Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2008

Review Film "The Forbidden Kingdom"

Film - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Film, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Review Film "The Forbidden Kingdom"
Link Tittle : Review Film "The Forbidden Kingdom"

lihat juga


Kita ngomongin film lagi nih. Setelah merasa kurang puas dengan jalan cerita The Mummy 3, saya akhirnya mendapat obat kekecewaan tersebut dari Jet Li sendiri. Idih, gaya banget ya? Maksudnya, saya nonton film Jet Li yang TOP BGT SKL. Beda sekali dengan film The Mummy terbaru yang menurut banyak teman ceritanya terlalu "maksa", maka film Jet Li yang akan saya tuliskan review-nya ini dijamin tidak mengecewakan. Ceritanya mengalir, kung fu-nya mantab, dan yang jelas asyik deh.

Apa sih filmnya? Judulnya The Forbidden Kingdom, sebuah film laga yang dibintangi dua aktor kung fu papan atas Hong Kong sekaligus: Jet Li dan Jacky Chan. Hmm, sudah mulai kebayang kan bagaimana serunya film ini? Selain Jet Li dan Jacky Chan, ada pula nama-nama bintang muda nan cantik seperti Li Bingbing dan Liu Yifei. Memang mayoritas pemerannya China karena setting film ini di China dan ceritanya mengangkat legenda Kera Sakti alias Sun Go Kong (meskipun yang memproduksi Hollywood). Nah, sekarang bagaimana jalan ceritanya?

Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Jason Tripitikas (Michael Arangano) yang sangat tergila-gila kung fu. Ia sering bermain-main di China Town, Boston selatan. Sebuah toko gadai milik seorang kakek tua bernama Hop (Jacky Chan) adalah tempat favoritnya berburu barang-barang bernuansa China dan kung fu, seperti DVD film-film kung fu. Suatu hari ia melihat sebuah tongkat emas di gudang bawah tanah Hop. Menurut Hop, tongkat tersebut adalah titipan nenek moyangnya untuk dikembalikan pada yang punya. Sampai saat itu Hop masih menunggu orang yang menurut ramalan akan menjadi pengantar tongkat tersebut pada si empunya.

Sepulang dari toko Hop, Jason dihadang beberapa begundal jalanan pimpinan Lupo (Morgan Benoit). Seorang teman Lupo tahu kalau Jason baru saja pulang dari toko gadai dan memaksanya untuk mengantar ia dan teman-temannya ke toko tersebut di malam hari. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk merampok uang Hop. Dengan terpaksa Jason menuruti keinginan Lupo, dkk. Sesampainya di toko Hop, Lupo memaksa Hop untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang. Hop tidak bersedia dan malah memukul Lupo dengan tongkat emas yang tersimpan di gudangnya. Lupo marah dan lantas menembak Hop. Dalam keadaan terluka Hop meminta tolong pada Jason untuk mengantarkan tongkat tersebut pada pemiliknya. Jason menyanggupi dan segera lari keluar dari toko.

Lupo yang tak ingin aksinya diketahui orang lain mengejar Jason. Di atap sebuah bangunan Jason terpojok. Ia tak bisa lari lagi karena di depannya tinggal bibir atap sementara di belakangnya Lupo menodongkan senjata. Namun belum sempat Lupo menembak Jason, satu kekuatan aneh menyeret Jason ke belakang hingga jatuh dari atas atap gedung. Dalam jatuhnya Jason terlempar ke masa lalu. Tepatnya di China ribuan tahun lalu. Ia ternyata berada di sebuah rumah warga di satu pedesaan. Saat ia hendak mencari tahu tentang tempat tersebut, sepasukan tentara menyerang. Wanita-wanita diculik paksa dan para lelaki dibunuh.

Jason bersembunyi di balik lumbung padi. Namun seorang tentara melihatnya. Jason ketakutan dan berlari. Tapi Jason tak bisa lari jauh karena 3 tentara berkuda berhasil mengejar dan mengurungnya. Begitu melihat tongkat emas yang dibawa Jason, para tentara ini jadi terkejut. Mereka lantas berusaha merebut tongkat tersebut. Jason yang tak bisa berkelahi jelas saja panik. Untungnya ia kemudian ditolong oleh seorang pendekar pemabuk yang baik hati bernama Lu Yan (Jacky Chan). 3 tentara berkuda dikalahkan dengan mudah oleh Lu Yan.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Lu Yan menceritakan sebuah kisah berkaitan dengan tongkat emas yang dibawa Jason. Kisah tersebut bercerita tentang Raja Kera bernama Sun Go Kong yang teramat sakti sehingga tidak ada yang bisa mengalahkannya. Suatu saat Raja Kera datang membuat ulah di pesta yang diadakan oleh Raja Langit setiap 500 tahun sekali. Meski berulah namun Raja Langit menyukai Raja Kera dan berniat memberinya hadiah. Raja Langit lantas menitipkan pesan pada Jenderal Langit (Collin Chou) untuk memberikan pangkat dan kedudukan pada Raja Kera. Raja Langit sendiri sesuai kebiasaan akan pergi bertapa selama 500 tahun setelah pesta usai. Namun Jenderal Langit tak mematuhi titah Raja Langit. Ia justru menantang Raja Kera bertarung untuk mengetahui siapa di antara mereka yang lebih hebat. Pertarungan sengit terjadi sampai akhirnya Jenderal Langit secara licik mengakali Raja Kera dan mengutuknya menjadi batu.

Nah, kutukan tersebut hanya bisa dilenyapkan jika tongkat emas si Raja Kera dikembalikan padanya. Tongkat itu sendiri sebelumnya dilemparkan oleh Raja Kera saat kutukan Jenderal Langit belum menguasai seluruh tubuhnya. Menurut kisah tongkat tersebut jatuh di Kerajaan Tengah dan seseorang akan datang mengantarkan tongkat tersebut pada Raja Kera. Ternyata Jasonlah orang yang diramalkan sejak ribuan tahun itu. Dan Jason harus mengantarkan tongkat itu ke Gunung Lima Elemen di mana terletak istana langit tempat Raja Kera dikutuk.

Keberadaan Jason bersama tongkat emas Raja Kera membuatnya jadi incaran tentara langit. Beruntung Lu Yan bersedia mengantarkannya ke Gunung Lima Elemen. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Golden Sparrow (Liu Yifei) yang menaruh dendam pada Jenderal Langit karena telah membunuh kedua orang tuanya, dan juga seorang biksu (Jet Li) yang kemudian diketahui merupakan jelmaan sehelai bulu Raja Kera. Sang biksu bertugas menemukan pengantar tongkat Raja Kera yang kemudian ia tahu orang itu adalah Jason. Berempat mereka menuju ke Gunung Lima Elemen. Selama di perjalanan Lu Yan dan sang biksu bergantian mengajarkan jurus=jurus kung fu pada Jason.


Mendengar kabar kemunculan tongkat emas Raja Kera, Jenderal Langit memerintahkan seorang tangan kanannya bernama Ni Chang (Li Bingbing) untuk merebut tongkat tersebut. Ni Chang adalah seorang gadis muda ahli kung fu yang berambut serba putih. Sebagai imbalan, Jenderal Langit menjanjikan cairan keabadian pada si gadis. Ni Chang dan rombongannya sempat menghadang Jason, dkk. Namun sebelum sempat tongkat emas direbut Jason dan rombongannya telah lebih dulu menyelamatkan diri. Malang bagi Lu Yan. Sebatang anak panah yang dilepaskan Ni Chang menembus punggungnya dan mengancam nyawanya. Ia bisa mati jika tak segera dicarikan obat. Apa obatnya? Tak lain adalah cairan keabadian yang hanya dimiliki oleh istana langit.

Merasa tak ada pilihan lain, Jason pergi menuju ke istana langit untuk meminta cairan keabadian bagi Lu Yan. Ia bahkan bersedia menyerahkan tongkat emas Raja Kera pada Jenderal Langit asalkan dapat memperoleh cairan keabadian. Jenderal langit tak bisa memenuhi permintaan Jason karena telah terlanjur berjanji pada Ni Chang. Sebagai penentu siapa yang berhak menerima cairan tersebut, maka Ni Chang dan Jason harus bertarung sampai salah satu di antara mereka mati. Mampukah Jason mengalahkan Ni Chang dan mendapatkan cairan keabadian yang dibutuhkannya? Dan bagaimana dengan kutukan Raja Kera? Tonton saja sendiri deh. Gak seru kan kalo saya ceritain semuanya. Hehehe...

Kamis, 04 September 2008

Review Film The Mummy Terbaru

Film - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Film, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Review Film The Mummy Terbaru
Link Tittle : Review Film The Mummy Terbaru

lihat juga


Menonton film bisa jadi satu aktivitas pembunuh waktu di kala berpuasa. Begitulah yang saya lakukan. Saya beruntung bisa mendapatkan film The Mummy terbaru, yakni "The Mummy 3, Tomb of the Dragon Emperor". Tadi pagi sambil sahur dan dilanjutkan sehabis Subuh saya menonton film ini. Sekarang saatnya memberikan bocoran cerita film ini khusus bagi Anda yang belum sempat menontonnya.

Setelah mengeksplorasi negeri asal mumi, Mesir, kali ini sekuel "The Mummy, Tomb of the Dragon Emperor" mengambil setting di China, negara dengan sejarah peradaban sama tua dengan Mesir. Karenanya beberapa bintang film Hong Kong/Mandarin yang namanya sudah akrab di telinga kita turut dilibatkan. Mulai dari Chau Sang Anthony Wong, Russell Wong, Isabella Leong aka Leung Lok-si aka Luoshi Liang, sampai Jet Li. Juga tak ketinggalan aktris Malaysia berdarah China, Michelle Yeoh.

Cerita dimulai dari masa 2000 tahun silam, ketika seorang kaisar (diperankan Jet Li) yang menguasai sebagian besar dataran China menginginkan hidup abadi. Ia lalu memerintah prajuritnya untuk mencari penyihir yang menurut berita dapat membuat seseorang hidup abadi. Pasukan yang dipimpin Jenderal Ming (Russell Wong) berhasil menemukan Zi Yuan (Michelle Yeoh), penyihir yang dimaksud, dan membawanya ke istana. Begitu melihat wajah Zi Yuan, Kaisar merasa tertarik dan berpesan pada Jenderal Ming untuk tidak memperbolehkan seorangpun mendekati si penyihir.

Sesuai tujuannya semula, Kaisar meminta Zi Yuan untuk membuatnya hidup abadi. Ternyata Zi Yuan tak mampu melakukannya, tapi ia tahu sebuah kitab berisi mantra keabadian seperti yang diminta Kaisar. Kaisar lantas memerintahkan Jenderal Ming menemani Zi Yuan mencari kitab tersebut. Apa lacur, ternyata Jenderal Ming juga menyukai Zi Yuan dan begitu juga sebaliknya. Setelah menemukan kitab yang dicari keduanya menyempatkan diri untuk memadu kasih hingga Zi Yuan hamil. Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang melihat apa yang mereka lakukan dan melaporkannya pada Kaisar.

Begitu sampai di istana, Kaisar meminta Zi Yuan membacakan mantra keabadian untuknya. Sebelumnya Zi Yuan menyampaikan permintaan agar diperbolehkan menikah dengan Jenderal Ming sebagai imbalan atas jasanya. Kaisar setuju. Tapi setelah mantra dibacakan ternyata Jenderal Ming malah dibunuh. Zi Yuan marah. Iapun mengutuk Kaisar dan seluruh pasukannya menjadi batu.

Cerita lalu meloncat ke Inggris di tahun 1946, masa di mana keluarga O’Connell hidup. Alex (Luke Ford), anak semata wayang Richard "Rick" O’Connell (Brendan Fraser), mencatat satu penemuan besar di China. Penemuan tersebut tak lain adalah istana Kaisar yang dikutuk oleh Zi Yuan beserta seluruh pasukannya. Saat mencari patung sang Kaisar, Alex diserang oleh seorang gadis yang kemudian diketahui bernama Lin (Isabella Leong). Lin juga bermaksud mencari patung Kaisar, tapi ia bertujuan memusnahkan mantra keabadian yang sempat dibacakan Zi Yuan. Keadaan tambah keruh dengan kedatangan sekelompok orang yang berambisi membangkitkan Kaisar dari kutukannya dan membangun kembali kejayaan pemerintahannya.

Begitulah, akhirnya sang Kaisar berhasil dibangkitkan kembali. Namun kutukannya belum hilang sampai ia dapat hidup abadi. Untuk itu ia harus menemukan Kolam Keabadian yang berada di sebuah pegunungan salju. Maksud tersebut terbaca oleh Lin. Bersama keluarga O’Connell gadis manis ini mendahului berangkat ke pegunungan dimaksud. Saat mereka sampai di sana, Kaisar dan pengikutnya juga sampai. Pecah tembak-menembak sengit antara kedua belah pihak. Rick O’Connell terluka parah sehingga terancam mati. Namun nyawa Rick tertolong setelah Lin membawanya kepada Zi Yuan yang tak lain adalah ibu si gadis. Rupanya Zi Yuan dan Lin hidup abadi. Lin sendiri merupakan buah hubungan Zi Yuan dengan Jenderal Ming.

Film menjadi semakin seru ketika Kaisar dan pengikutnya dapat menemukan tempat persembunyian Zi Yuan. Bentrok kembali terjadi. Namun kali ini keluarga O’Connel tak mampu berbuat banyak. Kaisar berhasil menuntaskan hasratnya untuk hidup abadi dengan menceburkan diri di Kolam Keabadian. Setelah itu ia berubah menjadi seekor makhluk raksasa dan terbang ke bekas istananya sambil menyandera Lin. Kemudian dengan kekuatan magis Kaisar membebaskan seluruh pasukannya dari kutukan. Tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan Kaisar dan pasukan dari masa lalunya agar dapat hidup normal kembali: menyeberangi (Tembok Besar China.

Belum sempat Kaisar dan pasukannya mencapai Tembok Besar China, Zi Yuan membangkitkan Jenderal Ming dan pengikutnya. Untuk itu ia melepaskan kekuatan hidup abadi yang ia dan Lin miliki. Pecah perang antara pasukan Jenderal Ming dibantu keluarga O’Connell dan pasukan Kaisar dibantu tentara modernnya. Siapa yang keluar sebagai pemenang? Anda tentu sudah dapat menduganya. Sama seperti ending kedua seri sebelumya, akhirnya Rick O’Connell mampu mengatasi musuhnya dan mengakhiri rangkaian cerita.

Seru? Jujur saja, menurut saya "Tomb of the Dragon Emperor" ini masih kalah seru bila dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Faktornya antara lain: terlalu banyak animasi komputer, penyelesaian jalan cerita yang sangat mudah, termasuk digantinya pemeran Evelyn O'Connell dari Rachel Weisz ke Maria Bello. Terlebih rangkaian ceritanya juga masih mirip-mirip, jadi endingnya mudah ditebak. Menarik ditunggu apakah The Mummy 4 yang mengambil setting di Peru bisa kembali mengulangi serunya jalinan cerita The Mummy dan The Mummy Returns. Kita tunggu saja.

UPDATE: Setelah dicek lebih teliti, pemeran Jenderal Ming memang Russell Wong seperti yg dibilang Mas Anthony Harman. Chau Sang Anthony Wong memerankan Jenderal Yang, ambisius yang membangkitkan Kaisar Jet Li. Gak salah lagi kan? :D

Minggu, 24 Agustus 2008

Extra Large, Ketika Cinta Bersemi

Film - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Film, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Extra Large, Ketika Cinta Bersemi
Link Tittle : Extra Large, Ketika Cinta Bersemi

lihat juga


Satu lagi film dari Monty Tiwa. Judul aslinya sih “Extra Large; Antara Aku, Kau dan Mak Erot”, tapi menurut saya judul posting ini lebih cocok menjadi judul film tersebut. Sama seperti filmnya terdahulu, “Mengejar Mas-mas”, dalam Extra Large kembali Monty Tiwa mengangkat kehidupan peh cun alias pekerja seks komersial sebagai alur cerita filmnya. Tapi jangan bayangkan ini film yang menebar adegan erotisme karena mengangkat kehidupan kupu-kupu malam. Justru film ini sarat dengan pesan moral.

Cerita “Extra Large” dimulai dengan persahabatan tiga pemuda, Deni (Jamie Aditya), Juno (Alex Abbad), dan Stefan (Erron LeBang). Ketiganya sudah akrab sejak SMA. Namun begitu lulus ketiganya berpencar mengejar cita-cita masing-masing. Deni ke Kalimantan Selatan, Stefan ke Australia, sementara Juno tetap di Jakarta. 11 tahun kemudian baru mereka berkumpul kembali. Di sinilah inti cerita dimulai.

Deni datang ke Jakarta karena harus bertemu dengan seorang gadis yang dijodohkan dengannya. Sebenarnya bukan dijodohkan. Vicky (Dewi Sandra), nama si gadis, adalah anak tunggal atasan ayah Deni. Vicky seorang hyper sex, akibatnya ia sampai hamil 2.5 bulan entah dengan siapa. Kacaunya ayah Vicky berniat mencalonkan diri sebagai gubernur dalam pilkada Banten. Nah, tak ingin aib mencoreng namanya menjelang pilkada, maka Vicky dinikahkan dengan Deni. Tahu kan maksudnya apa? Tentu saja dengan sejumlah iming-iming bagi keluarga Deni yang memang hidup pas-pasan.

Begitu tahu kalau Vicky hyper sex, Deni jadi lemas. Dia grogi setengah mati karena merasa “burung”-nya kecil. Deni menghadapi satu dilema. Di satu sisi dia harus menikahi Vicky demi keluarganya, tapi di sisi lain dia gamang karena takut kelak tak bisa memuaskan kegilaan seksual Vicky. Di tengah kebingungan Deni, Juno dan Stefan memberi jalan keluar yang tak kalah gila. Apa itu? Deni dibawa terapi ke tempat Mak Erot, dan kemudian dipesankan seorang peh cun selama sebulan penuh untuk “latihan tempur”. Gila gak tuh?

Setelah pilih-memilih sekian peh cun, akhirnya Deni membawa pulang Intan (Francine Roosenda). So, selama sebulan penuh Deni dan Intan tinggal di sebuah rumah milik Juno yang dipinjamkan khusus untuk mereka. Jauh dari hubungan antara peh cun dan pelanggan, setelah berjalan selama dua minggu keduanya malah saling jatuh cinta. Selama itu Deni juga tidak pernah menyentuh Intan. Selain karena masih kurang PD dengan ukuran “tombak”-nya, Deni ternyata sudah terlalu sayang pada Intan sehingga tidak ingin menidurinya hanya karena nafsu belaka. Wow, so sweet…

Akhirnya waktu sebulan sudah habis dan Intan mesti kembali ke lokalisasi. Deni yang tak ingin kehilangan Intan mengejar ke lokalisasi. Ia temui Intan dan menyatakan rasa cintanya. Namun ia harus pulang dengan tangan hampa karena Intan tidak mau begitu saja menerimanya meskipun sebenarnya Intan juga cinta padanya. Lagipula Deni sudah mau menikah dengan Vicky. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka nanti? Ini satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab Deni.

Pulang-pulang Deni bertemu dengan Stefan. Dengan jujur Deni menceritakan persoalannya. Deni sangat mencintai Intan, namun ia sudah terlanjur berjanji menikahi Vicky demi keluarganya. Di luar dugaan Stefan memberi satu solusi mengejutkan. Apa solusi yang diberikan Stefan? Tonton saja sendiri filmnya, saya jamin asyik. Terlebih kalau Anda tipe cowok sentimentil yang suka drama-drama seperti saya. Hihihi…

Antara 1-10, saya memberi nilai 8 untuk film ini. Seperti halnya “Mengejar Mas-mas”, Monty Tiwa menggarap “Extra Large” dengan begitu natural. Pengambilan gambar dan dialognya mengalir sehingga saat menonton saya tidak sadar kalau ini hanya film. Satu hal yang membuat saya kurang sreg adalah pemberian judul yang agak melenceng dari inti cerita. Hal yang sama yang saya rasakan setelah menonton “Mengejar Mas-mas”. Di luar itu film ini bagus sekali. Terutama upayanya untuk memanusiakan pekerja seks komersial yang masih dipandang sebelah mata bahkan dibenci oleh masyarakat kita.

Btw, kalau peh cun-nya secantik Francine Roosenda saya juga mau! Hehehe…

Sabtu, 16 Agustus 2008

28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir

Film - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Film, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : 28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir
Link Tittle : 28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir

lihat juga


28 Weeks Later, sebuah film penuh ketegangan yang begitu membekas di benak saya. Sepanjang film yang berdurasi selama 1,5 jam ini ketegangan dan aroma kematian begitu kental terasa. 28 Weeks Later sebenarnya film keluaran tahun lalu, di Indonesia dirilis tanggal 10 Mei 2007. Namun saya baru tahu beberapa hari lalu. Sekilas dari judulnya saya mengira 28 Weeks Later adalah film drama. Karena itu saya memutarnya jam satu malam, di saat semua penghuni kos sudah tidur. Ternyata...

Ketegangan langsung dihadirkan oleh 28 Weeks Later sejak awal cerita, meskipun pada awalnya terasa membingungkan. Akan lebih mudah bagi Anda untuk mengikuti jalan cerita 28 Weeks Later bila pernah menonton film Twenty Eight Days Later (rilis tahun 2002) yang tak lain tak bukan merupakan sekuel 28 Weeks Later sebelumnya. Baik Twenty Eight Days Later maupun 28 Weeks Later sama-sama disutradarai oleh Juan Carlos Fresnadillo. Kalau saya tidak salah ingat, Twenty Eight Days Later pernah diputar di salah satu TV swasta.

Cerita 28 Weeks Later diawali ketika Don (diperankan oleh Robert Carlyle) dan Alice (Catherine McCormack) istrinya menyiapkan makanan seadanya bagi sejumlah pengungsi di salah satu rumah warga. Mereka merupakan sebagian kecil populasi kota London yang berhasil selamat dari sebuah wabah mengerikan. Wabah aneh yang membuat penderitanya haus darah dan bertingkah lebih kejam dari serigala. Tengah asyik makan, tiba-tiba seorang anak mengetuk pintu minta masuk. Rupa-rupanya kedatangan anak tersebut diiringi oleh orang-orang yang terjangkit wabah. Seisi rumah kontan kocar-kacir menyelamatkan diri dari serangan tersebut.Sayangnya, selain Don tak ada yang bisa selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.

Sedemikian hebatnya wabah tersebut sehingga daratan Britania Raya mesti dikarantina agar tak menyebar ke Eropa daratan. Pasukan NATO dipimpin Amerika Serikat masuk 28 minggu kemudian untuk memulihkan Inggris. Warga Inggris yang melarikan diri ke luar negeri diperbolehkan pulang untuk proses repopulasi dan pemulihan. Di antara warga yang datang dari luar negeri tersebut adalah Tammy (Imogeen Poots) dan Andy (Mackintosh Muggleton), dua anak Don. Betapa hancurnya hati Tammy dan Andy ketika mengetahui bahwa ibu mereka sudah dinyatakan tewas.

Didorong oleh rasa rindu pada ibu dan kenangan masa lalu, Tammy dan Andy berhasil menyelinap keluar dari kamp karantina untuk menuju ke rumah mereka yang sudah porak-poranda. Siapa sangka ternyata di dalam rumah tersebut Andy justru menemukan ibu mereka masih hidup. Alice memang selamat, namun ia dinyatakan positif mengidap wabah sehingga militer NATO mempertimbangkan untuk menghabisinya sebagai upaya preventif. Usul tersebut ditentang oleh Scarlet (Rose Byrne), dokter militer NATO yang meminta Alice dibiarkan hidup sebagai bahan penelitian.

Di saat petinggi NATO berdebat antara membunuh Alice atau tidak, Don diam-diam masuk ke ruang perawatan istrinya. Ia memohon maaf pada Alice karena telah meninggalkannya pada saat mereka diserang dulu. Alice tersentuh dan memaafkan Don. Kesalahan fatal dilakukan Don karena mencium Alice. Virus ganas langsung menulari Don lewat air liur Alice. Seketika Don berubah menjadi sangat ganas dan kejam. Ia membunuh Alice, meminum darahnya, kemudian keluar dari gedung untuk mencari mangsa baru.

Ketegangan memuncak. Don 'memangsa' beberapa tentara yang ditemuinya sekaligus menularkan virus. Wabah kembali menyebar. NATO menetapkan status darurat, warga yang dikarantina panik. Selanjutnya? Tonton saja sendiri. Yang jelas jangan tonton film ini sendirian. Apalagi di tengah malam sepi. Ngeri!

NB: Ada yang tahu di mana mencari referensi tentang Imogeen Poots? Mbah Google koq tumben-tumbenan gak tahu ya? Imogeen Poots-nya yang gak terkenal ato si Mbah Google yang kurang gaul? Hehehe...

Minggu, 10 Agustus 2008

Claudia & Jasmine, Pahitnya Masa Lalu

Film - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Film, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Claudia & Jasmine, Pahitnya Masa Lalu
Link Tittle : Claudia & Jasmine, Pahitnya Masa Lalu

lihat juga


Entah kenapa beberapa hari terakhir ini saya keranjingan nonton film. Tidak peduli film lokal maupun impor, drama ataupun action, animasi maupun bukan, saya babat semua. DVD? Hehehe, sayangnya bukan. Seorang teman kos saya rajin sekali mengkopi film, so saya tinggal mem-paste dan nonton deh di kompi. Sorryyy...

Malam Minggu kemarin saja saya nonton 4 film, 2 lokal dan 2 produksi Hollywood. Bagus-bagus sih. Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah film Claudia & Jasmine (atau Claudia/Jasmine?). Film yang turut dibintangi oleh nama-nama besar seperti Ira Maya Sopha, Winky Wiryawan dan Tio Pakusadewo ini bagus sekali. Ceritanya mungkin biasa saja, tapi cara membungkusnya bagi saya sungguh mengesankan. Apalagi ada pesan penting dalam film tersebut. Apa pesannya? No sex before marriage!

Film Claudia & Jasmine bercerita tentang seorang gadis bernama Claudia Jasmine. Claudia adalah gadis ceria yang disukai banyak orang. Sayangnya dia sedikit tomboy dan urakan. Di waktu SMA Claudia berpacaran, melakukan seks pranikah dan hamil. Malang baginya, Toddy sang cowok (diperankan Andhika Pratama) tidak mau bertanggung jawab. Orang tua Toddy juga tidak mau anaknya menikah dini. So, Claudia hanya diberi selembar cek yang penggunaannya terserah pada Claudia.

Sakit hati? Jelas, itulah yang dirasakan Claudia. Ia bahkan trauma, tidak berani menjalin hubungan dengan lelaki lain. Ia takut tidak ada laki-laki yang mau menerima ia apa adanya, dengan masa lalu yang begitu kelam. Saking takutnya pada masa lalu tersebut, Claudia memutuskan pindah ke Jakarta dan berganti nama menjadi Jasmine. Eh, sebenarnya bukan ganti nama ding. Mungkin lebih tepatnya hanya berganti panggilan, dari Claudia (nama pertama) menjadi Jasmine (nama tengah).

Awalnya film ini terasa membingungkan karena menceritakan dua tokoh sekaligus (Claudia si gadis SMA yang diperankan oleh Kirana Larasati dan Jasmine si SPG yang diperankan oleh Kinaryosih) dan tidak ada kaitannya sama sekali. Ternyata kisah Claudia adalah flashback alias masa lalu Jasmine. Hal ini baru terungkap saat Jasmine bingung menerima ungkapan cinta Jerry (diperankan oleh Nino Fernandez), sepupu suami Lulu teman karibnya (diperankan Mieke Amalia). Ia ingin sekali menerima cinta Jerry, namun di lain pihak ia takut Jerry tidak mau menerima ia apa adanya dengan masa lalunya yang kelam.

Well, namanya drama pasti ujung-ujungnya happy ending. Begitu juga dengan film Claudia & Jasmine ini. Setelah sempat putus kontak selama 4 bulan, akhirnya Jerry dapat menemukan Jasmine yang ternyata juga menunggunya. Hmmm, tebak sendiri akhirnya. Yang jelas satu pelajaran penting lain (selain pesan tentang seks bebas) yang saya tangkap dari film ini adalah: kalau kita mencintai seseorang, terimalah ia apa adanya. Kalaupun ia punya masa lalu jelek, toh itu hanya masa lalu. Yang penting bagaimana ia sekarang. Bukankah setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan? Hehehe, sok bijak banget ya?

Kalau harus memberi nilai antara 1-10, maka saya akan beri angka 8 pada film ini. Pesannya bagus, aktingnya natural, jalan ceritanya inovatif, dan juga lucu. Ya, dengan cerdik sutradara Awi Suryadi mampu menyisipkan adegan-adegan lucu di tengah harunya suasana yang mendominasi jalan cerita. Belum nonton? Coba deh nonton. Asyik koq.

Rabu, 23 Juli 2008

Sudah Nonton "The Dark Night"?

Film - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Film, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Sudah Nonton "The Dark Night"?
Link Tittle : Sudah Nonton "The Dark Night"?

lihat juga


Batman, siapa yang tidak kenal dengan superhero satu ini. Sejak saya masih ingusan sampe sekarang ingusnya pindah ke bawah perut (hayo, jangan ngeres!), Batman adalah salah satu superhero kesayangan saya. Bagaimana tidak? Orang baju hitam-hitamnya itu aja sudah buat kesengsem koq. Hehehe, padahal saya sama sekali gak punya baju atau kaos warna hitam lho. Jadi kalau suatu saat ketemu orang mengaku bernama Ecko tapi pake baju hitam, itu berarti bukan saya. :D

Nah, kembali ke topik Batman. Setelah terakhir muncul dalam film "Batman Begins" di tahun 2005 lalu, kini si manusia kelelawar (drakula dong?) kembali hadir di layar lebar lewat sekuelnya yang diberi judul "The Dark Night". Hmmm, judul yang aneh ya? Kalau gak percaya coba deh diartikan ke bahasa Indonesia. "Malam yang Gelap", jadi begitu deh. Siapa juga pasti tahu kalau malam itu pasti gelap. Iya tho? Tho... Tapi jangan tertipu dengan judulnya dulu lho. Lihat dulu film Batman terbaru ini, dijamin tidak bakal keluar komentar buruk. Percaya deh!

Sebagai sekuel dari "Batman Begins", sebagian besar pemain film Batman terbaru ini sama seperti sebelumnya. Sang superhero masih diperankan oleh Christian Bale, trus masih ada juga muka-muka lama seperti Michael Cane, Morgan Freeman dan Gary Oldman yang di film Batman terbaru kali ini masing-masing berperan sama dengan karakter sebelumnya. Sutradaranyapun masih Christopher Nolan yang juga menggarap "Batman Begins". Satu-satunya pemain lama yang tidak dilibatkan dalam film Batman terbaru alias "The Dark Night" ini adalah Katie Holmes yang sebelumnya memerankan sosok Rachel Dawes. Posisi istri Tom Cruise tersebut digantikan oleh Maggie Gyllenhaal. Sebelumnya Katie memang menyatakan tidak ingin mengulangi perannya sebagai Rachel Dawes pada saat film Batman terbaru direncanakan sehingga dicarilah penggantinya. Terpilihlah Maggie Gyllenhaal yang sempat bermain di film kesukaan saya lainnya, "Stranger Than Fiction". Setelah terpilih sebagai pemeran Rachel Dawes, Maggie mengaku sudah mendapatkan ijin dari Katie Holmes.

Nah, pemeran Joker si musuh besar Batman adalah Heath Ledger. Aktor Australia kelahiran 4 April 1979 ini dikabarkan menyendiri selama satu bulan penuh demi mendalami karakter Joker yang diperankannya dalam film Batman terbaru itu. Wuih, satu bulan lho! Kenapa gak sekalian puasa Ramadhan aja ya? Tapi perjuangan tersebut tidak sia-sia karena aksinya sebagai Joker banyak mengundang pujian dari para kritikus film. Btw, apa gak sayang ya aktor cakep seperti Heath Ledger justru disuruh jadi Joker yang mukanya selalu tertutup topeng? Kalau saya yang jadi sutradara, peran Joker akan langsung saya berikan pada Mas Tukul saja. Tanpa ragu-ragu lagi! Hahaha...

Oya, film Batman terbaru ini sudah mulai diluncurkan tanggal 8 Juli lalu. Berbahagialah kita yang tinggal di Indonesia--negeri super ajaib ini, karena gak pake lama sudah bisa ikut menonton film Batman terbaru ini. Tahu kan asalnya dari mana? So, segera buru dan tonton deh film Batman terbaru. Asli, seru sekali!


UPDATE 24/07/08: Setelah nunggu beberapa hari, akhirnya ada juga yang teliti menangkap satu kesalahan besar dalam posting ini. Yang lainnya koq gak tahu ya? Padahal tertulis gede di judul sama dijelasin secara ngawur di paragraf kedua. Buat Windra, terima kasih ya. Anda sangat teliti sekali.