Tampilkan postingan dengan label Bedah Peluang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Peluang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2009

Menanti Kiprah Sponsored Tweets

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Menanti Kiprah Sponsored Tweets
Link Tittle : Menanti Kiprah Sponsored Tweets

lihat juga


LAMA tak merambah blogosphere, rupanya ada banyak perkembangan yang luput saya ikuti. Seperti hadirnya beberapa program online earning baru, berita-berita seputar blogger senior, dan lainnya. Di antara seliweran kabar-kabar yang saya tangkap setelah comeback, kemunculan program bernama Sponsored Tweets yang paling menyita perhatian.

Sesuai namanya, Sponsored Tweets adalah sebuah program online earning berbasis situs mikro blogging Twitter. Anda pasti sudah bisa menebak, situs ini membayar kita untuk menampilkan tweet berbayar alias pay per tweet. Namanya tweet berbayar, tentu saja ada link iklan yang disisipkan di dalamnya.

Sebagai blogger matre, program online earning baru seperti ini tentu wajib ditelisik. So, mendaftarlah saya ke Sponsored Tweets segera setelah membaca penjelasan Mas Medhy dan juga pengakuan John Chow kalau dia sudah dapat $250 hanya dari 2 tweet saja. Wow..!

Well, sistem Sponsored Tweets secara gampang bisa dibilang sangat mirip dengan sponsored reviews atau paid review. Cuma kalau di sponsored reviews kita dibayar untuk menulis review produk, maka di Sponsored Tweets kita dibayar untuk men-tweet pesan sponsor. Bayarannya? Tergantung jumlah follower yang dimiliki. Sponsored Tweets punya hitungan khusus di mana kita akan dibayar untuk setiap tweet dan setiap klik yang dilakukan atas tweet promosi tersebut. Saya sendiri dihargai $1/tweet, tapi sampai sekarang belum juga dapat opportunity. Hehehe...

Membicarakan Sponsored Tweets, saya jadi ingat satu program make money tweeting alias program mencari uang dengan Twitter yang sudah muncul sebelumnya. Ya, yang saya maksud adalah Be a Magpie. Sistem Be a Magpie sangat mirip dengan Sponsored Tweets. Bedanya hanya pada mata uang yang digunakan untuk membayar komisi member, di mana Sponsored Tweets memakai dollar (US $) dan Be a Magpie memakai euro (€). Lalu Be a Magpie memberlakukan rasio 5:1 antara tweet nonkomersil dan tweet berbayar, sementara Sponsored Tweets tidak. Selebihnya sama.

Selain Sponsored Tweets dan Be a Magpie, ada satu program make money tweeting lain. Namanya Twittad. Bedanya, di Twittad seorang pengguna Twitter dibayar untuk menampilkan iklan di halaman profilnya. Mas Medhy menjadi blogger Indonesia pertama yang mengumumkan sudah merasakan manisnya earning dari Twittad. Tapi sekarang sudah tak terdengar lagi bagaimana kelanjutan program ini. Begitu juga dengan be a Magpie.

Melihat perjalanan dua situs make money tweeting pendahulunya, apa yang bisa ditawarkan oleh Sponsored Tweets jadi menarik ditunggu. Terlebih program ini digagas oleh IZEA, Inc. yang bisa dibilang telah meraup sukses besar dengan PayPerPost dan SocialSpark. Akankah Sponsored Tweets bernasib seperti Be a Magpie? Atau justru mampu mendobrak krisis dengan program lama tapi baru ini?

Bagaimana pendapat Anda?

Rabu, 06 Mei 2009

PTC Lokal Kian Menjamur

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : PTC Lokal Kian Menjamur
Link Tittle : PTC Lokal Kian Menjamur

lihat juga


Entah siapa yang memulai, di saat PTC luar negeri banyak yang ditengarai sebagai SCAM, di Indonesia justru sedang terjadi 'demam PTC'. Ya, kita biasa menyebutnya sebagai PTC lokal karena situs-situs tersebut memang dioperasikan oleh orang Indonesia, berbahasa Indonesia (ya iyalah..!), serta menampilkan link-link iklan Indonesia pula. Intinya, benar-benar PTC yang Indonesia banget pokoknya. :D

Harus diakui PTC alias paid to click merupakan cara termudah memperoleh uang di internet. Tak perlu blog tak harus beli nama domain, cukup berbekal alamat imel saja kita sudah bisa mengumpulkan uang. Per klik rata-rata dihargai Rp 100, plus komisi referal yang berkisar antara Rp 25 - Rp 50 per klik. Kecil memang, tapi seperti kata pepatah, asalkan tekun lama-lama uang yang besar bakal bisa diraih juga. Tapi saya punya satu pertanyaan pada pengelola situs PTC: bagaimana mereka mendapatkan untung dan terus bertahan?

Mengapa saya mengajukan pertanyaan tersebut? Logika sederhana saja. Saya berangkat dari angka-angka yang dilontarkan oleh pengelola PTC itu sendiri. Saya hanya ingin membandingkan angka komisi per klik yang diberikan pengelola pada membernya, dengan harga jual iklan yang mereka tawarkan pada advertiser alias pemasang iklan yang iklannya bakal diklik oleh member PTC bersangkutan. Berangkat dari perhitungan angka-angka inilah kita bisa tahu bagaimana sisi bisnis situs PTC. Lebih jauh lagi, dengan perhitungan ini saya hanya ingin tahu sebenarnya program PTC masih layak tidak sih dipertahankan?

Saya ambil contoh situs duitasyik.com. Situs PTC yang baru launching ini 'berjanji' akan memberikan komisi Rp 100/klik plus Rp 50 untuk tiap klik yang dilakukan oleh referal. Sekarang kita bandingkan dengan harga jual space iklan. Dalam pasang iklannya saya temukan kalau harga iklan di duitasyik.com adalah Rp 25.000 per 500 member kunjungan. Ini artinya, advertiser hanya dibebani Rp 50 untuk tiap klik yang dilakukan member PTC ini.

Anda yang kritis tentu cepat paham kalau hasil perhitungan sederhana di atas dari kacamata bisnis adalah sesuatu yang tidak mungkin. Dengan kata lain, duitasyik.com seharusnya merugi bila benar-benar menggunakan angka-angka tersebut. Bayangkan saja, duitasyik.com harus membayar Rp 100 untuk tiap klik yang dilakukan membernya, sementara pengelola hanya menerima Rp 50/klik dari advertiser. Dihitung sampai di sini saja seharusnya PTC ini sudah tekor. Belum lagi kalau kita sertakan komisi referal Rp 50/klik. Jadi tekor dua kali deh PTC ini.

Hitung-hitungan 'hampir masuk akal' dilakukan oleh klikptc.com dan klik-uang.com. Saya bilang hampir masuk akal karena harga iklan yang dipatok pengelola lebih besar dari jumlah komisi yang dijanjikan pada member. Kedua situs PTC ini mematok harga Rp 20.000/100 klik. Itu sama dengan Rp 200/klik, lebih besar dari komisi untuk member yang bernilai Rp 100/klik. Tapi hitung-hitungan jadi sedikit membingungkan kalau faktor komisi referal dimasukkan. Kalaupun keduanya bisa meraup untung, maka jumlahnya pasti sedikit sekali.

Hitung-hitungan jadi semakin membingungkan saat kita melihat harga pemasangan iklan untuk jumlah klik yang lebih besar. Klikptc.com mematok harga Rp 700.000 untuk 5000 klik, ini berarti per klik berharga Rp 140. Padahal untuk satu klik yang dilakukan oleh member dengan satu referal, pengelola harus membayar Rp 150/klik. Artinya, rugi Rp 10/klik. Sedangkan klik-uang.com lebih gila lagi. Situs ini mematok harga Rp 575.000 untuk 5.000 klik, yang berarti tiap klik cuma bernilai Rp 115. Padahal situs ini menjanjikan komisi Rp 100/klik plus Rp 50/klik referal pada membernya.

Satu hal penting yang harus dicatat, pengeluaran pengelola untuk membayar komisi member bisa jadi sebesar Rp 250/klik. Dari mana asal angka itu? Kita contohkan saja si A adalah member PTC lokal. Si A punya referal/downline bernama B. Nah, jika A dan B sama-sama melakukan klik ke satu link iklan, maka pengelola PTC harus membayar Rp 100 untuk klik yang dilakukan A, Rp 100 untuk klik yang dilakukan B, dan Rp 50 untuk komisi referal A karena B sudah mengklik iklan. So, totalnya adalah Rp 250/klik. Kalau ada pengelola PTC yang memasang harga iklan di bawah angka tersebut (Rp 250/klik), seharusnya mereka akan rugi besar.

Saya tidak tahu apakah para pengelola PTC-PTC lokal memiliki hitung-hitungan lain yang membuat mereka dapat terus bertahan dan eksis. Anda mungkin lebih tahu?

Kamis, 02 April 2009

Mengapa Saya Tidak Membeli SMUO?

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Mengapa Saya Tidak Membeli SMUO?
Link Tittle : Mengapa Saya Tidak Membeli SMUO?

lihat juga


Mumpung masih hangat-hangatnya bahas masalah Joko Susilo (JS), saya jadi tertarik untuk mengangkat sebuah kenangan lama. Tentu saja tidak jauh-jauh dari JS dan Formula Bisnis, karena saya hendak membeberkan pengalaman saya ketika pertama kali melihat situs penjual SMUO tersebut sampai kemudian berkeputusan untuk tidak membelinya. Ya, saya ingin membeberkan alasan mengapa saya tidak membeli SMUO.

Saya pertama kali mengenal JS dan Formula Bisnis melalui email sampah (spam). Waktu itu awal tahun 2004. Saya tidak ingat bulan berapa pastinya, tapi yang jelas harga SMUO masih Rp 90.000-an. Membaca sales page Formula Bisnis, siapa sih yang tidak terkesima? Bayangkan, Anda dapat menghasilkan uang puluhan juta rupiah hanya dengan menerapkan 3 langkah sederhana yang diajarkan dalam SMUO! Fantastis, bukan? Tidak heran jika saya jadi bersemangat sekali membaca habis seluruh isi sales page Formula Bisnis.

Dari sales page tersebut saya jadi tahu apa saja tiga langkah sederhana untuk memulai bisnis internet yang dimaksud JS dalam SMUO yang ditawarkannya. Tiga pilar utama yang diajarkan ebook tersebut adalah; (1) ciptakan produk, (2) buat website untuk menjual produk tersebut, dan (3) datangkan trafik. Benar-benar mudah! Demikian kata saya dalam hati waktu itu. Kebetulan pula waktu itu saya sedang butuh sumber pemasukan setelah berhenti jadi guide dan gagal melanjutkan kuliah ke jenjang S1.

Hampir saja saya tertarik membeli SMUO. Namun setelah melihat screenshot yang dipamerkan, saya justru jadi pikir-pikir lagi. Saya perhatikan baik-baik deretan angka yang ada di tampilan buku rekening itu, jumlahnya selalu Rp 45.000 dengan 3 digit akhir yang berlainan satu sama lain. Logika saya langsung bermain. Sejumlah pertanyaan kritis bermunculan di kepala saya. Bukankah harga SMUO Rp 90.000? Dari harga tersebut, JS selaku admin memperoleh Rp 45.000 dan separuhnya untuk reseller. Dan ingat, calon pembeli juga diingatkan untuk memberikan angka unik di 3 digit terakhir uang yang disetorkan. Jadi, dari seharusnya hanya Rp 45.000 masing-masing untuk admin (JS) dan reseller, pembeli harus mentransfer, misalnya, sejumlah Rp 45.212, Rp 45.234, Rp 45.007, dsb.




Pertanyaan penting dalam benak saya yang kemudian membuat saya batal membeli SMUO adalah, bisnis apa yang sebenarnya dijalankan JS? Apa yang hendak ia ajarkan pada saya dalam ebook SMUO itu? Kalau melihat dari angka-angka dalam screenshot yang ditunjukkan, bukankah sebenarnya ia sedang menunjukkan transferan dana dari para pembeli SMUO sebelumnya? Artinya, dari berjualan ebook itulah JS memperoleh uang. Dan itulah yang hendak diajarkannya pada saya (dan seluruh pengunjung FormulaBisnis.com) lewat ebook SMUO seharga Rp 90.000 tersebut. Bukankah itu yang ia katakan di kalimat awal sales page-nya?




Dari sana saya menyadari kalau apa yang akan diajarkan oleh ebook tersebut (bila saya jadi membelinya) tak lain tak bukan adalah apa yang sedang dijalankan JS dengan berjualan SMUO itu. Artinya, apa yang dibeberkan JS dalam ebook-nya justru sedang dijalankan olehnya bersama FormulaBisnis.com. Maka sayapun urung membeli SMUO. Untuk apa? Toh, saya sudah tahu apa yang akan diajarkan, yakni ciptakan sebuah produk informasi seperti SMUO, buat sebuah situs penjual seperti FormulaBisnis.com, dan kemudian alirkan trafik ke situs tersebut. Itu saja kan rahasianya?

Itu pengalaman saya dengan Formula Bisnis, dan itulah mengapa saya tidak membeli SMUO walaupun sebenarnya saya sempat sangat ingin memilikinya. Ini pengalaman nyata. Saya menyampaikannya hanya untuk sharing saja. Anda sendiri, bagaimana pengalaman Anda dengan Formula Bisnis?

NB: Ikuti juga diskusinya di Kaskus. Klik di sini!

Catatan: Gambar-gambar diperoleh dari Web Archive, tepatnya di sini dan di sini.

Selasa, 31 Maret 2009

RahasiaBlogging Terancam, Joko Susilo Masuk Kaskus

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : RahasiaBlogging Terancam, Joko Susilo Masuk Kaskus
Link Tittle : RahasiaBlogging Terancam, Joko Susilo Masuk Kaskus

lihat juga


Masih ingat bagaimana kronologi terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI pada Pemilu 2004? Adalah pernyataan Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat Presiden, yang membuat popularitas SBY naik dan terus melejit menjelang Pemilu. Sampai akhirnya SBY memenangi duel dengan Megawati di putaran kedua dan 'naik pangkat' jadi RI 1.

Apa yang dikatakan Taufik Kiemas? Ah, Anda semua tentu masih ingat. Yang jelas pernyataan tersebut membuat banyak orang jatuh simpati pada SBY dan ujung-ujungnya menaikkan popularitas mertua Annisa Pohan ini. Nah, cerita serupa sepertinya akan terjadi di dunia maya. Lakonnya adalah Joko Susilo (JS) yang beberapa waktu lalu ramai-ramai dihujani pertanyaan oleh para Kaskuser seputar Formula Bisnis dan juga produk barunya, Rahasia Blogging.

Kenapa JS akhirnya naik ke permukaan? Kenapa pula ia mau menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para Kaskuser? Ini pertanyaan penting yang harus dijawab. Dan kalau kita mau mundur sedikit ke belakang, sebelumnya telah terjadi 'perang kecil' antara Joko Susilo dan Bang Zalukhu. Di blognya, Bang Zalukhu bilang kalau Joko Susilo adalah penipu, meski dalam posting tersebut nama JS diubah dengan Jadi Serigala. Setelah itu, Bang Zalukhu memuat posting tentang rekayasa dalam sales letter Rahasia Blogging yang notabene adalah produk terbaru JS.

Ceritapun berlanjut. Semakin lama semakin banyak orang yang membicarakan Rahasia Blogging, semakin banyak pula yang meragukannya. Tiba-tiba, muncullah seorang blogger anonim dengan nick Mualim sang Kritikus (identitasnya sudah dikantongi lho) yang menyerang Bang Zalukhu. Well, perang kemudian melebar dengan melibatkan beberapa pihak. Sampai-sampai ada blogger yang merasa perlu melakukan klarifikasi karena merasa tersudut.

Oke, kembali ke pertanyaan tadi. Kenapa JS akhirnya naik ke permukaan? Kenapa JS mau menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para Kaskuser? Jawabannya tidak sulit. Dengan maraknya publikasi negatif yang dilakukan para blogger terhadap Rahasia Blogging, jelas JS merasa khawatir. Bagaimana tidak khawatir kalau baru di-launch sudah dapat serangan bertubi-tubi? Nah, yang perlu dilakukan JS adalah dengan membalik imej negatif tersebut agar 'calon konsumen'-nya tidak lari. Caranya? Dia berguru pada SBY sewaktu Pemilu 2004 lalu.

Masih belum jelas? Oke, saya jelaskan. Setelah dikatai oleh Taufik Kiemas, SBY cepat tanggap. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk membentuk citra sebagai orang teraniaya. Alhasil, simpati pun berdatangan padanya. Popularitasnya meningkat pesat. Terlebih media turut mem-blow up cerita tersebut. Selanjutnya Anda sudah tahu jalan ceritanya, bukan?

Inilah yang coba diikuti JS. Ia muncul di Kaskus, membiarkan dirinya 'dibantai' habis-habisan oleh para Kaskuser. Dengan demikian ia berharap dirinya tidak lagi dijuluki penipu karena sudah berani unjuk diri dan meladeni pertanyaan orang-orang yang selama ini meragukannya. Hal ini bisa memberikan efek psikologis positif bagi orang yang semula ragu-ragu membeli produknya. Kesan sebagai orang yang dipojokkan coba ia timbulkan. Kalau sudah demikian, kan enak saja melontarkan pernyataan, "Ah, mereka itu hanya iri dengan keberhasilan saya." Dan semakin kuatlah alasan orang untuk membeli produk-produk JS.

Itu yang pertama. Yang kedua, kontroversi yang berkembang merupakan 'iklan gratis' bagi JS dan produk-produknya. Semakin marak blogger yang mengekspose dirinya dan produk-produknya, JS akan jadi semakin populer. Orang-orang yang awalnya tidak tahu sama sekali tentang JS akan mencari informasi lebih banyak lagi tentang dia. Maka meluncurlah orang-orang tersebut ke situs-situs milik JS. Lumayan, cuma nongkrong beberapa jam saja di Kaskus sudah bisa memperoleh trafik banyak. Belum lagi kemungkinan orang-orang tersebut justru tertarik dengan jualannya JS. :)

Berhasilkah strategi ini diterapkan JS? Kita lihat saja.

Senin, 22 Desember 2008

Buy My Stupid eBook!!!

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Buy My Stupid eBook!!!
Link Tittle : Buy My Stupid eBook!!!

lihat juga


Maraknya penjual ebook-ebook panduan cepat kaya di internet rupanya tidak hanya meresahkan pengguna internet di Indonesia saja. Seorang webmaster bule yang menyembunyikan identitasnya ternyata juga muak dengan maraknya penjual ebook-ebook seperti ini. Namun ia kreatif dalam meluapkan kemuakannya. Dengan cerdas ia membuat sebuah sales page parodi yang diberi nama Buy My Stupid Ebook. Namanya juga parodi, maka isi sales page tersebut ya sindiran untuk situs-situs penjual mimpi.



Sebagaimana umumnya sales page, di halaman situs BuyMyStupidEbook.com Anda juga bakal disuguhi tawaran ebook 'ajaib' yang akan mengajari cara-cara rahasia mencari uang di internet dengan cepat dan mudah. Bedanya, membaca sales page Buy My Stupid Ebook akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak. Selain bahasanya yang konyol, situs ini juga banyak mengangkat hal-hal tidak masuk akal yang sering disajikan situs-situs penjual mimpi. Misalnya saja, sebagai bukti banyaknya uang yang diperoleh dari menjalankan 'program rahasia' di ebook yang ditawarkan, pemilik situs ini memuat peta Australia. Ya, ia berkata kalau ia sanggup membeli benua Australia dari hasil menjalankan 'program rahasia'-nya itu. What a funny!

Terinspirasi oleh Buy My Stupid Ebook, seorang webmaster lokal membuat situs EbookSampah.co.cc. Kalau boleh saya bilang, Ebook Sampah merupakan terjemahan dari Buy My Stupid Ebook. Soalnya isi kedua situs tersebut nyaris sama, hanya saja pendekatan lokalnya lebih terasa dilakukan oleh Ebook Sampah karena situs ini berbahasa Indonesia dan memparodikan sales page Indonesia. Tak kalah lucu dari Buy My Stupid Ebook pokoknya. Dan, sama seperti admin Buy My Stupid Ebook, admin Ebook Sampah juga menyembunyikan identitasnya. Meski begitu ia masih bisa dikontak via email yang ada di halaman About-nya.



Luar biasa! Saya harap para penjual ebook-ebook cara cepat kaya yang banyak bergentayangan di internet membaca dua situs parodi ini. Kalau mereka juga tertawa membacanya, maka dengan tidak sadar mereka mengakui isi sales page mereka hanyalah rekayasa belaka. Asal catut blog orang untuk testimoni misalnya. Hehehe... Tapi kalau mereka marah dan tersinggung, itu tandanya mereka memang benar-benar menjual ebook dodol yang masuk kategori sampah! Nah, lho! Pilihannya tidak ada yang enak kan? Hihihi...

Penasaran seperti apa lucunya situs Buy My Stupid Ebook dan Ebook Sampah? Segera saja kunjungi kedua situs tersebut, dan bersiap-siaplah tertawa sampai sakit perut!

NB: Selamat Hari Ibu untuk ibu-ibu blogger yang saya kagumi: Mbak Nitta Prasetya (Nittap), Mbak Dyane Dorothy Aurora (Rora), Mbak Julia Guerre (Ibu Jempol), Mbak Maya (River Maya), Mbak Nisa Fadila Qorina (Deeonyssa), dan ibu-ibu yang ngeblog lainnya.

Kamis, 04 Desember 2008

Cari Duit di Internet Mudah?

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cari Duit di Internet Mudah?
Link Tittle : Cari Duit di Internet Mudah?

lihat juga


Sore kemarin saya janjian ketemu dengan Ardy Pratama di Plaza Ambarrukmo, Jogja. Rencananya sih cuma mau membahas Tabloid Internet, khususnya mengenai rencana pendirian biro Jogja di mana saya sangat berminat sekali untuk turut terlibat. Namanya juga tidak pernah bertemu muka, obrolannya ya jadi tidak bisa fokus pada Tabloid Internet saja. Pokoknya apaaaa saja kami bicarakan. Waktu matahari sudah mulai tidak kelihatan, baru deh kami turun untuk pulang.

Belum sampai lantai dasar koq saya iseng pengen masuk toko buku Gramedia. Awalnya sih cuma pengen cuci mata, sambil mengamati buku apa saja yang jadi best seller saat ini. Hmmm, ternyata masih tetap seputar bisnis dan kewirausahaan (entrepreunership). Eits, tapi tunggu dulu! Ardy kemudian mengajak saya ke rak best seller lain. Dan, guess what? Isinya buku-buku tentang "cara mudah mencari duit di internet"! Wow, what a surprise! Coba lihat deh hasil jepretan saya kemarin:





Satu per satu kami 'intip' buku-buku yang dipajang di rak tersebut. Judulnya benar-benar menggiurkan. Beberapa di antaranya yang sempat saya catat adalah "Mudah Meraup Dolar di Internet", "Cari Duit Modal Dengkul Cara Blogger", "Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet", "30 Rahasia Cari Uang di Internet", dan termasuk juga buku yang dibuat dari hasil membajak posting beberapa blogger senior berjudul "Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet" 'karya' Fajar YS Zebua. Hmmm, saya dan Ardy jadi geleng-geleng kepala. Dan gelengan kepala kami jadi lebih kencang karena dari semua penulis buku itu tidak ada satupun yang kami kenal sebagai blogger!

Gejala apa ini? Tidak bisa dipungkiri lagi, booming blog dan make money blogging sedang melanda Indonesia. Di tengah susahnya mencari lahan pekerjaan seperti sekarang, orang butuh alternatif. Kalau dulu yang dilirik sebagai alternatif adalah ragam peluang wirausaha, maka sekarang mereka melirik blog dan make money blogging. Saya pribadi senang dengan banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis seperti itu? Sementara kalau dilihat isinya tidak terlalu istimewa koq. Coba bayangkan, judulnya "Mudah Meraup Dolar di Internet", tapi isinya cuma tentang cara-cara membuat blog, mendaftar ke program-program seperti Google AdSense, Amazon, dll. Semudah itukah? Oo, tentu tidak! Cari duit di internet itu pedih, Jenderal!

Lalu ada pula buku yang berjudul "Berbisnis Lewat Internet dengan PayPal". Apa yang Anda bayangkan dari buku berjudul demikian? Jangan berharap terlalu banyak. Setelah dibaca ternyata isinya hanya definisi dan fungsi PayPal, langkah-langkah mendaftar di PayPal, penjelasan fitur-fitur PayPal, fungsi "Buy Now Button", "Add to Cart Button", dan button-button yang lain. Pembahasan mengenai bisnis internetnya mana? Anda patut kecewa karena hanya akan menjumpai beberapa halaman berisi penjelasan singkat (terlalu singkat bahkan) tentang eBay, program afiliasi, plus langkah-langkah mendaftar di eBay. Wow, hanya itukah yang dimaksud "berbisnis di internet"??? Nehi, nehi...

Sekali lagi saya tegaskan kalau saya pribadi menyambut gembira banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis begitu? Okelah, judul bombastis tidak jadi masalah karena orang tidak akan mau membeli buku yang diberi judul menakutkan, seperti "Proses dan Perjuangan Berbisnis Online", "Beratnya Mencari Uang dengan Blog", atau "Kesabaran adalah Kunci Sukses di Google AdSense". Judul memang perlu dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembeli. Tapi kalau ternyata isinya jauh menyimpang dari judul dan hanya terkesan untuk "menjebak", kan kasihan pembaca? Akhirnya penerbitan buku-buku seperti ini jadi tidak jauh berbeda dengan praktek situs-situs penjual mimpi yang bertebaran di internet. Hanya modus oprerandinya saja yang berbeda, satunya online dan lainnya offline.

Harian Jawa Pos beberapa tahun lalu pernah membahas tentang maraknya penulis-penulis oportunis yang hanya memanfaatkan trend untuk kepentingan materi. Bagi saya mereka bukan benar-benar penulis, tapi hanya oknum yang "pandai" melihat peluang pasar. Mereka mengamati apa yang sedang booming dan paling dicari pembaca lantas menulis tentang hal tersebut tanpa pernah berkecimpung di dalamnya. Lebih parah lagi, terkadang isi bukunya juga cuma asal comot dari sana, sini, dan situ alias membajak posting blogger. Contohnya ya kasus yang menimpa Mas Cosa Aranda (dibajak Fajar Zebua) atau Mas Iman Brotoseno (dibajak Wang Xian Jun). Contoh lain, ada seorang penulis yang saya tahu persis memang "spesialis" mengangkat hal-hal yang sedang nge-trend. Yupz, saya bilang mereka itu hanyalah oportunis!

Bagaimana pendapat Anda?

Rabu, 26 November 2008

Siapa Mau Coba Be a Magpie?

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Siapa Mau Coba Be a Magpie?
Link Tittle : Siapa Mau Coba Be a Magpie?

lihat juga


Anda pengguna Twitter? Pernah dengar kalau dengan Twitter Anda bisa memperoleh uang tambahan? Tunggu dulu! Yang ingin saya bahas di sini bukan Twittad, yang menurut Mas Medhy memang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan meskipun tak sebesar program-program lain. Yang akan saya ceritakan di sini satu situs yang terhitung baru, dengan format periklanan yang juga terbilang baru. Malah sedikit nyeleneh kalau boleh saya berkomentar. :)

Situs yang saya maksud bernama Be a Magpie. "Convert your tweets into bling-bling", demikian slogan yang diusung situs ini. Dari slogan ini bisa ditangkap kalau Be a Magpie memanfaatkan tweet yang kita berikan pada follower. Jadi, berbeda dengan Twittad yang membayar sejumlah uang untuk memasang iklan di halaman profil Twitter Anda, Be a Magpie akan memberi sejumlah uang jika Anda mengijinkan situs ini mengirimi sejumlah pesan komersil pada follower Anda.

Pesan komersil dari Be a Magpie disesuaikan dengan keyword tertentu yang terkandung dalam tweet Anda. Hampir mirip dengan Google AdSense yang menyesuaikan isi iklan dengan kata kunci content blog/situs. Kemiripan yang lain lagi, advertiser juga mesti melalui proses lelang untuk dapat mengirimkan pesan komersil mereka. Pesan-pesan advertiser ini akan dikirim secara berkala, di mana Anda dapat menentukan sendiri rasionya. Standar rasio yang ditetapkan adalah 5:1, di mana setiap 5 tweet yang Anda kirimkan ke follower akan diselingi dengan 1 tweet komersil dari Be a Magpie. Semakin tinggi rasio yang Anda tentukan semakin besar pula bayaran yang akan Anda dapatkan.

Seara sederhana cara kerja Be a Magpie dapat dijelaskan begini. Pertama-tama tentu saja Anda harus mendaftar sebagai member Be a Magpie. Dengan mendaftarkan diri Anda berarti memberikan ijin pada Be a Magpie untuk mengirimkan pesan komersil pada follower Anda. Nah, setiap pesan komersil yang berhasil dikirim akan dikonversi menjadi sejumlah uang. Memang jumlahnya kecil alias recehan. Tapi kalau Anda punya banyak follower dan rajin melakukan tweet, rasanya hasilnya lumayanlah untuk tambah-tambah uang belanja. Hehehe...

Kalau ingin tahu seberapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan setiap bulan dengan program ini, Be a magpie punya mesin penghitungnya. Tinggal masukkan username Twitter Anda dan biarkan Be a Magpie mengestimasi berapa uang yang dapat Anda hasilkan bersama mereka. Waktu saya iseng-iseng mencoba, ternyata hasilnya €3.75/bulan. Komisi dibayarkan melalui PayPal dalam mata uang euro (€) dengan minimal payout €50. Dengan jumlah follower yang saya miliki sekarang, minimal payout baru bisa saya capai lebih dari setahun lagi. :))

Anda tertarik? Nanti dulu! Satu hal yang mengganggu saya adalah masalah keamanan. Untuk dapat mengirimkan pesan komersil kepada follower kita, maka Be a Magpie akan meminta password Twitter kita. Hati-hati, meskipun mungkin Be a Magpie adalah sebuah perusahaan yang legal dan legitimate, kemungkinan terjadinya SCAM juga ada lho. Kalau itu terjadi berarti kita akan kehilangan account Twitter. Satu hal lagi, kalau follower tahu kita "memanfaatkan" mereka sebagai jalan mencari uang, saya rasa banyak yang berhenti jadi follower. Tidak jauh beda dengan seorang subsriber RSS feed saya yang berhenti berlangganan karena dia tidak mau menerima paid review yang saya tulis di blog ini.

Bagaimana menurut Anda? Silakan berbagi komentar...

Minggu, 19 Oktober 2008

Tolong, EkoNurhuda.com Dicatut Penjual Mimpi..!

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Tolong, EkoNurhuda.com Dicatut Penjual Mimpi..!
Link Tittle : Tolong, EkoNurhuda.com Dicatut Penjual Mimpi..!

lihat juga


Seperti pernah saya singgung sewaktu membahas tentang PPC lokal yang dibanjiri iklan-iklan penjual mimpi, blog ini sendiri sempat ‘dijual’ oleh salah satu situs penjual mimpi berinisial UP. Bang Zalukhu sempat menceritakan masalah ini secara sekilas di posting ini. Nah, biar lebih gamblang dan jelas lagi, berikut saya beberkan detil kejadiannya. Kalau ada yang meragukan dan atau menyangkal cerita berikut silakan kontak saya. Kebetulan semua bukti-bukti otentik masih saya simpan dengan baik.

Cerita berawal dari sebuah email dari seseorang bernama Lukman Hakim Mahrus kepada saya melalui form kontak. Ia mengatakan sangat tertarik dengan produk yang dijual UP. Kebetulan ia melihat alamat blog ini di bagian testimoni dan dinyatakan sebagai salah satu dari 1900+ client UP. Saya jadi kaget. Tanpa membalas email tadi saya langsung meluncur ke situs UP. Benar saja. Ternyata EkoNurhuda.com memang benar-benar dicantumkan di sana seperti terlihat pada gambar berikut.

Photobucket


Saya lantas geleng-geleng kepala. Setahu saya yang namanya client itu sama dengan customer alias pembeli produk. Lha wong saya tidak pernah membeli produk itu, masa iya bisa berada di deretan client sih? Terlebih lagi pencantuman tersebut sama sekali tidak meminta ijin atau sekedar pemberitahuan dari pengelola UP. Saya langsung bergumam, “Hmm, ada yang tidak beres nih…” Hanya beberapa detik kemudian saya langsung melayangkan email protes ke pengelola UP. Saya mempertanyakan kenapa alamat blog ini bisa ada di daftar client UP dan sejak kapan tercantum di sana.

Sedikit mundur ke belakang, dulu ketika UP baru saja di-launching memang saya pernah mendaftar sebagai reseller. Banner promosinya sempat saya pasang di blog ini selama beberapa waktu. Tapi saya tidak pernah membeli produknya sama sekali, jadi saya tidak bisa dikategorikan sebagai client. Saya juga masih ingat ketika pengelola UP yang berinisial HP mengirim off message berisi ucapan terima kasih karena telah bergabung sebagai reseller UP. Beberapa hari kemudian kami bahkan sempat chatting dan saya bertanya banyak mengenai UP. Berapa modalnya, di mana beli script-nya, dll. Ketika HP mengubah peraturan mengenai komisi, saya merasa keberatan dan menyatakan mundur dari UP. Pesan pengunduran diri langsung saya kirim lewat off message YM-nya HP dan sudah dibaca olehnya karena ia kemudian membalas “Ya, tidak apa-apa, Mas.”

Ketika balasan dari UP datang saya jadi naik darah. Sebabnya HP dengan santai menjawab bahwa hal itu terjadi karena saya terdaftar sebagai free client (istilah UP untuk member yang belum membeli produk), karena itu dicantumkan di daftar client. Saya memprotes lagi, bukannya saya sudah mengundurkan diri dari UP??? Eh, dijawab kalau dia LUPA saya pernah mengundurkan diri via YM. Alasannya, selama ini kontak ke UP dilakukan lewat email, bukan YM. Lha, terus yang membalas pesan saya itu siapa dong? Bukannya dia pemilik sekaligus pengelola UP???

Karena benar-benar tidak terima dengan alasan konyol tersebut, saya terus kejar HP untuk memberikan alasan yang lebih logis lagi. Ketika dia bersikukuh kalau alasannya hanya LUPA, saya akhirnya mencoba maklum. Ya sudahlah, kalau begitu dianggap selesai saja. Toh alamat blog ini sudah dihapus dari halaman UP. Namun saya koq tidak puas kalau hanya berakhir begitu saja. Dia sudah mencatut alamat blog saya tanpa ijin selama beberapa bulan, masa iya mau selesai begitu saja? Padahal saya yakin pasti ada yang mengasosiasikan saya dengan UP karena melihat alamat blog ini di situs UP. Dan ini bukan promosi yang bagus bagi blog saya. Dengan kata lain, saya merasa dirugikan! Maka, bukan bermaksud menggertak kalau kemudian saya bilang ke HP begini, “Thanks karena sudah memberi bahan tulisan yg bagus untuk blog saya.”

Eh, rupanya HP kebakaran jenggot. Kalau di dua email sebelumnya ia menjawab asal-asalan dan sekenanya, maka sejak saya berkata begitu tiba-tiba saja ia bersikap manis dan sopan. Bahkan saya ditawarkan untuk meng-upgrade keanggotaan UP secara gratis. Belum sempat saya jawab, beberapa saat kemudian saya diberi komisi dari hasil pembelian yang dilakukan oleh Lukman Hakim Mshrus. Walah, mau menyuap nih ceritanya? Batin saya dalam hati. Sandiwara konyol apalagi ini? Bukankah saya sudah mengundurkan diri sejak berbulan-bulan yang lalu? Karena yakin tawaran itu mengandung maksud lain, sayapun dengan tegas menolaknya.

HP sepertinya benar-benar khawatir saya membuat posting tentang masalah ini. Buktinya ia terus mengirimi saya email berisi permohonan maaf sekaligus meminta saya untuk menganggap persoalan telah selesai dan tidak membuat posting tentang hal ini. Ia juga jadi sering nongol di blog ini dan sesekali meninggalkan komentar. Saya iseng bertanya, apa yang ia takutkan kalau saya membuat posting tersebut? Apakah takut bisnisnya akan rusak? HP kemudian mengaku kalau sedikit-banyak ia memang takut nama UP bakal rusak. Ia khawatir UP dianggap melakukan kebohongan karena mencantumkan alamat blog orang lain tanpa ijin. Ia tidak ingin nanti orang berpikir kalau testimoni dan daftar client yang dibuat UP hanyalah rekayasa belaka.

Well, mengenai hal itu tentu saja biarkan orang yang menilainya. Saya tidak akan berkomentar apa-apa soal itu. Saya hanya membeberkan sebuah fakta kalau UP pernah mencatut alamat blog ini sebagai daftar client, padahal saya sama sekali tidak pernah memesan produk UP. Saya bahkan sudah mengundurkan diri sebagai member UP sejak berbulan-bulan lalu dan sudah diterima dengan baik oleh HP, si pemilik UP. So, buat rekan-rekan blogger lain berhati-hatilah! Siapa tahu tanpa sepengetahuan Anda blog Anda dicatut oleh situs penjual mimpi seperti yang saya alami.

Sebagai penutup, berikut saya perlihatkan tampilan situs UP setelah alamat blog saya dihapus dari daftar client. Bukan hanya alamat blog saya saja yang dihapus, tapi SEMUA alamat blog yang tadinya tercantum di sana juga dihapus. Artinya..??? Jawab sendiri deh!

Photobucket


UPDATE 30/10/08: Lihat reaksi Kaskuser tentang hal ini di sini!
UPDATE 11/11/08: Entah sejak kapan, yang jelas bagian testimoni di sales page UP sudah berubah lagi. Testimoni disertai foto dan alamat lengkap. Lihat sendiri aja deh, tar kalo saya yang komentar pada salah paham lagi. :)

Senin, 13 Oktober 2008

Tolong, PPC Lokal Dibanjiri Penjual Mimpi..!

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Tolong, PPC Lokal Dibanjiri Penjual Mimpi..!
Link Tittle : Tolong, PPC Lokal Dibanjiri Penjual Mimpi..!

lihat juga


Munculnya situs-situs penyedia program pay per click (PPC) seperti Klik Saya, Kumpul Blogger, AdSense Camp, dll. disambut gembira blogger Indonesia. Pasalnya, kehadiran situs PPC lokal menjadi solusi bagi pengelola blog berbahasa Indonesia yang ingin menikmati manisnya program PPC. Berhubung bahasa Indonesia masih belum didukung oleh Google AdSense, maka situs PPC lokal langsung menjadi program favorit bagi pengelola blog/situs berbahasa Indonesia.

Sayang disayang, menurut pengamatan saya iklan yang ditampilkan situs-situs PPC lokal seragam: promosi para penjual mimpi! Dari dua situs PPC lokal yang saya amati (Klik Saya dan Kumpul Blogger), pemasang iklannya kebanyakan adalah pemilik atau reseller situs-situs penjual mimpi alias situs-situs yang menjanjikan cara-cara cepat kaya dengan mudah di internet. Kalau tidak percaya silakan cek sendiri.

Hal ini tentu berbeda jauh dengan Google AdSense yang memiliki materi iklan jauh lebih beragam. Atau kalau mau dibandingkan dengan sesama PPC yang tidak kontekstual seperti AdBrite atau Bidvertiser, PPC lokal juga kalah dalam hal keberagaman stok iklan. Maka jangan risih kalau di sidebar blog Anda bertebaran kalimat-kalimat bombastis seperti "3 langkah rahasia menjaring uang berlimpah di internet", "Formula jitu menghasilkan uang tanpa kerja", atau "Kini saatnya membuat uang bekerja untuk Anda!" yang kesemuanya mempromosikan situs sejenis.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut saya penyebabnya paling tidak ada dua, dan keduanya sangat berkaitan erat. Pertama, masih melekatnya citra negatif pada dunia internet marketing Indonesia. Akibatnya pebisnis/pengusaha offline takut beriklan di internet karena khawatir ikut dicap jelek. Kalaupun ingin berpromosi di internet, maka mereka lebih memilih memasang banner di situs-situs populer (baca: bertrafik tinggi) dengan kredibilitas baik seperti Detik atau Friendster.

Kedua, iklan berbasis pay per click masih belum begitu familiar bagi kalangan pebisnis Indonesia. Hanya kalangan penggiat internet marketing, webmaster dan blogger saja yang akrab dengan sistem periklanan ini. Beberapa oknum dari kalangan ini secara tidak bertanggungjawab memanfaatkan minimnya pengetahuan orang Indonesia terhadap internet dengan menjual produk-produk “ajaib”, produk-produk yang dapat membuat seseorang menjadi kaya dengan cepat dan mudah. Lantas mereka berpromosi di PPC lokal untuk membidik blogger pemula. Jadi jangan heran kalau iklan PPC lokal yang Anda pasang didominasi promosi situs-situs penjual mimpi.

Saya sendiri sedang berpikir-pikir untuk membuang script iklan PPC lokal di blog ini. Hal tersebut mulai saya pertimbangkan setelah seorang pengunjung mengasosiasikan saya dengan sebuah situs yang diiklankan di PPC lokal. Eh, kebetulan pula si pemilik situs tersebut mencantumkan nama blog ini sebagai salah satu dari 1.900+ client-nya (cerita tentang hal tidak etis ini akan saya bahas beberapa saat nanti). Sebagai gantinya saya akan coba-coba memajang iklan Google AdSense. Siapa tahu bisa menggenjot pendapatan saya yang masih seret banget. Hehehe…

Bagaimana pendapat Anda?

Jumat, 26 September 2008

Mengkritisi Peluang ReviewMu

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Mengkritisi Peluang ReviewMu
Link Tittle : Mengkritisi Peluang ReviewMu

lihat juga


Cosa Aranda telah sukses membuat gebrakan besar dengan meluncurkan ReviewMu, situs paid review lokal pertama di Indonesia. Seperti pernah saya bilang beberapa waktu lalu, kehadiran ReviewMu bisa jadi angin segar bagi blogger yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. ReviewMu juga bisa jadi solusi bagi blogger yang ingin me-monetize blog berbahasa Indonesia. Sudah banyak blogger mengeluh karena bahasa blog mereka jadi campur-aduk gara-gara dipakai menulis paid review. Diharapkan masalah seperti ini bisa terpecahkan dengan hadirnya ReviewMu.

Dapatkah ReviewMu memenuhi harapan tersebut? Masih butuh waktu untuk menjawabnya. Sampai saat ini baru ada 3 advertiser yang jadi client ReviewMu (seperti yang terakhir saya lihat di member area), namun ini bukanlah pertanda kalau peminatnya kurang. Di luar itu saya justru tertarik mengangkat soal seberapa antusias blogger Indonesia menyambut kehadiran program satu ini. Hal ini saya kaitkan dengan harga review yang (saat ini) minimal hanya Rp 10.000/review.

Begini. Saya mulai dengan membandingkan komisi minimal ReviewMu dengan dua situs paid review favorit saya, yakni Blogsvertise dan SponsoredReviews. Di Blogsvertise blogger minimal akan menerima komisi sebesar $2/review. Dengan kurs Rp 8.900/dolar (nilai kurs terakhir versi PayPal), komisi itu setara dengan Rp 17.800. Sedangkan SponsoredReviews memberikan komisi minimal $3.25 (65% dari $5, harga paling rendah) per review. Dikali Rp 8.900 hasilnya sama dengan Rp 28.925. Jelas jauh lebih besar dari komisi minimal yang diberikan ReviewMu, bukan?

Coba kita hitung-hitungan sebentar. Di ReviewMu, Anda harus menyelesaikan 10 review untuk memperoleh bayaran Rp 100.000. Di Blogsvertise, dengan asumsi tiap review dibayar $2 uang sebanyak Rp 100.000 bisa diraih hanya dengan menulis 6 review saja. Blogger yang terbiasa memperoleh grab bag task alias GBT malah menerima $10 (=Rp 89.000) per review. Di SponsoredReviews, uang Rp 100.000 sudah bisa didapat dengan hanya menulis 4 review senilai $3.25 yang merupakan harga minimal.

Berangkat dari perbandingan ini saya mempunyai satu pertanyaan besar: mampukah ReviewMu menarik minat para pemain paid review di Indonesia? Dengan komisi jauh lebih kecil dari situs paid review luar, saya rasa koq sulit ya. Kalaupun tertarik bergabung, maka mereka hanya akan mencari referal banyak-banyak sambil menunggu advertiser yang berani memberi bayaran tidak jauh dari komisi Blogsvertise atau SponsoredReviews (sebagai contoh). Kalau tidak ada ya mereka memilih fokus ke paid review luar.

Lho, jangan dibandingkan dengan situs luar dong! Kan standarnya beda? Mungkin ada di antara Anda yang protes begitu. Oke itu memang betul. Tapi di mata blogger yang paling penting adalah seberapa banyak mereka akan dibayar. Blogger tentu akan membandingkan masalah komisi ini sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan satu program tertentu. Bila program A menawarkan bayaran minimal $2 atau $3.25, kenapa mereka harus tertarik bergabung dengan program B yang hanya memberi komisi minimal Rp 10.000 (=$1.1)? Lagipula sekarang jasa content writer menjamur. Artinya, keterbatasan bahasa Inggris sudah bukan menjadi kendala besar untuk mengeruk dolar dari paid review luar.

Bagi blogger pemula yang belum tahu banyak tentang paid review atau jarang menerima task/opportunity dari paid review luar, ReviewMu tentu akan menjadi primadona. Namun Cosa Aranda dan timnya mesti bekerja lebih keras lagi untuk dapat mengundang minat pemain-pemain paid review yang biasa menerima bayaran minimal $10/review. Terlebih lagi untuk mengundang minat jagoan-jagoan paid review seperti Indra Diky atau Toni Jauhari.

Kalau saya boleh memberi masukan, sebaiknya ReviewMu segera menaikkan harga minimalnya. Alasannya? Bila harga minimal tetap Rp 10.000/review, maka bisa dipastikan semua advertiser hanya akan membayar sebesar itu. Bisa dipastikan pula kalau semua task/opportunity yang ada harganya hanya Rp 10.000. Koq bisa? Bayangkan saja jika Anda yang jadi advertiser, tentu Anda akan berpikir “kenapa mesti membayar lebih kalau Rp 10.000 saja dibolehkan?” Di lain pihak blogger akan berpikir, “kenapa saya mesti menulis review seharga Rp 10.000 kalau di tempat lain bisa dapat lebih?” Iya, kan?

Nah, dengan menaikkan harga minimal secara otomatis ReviewMu juga menaikkan standar komisi yang tentunya akan mengundang minat lebih banyak blogger untuk bergabung. Termasuk juga para jagoan paid review. Nah, dengan memiliki banyak blogger sebagai membernya, tentu saja akan lebih mudah lagi bagi ReviewMu untuk menggaet advertiser. Kalau sudah begini baik blogger, advertiser, maupun pengelola ReviewMu sama-sama diuntungkan. Bukankah itu yang sejak semula diinginkan Mas Cosa?

Bagaimana pendapat Anda?

Rabu, 20 Agustus 2008

Mengkritisi Peluang Investasi Dinar Iraq

Bedah Peluang - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Bedah Peluang, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Mengkritisi Peluang Investasi Dinar Iraq
Link Tittle : Mengkritisi Peluang Investasi Dinar Iraq

lihat juga


Dinar Iraq, siapa yang tidak tahu mata uang satu ini? Belakangan popularitas mata uang dari negeri 1001 Malam ini melonjak tajam. Ya, apalagi kalau bukan karena konon katanya ada sebuah peluang besar yang berhubungan dengan dinar Iraq. Peluang apa? Ya jelas peluangnya adalah forex exchange alias jual-beli valuta asing. So, Anda beli dinar Iraq sekarang dengan harga sangat murah, beberapa waktu mendatang Anda dapat menjualnya dengan harga berpuluh kali lipat. Hebat kan?

Menurut sebagian orang yang "paham" tentang dinar Iraq, investasi ini amat sangat menjanjikan. Satu harian ibukota bahkan menulis judul mengundang untuk sebuah liputan tentang peluang investasi dinar Iraq ini: "RP 1 Juta Bisa Jadi Rp 384 Juta". Waw, siapa coba yang tidak tertarik dengan judul begini? Bukan hanya berpuluh kali lipat seperti yang saya bilang di atas, tapi malah beratus kali lipat. What an opportunity! Tapi sayang, nampaknya Anda mesti hati-hati karena kalau ditelaah lebih dalam ternyata investasi dinar Iraq ini masih sangat diragukan kebenarannya. Kenapa?

Sebuah situs agen penjual dinar Iraq menjelaskan bahwa sebelum invasi Amerika Serikat dan sekutunya, kurs dinar Iraq (IQD) terhadap dolar AS sangat tinggi. IQD 1 = USD 3.29 (ada juga yang bilang USD 3.22). Begitu PBB menjatuhkan sanksi ekonomi kemudian disusul oleh invasi AS dan rekan-rekannya, kurs IQD merosot tajam hingga menjadi IQD 3000/$1. Seiring membaiknya kondisi di Iraq, kurs IQD ikut membaik meski bulan Agustus 2008 ini masih berada di angka IQD 1185 per dolar AS. Nah, peluang emas didapat dari harapan akan terus naiknya nilai tukar IQD terhadap dolar AS. Kenapa saya bilang harapan? Ya, karena memang masih belum jelas. Terkecuali ada yang bisa memastikan kalau nilai tukar IQD terhadap USD bakal benar-benar membaik baru kata "harapan" tersebut saya hapus.

Mari kita berandai-andai. Hanya dengan uang Rp 1,5 juta saat ini Anda bisa memperoleh lebih dari IQD 40.000, suatu hal yang mustahil Anda lakukan sebelum AS masuk ke Iraq. Nah, coba bayangkan kalau suatu saat kurs dinar Iraq terhadap AS menjadi $1 saja, maka IQD 40.000 yang Anda miliki tadi akan berubah menjadi $40.000. Kaget? Tenang dulu, ini masih belum ditukar ke rupiah. Taruh kata $1 sama dengan Rp 8.500, maka 40.000 x Rp 8.500 = Rp 340.000.000 (baca: TIGA RATUS EMPAT PULUH JUTA). Waw, kini Anda boleh kaget deh. Namun pertanyaannya adalah, mungkinkah hal tersebut terjadi?

Bagi orang-orang yang sudah terlanjur membeli dinar Iraq hal tersebut mungkin saja terjadi. Tapi jawaban mereka itu lebih dikarenakan oleh rasa ketakutan akan kehilangan uang ketimbang pemikiran logis. Siapa yang rela kehilangan Rp 1,5 juta? Tidak ada! Maka meskipun hanya sekedar harapan mereka akan terus optimis bahwa nilai tukar dinar Iraq terhadap dolar AS akan benar-benar membaik. Mereka akan terus yakin kalau investasi yang mereka lakukan sudah benar dan bakal mendatangkan keuntungan. Tapi coba kita berpikir logis sedikit. Saya yakin Anda akan berpikir beribu-ribu kali sebelum membeli satu set dinar Iraq yang banyak ditawarkan di mana-mana sekarang ini.

Berikut beberapa hal yang mesti Anda pertimbangkan sebelum membeli dinar Iraq:
  1. Hingga kini masih belum ada kurs internasional yang mengatur dinar Iraq secara resmi. Ini menjadi alasan mengapa Anda tidak dapat menukarkan mata uang Anda dari atau ke dinar Iraq di bank-bank nasional maupun internasional. Suatu saat bila kondisi di Iraq sudah benar-benar stabil Anda bisa melakukan penukaran tersebut, tapi kapan?
  2. Gejolak politik dalam negeri Iraq masih sulit dikendalikan. Selain tidak rukunnya Syiah dan Sunni, beberapa kelompok bersenjata lokal terus membuat kacau selama AS tidak pergi dari Iraq. Belum lagi kaum separatis Kurdi yang ingin merdeka dari Iraq. Hal ini membuat kapan kondisi Iraq bakal kembali stabil merupakan satu pertanyaan yang sangat sulit dijawab.
  3. Iraq dipastikan belum bisa mengeksplorasi cadangan minyak mentah mereka dalam waktu dekat. Apa pasal? Dibutuhkan biaya sangat banyak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak berat selama perang.
  4. Bank sentral Iraq mengawasi secara ketat peredaran dinar Iraq, bahkan cenderung membatasinya. Gejala apa ini? Kalau memang IDQ adalah mata uang prospektif mengapa tidak dilepas begitu saja di pasar uang? Mengapa pula dinar baru hanya diperdagangkan dalam skala kecil dan dikendalikan secara ketat?
  5. Kalau saya tahu dinar Iraq adalah investasi yang sangat menguntungkan, mengapa saya menjualnya? Yang seharusnya saya lakukan adalah terus menambah koleksi saya sambil menyimpan rapat-rapat rahasia ini dari siapapun. Adalah bodoh menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta kalau saya tahu dinar sebanyak itu bakal menjadi $40.000 alias Rp 340 juta. Logisnya, jika saya menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta itu dikarenakan saya tahu mata uang tersebut sama sekali tak bernilai atau saya menjual uang palsu!

Para agen penjual dinar Iraq selalu mengambil kasus Kuwait dan Afghanistan sebagai contoh. Dulu, saat diinvasi oleh Iraq dalam episode Perang Teluk, kurs dinar Kuwait merosot dari sebelumnya $3.34 menjadi hanya $0.10. Kurang-lebih 6 tahun setelah perang usai, kurs-nya kembali normal bahkan meningkat menjadi $3.45 per 1 dinar Kuwait. Kurs mata uang Afghanistan (Afghani, disingkat AFA) juga begitu. Sebelum "dihajar" AS 1 afghani dihargai $0.03. Begitu tentara George Bush masuk dan memerangi Taliban, kurs-nya melorot drastis menjadi hanya $0.0001/1 afghani. Kini, setelah kondisi relatif lebih tenang, kurs Afghani kembali naik menjadi $0.02/Afa 1.

Sebagai pembanding, mari kita lihat kasus yang menimpa Venezuela. Negeri asal Dayana Mendoza sang Miss Universe 2008 yang beberapa waktu lalu turut memberi ucapan selamat kepada Zivanna Letisha Siregar sang pemenang Putri Indonesia 2008 ini juga merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia. Ekspor minyak mereka menyumbang lebih dari setengah pendapatan negara. Namun sejak tahun 2000 lalu mata uang mereka terus melemah hingga menjadi kurang-lebih seperempatnya. Kenapa? Karena situasi politik tidak stabil sehingga menyebabkan terjadinya beberapa kali aksi kudeta. Kini Iraq menghadapi situasi serupa dengan Venezuela. Akankah nilai dinar Iraq terus menguat hingga mencapai angka seperti sebelum invasi AS, atau justru tergerus menjadi hingga seperempatnya seperti yang dialami Venezuela? Jawab sendiri deh. Hehehe...

NB:
-- Untuk mengecek kurs dinar Iraq terbaru silakan klik di sini.
-- Untuk membaca peringatan Better Business Bureau tentang investasi dinar Iraq silakan klik di sini.
-- Baca juga tulisan Dan Sherman tentang investasi dinar Iraq di sini.
-- Ulasan lebih panjang tentang dinar Iraq ada di sini.