan video klip hitam-putih ala film Charlie Chaplin, sampai video konser terakhir mereka yang menghebohkan di atas atap Apple Building di 3 Savile Row, London, pada 30 January 1969. Wah, ternyata masih banyak yang belum saya ketahui tentang The Beatles untuk dapat disebut sebagai Beatlemania.

Sebagai band legendaris dunia, saya yakin di Jogja ada komunitas penggemar The Beatles. Waktu saya cari di Google tersembul nama Beatles Jogja Community (BJC). Tapi penelusuran lebih lanjut tentang komunitas ini tidak membuahkan hasil. Tidak ada forum, tidak ada situs, dan juga tidak ada blog atas nama Beatles Jogja Community. So, siapakah di antara teman-teman pembaca yang juga penggemar The Beatles? Saya sedang mencari banyak informasi tentang John Lennon, dkk. plus komunitas penggemar The Beatles di Jogja nih! Tolong bantu saya ya? Terima kasih sebelumnya.

Minggu, 30 November 2008

Paid Review Baru Lagi Nih!

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Paid Review Baru Lagi Nih!
Link Tittle : Paid Review Baru Lagi Nih!

lihat juga


Mungkin saya termasuk telat menulis tentang ini. Tapi bagaimanapun berita ini tetaplah berita hangat. Super hangat malah. Hehehe. Yap, seperti judul posting ini, di sini kita akan membahas tentang satu lagi situs yang menawarkan jasa paid review. Namanya BuyLinkPost.com. Yang luar biasa dari situs ini adalah: kreator sekaligus pemiliknya orang Indonesia! Kebetulan sekali saya kenal baik orangnya, yakni dr. Asri Tadda atau lebih dikenal sebagai Asta Qauliyah. Informasi tentang situs ini saya terima langsung darinya.

Kalau Cosa Aranda adalah pelopor paid review berbahasa Indonesia, maka dr. Asri Tadda memilih menembak pasar internasional dan bersaing dengan situs-situs paid review yang sudah lebih dulu ada. Keberaniannya bersaing dengan broker paid review mapan seperti ReviewMe, BuyBlogReview, SponsoredReviews, ataupun Blogsvertise patut diacungi jempol. Tidak cukup satu jempol, tapi dua jempol sekaligus! Ini tidak berlebihan koq. Tapi kita sebagai blogger Indonesia patutu ikut bangga dengan apa yang dilakukan dr. Asri Tadda.

Terus, kalau tentang BuyLinkPost sendiri bagaimana?

Sebagaimana situs paid review lain, di BuyLinkPost tugas Anda adalah menulis review tentang situs dan atau produk advertiser. Bedanya dengan situs paid review lain, job untuk Anda akan dikirimkan via email. Dan begitu job tersebut sudah dikerjakan, Anda mesti mengirimkan alamat URL review juga lewat email. Ini artinya, jangan coba-coba menggunakan Google Translate atau malah sekedar kopi-paste konten dari situs/blog lain. Kenapa? Karena semua review yang Anda buat akan direview kembali untuk memastikan kalau tata bahasa yang digunakan tidak asal-asalan.

Terlalu ketat? Kita bisa saja berkata begitu, tapi tentunya dr. Asri tadda punya alasan kenapa ia memberlakukan sistem seperti itu. Kalau yang saya baca di FAQ-nya sih, ia ingin memastikan kalau advertisernya puas dengan review yang dibuat. Masuk akal kan? Lagipula kita kan bisa meminta bantuan teman-teman content writer (seperti Nenad) untuk membuatkan review yang baik dan benar. Iya kan?

Berapa bayaran yang diberikan BuyLinkPost? Cukup tinggi. Kalau Anda punya blog dengan pagerank (PR) 3 ke atas, BuyLinkPost akan membayar $10/review. Kalau pagerank blog Anda hanya PR1 atau PR2, maka bayarannya $5/review. Lumayan, bukan? Selain itu Anda juga akan memperoleh kredit atau poin dari setiap review yang telah dibuat. Poin ini kemudian diakumulasikan sepanjang waktu. Semakin tinggi poin yang Anda kumpulkan, maka akan semakin banyak job yang akan Anda terima. Itu artinya, akan semakin banyak pula dolar yang bisa Anda peroleh. :))

Satu nilai lebih yang ditawarkan BuyLinkPost adalah sistem pembayaran yang cepat. Anda hanya perlu menunggu satu minggu setelah review disetujui admin. Tidak ada minimum payout. Berapapun komisi yang Anda peroleh akan dibayarkan satu minggu setelah review disetujui. Seperti umumnya situs paid review lain, BuyLinkPost juga menggunakan PayPal sebagai sarana pembayaran komisi. Belum punya akun PayPal? Silakan daftar di sini, GRATIS! *promosi mode on*

Nah, meskipun krisis global masih belum pulih, tapi ternyata kita sebagai blogger malah punya semakin banyak pilihan untuk mencari dolar. Iya kan?

Jumat, 28 November 2008

Kebingungan di Customer Service BNI

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kebingungan di Customer Service BNI
Link Tittle : Kebingungan di Customer Service BNI

lihat juga


Sebagaimana saya ceritakan lewat Twitter beberapa hari lalu, kartu ATM saya sempat tertelan mesin ATM. Tertelannya hari Rabu (19/11), ketika terakhir kali saya ambil uang. Entah kenapa koq saya lupa menarik kembali kartu ATM tersebut sehingga akhirnya ditelan mesin. Beruntung sekali Rabu malam itu ATM BNI Syariah Jl. Kusumanegara sepi. Setelah saya tidak ada lagi yang menggunakan mesin itu sampai lebih dari 15-20 menit kemudian. Coba kalau ada yang menemukan kartu saya dalam keadaan aktif, bisa-bisa dikuras habis isi tabungan saya. :))

Nah, saya baru tahu kalau kartu ATM itu tertelan hari Sabtu (22/11). Waktu itu saya mau mengambil uang lagi karena sudah kehabisan dana segar. Maklum, sekali ambil paling cuma Rp 50 ribu, makanya cepat habis. Eh, begitu sampai di dalam bilik ATM saya kaget karena kartu ATM BNI tidak ada di dompet. Waduh, ke mana ya? Pikir saya waktu itu sambil kebingungan setengah mati. Ah, mungkin terselip di kamar kos! Duga saya untuk menenangkan diri. Sayapun langsung pulang ke kos.

Begitu sampai di kos, kamar langsung saya obrak-abrik. Tapi kartu tersayang itu tetap juga tidak ketemu. Saya jadi berpikir mungkin kartu itu tertelan mesin. Wah, panik mulai melanda. Saya takut kartu saya ditemukan orang terus duit saya dikuras habis. Untungnya pikiran sehat masih bisa mengendalikan emosi saya sehingga akhirnya timbul ide untuk menelpon customer service BNI dan menanyakan kartu tersebut. Begitu tersambung, hal pertama yang saya tanyakan adalah: "Kapan transaksi terakhir dan berapa nominalnya?" Beruntung sekali, CS BNI di seberang telpon menjawab kalau transaksi terakhir lewat mesin ATM tercatat tanggal 19 November 2008 sebesar Rp 50.000. Pffiuuuuh, leganya....

Untuk mengambil kembali kartu ATM tersebut, mau tidak mau saya mesti ke kantor cabang BNI di mana saya membuka rekening. Kebetulan dulu saya bukanya di kantor cabang Jl. Trikora, jadi bisa sekalian jalan-jalan ke Malioboro. :)) Eh, ternyata kejadiannya tidak seperti yang saya bayangkan. Karena mesti mampir dulu ke Kantor Pos Besar untuk mengirim buku pesanan yayang di Pemalang, saya masuk BNI pas jam istirahat. Setelah mengambil kartu di lantai dua, saya harus menunggu lamaaaaa sekali di lantai bawah ketika hendak membuka blokir kartu karena CSO-nya banyak yang keluar istirahat. Yah, dasar nasib! :((

Lebih dari setengah jam kemudian baru saya dapat giliran. Untungnya dapat CSO cewek. Kelihatannya sih sudah lumayan berumur, tapi masih menarik dipandang koq. Hehehe... Dari percakapan awal sudah langsung cair karena saya iseng menggoda Mbak CSO itu. Waktu dia tanya "enaknya dipanggil Pak atau Mas nih?", saya menjawab asal "panggil Om saja". Selanjutnya langsung deh mengurusi kartu ATM saya sambil ngobrol ke sana-sini. Entah kenapa koq kemudian Mbak CSO itu bertanya saya kerja di mana. Tidak mau repot saya jawab saja kalau saya masih kuliah. Eh, koq Mbak CSO-nya ngotot "tapi sudah nyambi kerja kan?" Dengan terpaksa sayapun menjawab "iya".

Seperti dugaan saya, kerepotan sekaligus kebingungan terjadi waktu dia bertanya saya kerja di mana. Pas saya jawab "tidak di mana-mana" Mbak CSO-nya bingung. Mungkin karena penasaran diapun memperbaiki pertanyaannya, jadi "kantornya di mana?". Saya ya jawab "tidak punya kantor". Selanjutnya semakin bingunglah saya harus bagaimana caranya menjelaskan pada si Mbak CSO apa kerjaan saya. Untungnya waktu saya bilang kalau saya cari duit di internet si Mbak CSO langsung manggut-manggut dan paham. Katanya sih sudah beberapa kali melayani pencairan cek dari orang-orang yang mengaku cari duit di internet. Entah iseng atau memang penasaran, si Mbak CSO tanya penghasilan. Nah, lho! Saya jawab dengan diplomatis, "Lumayanlah Mbak daripada nganggur". :))

Kebingungan kedua terjadi waktu saya berniat membuka BNI Tapenas, yakni tabungan khusus untuk biaya pendidikan. Produknya mirip asuransi pendidikan di mana kita mesti rajin dan rutin menyetor antara Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta per bulan dalam jangka waktu tertentu. Minimal 2 tahun, dan paling lama 18 tahun. Kita boleh-boleh saja menarik dana sebelum rentang waktu tersebut, namun akan ada sejumlah biaya. Tabungan seperti ini memang sedang saya cari untuk persiapan biaya pendidikan anak-anak nanti. Meskipun anaknya belum ada tapi tidak ada salahnya kan mempersiapkan biaya pendidikannya lebih dulu?

Nah, waktu mengisi formulir pembukaan rekening BNI Tapenas ini saya kebingungan di kolom "Pekerjaan". Mau saya isi "Blogger" takut tidak diakui bank, mau diisi "Wiraswasta" koq kesannya sok sekali, mau diisi "Internet marketer" juga tidak pede. Waktu saya tanya pada si Mbak CSO, dianya juga ikut bingung. Ya sudah, dengan sedikit menahan geli saya tulis saja deskripsi pekerjaan saya sebagai "Jasa periklanan internet". Hahahaha....

Maaf, cuma sekedar intermezzo.

Rabu, 26 November 2008

Siapa Mau Coba Be a Magpie?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Siapa Mau Coba Be a Magpie?
Link Tittle : Siapa Mau Coba Be a Magpie?

lihat juga


Anda pengguna Twitter? Pernah dengar kalau dengan Twitter Anda bisa memperoleh uang tambahan? Tunggu dulu! Yang ingin saya bahas di sini bukan Twittad, yang menurut Mas Medhy memang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan meskipun tak sebesar program-program lain. Yang akan saya ceritakan di sini satu situs yang terhitung baru, dengan format periklanan yang juga terbilang baru. Malah sedikit nyeleneh kalau boleh saya berkomentar. :)

Situs yang saya maksud bernama Be a Magpie. "Convert your tweets into bling-bling", demikian slogan yang diusung situs ini. Dari slogan ini bisa ditangkap kalau Be a Magpie memanfaatkan tweet yang kita berikan pada follower. Jadi, berbeda dengan Twittad yang membayar sejumlah uang untuk memasang iklan di halaman profil Twitter Anda, Be a Magpie akan memberi sejumlah uang jika Anda mengijinkan situs ini mengirimi sejumlah pesan komersil pada follower Anda.

Pesan komersil dari Be a Magpie disesuaikan dengan keyword tertentu yang terkandung dalam tweet Anda. Hampir mirip dengan Google AdSense yang menyesuaikan isi iklan dengan kata kunci content blog/situs. Kemiripan yang lain lagi, advertiser juga mesti melalui proses lelang untuk dapat mengirimkan pesan komersil mereka. Pesan-pesan advertiser ini akan dikirim secara berkala, di mana Anda dapat menentukan sendiri rasionya. Standar rasio yang ditetapkan adalah 5:1, di mana setiap 5 tweet yang Anda kirimkan ke follower akan diselingi dengan 1 tweet komersil dari Be a Magpie. Semakin tinggi rasio yang Anda tentukan semakin besar pula bayaran yang akan Anda dapatkan.

Seara sederhana cara kerja Be a Magpie dapat dijelaskan begini. Pertama-tama tentu saja Anda harus mendaftar sebagai member Be a Magpie. Dengan mendaftarkan diri Anda berarti memberikan ijin pada Be a Magpie untuk mengirimkan pesan komersil pada follower Anda. Nah, setiap pesan komersil yang berhasil dikirim akan dikonversi menjadi sejumlah uang. Memang jumlahnya kecil alias recehan. Tapi kalau Anda punya banyak follower dan rajin melakukan tweet, rasanya hasilnya lumayanlah untuk tambah-tambah uang belanja. Hehehe...

Kalau ingin tahu seberapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan setiap bulan dengan program ini, Be a magpie punya mesin penghitungnya. Tinggal masukkan username Twitter Anda dan biarkan Be a Magpie mengestimasi berapa uang yang dapat Anda hasilkan bersama mereka. Waktu saya iseng-iseng mencoba, ternyata hasilnya €3.75/bulan. Komisi dibayarkan melalui PayPal dalam mata uang euro (€) dengan minimal payout €50. Dengan jumlah follower yang saya miliki sekarang, minimal payout baru bisa saya capai lebih dari setahun lagi. :))

Anda tertarik? Nanti dulu! Satu hal yang mengganggu saya adalah masalah keamanan. Untuk dapat mengirimkan pesan komersil kepada follower kita, maka Be a Magpie akan meminta password Twitter kita. Hati-hati, meskipun mungkin Be a Magpie adalah sebuah perusahaan yang legal dan legitimate, kemungkinan terjadinya SCAM juga ada lho. Kalau itu terjadi berarti kita akan kehilangan account Twitter. Satu hal lagi, kalau follower tahu kita "memanfaatkan" mereka sebagai jalan mencari uang, saya rasa banyak yang berhenti jadi follower. Tidak jauh beda dengan seorang subsriber RSS feed saya yang berhenti berlangganan karena dia tidak mau menerima paid review yang saya tulis di blog ini.

Bagaimana menurut Anda? Silakan berbagi komentar...