Blog Spesial - Hallo sobat
gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blog Spesial, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.
Tittle :
Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan
Link Tittle :
Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan
lihat juga
Lazimnya, blogger cari duit dengan memasang iklan di blog atau mengikuti program-program periklanan online. Blog dijadikan sebagai sarana promosi tempat kita memajang materi iklan dari advertiser. Materi iklan tersebut bisa berupa banner, artikel (paid review), iklan PPC, maupun iklan link. Dari situ si pemilik blog akan memperoleh sejumlah komisi sebagai bayarannya. Beginilah cara yang lazim dilakukan blogger untuk mencari duit.
Ada cara lain? Setahu saya belum ada. Nah, Mas
Duto Sri Cahyono membuat satu gebrakan lain di luar kelaziman tersebut. Ia, seperti yang diceritakannya di
Wikimu,
bisa memperoleh penghasilan dari blog tanpa perlu memasang iklan apapun! Penghasilannyapun tidak tanggung-tanggung. Ia mengklaim dapat mengantongi jutaan rupiah setiap bulan. Bagaimana caranya? Sama seperti saya waktu pertama kali membaca judul artikel tersebut, saya yakin Anda juga pasti penasaran sekali ingin tahu bagaimana cara Mas Duto melakukan hal itu. Iya kan?
Coba Anda buka
www.kicauan.wordpress.com. Di blog sederhana itu Anda tidak akan menjumpai secuil iklanpun, baik berupa banner, review maupun teks link. Yang Anda jumpai hanyalah sejumlah artikel seputar cara-cara memelihara burung lengkap dengan tips dan triknya. Yups, blog bertitel "
Bird Care" tersebut memang dikhususkan oleh Mas Duto untuk membahas semua hal mengenai burung peliharaan. Mulai dari penangkaran (beternak) burung, perawatan burung, pakan burung, sangkar burung, lomba burung, dan semuanya tentang burung. Kalaupun ada banner yang terlihat, itu hanyalah banner nonkomersil milik Wikimu dan
Indonesian Bloggers. Tentu saja Mas Duto tidak memperoleh apa-apa dengan memajang kedua banner tersebut.
Sebagaimana kita ketahui, memelihara burung adalah hobi yang digeluti oleh banyak orang di Indonesia, utamanya di Jawa. Dan sudah bukan rahasia pula kalau hobiis burung adalah kaum menengah ke atas yang rela keluar uang berapa saja demi hobinya tersebut. Mas Duto dengan cerdas membidik komunitas ini sebagai target pembaca blognya. Ia tampil sebagai seorang pakar "perburungan" yang memang belum ada di jagat internet. Walhasil, ketika hobiis burung mencari informasi seputar pemeliharaan burung di internet, mereka akan dihantarkan ke halaman blog Mas Duto.
Terus, dari mana cara Mas Duto memperoleh uang kalau tidak memasang iklan apa-apa?
Semuanya berawal dari kepercayaan yang berhasil diperoleh Mas Duto dari pembacanya. Dengan mementingkan kualitas isi blog di atas segala-galanya, Mas Duto yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini selalu berupaya untuk menyajikan konten berkualitas pada pembaca. Berhubung ia sendiri adalah seorang hobiis burung, tidak sulit baginya untuk masuk dalam komunitas hobiis burung dan bertukar ilmu mengenai pemeliharaan burung. Apa yang diperolehnya selama berinteraksi dengan sesama hobiis burung inilah yang ia bagikan di blognya. Bisa ditebak, karena berdasarkan pengalaman pribadi, tulisan-tulisan Mas Duto sering dijadikan acuan oleh hobiis burung lain. Tidak hanya sampai di sana. Banyak pembaca yang tidak segan-segan berkonsultasi masalah pemeliharaan burung padanya. Baik melalui kolom komentar, email, maupun kontak langsung via HP.
Nah, suatu waktu pembaca blog
Bird Care di Jakarta ada yang bertanya tentang
vitamin burung. Ditanya rekomendasi tempat-tempat membeli vitamin, ujung-ujungnya Mas Duto malah dimintai tolong membelikan obat dimaksud. Dengan niat menolong, Mas Duto mengiyakan saja permintaan itu. Karena ia tinggal di Solo, maka uang ditransfer lewat bank dan Mas Duto mesti mengirim vitamin pesanan tersebut lewat jasa kurir. Harga vitamin yang dipesan cuma Rp 20.000, tapi ternyata si pemesan mengirim uang Rp 150.000. Sisanya adalah "uang lelah" untuk Mas Duto. Dipotong biaya kirim, ia bisa memperoleh paling tidak Rp 65.000 dari pesanan tersebut. Lumayan, bukan?
Pesanan pertama itu diikuti dengan pesanan-pesanan berikutnya. Tidak hanya vitamin, Mas Duto juga kerap menerima pesanan sangkar burung dan bahkan burung itu sendiri. Dari "uang lelah" yang diberikan para pemesannya itulah Mas Duto memperoleh penghasilan. Berapa banyak? Ia bilang tidak banyak, rata-rata "hanya" Rp 6 juta/bulan. Penghasilan ini jauh lebih besar dari gajinya sewaktu menjabat General Manager sebuah radio swasta di Solo. Selain itu ia jadi punya banyak kenalan sesama hobiis burung di seluruh Indonesia. Iapun sering melakukan
perjalanan gratis ke kota-kota seperti
Surabaya,
Denpasar,
Mataram,
Jakarta,
Bandung, sampai
Medan.
Koq bisa gratis? Bisa saja, karena Mas Duto bepergian dalam rangka mengirim pesanan
client-nya. Pesanan dengan resiko tinggi seperti burung atau sangkar burung memang biasa diantar sendiri olehnya sampai ke tujuan. Tentu saja semua biaya yang ia keluarkan ditanggung oleh pemesan. Ini artinya, sambil menyelam minum air. Sambil berbisnis ia bisa jalan-jalan gratis. Asyik, bukan? :)
Cukup kreatif bukan apa yang dilakukan Mas Duto? Sebenarnya apa yang ia lakukan tidak beda jauh dengan sistem afiliasi yang kita kenal di internet. Hanya saja ia tidak mempromosikan produk-produk internet marketer yang berbasis web. Ia menjadi "affiate" bagi penjual-penjual burung di sekitarnya. Satu hal yang menurut saya belum pernah dilakukan oleh blogger lain sebelumnya.
Siapa mau mengikuti jejak Mas Duto?