Tittle : 28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir
Link Tittle : 28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir
Ketegangan langsung dihadirkan oleh 28 Weeks Later sejak awal cerita, meskipun pada awalnya terasa membingungkan. Akan lebih mudah bagi Anda untuk mengikuti jalan cerita 28 Weeks Later bila pernah menonton film Twenty Eight Days Later (rilis tahun 2002) yang tak lain tak bukan merupakan sekuel 28 Weeks Later sebelumnya. Baik Twenty Eight Days Later maupun 28 Weeks Later sama-sama disutradarai oleh Juan Carlos Fresnadillo. Kalau saya tidak salah ingat, Twenty Eight Days Later pernah diputar di salah satu TV swasta.
Sedemikian hebatnya wabah tersebut sehingga daratan Britania Raya mesti dikarantina agar tak menyebar ke Eropa daratan. Pasukan NATO dipimpin Amerika Serikat masuk 28 minggu kemudian untuk memulihkan Inggris. Warga Inggris yang melarikan diri ke luar negeri diperbolehkan pulang untuk proses repopulasi dan pemulihan. Di antara warga yang datang dari luar negeri tersebut adalah Tammy (Imogeen Poots) dan Andy (Mackintosh Muggleton), dua anak Don. Betapa hancurnya hati Tammy dan Andy ketika mengetahui bahwa ibu mereka sudah dinyatakan tewas.
Didorong oleh rasa rindu pada ibu dan kenangan masa lalu, Tammy dan Andy berhasil menyelinap keluar dari kamp karantina untuk menuju ke rumah mereka yang sudah porak-poranda. Siapa sangka ternyata di dalam rumah tersebut Andy justru menemukan ibu mereka masih hidup. Alice memang selamat, namun ia dinyatakan positif mengidap wabah sehingga militer NATO mempertimbangkan untuk menghabisinya sebagai upaya preventif. Usul tersebut ditentang oleh Scarlet (Rose Byrne), dokter militer NATO yang meminta Alice dibiarkan hidup sebagai bahan penelitian.
Di saat petinggi NATO berdebat antara membunuh Alice atau tidak, Don diam-diam masuk ke ruang perawatan istrinya. Ia memohon maaf pada Alice karena telah meninggalkannya pada saat mereka diserang dulu. Alice tersentuh dan memaafkan Don. Kesalahan fatal dilakukan Don karena mencium Alice. Virus ganas langsung menulari Don lewat air liur Alice. Seketika Don berubah menjadi sangat ganas dan kejam. Ia membunuh Alice, meminum darahnya, kemudian keluar dari gedung untuk mencari mangsa baru.
Ketegangan memuncak. Don 'memangsa' beberapa tentara yang ditemuinya sekaligus menularkan virus. Wabah kembali menyebar. NATO menetapkan status darurat, warga yang dikarantina panik. Selanjutnya? Tonton saja sendiri. Yang jelas jangan tonton film ini sendirian. Apalagi di tengah malam sepi. Ngeri!
NB: Ada yang tahu di mana mencari referensi tentang Imogeen Poots? Mbah Google koq tumben-tumbenan gak tahu ya? Imogeen Poots-nya yang gak terkenal ato si Mbah Google yang kurang gaul? Hehehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar