Tampilkan postingan dengan label Blog Spesial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog Spesial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2009

Mau Jadi Raja Sulap?

Blog Spesial - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blog Spesial, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Mau Jadi Raja Sulap?
Link Tittle : Mau Jadi Raja Sulap?

lihat juga


Harian Jogja mengangkat tulisan tentang belanja online di halaman 15 (rubrik 'Belanja') Sabtu (4/4) kemarin. Penulisnya, duo Martha Nalurita dan Yuspita Anjar Palupi, memang bukan orang yang akrab dengan dunia online shopping. Tapi ulasan mereka cukup lengkap. Mulai dari ulasan ringkas tentang dunia online shopping di Indonesia, sampai tips-tips berbelanja online yang aman.

Dalam tulisan itu juga disebutkan kalau apa saja sudah bisa dibeli secara online sekarang. Ya, apa saja! Mulai dari barang yang super mahal berharga jutaan rupiah, sampai dengan pernak-pernik seharga puluhan ribu rupiah. Nah, buat Anda yang sedang belajar sulap atau gemar dengan sulap, segala keperluan sulap juga sudah bisa didapatkan di internet lho.

Adalah RajaSulap.com, toko sulap online di mana Anda bisa membeli alat sulap dan segala keperluan berkaitan dengan sulap. Situs ini merupakan toko alat sulap online nomor 1 di Indonesia versi Google Indonesia. Coba saja ketikkan "toko alat sulap" di kotak pencarian Google Indonesia, maka situs RajaSulap.com akan terpampang di nomor 1 pada halaman 1 hasil pencarian. Bagaimana kalau yang diketik kata kunci lain? Ya coba saja sendiri. :))

Ada banyak peralatan sulap yang disediakan RajaSulap.com. Mulai dari koin, kartu ajaib, sampai dengan peralatan yang agak aneh seperti linking Polo mint, sebuah alat sulap yang memungkinkan Anda menyambungkan dua biji permen Polo bolong menjadi satu seperti rantai. Ada juga sarana belajar sulap seperti video dan buku-buku teori sulap. Cukup pesan melalui SMS atau telepon, maka barang pesanan Anda sudah dapat sampai di tangan 2-3 hari kemudian.

Tertarik?

Sabtu, 13 Desember 2008

Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan

Blog Spesial - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blog Spesial, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan
Link Tittle : Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan

lihat juga


Lazimnya, blogger cari duit dengan memasang iklan di blog atau mengikuti program-program periklanan online. Blog dijadikan sebagai sarana promosi tempat kita memajang materi iklan dari advertiser. Materi iklan tersebut bisa berupa banner, artikel (paid review), iklan PPC, maupun iklan link. Dari situ si pemilik blog akan memperoleh sejumlah komisi sebagai bayarannya. Beginilah cara yang lazim dilakukan blogger untuk mencari duit.

Ada cara lain? Setahu saya belum ada. Nah, Mas Duto Sri Cahyono membuat satu gebrakan lain di luar kelaziman tersebut. Ia, seperti yang diceritakannya di Wikimu, bisa memperoleh penghasilan dari blog tanpa perlu memasang iklan apapun! Penghasilannyapun tidak tanggung-tanggung. Ia mengklaim dapat mengantongi jutaan rupiah setiap bulan. Bagaimana caranya? Sama seperti saya waktu pertama kali membaca judul artikel tersebut, saya yakin Anda juga pasti penasaran sekali ingin tahu bagaimana cara Mas Duto melakukan hal itu. Iya kan?

Coba Anda buka www.kicauan.wordpress.com. Di blog sederhana itu Anda tidak akan menjumpai secuil iklanpun, baik berupa banner, review maupun teks link. Yang Anda jumpai hanyalah sejumlah artikel seputar cara-cara memelihara burung lengkap dengan tips dan triknya. Yups, blog bertitel "Bird Care" tersebut memang dikhususkan oleh Mas Duto untuk membahas semua hal mengenai burung peliharaan. Mulai dari penangkaran (beternak) burung, perawatan burung, pakan burung, sangkar burung, lomba burung, dan semuanya tentang burung. Kalaupun ada banner yang terlihat, itu hanyalah banner nonkomersil milik Wikimu dan Indonesian Bloggers. Tentu saja Mas Duto tidak memperoleh apa-apa dengan memajang kedua banner tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, memelihara burung adalah hobi yang digeluti oleh banyak orang di Indonesia, utamanya di Jawa. Dan sudah bukan rahasia pula kalau hobiis burung adalah kaum menengah ke atas yang rela keluar uang berapa saja demi hobinya tersebut. Mas Duto dengan cerdas membidik komunitas ini sebagai target pembaca blognya. Ia tampil sebagai seorang pakar "perburungan" yang memang belum ada di jagat internet. Walhasil, ketika hobiis burung mencari informasi seputar pemeliharaan burung di internet, mereka akan dihantarkan ke halaman blog Mas Duto.

Terus, dari mana cara Mas Duto memperoleh uang kalau tidak memasang iklan apa-apa?

Semuanya berawal dari kepercayaan yang berhasil diperoleh Mas Duto dari pembacanya. Dengan mementingkan kualitas isi blog di atas segala-galanya, Mas Duto yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini selalu berupaya untuk menyajikan konten berkualitas pada pembaca. Berhubung ia sendiri adalah seorang hobiis burung, tidak sulit baginya untuk masuk dalam komunitas hobiis burung dan bertukar ilmu mengenai pemeliharaan burung. Apa yang diperolehnya selama berinteraksi dengan sesama hobiis burung inilah yang ia bagikan di blognya. Bisa ditebak, karena berdasarkan pengalaman pribadi, tulisan-tulisan Mas Duto sering dijadikan acuan oleh hobiis burung lain. Tidak hanya sampai di sana. Banyak pembaca yang tidak segan-segan berkonsultasi masalah pemeliharaan burung padanya. Baik melalui kolom komentar, email, maupun kontak langsung via HP.

Nah, suatu waktu pembaca blog Bird Care di Jakarta ada yang bertanya tentang vitamin burung. Ditanya rekomendasi tempat-tempat membeli vitamin, ujung-ujungnya Mas Duto malah dimintai tolong membelikan obat dimaksud. Dengan niat menolong, Mas Duto mengiyakan saja permintaan itu. Karena ia tinggal di Solo, maka uang ditransfer lewat bank dan Mas Duto mesti mengirim vitamin pesanan tersebut lewat jasa kurir. Harga vitamin yang dipesan cuma Rp 20.000, tapi ternyata si pemesan mengirim uang Rp 150.000. Sisanya adalah "uang lelah" untuk Mas Duto. Dipotong biaya kirim, ia bisa memperoleh paling tidak Rp 65.000 dari pesanan tersebut. Lumayan, bukan?

Pesanan pertama itu diikuti dengan pesanan-pesanan berikutnya. Tidak hanya vitamin, Mas Duto juga kerap menerima pesanan sangkar burung dan bahkan burung itu sendiri. Dari "uang lelah" yang diberikan para pemesannya itulah Mas Duto memperoleh penghasilan. Berapa banyak? Ia bilang tidak banyak, rata-rata "hanya" Rp 6 juta/bulan. Penghasilan ini jauh lebih besar dari gajinya sewaktu menjabat General Manager sebuah radio swasta di Solo. Selain itu ia jadi punya banyak kenalan sesama hobiis burung di seluruh Indonesia. Iapun sering melakukan perjalanan gratis ke kota-kota seperti Surabaya, Denpasar, Mataram, Jakarta, Bandung, sampai Medan.

Koq bisa gratis? Bisa saja, karena Mas Duto bepergian dalam rangka mengirim pesanan client-nya. Pesanan dengan resiko tinggi seperti burung atau sangkar burung memang biasa diantar sendiri olehnya sampai ke tujuan. Tentu saja semua biaya yang ia keluarkan ditanggung oleh pemesan. Ini artinya, sambil menyelam minum air. Sambil berbisnis ia bisa jalan-jalan gratis. Asyik, bukan? :)

Cukup kreatif bukan apa yang dilakukan Mas Duto? Sebenarnya apa yang ia lakukan tidak beda jauh dengan sistem afiliasi yang kita kenal di internet. Hanya saja ia tidak mempromosikan produk-produk internet marketer yang berbasis web. Ia menjadi "affiate" bagi penjual-penjual burung di sekitarnya. Satu hal yang menurut saya belum pernah dilakukan oleh blogger lain sebelumnya.

Siapa mau mengikuti jejak Mas Duto?

Jumat, 21 November 2008

Di Mana Belajar PPC?

Blog Spesial - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blog Spesial, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Di Mana Belajar PPC?
Link Tittle : Di Mana Belajar PPC?

lihat juga


Suatu saat Bro Mymoen sms saya dan bertanya tentang cara mencairkan cek Google AdSense. Walah, saya jadi tertawa geli membaca sms itu. Kenapa saya sampai tertawa geli? Karena saya masih termasuk kategori super duper newbie di Google AdSense. Bukankah saya pernah cerita kalau hanya bisa menghasilkan $20 lebih sedikit selama 6 bulan bergabung Google AdSense? Boro-boro mencairkan cek, dapat cek pertama dari Google saja masih merupakan mimpi besar bagi saya. :D

Program pay per click (PPC) memang masih belum dapat saya kuasai dengan baik. Padahal waktu mulai membuat blog dulu PPC adalah program yang pertama kali saya jalankan. Mulai dari Google AdSense (yang jadi motivasi awal saya membuat blog), Bidvertiser, sampai kemudian AdBrite, dan setelah itu menyusul PPC lokal seperti KlikSaya dan KumpulBlogger. Dari semua program tersebut, baru KlikSaya yang sampai saat ini memberikan 'hasil nyata'. Ya, bulan kemarin akhirnya saya terima kiriman sebesar Rp 60.000 sebagai penghasilan pertama dari KlikSaya sekaligus merupakan penghasilan pertama saya dari program PPC. Hmmm....

Nah, berkaca dari kelemahan tersebut saya lantas berkelana ke seluruh penjuru dunia internet untuk belajar PPC. Saya mencari blog atau situs yang dapat saya jadikan tempat untuk mempelajari program PPC lebih dalam lagi. Blognya Cosa Aranda yang dulu jadi jujugan saya setiap kali online langsung diobrak-abrik lagi. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mencari-cari artikel-artikel lamanya yang banyak mengupas tentang Google AdSense. Masih belum puas saya melanjutkan pencarian dengan memanfaatkan bantuan Mbah Google. Di tengah pencarian tersebut saya kemudian menemukan satu blog yang tampaknya cukup concern mengupas tentang PPC. Namanya KlikCPA.com, blog milik Mas Jerry yang juga seorang master affiliate.

Dari nama domainnya saja kita bisa tahu blog tersebut mengulas seputar program-program affiliasi. Kalau saya tidak salah, CPA adalah singkatan dari Click Per Action. Yakni salah satu jenis program afiliasi yang membayar member affiliate-nya untuk setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang datang melalui link afiliasi member tersebut. Tindakan tersebut bisa berupa mengisi formulir, memberikan data-data tertentu, atau men-download produk yang disediakan advertiser. Hampir mirip-mirip sedikitlah dengan Click Per Lead (CPL). Kurang lebih seperti itulah yang saya pahami tentang CPA. Kalau keliru mohon dikoreksi ya?

Meski namanya Klik CPA, namun di blog ini kita juga bisa belajar banyak tentang PPC. Artikel-artikel tentang PPC dapat ditemukan di bawah kategori "Belajar PPC". Hmmm, tanpa tunggu lebih lama lagi sayapun langsung membongkar-bongkar kategori ini. Tidak sia-sia, dari sini saya memperoleh dua artikel menarik mengenai Google Trend dan bagaimana kita bisa memperoleh penghasilan dari fasilitas gratis yang diberikan oleh Google ini. Anda penasaran bagaimana caranya? Saya sebenarnya ingin sekali memberi bocoran, tapi takut malah jadi tidak jelas karena masih belum begitu paham soal ini. Jadi lebih baik Anda baca sendiri ulasannya di sini (bagian 1) dan di sini (bagian 2).

Karena dunia PPC sangat berkaitan erat dengan kata kunci alias keyword, KlikCPA.com juga memberikan satu topik khusus mengenai hal ini dalam kategori "Kata Kunci". Di sini kita dapat mempelajari bagaimana memilih keyword yang bagus dan bagaimana mengoptimalkan penghasilan dari setiap klik yang diperoleh dari kata kunci tersebut. Tidak itu saja, blog ini juga menyediakan kategori lain yang dinamai "Alat Bantu" untuk melengkapi pengetahun Anda seputar alat-alat bantu yang sebaiknya dipergunakan untuk meningkatkan penghasilan. Masih kurang? Kalau begitu kunjungi halaman ini. Ada paket bonus plugin senilai $147 lebih yang dapat Anda peroleh gratis hanya dengan satu syarat mudah.

Walah, tidak terasa sudah paragraf ketujuh! Sebenarnya masih banyak lagi yang mau saya sampaikan seputar pengalaman mencari tempat belajar PPC, utamanya lagi mengenai KlikCPA.com. Tapi sepertinya sudah terlalu panjang nih. Jadi, kalau Anda ingin tahu lebih banyak lagi mengenai apa-apa yang dibahas di KlikCPA.com, kunjungi sendiri saja blognya! Hehehe...

Jumat, 03 Oktober 2008

Mengenal Liew Cheon Fong, Fulltime Blogger Pertama Malaysia

Blog Spesial - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blog Spesial, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Mengenal Liew Cheon Fong, Fulltime Blogger Pertama Malaysia
Link Tittle : Mengenal Liew Cheon Fong, Fulltime Blogger Pertama Malaysia

lihat juga


Pernah dengar nama Liew Cheon Fong? Belum? Sama dong kalau begitu. Hehehe… Nama ini pertama kali saya tahu saat membaca ebook Chitika BlogBash. Chitika menyebut Cheon Fong—atau biasa dikenal dengan nickname LcF, sebagai salah satu blogger populer di Asia Tenggara. Dan yang membuat saya kemudian mem-bookmark namanya di urutan pertama dalam ingatan saya adalah bahwa Cheon Fong tinggal di Malaysia.

Sebuah fakta menarik mengetahui Chitika mengundang seorang blogger Malaysia dalam proyeknya. Di ebook tersebut terdapat nama-nama besar seperti Darren Rowse, Joel Comm, Aaron Wall, Daniel Scocco, Chris Batty, Jay Brewer dan lain-lainnya yang sudah diakui sebagai master blogger. Itu artinya Cheon Fong adalah seorang blogger yang sudah diperhitungkan kemampuannya (setidaknya oleh Chitika) sehingga namanya terdaftar di antara para master blogger dunia. Hmmm, tentu Anda jadi penasaran sehebat apa sih si LcF ini, bukan?

Rupanya Cheon Fong memang bukan blogger sembarangan, Saudara-saudara. Ia tercatat sebagai fulltime blogger pertama di Malaysia. Maksudnya tentu saja orang yang bekerja dan menghasilkan uang semata-mata dengan blog. Nah, buat Anda yang berniat menjadi fulltime blogger, pengalaman Liew Cheon Fong ini patut disimak baik-baik.

Awalnya Cheon Fong adalah seorang programmer sekaligus webmaster profesional di sebuah perusahaan kosmetik lokal. Sejak tahun 2005 ia mengenal blog dan mengisi waktu luangnya untuk mengurus blog. Pertama-tama hanya iseng-iseng menyalurkan hobi. Seiring berjalannya waktu, ternyata dari blognya itu ia mampu memperoleh penghasilan sebanyak gaji bulanannya. Iapun mulai berpikir untuk keluar dari pekerjaan dan menekuni profesi sebagai fulltime blogger.

Sebuah pemikiran hebat. Tidak semua orang berani meninggalkan pekerjaan tetap dengan gaji rutin yang sudah pasti demi menjadi fulltime blogger, profesi yang sekilas pandang tidak begitu menjanjikan karena penghasilannya tidak jelas. Terlebih waktu itu blog dan blogging belum begitu populer di Malaysia. Namun Cheon Fong sudah bulat tekadnya. 18 Agustus 2005 ia menyatakan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, kemudian memfokuskan diri menjadi fulltime blogger sejak 9 September 2005.

Sudah bisa ditebak kalau kemudian Cheon Fong menerima banyak pertanyaan dari keluarga besarnya. Karena tak satupun anggota keluarganya yang paham apa itu blog, blogging, ataupun blogger, Cheon Fong hanya menjelaskan kalau ia ingin bekerja di rumah dengan memanfaatkan internet. Keluarganya mendukung keputusan tersebut meskipun tidak begitu mengerti apa maksud Cheon Fong. Lucunya, sampai saat inipun ibunya tidak mengerti apa yang dilakukan Cheon Fong sampai bisa menerima cek secara rutin setiap bulan. Hehehe, ada yang punya pengalaman serupa?

Jalan Cheon Fong tak selalu mulus. Ia justru menerima banyak komentar negatif dari pembaca blognya saat menceritakan niat tersebut. Beberapa orang menertawakan bahasa Inggris-nya yang masih berantakan, sementara sebagian lagi memintanya untuk bersikap reaslistis karena blogger bukanlah sebuah profesi ataupun pekerjaan. Cheon Fong tak terpengaruh. Ia menganggap komentar-komentar negatif itu sebagai angin lalu dan terus melangkah. Terbukti sekarang ia bisa hidup enak dengan penghasilan berlimpah sebagai fulltime blogger.

Kesuksesan Cheon Fong segera menginspirasi blogger-blogger Malaysia untuk mengikuti jejaknya. Meskipun diakuinya penghasilan dari blog masih belum begitu besar, namun Cheon Fong merasakan hidup sebagai fulltime blogger benar-benar menyenangkan. Tidak hanya jam kerja yang seenaknya, ia juga jadi memiliki banyak waktu luang bersama keluarga dan kebebasan untuk bepergian ke mana saja kapanpun. Hal ini tentu tidak mungkin ia dapatkan kalau masih menjadi karyawan.

Jujur saja, setelah membaca kisah ini saya jadi sangat termotivasi untuk menjadi fulltime blogger. Sayangnya hal tersebut belum bisa saya wujudkan sekarang karena masih harus membagi konsentrasi dan waktu dengan kuliah. Mudah-mudahan setelah lulus tahun depan saya bisa mulai menekuni "karir" sebagai fulltime blogger. Amin. Bagaimana dengan Anda?

Posting yang MIRIP 99.99%:
- Caksub Ingin Seperti Liew Cheon Fong, Fulltime Blogger Pertama Malaysia