Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2009

Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?
Link Tittle : Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?

lihat juga


Selain Google AdSense, Buy Blog Reviews menjadi program lain yang membingungkan saya. Kalau di Google AdSense saya masih belum bisa mendongkrak pendapatan sekaligus belum pernah menerima cek sejak pertama kali mendaftar hampir 2 tahun lalu, maka di BBB (Buy Blog Reviews maksudnya) saya juga belum pernah terima bayaran. Padahal saya sudah join program paid review ini selama setahun lebih.

Terakhir kali melongok ke member area, catatan earning saya baru menyentuh angka $2.85. Koq kecil sekali? Jelas saja kecil, lha wong saya cuma dapat bonus referensi dari sekitar 30-an referal yang saya punya. Tentu ceritanya bakal lain kalau saya juga dapat job menulis review. Tapi persoalannya saya belum pernah sekalipun memperoleh job review dari Buy Blog Reviews. Hebat!



Entah apa yang salah. Padahal setiap ada email pemberitahuan kalau di Buy Blog Reviews terdapat opportunity baru saya langsung login dan melakukan penawaran (bidding). Tapi ritual itu berhenti hanya sampai di sana saja. Belum pernah sekalipun saya menerima email pemberitahuan kalau penawaran (bid) saya menang. Alhasil, saya pun tidak pernah menggarap job review dari broker paid review yang satu ini.

Untungnya saya masih bisa mengandalkan Blogsvertise dan SponsoredReviews. Dari kedua broker inilah saya memperoleh job-job review yang terkadang saya publish di blog ini (maaf ya...). Dan praktis hanya dari dua broker inilah penghasilan paid review saya berasal. Selain Buy Blog Reviews yang masih sulit saya pahami, ReviewMe dan PayPerPost sampai sekarang juga tidak mau meng-approve blog-blog yang saya daftarkan. Padahal stats-nya jauh lebih baik dari saat saya daftarkan pertama kali beberapa bulan lalu.

Ya sudahlah, mungkin saya memang tidak berjodoh dengan Buy Blog Reviews. Lagipula kalau diperhatikan nilai bayarannya juga kecil-kecil. Bahkan ada beberapa advertiser yang tega memberi harga di bawah $5/review. Tak heran bila broker satu ini terlihat kurang peminat. Indikasinya, earning saya dari referal lama sekali naiknya. Padahal 30-an referal seharusnya sudah cukup lumayan untuk mendongkrak penghasilan pasif dari situs ini.

Btw, Anda punya pengalaman lain dengan Buy Blog Reviews? Bagi-bagi ceritanya dunks...

Senin, 04 Mei 2009

EkoNurhuda.com Digebuk Google

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : EkoNurhuda.com Digebuk Google
Link Tittle : EkoNurhuda.com Digebuk Google

lihat juga


Setelah sekian lama dinanungi keberuntungan, akhirnya saya kena 'getah' juga dari hobi bermain paid review. Ya, apalagi kalau bukan digebuk Google alias pagerank blog ini dipangkas. Berapa? Tidak tanggung-tanggung, dari PR3 langsung dibabat habis jadi PR0. Gila! Kaget betul saya waktu melihat banner mypagerank.net yang terletak di footer. Awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah cross-check ke DigPagerank.com koq ternyata memang benar-benar sudah jadi 0.

Saya sadar, terlalu banyak memasukkan paid review di blog ini memang sangat besar resikonya. Masih beruntung saya baru dibabat sekarang. Artinya, saya masih sempat menuai hasil paid review dari blog ini. Setelah hampir 2,5 tahun berjalan, akhirnya kena juga saya digebuk. Dasar nasib. :)

Kalau dipikir-pikir sayang juga dari PR3 langsung turun jadi PR0. Dengan begini tentu saja penghasilan saya dari paid review akan sangat berkurang. Sebab selama ini blog inilah yang jadi andalan saya dan paling sering menerima job review. Kalau PR-nya 0, siapa yang mau menerima blog ini? Saya yakin tidak ada.

Itu baru dari paid review. Efek lain, 'proyek' jualan link juga jadi terhambat. Padahal baru kemarin saya menerima earning pertama dari jualan link underground. Banyaknya backlink, hits, dan trafik natural dari search engine menjadi nilai plus blog ini. Tapi setelah PR-nya anjlok, saya tidak yakin masih ada advertiser yang mau memasang iklan dalam bentuk link di sini. Apalah arti backlink dan trafik kalau PR-nya 0?

Ya sudahlah, saya tidak boleh bersedih hati hanya karena pagerank anjlok. Kalau mau mengambil sisi positif, dengan anjloknya PR saya tidak lagi menyisipi paid review di blog ini. Artinya, para pelanggan RSS feed blog ini tidak lagi merasa terganggu. Jadi yang akan diterima pelanggan hanya benar-benar posting dari saya untuk pembaca, bukan untuk advertiser. Harapannya, mudah-mudahan tanpa sisipan paid review pelanggan RSS feed blog ini bisa melonjak. Tidak perlu sampai 1000 pelanggan seperti punya Mas Medhy. Bisa menembus angka 500 pelanggan saja di akhir tahun ini sudah merupakan sebuah berkah bagi saya. Amin. :))

* Gambar ilustrasi saya ambil dari Google Image. Entah siapa pemilik aslinya, soalnya saya pertama kali melihat gambar tersebut jadi cover ebooknya Denny Ardian. Lha, tadi di Google Image ada beberapa situs lain yang memajang gambar itu.

Senin, 27 April 2009

Promosi Gratis di Iklanz.com

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Promosi Gratis di Iklanz.com
Link Tittle : Promosi Gratis di Iklanz.com

lihat juga


Lama tidak bogwalking ke blognya Bro Izandi, ternyata dia baru saja meluncurkan satu proyek baru bulan kemarin. Proyek apa? Situs iklan baris gratis. Nama situsnya cukup unik, Iklanz.com. Menurut si empunya, pemilihan nama ini dikarenakan sudah tidak ada lagi stok yang tersisa buat nama domain ber-keyword "iklan baris", "iklan baris gratis", "iklan gratis", dll. So, daripada bingung diapun memilih nama domain Iklanz.com. Gabungan dari kata "iklan" dan "izandi". Maksa banget kali ye? :p

Sama dengan situs-situs sejenis yang sudah ada sebelumnya, di Iklanz.com kita bisa pasang iklan baris dengan mudah dan murah. Cara memasangnya sangat simpel. Cari saja menu "Pasang Iklan" di deretan menu yang ada di atas halaman. Dari sana kita akan dihantarkan pada halaman pemasangan iklan. Tinggal pilih, mau pasang iklan premium atau iklan gratis. Buat yang suka gratisan, tinggal isi form yang ada di halaman tersebut dan klik tombol "Pasang Iklan", maka iklan akan langsung terpasang.

Eits, jangan bingung ya kalau ternyata iklannya tidak kelihatan di bagian atas halaman. Karena iklannya gratisan, tempatnya berada di bagian bawah halaman. Kita harus menggulung halaman ke bawah untuk dapat melihat iklan yang baru dipasang tadi. Ribet? Tidak efektif? Iya juga sih. Kalau mau iklan Anda tampil di posisi atas halaman dan terlihat tanpa harus menggulung halaman, pasang saja ilan premium. Berhubung masih baru, harga yang dipatok cukup murah. Berapa? Rp 30ribu saja.

Yang hebat, dengan memasang iklan premium Anda dapat menentukan sendiri lama tayang iklannya. Hal ini melengkapi keunggulan lain dari iklan premium di Iklanz.com, yakni tampil di halaman awal dan bisa ditambahi gambar. Hmmm, ini baru pertama kali saya temui. Benar-benar satu metode promosi yang kreatif dan berani dari seorang Izandi. :) Tentu saja ini bisa jadi poin penting untuk menarik minat para pemasar internet atau blogger yang ingin pasang iklan baris demi kepentingan promosi online mereka.

Berminat mencoba?

Catatan: Selamat buat Bro Izandi atas peluncuran situs iklan baris gratisnya. Semoga situs tersebut tidak cepat mati seperti punya rekan-rekan yang lain. :D

Jumat, 24 April 2009

Cyber Criminal Incar Pengguna Blogger

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cyber Criminal Incar Pengguna Blogger
Link Tittle : Cyber Criminal Incar Pengguna Blogger

lihat juga


Sejak magang di Harian Jogja saya memang kerepotan mencari waktu untuk online. Kalau dulu bisa 'mengudara' hingga berjam-jam di dunia maya, maka sekarang waktunya super duper terbatas. Bisa konsentrasi ol dalam sejam saja sudah merupakan berkah luar biasa bagi saya. Tapi semenjak kejadian tidak diinginkan kemarin, rasanya saya harus pintar-pintar menyempatkan diri untuk ol dan ngeblog

Kemarin siang, saat saya sedang ditelpon seseorang, masuk panggilan dari rekan Badoer. Wah, tumben-tumbenan, kata saya dalam hati. Berhubung pembicaraan sebelumnya belum selesai, panggilan dari rekan Badoer saya abaikan dulu. Eh, ternyata panggilannya tak hanya sekali. Saya langsung membatin, pasti ada apa-apa nih. Tapi berhubung pembicaraan sebelumnya belum selesai, saya tidak bisa menutup telpon dan ganti mengangkat panggilan dari rekan Badoer. Tanggung.

Setelah beberapa kali menelpon dan tidak bisa saya angkat, akhirnya rekan Badoer berhenti memanggil. Tapi tak lama kemudian ganti Bang Zalukhu yang menelepon. Sebuah SMS juga masuk. Walah, pasti ada sesuatu yang tidak beres, kata saya membatin. Beruntung sekali tak lama kemudian telepon sebelumnya sudah selesai sehingga saya bisa langsung menerima panggilan Bang Zal.

Kabar dari Bang Zalukhu cukup mengejutkan. Katanya blog saya disusupi orang tak bertanggungjawab. Penyebabnya, akun Blogger (email dan password) rekan Badoer yang merupakan guest blogger blog ini dicuri penjahat cyber. Bahasa bekennya sih pishing. Alhasil, si pencuri data itupun dengan leluasa bisa masuk ke dashboard saya dan mempublikasikan posting menyesatkan atas nama rekan Badoer. Isi posting itu sendiri bisa sangat merugikan jika link yang disertakan di dalamnya diklik.

Bagaimana bisa merugikan? Pasalnya link di dalam posting tersebut adalah situs yang tampilannya mirip sekali dengan Blogger. Sekali Anda memasukkan username dan password Blogger di situs pishing itu, maka habislah akun Blogger Anda. Kalau tidak cepat-cepat diganti username dan password-nya, besar kemungkinan akun tersebut akan diambil alih oleh oknum pembuat situs pishing tadi. Setelah memiliki akun Blogger Anda, si penjahat cyber ini dengan leluasa bisa mengacak-acak blog Anda.

So, selalu berhati-hati sebelum memasukkan username dan password di situs manapun. Selalu perhatikan alamat URL-nya. Bila alamatnya tidak sama dengan yang biasanya, maka lebih baik jangan pernah login. Oke?

Sabtu, 04 April 2009

Awas, Copy Cat di Mana-mana..!

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Awas, Copy Cat di Mana-mana..!
Link Tittle : Awas, Copy Cat di Mana-mana..!

lihat juga


Dua hari tidak membuka email yang Gmail, saya jadi ketinggalan sebuah info penting dari Kang Munawar. Setelah menjadi guest blogger blog ini dengan artikel berjudul "5 Tips untuk Guest Blogger", Kang Nawar memberi tahu saya kalau ternyata artikel tersebut dikopi mentah-mentah setelah di-publish di sini. Gila! :(

Awalnya saya tidak membaca gelagat apa-apa, lha wong Kang Nawar memberi judul emailnya itu "Ini Blog Sampaian..?" Setelah saya buka barulah saya tahu apa yang terjadi. Artikel Kang Nawar yang dikirimkan dalam rangka guest blogging di blog ini dikopi oleh seorang blogger tak bertanggungjawab. Sialnya, si tukang kopi itu nama depannya juga Eko. Entah asli atau rekayasa, blogger itu bernama Eko Novianto.



Lihat saja screenshot di atas. Artikel tersebut dikopi persis sama, bahkan 100% mirip sekali dengan posting yang di blog ini. Susunan paragraf, besar-kecil dan tebal-tipis kata, bahkan kredit dan link-link (juga inbound link) yang saya berikan untuk Kang Nawar selaku penulis asli juga dikopi. Kalau mau lebih jelas silakan baca sendiri di sini.

Lho, seharusnya kan tidak masalah karena ada link-nya dan aktif? Masalahnya bukan itu. Memang semua link ada lengkap seperti aslinya dan aktif. Tapi dengan perbuatannya itu dia telah membuat kesan kalau artikel tersebut dikirimkan Kang Nawar untuk blog itu, padahal sebenarnya kan dikopi dari sini? Kalau dia berniat baik dan tahu etika, tentunya diberi keterangan di mana dia mengambil artikel tersebut. Ternyata kan tidak?

Ini bukan pengalaman pertama saya menjadi korban kopi-paste. Sudah sering. Sebelum ini ada seorang blogger yang cukup terkenal mengkopi artikel saya yang berjudul "Mengenal Liew Cheon Fong, Fulltime Blogger Pertama Malaysia". Lihat saja kopiannya di sini dan screenshot berikut:



Sopannya, si blogger beken itu menambahkan 3 kata pada judul dan juga memberikan 2 paragraf penutup yang ia buat sendiri sebagai tambahan. Di akhir posting ia menuliskan "Sumber Inspirasi: Mas Eko Nur Huda". Tapi tidak sopannya, tidak ada satupun link ke alamat URL posting yang ia kopi. Ia hanya memberikan link ke blog ini, yakni http://www.ekonurhuda.com saja. Padahal seharusnya kan http://www.ekonurhuda.com/2008/10/mengenal-liew-cheon-fong-fulltime.html.

Saya mungkin benar waktu mengatakan bahwa blogger tidak kalah hebat dalam menulis dibanding para kolumnis koran. Karena itu blogger seharusnya tidak boleh diremehkan. Tapi perbedaannya, menjadi penulis bagus di blogosphere sangat beresiko jadi korban kopi-paste. Jadi, waspadalah, waspadalah..!

Jumat, 27 Maret 2009

Ketika Blog Masih Diremehkan

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ketika Blog Masih Diremehkan
Link Tittle : Ketika Blog Masih Diremehkan

lihat juga


Anda kenal Alfian Alfan, Arif Afandi atau Asef Umar Fakhruddin? Tidak jadi persoalan kalau Anda tidak mengenal mereka, atau bahkan baru kali ini tahu nama-nama tersebut. Kenapa? Jawabannya simpel saja, mereka penulis kolom di media cetak, sedangkan kita adalah blogger yang lebih akrab dengan media online.

Mereka adalah kolumnis-kolumnis terkenal di koran-koran nasional. Alfian Alfan sering menampilkan tulisannya di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, dan media nasional lainnya. Arif Afandi adalah pentolan Jawa Pos dan tulisan-tulisannya kerap mewarnai halaman Jawa Pos serta seluruh media daerah di bawah jaringan JPNN. Begitu juga dengan Asef Umar Fakhruddin. Tulisannya sudah bertebaran di mana-mana, dan ia juga baru saja menerbitkan beberapa judul buku.

Kenapa saya menceritakan mereka?

Belum berapa lama ini saya terlibat satu diskusi seru dengan seorang penulis kolom ternama. Awalnya ia sering sekali menyarankan saya untuk menulis artikel di koran. Pertanyaan khasnya setiap bertemu saya adalah, "Sudah nulis, Kang?" Biasanya saya hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan itu. Kalaupun menjawab, saya akan bilang, "Mohon doanya, Kang." Nah, hari itu saya menjawab lain. "Sudah!" Kata saya. Dia lantas tanya lagi, "Nulis di mana?" Saya jawab, "Di blog." Dia tersenyum.

Pembicaraan kemudian melebar. Sampai pada saatnya dia mengeluarkan ucapan yang membuat telinga saya memerah. Apa katanya? "Saya dan teman-teman komunitas penulis itu sejak dulu tidak begitu tertarik dengan blog. Soalnya kalau blog itu kan asal tulis saja bisa dimuat, pasti dimuat. Beda dengan koran yang harus melalui proses redaksional." Intinya, ia ingin mengatakan kalau blog itu mutunya kalah dibanding media cetak. Itu artinya, secara tidak langsung ia ingin mengatakan kalau kolumnis seperti dia 'lebih berkualitas' dibanding blogger. Oh ya?

Ya, benar kalau ia bilang tulisan di koran telah melalui proses seleksi di meja redaksi. Ia juga benar ketika mengatakan kalau asal menulis saja sudah bisa dimuat di blog. Tapi ia salah besar ketika menyimpulkan kalau blog tidak sama baik dengan koran, dan blogger tidak sepandai kolumnis dalam hal menulis. Di titik ini ia telah mencampur-adukkan fakta dengan pendapat pribadi dan bingung dengan rangkaian logikanya sendiri sehingga menyebabkannya mengeluarkan kesimpulan yang tidak tepat. Ditambah lagi, ia juga tidak begitu akrab dengan blog dan komunitas blogger. Kloplah sudah.

Ada banyak alasan mengapa seseorang lebih suka menulis di blog ketimbang di koran. Alasan paling utama adalah ketidakmampuan penulis untuk mengontrol dan mengatur apa yang harus ia tulis ketika ingin menulis di koran. Setiap media memiliki kebijakan redaksional sendiri-sendiri mengenai naskah yang boleh dimuat. Untuk dapat menembus meja redaksi, penulis kolom harus bisa menyesuaikan diri dengan style yang diinginkan koran tersebut.

Selain itu, koran adalah media bisnis, jualannya adalah berita. Agar laku, sebuah media harus bisa mencium informasi apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Isu-isu apa saja yang tengah berkembang, itulah yang akan diangkat. Begitu juga dengan kolom opininya (yang ditulis oleh para kolumnis seperti saya sebutkan di atas). Hanya artikel dengan tema-tema 'aktual' saja yang akan lolos sampai ke halaman opini. Tapi arti 'aktual' di sini sudah berubah maknanya menjadi 'sesuai keinginan pasar' dan 'sesuai dengan mainstream'. Lihat saja saat peringatan Hari Raya Nyepi kemarin. Koran mana yang tidak menampilkan artikel bertema Nyepi?

Masih ada hubungannya dengan koran sebagai media bisnis, ketika Anda mengirim sebuah artikel ke satu media dan pada saat yang bersamaan seorang yang terkenal (tokoh masyarakat, akademisi, pakar, dll.) juga membuat artikel dengan tema yang sama dengan Anda, percayalah, redaksi akan lebih memilih artikel si tokoh tadi. Mengapa demikian? Maaf, nama Anda tidak cukup menjual. Redaksi tidak mau berjudi dengan menampilkan tulisan Anda yang bukan siapa-siapa, yang belum dikenal masyarakat luas. Mereka lebih memilih popularitas penulis sebagai daya tarik, sungguhpun mungkin tulisan Anda lebih baik.

Cukup? Belum. Satu lagi kelemahan media cetak adalah keterbatasan halaman, baik oleh jumlah halaman yang sudah tetap maupun karena digusur iklan. Anda hanya boleh mengirim naskah sepanjang 4 halaman kwarto spasi ganda ke Kompas. Lebih dari itu, tulisan Anda kemungkinan besar diedit, dipotong. Tapi editor tidak akan mau bersusah-payah mengedit terlalu banyak. Kalau ada tulisan lain dengan tema sama tapi seusai dengan lebar halaman yang disediakan, tulisan Anda akan dibuang ke kotak sampah.

Menulis di media massa juga harus memiliki kesabaran ekstra. Anda mesti sabar menunggu kabar naskah yang dikirimkan, entah itu ditolak atau diterima. Padahal kalau tema yang Anda angkat sebuah topik tematik, begitu naskah sampai ke tangan editor bisa jadi isi tulisan tersebut sudah basi. Tambahan lagi, tidak cukup sekali-dua kali mengirim naskah untuk dapat melihat tulisan kita dimuat di koran. Seorang wartawan senior Kedaulatan Rakyat pernah bercerita kalau ia harus mengirim lebih dari 100 naskah sebelum bisa melihat karyanya dimuat di Intisari. Wow!

Bersyukurlah kita yang hidup di jaman internet ini, terlebih saat blog dan citizen journalism menjadi cara baru menyampaikan informasi kepada masyakarat luas. Karena itu, berbagai kemudahan yang dimiliki blog jangan lantas membuat kita selaku blogger berlaku seenaknya saja dalam menulis konten. Jangan biarkan kolumnis yang saya ceritakan tadi terus-terusan meremehkan blogger. Untuk itu, ayo kita ciptakan konten yang lebih berbobot. Tunjukkan bahwa blogger juga tak kalah piawai dengan kolumnis koran dalam soal tulis-menulis. Setuju?

Rabu, 18 Februari 2009

Apa Ciri Khas Blog Anda?

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?
Link Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?

lihat juga


Sejak pertama kali memulai blog ini awal tahun 2008 lalu, saya sudah berpikiran kalau ciri khas adalah senjata utama untuk exist di blogosphere. Ada ratusan ribu blog pada saat saya memulai blog, apa yang akan membuat pembaca menghiraukan blog saya? Di sinilah saya membutuhkan satu kekhasan, yang akhirnya saya jatuhkan pilihan pada SponsoredReviews.

Ciri khas adalah yang membedakan kita dengan blogger lain. Sehingga apabila nama kita disebut, maka orang yang mendengarnya akan langsung berpikiran pada satu hal. Dan itu terjadi secara refleks. Artinya orang tersebut tak perlu berpikir panjang lagi untuk mengasosiasikan nama kita dengan sesuatu yang kita sajikan di blog.

Coba, apa yang terlintas dalam benak Anda ketika saya menyebut nama Cosa Aranda? Yup, tanpa berpikir panjang lagi Anda pasti akan teringat dengan Google AdSense. Kenapa? Karena Cosa memang sudah lekat di ingatan kita sebagai tutor alias mahaguru program pay per click tersebut. Dan ini merupakan buah dari konsistensi Cosa yang selama ini hanya fokus menulis tentang Google AdSense di blognya.

Atau, apa yang Anda bayangkan ketika saya menyebut nama Zalukhu? Well, saya yakin Anda akan langsung teringat pada satu blog yang bersedia berbagi mengenai program-program afiliasi tanpa tedeng aling-aling. Terkadang blog itu juga nakal menjurus berani karena sering mengungkap beberapa praktik curang yang dilakukan sejumlah pebisnis online.

Itulah ciri khas.

Kenapa ciri khas penting? Jelas saja ini penting karena akan membedakan kita dengan blogger dan blog lain. Dan perbedaan itulah yang membuat kita menonjol dari lainnya. Kalau teh botol Sosro sama dengan Green Tea, tentu kita tak akan pernah peduli mau meminum yang mana. Tapi karena produsen kedua produk tersebut ingin produknya lebih menonjol dari pesaingnya, maka mereka menciptakan ciri khas yang membedakan satu sama lain. Mereka menampilkan satu kelebihan yang tidak dimiliki produk lain.

Saya rasa strategi seperti ini bagus diterapkan di blog. Tujuannya tentu saja agar pembaca lebih mudah mengingat nama kita dan apa yang kita tawarkan di blog. Tapi ini bukan hal mudah, meskipun bukan tidak mungkin dilakukan. Kuncinya hanya satu: stay focus. Oops, harus ditambahkan pula satu pelengkap yang bisa jadi gantungan kuncinya, yakni: konsistensi.

Nah, sudah berpikir apa ciri khas blog Anda?

Ngomong-ngomong, saya ini cuma OMDO alias omong doang. Soalnya saya merasa masih belum bisa menjalankan dua hal yang saya sarankan di atas. Tapi gpplah, hitung-hitung tulisan ini juga sebagai bahan pembelajaran bagi saya sendiri. :)

Selasa, 06 Januari 2009

Jangan Berusaha Jadi Terkenal!

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Jangan Berusaha Jadi Terkenal!
Link Tittle : Jangan Berusaha Jadi Terkenal!

lihat juga


Anda sedang mencari-cari nasihat terbaik dalam blogging? Nasihat yang Anda harapkan dapat meningkatkan semangat ngeblog (meng-update, blogwalking, dan menjalin network dengan blogger lain? Hmm, rasanya tepat kalau Anda mendengarkan nasihat yang satu ini. Kenapa? Karena inilah satu-satunya nasihat terbaik yang pernah saya dapatkan, dan saya rasa beginilah seharusnya mindset yang ada di kepala seseorang saat memulai blognya. Apa itu? Jangan berusaha jadi terkenal!

Oops, ini sepertinya koq nasihat yang tidak bisa diterima akal ya? Siapapun orangnya pasti punya keinginan untuk menjadi terkenal--menjadi selebritas, betul? Dan blog merupakan salah satu jalan yang mungkin ditempuh untuk mencapai popularitas itu. Paling tidak, ini sudah pernah dibuktikan oleh beberapa orang. Sebut saja seperti (lagi-lagi) Cosa Aranda, Medhy Aginta, Bang Zalukhu, atau Tika. Pertanyaannya kemudian, apakah mereka-mereka itu memulai blog dengan tujuan ingin menjadi terkenal?

Satu ciri utama blog yang membedakannya dari situs-situs lain pada umumnya adalah bahwa blog senantiasa di-update dalam waktu berkala. Blog yang tidak pernah di-update adalah blog yang mati, tidak diakui eksistensinya. Untuk itu seorang blogger mesti rajin meng-update blognya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukannya sendiri. Tidak harus tiap hari, bisa saja dua hari sekali atau bahkan seminggu sekali, yang penting teratur. Kata yang jago SEO sih keteraturan posting ini akan berpengaruh pada peng-index-an blog di mesin pencari.

Untuk meng-update blog kita tentu butuh bahan tulisan. Dari mana kita mendapatkan ide sebagai bahan tulisan? Di sinilah peran nasihat yang saya sampaikan di atas bermain. Kalau sejak awal memulai blog Anda berusaha ingin menjadi terkenal, maka Anda akan terjebak dengan keterbatasan Anda sendiri. Mengangkat tema yang banyak dicari tapi tidak sesuai dengan kemampuan adalah salah satu hal yang biasa dilakukan pemula. Karena mereka lihat blogger-blogger terkenal mengangkat tema make money blogging, maka merekapun ikut-ikutan mengangkat tema tersebut di blog. Padahal tak jarang mereka sejatinya baru saja belajar. Percayalah, suatu saat Anda akan kehabisan bahan karena dilanda kebuntuan plus kejenuhan luar biasa.

Akan berbeda kejadiannya kalau Anda tidak pernah punya keinginan menjadi terkenal. Anda hanya akan fokus menulis posting dengan teman-tema yang dikuasai dan disukai, dan karena itu posting-posting Anda akan menjadi sangat bermanfaat sekali karena ditulis oleh orang yang paham dan menguasai tema tersebut. Semakin sering Anda melakukan ini, maka semakin banyak artikel bermanfaat yang dihasilkan. Akibatnya, tulisan-tulisan seperti ini akan terus dicari dan dibaca, tidak peduli sudah sejak kapan Anda mempublikasikannya. Trafik akan terus berdatangan, dan dengan sendirinya blog Anda akan semakin naik popularitasnya.

Kita tentu pernah mendengar tips yang sering disampaikan para blogger senior, yaitu mulailah blog tentang apa yang disukai. Ya, buatlah blog dengan mengangkat tema sesuai dengan hobi atau minat. Selain Anda dijamin tidak akan kehabisan ide sebagai bahan tulisan, Anda juga akan mengurus blog tersebut dengan sepenuh hati. Tulisan-tulisan yang dipublikasikan juga akan memancarkan sebuah ketulusan hati karena Anda memang benar-benar menyukai apa yang sedang Anda bahas. Dengan tulisan penuh ketulusan seperti ini Anda akan dapat dengan mudah menjalin readership, sebuah ikatan emosional yang akan mengeratkan hubungan Anda dengan para pembaca.

Kesimpulannya, saya setuju setiap orang pasti punya keinginan untuk menjadi terkenal. Kalau diterjemahkan dalam blogosphere bahasanya menjadi "setiap blogger pasti punya keinginan untuk menjadi blogger terkenal". Namun akan lebih menyenangkan rasanya kalau Anda menjadikan popularitas hanya sebagai efek dari sebuah ketekunan dan keseriusan mengurus blog, bukan sebagai sebuah tujuan. Setuju?

*NB: Tulisan ini terinspirasi oleh wawancara Mr. Brown dengan Herman "Momon" Saksono.

Jumat, 07 November 2008

Kekuatan Internet Menangkan Obama

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kekuatan Internet Menangkan Obama
Link Tittle : Kekuatan Internet Menangkan Obama

lihat juga


Barack Obama akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat periode 2008-2012. Meski sudah diprediksi banyak pengamat sebelumnya, kemenangan Obama tetap saja mengagetkan. Tidak tanggung-tanggung, Obama menang telak dengan perolehan 349 electoral vote (EV). John McCain yang jadi pesaing Obama hanya mampu mengumpulkan sebanyak 159 EV. Kemenangan ini menjadikan Barack Obama sebagai presiden kulit hitam pertama AS.

Apa kunci kemenangan Barack Obama? Anda yang mengaku blogger patut berbangga hati, karena ternyata internet berperan besar bagi kemenangan Obama. Ya, ampuhnya kekuatan internet mampu dimaksimalkan dengan baik oleh tim sukses Obama. Selain untuk mendekatkan capresnya pada calon pemilih, tim sukses Obama juga meraup banyak sekali dana kampanye lewat internet.

Memaksimalkan internet merupakan strategi cerdas yang dilakukan tim sukses Obama. Pasalnya, menurut data InternetWorldStats.com 218,3 juta penduduk AS adalah pengguna internet. Angka ini sama dengan 71,9% dari total populasi AS yang sebanyak 303,8 juta jiwa. Jangan lupa, internet adalah bagian penting bagi masyarakat AS. Dan menguasai internet memang terbukti menguntungkan Obama dan sangat mempengaruhi kemenangannya pada 4 November kemarin.

Banyak situs dibangun oleh tim sukses Obama, antara lain blog pribadi Obama yang beralamat di BarackObama.com. Khusus untuk penggalangan dana, dibuatlah ObamaDonations.com. Dari situs donasi tersebut Obama memang hanya memperoleh sumbangan sebesar $5/orang, tapi jumlah penyumbangnya jutaan. Jadi jangan heran kalau capres keturunan Kenya ini mampu mengungguli perolehan dana Hillary Clinton yang jauh lebih populer. Jangan heran pula kalau ia juga unggul atas John McCain yang jauh lebih senior dan berpengalaman.

Selain membuat situs sendiri, tim sukses Obama juga memanfaatkan situs jejaring sosial dengan membuat account di Facebook, MySpace, LinkedIn, Friendster, YouTube, dan Twitter. Kemunculan Obama di jejaring sosial boleh dibilang untuk merebut simpati kaum muda AS mengingat sebagian besar pengguna situs jejaring sosial adalah kaum muda. Kebetulan pula Obama masih tergolong muda, baru 47 tahun. Berbeda dengan McCain yang sudah uzur, 72 tahun, sehingga kurang diminati.

Obama memiliki lebih dari 1,7 juta teman di Facebook sampai akhir Oktober lalu, beberapa di antaranya orang Indonesia. Di MySpace Obama punya 510 ribu teman, dan di Twitter ia berhasil mengumpulkan 45 ribu pengikut. Melalui situs-situs jejaring sosial inilah tim sukses Obama menginformasikan segala kegiatan Obama selama masa kampanye. Terjalinlah komunikasi tanpa batas antara Obama dan pendukungnya. Hal ini menciptakan ikatan emosi yang lebih dalam lagi dan tentunya membuat pemilih semakin mantap memilih Barack Obama.

Kalau politisi Indonesia harus banyak belajar dari sikap gentle John McCain yang mengakui kekalahannya dan menyatakan siap membantu Obama dalam menjalankan roda pemerintahan, maka kita blogger Indonesia mesti belajar banyak tentang kekuatan internet. Di era digital ini internet memegang peranan vital. Menguasai internet sama dengan menguasai dunia. So, ayo kita terus belajar dan memperdalam pengetahuan seputar internet!

Semoga bermanfaat!

Senin, 27 Oktober 2008

Rekaman Wawancara Cosa Aranda di Smart FM

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Rekaman Wawancara Cosa Aranda di Smart FM
Link Tittle : Rekaman Wawancara Cosa Aranda di Smart FM

lihat juga


Suatu saat saya pernah tersasar di satu situs yang menjual produk berupa rekaman wawancara dengan Cosa Aranda. Siapa itu Cosa Aranda? Halah, pertanyaannya koq tidak mutu begitu sih? Karena Mas Cosa sudah terkenal sebagai publisher sukses Google AdSense, blogger top, dan juga pebisnis online papan atas, maka tentu saja wawancara tersebut seputar Google AdSense, make money blogging, dan cara-cara memulai berbisnis online.

Sebenarnya saya sangat tertarik sekali dengan produk tersebut. Namun saya tidak buru-buru membelinya karena (jujur saja) takut dikibuli. Meskipun ada nama besar Cosa Aranda di situ bukan berarti tidak ada peluang terjadinya tindak pengibulan. Siapa tahu situs itu hanyalah another penjual mimpi yang mencatut nama Cosa Aranda. Atau siapa tahu sebenarnya saya bisa memperoleh rekaman tersebut secara gratis di internet, iya kan? Ternyata benar. Saya akhirnya bisa memperoleh salah satu dari rekaman wawancara yang dijual itu dengan gratis tis.

Entah berapa kali Mas Cosa pernah diwawancarai, baik untuk radio maupun media cetak. Yang paling fenomenal menurut saya adalah sewaktu Mas Cosa diwawancari Radio Singapore International (RSI). Radio ini bisa dibilang RRI-nya Singapura. Jadi sangat mungkin sekali popularitas Mas Cosa akan langsung meningkat di kalangan warga Singapura setelah wawancara itu. Saya sendiri sangat penasaran sekali dengan isi wawancara tersebut. Tapi yang saya dapat rekaman wawancara lain, yakni wawancara Mas Cosa di radio Smart FM Jakarta dalam rangka promosi seminarnya di sana.

Dalam wawancara sepanjang 52 menit 53 detik ini Mas Cosa banyak ditanyai tentang kegiatannya di internet dan sejumlah kiat untuk memperoleh penghasilan berlimpah di internet. Sayangnya presenter bernama Fransisca Matilda yang mewawancarai Mas Cosa sepertinya tidak menguasai topik pembicaraan. Ini terlihat dari ketidak-mampuannya mengimbangi pembicaraan Mas Cosa sehingga diskusi menjadi satu arah. Fransisca Matilda bertanya, Mas Cosa menjawab. Habis. Tidak ada feedback lagi kecuali pertanyaan baru. Ia juga tidak dapat mengucapkan “search engine optimization” dengan benar, bahkan menyebut “Google AdSense” sebagai “google adsensai”. Walah!

Francisca Matilda mungkin hanya satu contoh dari sekian banyak orang Indonesia yang masih awam tentang online earning atau make money blogging. Dalam wawancara tersebut saya malah menangkap ada semacam keraguan dalam diri Francisca Matilda ketika Mas Cosa bilang penghasilannya dari internet rata-rata Rp 50 juta per bulan. Belum tahu dia! Mungkin setelah wawancara tersebut ia baru ngeh bahwa internet ternyata dapat memberikan penghasilan besar asal kita tahu caranya. Iya kan?

Eh, koq malah nyeritain si Francisca Matilda sih? Ya sudah, buat yang mau mendengarkan rekaman wawancara Cosa Aranda di radio Smart FM Jakarta silakan download di sini!


Senin, 06 Oktober 2008

Blogger = Entrepreneur?

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Blogger = Entrepreneur?
Link Tittle : Blogger = Entrepreneur?

lihat juga


Apa padanan yang tepat bagi profesi blogger? Sementara sebagian orang masih beranggapan blogger bukanlah sebuah profesi, atau paling tidak bukanlah profesi yang menjanjikan, beberapa yang lain malah memadankan blogger dengan entrepreneur. Alasannya, apa yang dikerjakan seorang blogger sama persis dengan entrepreneur.

Awalnya saya mengerutkan kening sewaktu membaca pendapat seorang rekan blogger yang mengatakan kalau ia lebih memilih menjadi blogger daripada melanjutkan pekerjaannya karena mengelola blog pada hakikatnya belajar menjadi seorang entrepreneur. Tapi setelah dipikir lebih dalam lagi, pendapat tersebut ternyata ada benarnya juga. Artinya, dengan menjadi blogger secara tidak sadar kita sedang melatih diri untuk menjadi seorang entrepreneur.

Kalau mau diambilkan satu padanan yang paling mendekati karakteristiknya, maka mengelola blog tidak beda dengan menjalankan satu perusahaan penerbitan. Lebih spesifiknya lagi penerbitan media cetak harian alias surat kabar. Ada beberapa persamaan yang membuat saya memadankan blog dengan surat kabar. Satu di antaranya adalah pola update-nya yang teratur secara berkala.

Sebuah surat kabar umumnya diterbitkan harian (seperti Kedaulatan Rakyat atau Kompas), dan ada juga yang terbit mingguan (seperti Minggu Pagi kalau di Jogja). Tidak peduli berapa lama jangka waktu update-nya, yang jelas surat kabar mesti terus menerbitkan edisi terbaru sesuai jadwal yang telah ditentukannya. Bila tidak, maka surat kabar tersebut dapat dikatakan mati dan ditinggalkan pembacanya.

Begitu juga dengan blog. Sebuah blog dikatakan hidup dan akan terus eksis jika (dan hanya jika) secara konsisten di-update dalam tenggat waktu yang telah ditentukan pemiliknya. Entah itu sehari di-update 3 kali (seperti yang dilakukan John Chow), sehari sekali, atau tiap beberapa hari sekali, yang jelas sebuah blog harus tetap di-update dan menyajikan artikel-artikel terbaru bagi pembacanya. Kalau tidak? Anda sudah tahu sendiri jawabannya.

Meng-update blog secara berkala bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Banyak blogger mengakui kalau tugas terberatnya adalah terus mencari bahan-bahan posting sebagai suguhan terbaru bagi pembaca blognya. Dibutuhkan disiplin dan juga konsistensi tinggi untuk melakukan ini terus-menerus. Selain itu juga harus didasari oleh satu tujuan atau goal yang ingin dicapai dengan blog tersebut. Tanpa itu semua, memikirkan apa yang akan dipublikasikan selanjutnya saja akan terasa sangat berat.

Pemilik blog, sebagaimana pengelola surat kabar, juga harus berupaya keras memberikan yang terbaik bagi pembacanya. Baik tulisan maupun tampilan blog mesti dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembaca sekaligus membuat pembaca mau datang kembali dan akhirnya memilih menjadi pelanggan tetap. Memperhatikan kualitas tulisan dan juga tampilan ini akan jadi lebih penting lagi ketika blog sudah nenpunyai pengiklan. Sebab kalau sampai blog tidak lagi menarik bagi pembaca, bisa dipastikan trafik akan menurun. Dan pengiklan tidak mau memasang promosinya di blog yang sepi pengunjung.

Di titik ini, blogger sudah dapat disamakan dengan entrepreneur karena terus-menerus mencari ide-ide segar serta mencoba berbagai terobosan untuk dapat tetap eksis serta memenangkan ketatnya persaingan. Karena itu dalam perjalanannya baik blogger maupun entrepreneur harus senantiasa kreatif dan inovatif agar terus berkembang mejadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Bagaimana pendapat Anda?


Catatan: Artikel ini saya buat sewaktu sedang berlibur di tempat calon mertua di Pemalang. Rencananya akan diposting Sabtu, 4 Oktober, lalu. Tapi karena sampai saya pulang ke Jogja tidak ada warnet yang buka, maka baru bisa diposting sekarang. Dan habis ini saya mesti pergi lagi. Kali ini lebih jauh, ke Tangerang. Entah sampai kapan... :((

Minggu, 28 September 2008

Google Translate Support Bahasa Indonesia Lho...

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Google Translate Support Bahasa Indonesia Lho...
Link Tittle : Google Translate Support Bahasa Indonesia Lho...

lihat juga


Satu lagi berita gembira bagi Anda yang masih belum pede dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Setelah sebelumnya diuntungkan dengan kehadiran situs paid review lokal, maka kini Google yang bakal memudahkan jalan Anda meraih dolar di internet. Dengan bantuan The Big G, Anda bisa membuat artikel dalam bahasa Inggris sekalipun skill bahasa Inggris Anda pas-pasan. Serius lo? Yap, saya serius! Bagaimana caranya?

Anda pasti sudah tahu Google Translate, bukan? Itu lho, layanan penerjemah multibahasa milik Google. Layanan ini biasa digunakan para pemain paid review untuk mengubah satu artikel menjadi artikel orisinil yang sama sekali lain dari aslinya. Caranya dengan menerjemahkan artikel asli ke beberapa bahasa lain, lalu mengembalikannya ke bahasa Inggris. Nah, sekarang kita tidak perlu repot-repot lagi menerjemahkan berulangkali ke beberapa bahasa karena Google Translate sudah men-support bahasa Indonesia.

Berita ini pertama kali saya ketahui waktu berkunjung ke blognya Giredo. Begitu selesai membaca postingnya Giredo saya langsung meluncur ke Google Translate. Ternyata benar, pilihan bahasa Indonesia ada di antara deretan bahasa-bahasa lainnya. Test drive langsung saya lakukan. Satu paragraf dari artikel tentang ReviewMu yang saya tulis dua hari lalu dijadikan bahan percobaan. Dan beginilah hasilnya:

Photobucket

Hasil terjemahannya tidak begitu mengecewakan koq, meskipun susunan tata bahasanya banyak yang rancu. Kita masih perlu melakukan perbaikan dan mengedit hasil terjemahan ini sebelum dipublikasikan di blog atau di-submit di pemain situs-situs article directory. Dan buat Anda yang hobi menulis dengan bahasa gaul alias tidak mengindahkan EYD, Google Translate sepertinya tidak mengenali kosakata seperti "dong" atau "kan". Coba perhatikan kata-kata yang saya beri garis bawah hijau pada gambar di atas.

Selain menerjemahkan artikel, Google Translate juga sudah menyediakan fasilitas penerjemah halaman situs dari dan ke bahasa Indonesia. Untuk menerjemahkan satu halaman situs kita memasukkan alamat URL halaman yang akan diterjemahkan di kolom paling bawah lalu klik tombol "Translate". Sebagai percobaan saya memasukkan alamat URL posting tentang ReviewMu untuk membandingkan hasilnya dengan hasil terjemahan artikel sebelumnya. Hasilnya silakan lihat gambar berikut:

Photobucket

Ternyata hasil terjemahannya tidak jauh berbeda. Maksud saya, sama-sama banyak yang rancu. Tata bahasa Indonesia yang berbeda dengan grammar bahasa Inggris menyebabkan hasil terjemahan Google masih perlu diedit agar bisa dimengerti para pengguna bahasa Inggris. Artinya, kita tetap harus memeras otak untuk menghasilkan konten berbahasa Inggris. Tapi paling tidak dengan bantuan Google Translate kerja kita tidak seberat dan serepot dulu lagi. Iya nggak sih?

Btw, kapan ya Google AdSense men-support bahasa Indonesia? :(

Selasa, 16 September 2008

Trafik dari Article Directory

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Trafik dari Article Directory
Link Tittle : Trafik dari Article Directory

lihat juga


Selain untuk menjaring backlink, situs article directory ternyata juga cukup menjanjikan sebagai pintu masuk pengunjung ke blog kita. Terlalu berbelit ya bahasanya? Gampangnya, situs article directory juga dapat menjadi sumber trafik bagi blog kita. Buat Anda yang sudah mengikuti seri artikel "Backlink dari Article Directory" di dua posting sebelumnya saya yakin sudah bisa menangkap maksud tulisan ini.

Seperti dibahas di posting sebelumnya, setiap situs article directory biasanya menyediakan sebuah resource box yang ditempatkan di bawah masing-masing artikel yang kita tulis. Resource box ini berisi penjelasan singkat mengenai diri kita dan link ke web/blog yang dipunyai. Nah, inilah yang bisa dioptimalkan untuk menjaring pengunjung ke blog kita. Caranya?

Kunci utama terletak pada kualitas artikel yang Anda tulis. Kalau artikel yang Anda tulis mampu membuat pembaca terkesan, besar kemungkinan mereka jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Anda. Atau ada juga yang jadi ingin tahu dengan tulisan-tulisan Anda lainnya. Kemana mereka akan menuju? Kemana lagi kalau bukan ke blog yang kita cantumkan dalam resource box?

Karena itulah saya sangat menyarankan untuk menulis artikel bertopik sama atau paling tidak berhubungan dengan tema blog Anda. Jadi saat pembaca artikel Anda terkesan dan kemudian mengklik link menuju blog, mereka tidak merasa salah tujuan. Maksud hati ingin memperbanyak referensi tentang optmimalisasi blog seperti yang sudah dibaca, eh koq malah masuk ke blog yang membahas masalah investasi dinar Iraq. Gak nyambung banget kan?

Kalau Anda mengelola blog berbahasa Inggris, ada banyak situs article directory yang bisa dijadikan sumber trafik. Beberapa di antaranya sudah saya sebutkan di sini. Buat Anda yang hanya punya blog berbahasa Indonesia tidak perlu berkecil hati. Saat ini sudah ada beberapa situs serupa. Meskipun oleh pengelolanya disebut sebagai situs citizen journalism, namun sifatnya mirip dengan situs article directory. Jadi Anda dapat men-submit artikel secara bebas di sana.

Satu yang paling saya sarankan adalah Wikimu.com. Tidak hanya saling bertukar informasi melalui artikel (atau "warta" menurut istilah Wikimu), member-member Wikimu juga berkesempatan untuk saling menyapa secara langsung. Bisa lewat chatting rame-rame seperti yang diadakan awal puasa lalu. Bisa juga dengan bertatap muka karena secara berkala pengelola Wikimu mengadakan acara-acara off line seperti diskusi, gathering, atau sekedar kumpul-kumpul bareng antar anggota Wikimu.

Situs lainnya adalah KabarIndonesia.com. Hampir sama dengan Wikimu, namun situs ini berkedudukan di Belanda. Beberapa membernyapun banyak yang tersebar di luar negeri. Saya pribadi punya pengalaman jelek dengan situs satu ini. Ceritanya, saya memergoki satu artikel tentang pemenang Putri Indonesia 2008 di situs tersebut yang sebagian isinya persis sama dengan posting saya. Kebetulan sekali waktu publikasi artikel tersebut selisih hampir 24 jam dari posting saya. Kebetulan lagi waktu itu posting saya menempati urutan pertama di SERP Google untuk kata kunci “Pemenang Putri Indonesia 2008”. Tapi saat saya mengajukan konfirmasi, redaksinya hanya menanggapi dingin dan penulisnya malah mengata-ngatai saya. Dasar nasib…

Eit, koq malah curhat. Ya sudah, sepengetahuan saya hanya dua situs tersebut yang menerima artikel berbahasa Indonesia. Jadi, coba rajin-rajinlah menulis di sana. Jangan lupa sertakan link blog Anda di biodata penulis maupun di ujung artikel. Mudah-mudahan cara ini dapat meningkatkan trafik blog Anda. Amin.

Senin, 15 September 2008

Backlink dari Article Directory (2)

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Backlink dari Article Directory (2)
Link Tittle : Backlink dari Article Directory (2)

lihat juga


Setelah mengetahui bahwa kita dapat memperoleh backlink berkualitas dengan menulis di situs article directory, hal terpenting yang harus dilakukan selanjutnya tentu saja menulis artikelnya. Bagaimana langkah-langkahnya?

Mudah koq. Pertama-tama tentu saja Anda harus menyiapkan artikel yang akan di-submit. Kalau bisa jangan hanya satu. Siapkan beberapa buah artikel masing-masing sepanjang 400-600 kata dengan niche tertentu yang sesuai tema blog Anda. Misalnya blog Anda banyak membahas tentang bisnis online, maka sebisa mungkin artikel yang akan di-submit topiknya juga seputar bisnis online. Kalau blog Anda membahas tentang Jogja, ya artikel yang ditulis juga mesti berkisar tentang Jogja.

Kenapa mesti menyesuaikan topik artikel dengan tema blog?
Ya, alasan gampangnya sih biar nyambung aja. Setiap artikel di situs article directory kan ada resource box berisi biodata singkat penulis plus alamat web/blog. Kalau pembaca artikel Anda merasa apa yang Anda tulis menarik dan berguna baginya, besar kemungkinan ia akan mengklik link menuju blog Anda. Kan bakalan lucu jadinya kalau Anda menulis tentang SEO, tapi begitu pembaca sampai di blog koq isinya malah seputar perawatan bayi.

Oke, setelah artikel siap kini saatnya mencari situs article directory untuk men-submit artikel-artikel tersebut. Berikut beberapa situs article directory yang paling disarankan oleh banyak ahli article marketing maupun ahli SEO:

* EzineArticles.com
* GoArticles.com
* ArticleBase.com
* ArticleCity.com
* ThePhantomWriters.com
* Isnare.com
* IdeaMarketers.com
* ArticleDashboard.com
* ArticleFriendly.com
* ArticleBeach.com

Banyak sekali? Anda tidak harus menulis ke semua situs yang disebutkan di atas koq. Pilih saja beberapa yang paling sesuai bagi Anda. Saya sendiri hanya menulis di 3 situs teratas. Saya pernah men-submit beberapa artikel di ArticleCity. Namun ternyata harus menunggu beberapa bulan untuk mengetahui apakah artikel kita layak muat atau tidak. Padahal di EzineArticles hanya butuh waktu kurang dari 7 hari. Sedangkan di ArticleBase dan GoArticles malah langsung terpublikasi begitu artikel disubmit.

Kalau tidak bisa menulis dalam bahasa Inggris bagaimana? Gampang. Pakai saja jasa penterjemah di rental-rental komputer. Tulis artikelnya dalam bahasa Indonesia, kemudian serahkan ke penterjemah. Tarif yang dipasang biasanya berkisar antara Rp 1500 – Rp 3000/lembar. Mau yang lebih gampang lagi? Bayar saja penulis konten yang sekarang sedang menjamur. Tarifnya berkisar antara $0.5 - $1/100 kata. Tidak mau keluar uang sama sekali? Pakai saja jurus kopi-paste aman yang pernah saya sampaikan dulu.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 14 September 2008

Backlink dari Article Directory

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Backlink dari Article Directory
Link Tittle : Backlink dari Article Directory

lihat juga


Ada banyak cara untuk mencari backlink. Dulu saya pernah memaparkan cara mudah memperoleh backlink, yaitu dengan berkomentar di blog yang menganut dofollow (seperti blog ini). Tentu saja yang dimaksud adalah komentar yang sebenar-benarnya, yaitu komentar yang menanggapi isi posting. Komentar seperti “pertamax”, “keduax”, dsb. boleh-boleh saja. Tapi harus diingat bahwa tidak semua pemilik blog menyukai komentar-komentar singkat seperti itu.

Nah, cara lain mengumpulkan backlink adalah dengan menulis di situs article directory. Maksudnya menulis artikel? Ya, benar sekali! Namanya saja sudah article directory alias direktori artikel, tentu saja yang harus ditulis adalah artikel. Dalam bahasa Inggris? Tidak harus sih, tapi amat sangat disarankan sekali. Hehehe… Btw, bagaimana caranya koq kita bisa memperoleh backlink dari situs article directory?

Begini. Biasanya setiap situs article directory menyediakan resource box yang boleh diisi dengan penjelasan singkat mengenai diri kita plus beberapa link. Karena tujuan kita mencari backlink untuk blog, maka isikan saja link blog kita. Nah, dari link yang diisikan di resource box inilah backlink didapat. Asyiknya lagi, kita bisa menggunakan anchor text apa saja yang kita inginkan.

Patut dicatat juga bahwa beberapa situs article directory top memiliki peringkat (pagerank) tinggi. Demikian juga dengan popularitas dan trafiknya. Menempatkan link Anda di sana tentu saja akan sangat berpengaruh pada popularitas link tersebut. Sekaligus juga sangat mempengaruhi kecepatan sebuah blog untuk terindex oleh mesin pencari seperti Google. Koq bisa?

Setiap saat kan pasti ada yang men-submit artikel baru di situs article directory. Hal ini membuat situs tersebut jadi ter-update. Karena itu crawler Google akan lebih sering datang dan mengindex situs-situs article directory. Link yang Anda pasang di resource box artikel tentu saja ikut terjaring. Inilah yang membuat blog Anda lebih cepat di-index oleh mesin pencari seperti Google. Beberapa ahli SEO bahkan mengatakan bahwa cara ini membuat blog Anda terindex jauh lebih cepat dibandingkan dengan men-submit sendiri alamat blog ke Google.

Selain itu, tujuan dari situs article directory adalah menyediakan konten gratis bagi webmaster. Semua artikel di situs article directory bebas dipublikasikan kembali oleh siapapun dengan satu syarat: tidak mengubah isi dalam resource box. Bila artikel Anda dipublikasikan ulang oleh situs lain, maka Anda akan memperoleh backlink tambahan. Semakin bagus artikel yang Anda tulis, semakin besar kemungkinan bagi artikel tersebut untuk dipublikasikan ulang oleh banyak situs lain. Itu berarti semakin besar kemungkinan Anda untuk memperoleh banyak backlink. Asyik kan?

Jadi tertarik menulis di article directory? Saya tahu Anda pasti tertarik mencobanya. Karena itu di posting mendatang kita akan membahas tentang langkah-langkah menulis di situs article directory plus situs-situs article directory yang paling disarankan. Tunggu ya…

Selasa, 26 Agustus 2008

Sedikit Mengenai Nembak Keyword

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Sedikit Mengenai Nembak Keyword
Link Tittle : Sedikit Mengenai Nembak Keyword

lihat juga


Setelah beberapa kali diskusi melalui SMS dan email bersama Bang Zalukhu, saya beberapa kali mencoba nembak keyword di blog ini. Padahal awalnya saya sama sekali tidak setuju dengan kegiatan tembak-menembak yang satu itu. Alasannya sederhana, saya menilai bahwa nembak keyword menyesatkan para pencari informasi di Google. Kasihan kan kalau mereka tersasar di blog kita dan tidak menemukan apa yang mereka cari? Tapi satu posting yang dibuat Bang Zalukhu di blog ini mengubah pemikiran saya.

Sebenarnya perlu tidak sih nembak keyword itu? Untuk mendongkrak trafik organik dari search engine tentu sangat perlu. Namun satu hal yang harus dicatat, jangan menembak sebuah kata kunci hanya karena semata-mata ingin meningkatkan trafik. Maksud saya, jangan nembak keyword dengan posting ala kadarnya yang hanya akan membuahkan rasa kecewa bagi pengunjung yang datang dari search engine. Ada jalan tengah yang memungkinkan kita untuk tetap nembak keyword dan mencari pengunjung dari search engine tanpa harus membuat kecewa pengunjung yang “tertembak”.

Mari kita berandai-andai. Posisikan diri Anda sebagai pencari informasi. Katakanlah Anda sedang mencari referensi tentang Gemala Krupskaya, presenter acara Nuansa 1000 Pulau di TV One. Pertama-tama tentu Anda akan membuka mesin pencari, terutama Google sebagai mesin pencari nomor satu. Kemudian Anda mengetikkan sebuah kata kunci dan beberapa detik kemudian melihat deretan situs di halaman hasil pencarian. Apa yang Anda harapkan dari situs-situs tersebut? Tentu saja informasi tentang Gemala Krupskaya, bukan? Bisa jadi perjalanan karirnya, bisa juga kisah masa kecilnya, dll. Anda pasti akan merasa dongkol kalau ternyata hanya menemukan sebuah artikel pendek berisi topik lain yang kebetulan saja menyinggung-nyinggung nama presenter cantik bernama belakang ala Rusia tersebut. (Ssst, seperti posting ini kali ya? Hehehe.)

Nah, dengan memposisikan diri sebagai pencari informasi melalui search engine, Anda tentu tahu apa yang sebaiknya dilakukan saat nembak keyword. Yap, buatlah sebuah posting yang benar-benar informatif. Misalkan Anda ingin menembak kata kunci “Pemenang Indonesian Idol 2008”, maka buatlah sebuah posting yang benar-benar menceritakan tentang si pemenang kontes tersebut. Bisa berupa artikel yang menceritakan kemeriahan acara pemilihan pemenang, atau bisa juga sebuah feature tentang keseharian si pemenang. Yang jelas posting tersebut mesti benar-benar informatif dan relevan dengan kata kunci “Pemenang Indonesian Idol 2008”. So, saat pengunjung membaca posting tersebut tidak merasa kecewa.

Dulu saya sering sekali menemui beberapa blog yang nembak keyword dengan posting ala kadarnya. Terkadang malah hanya menyinggung sedikit saja dari kata kunci yang ditembaknya. Misalnya yang ditembak kata kunci “Pemenang Putri Indonesia 2008”, eh dia hanya menulis satu-dua paragraf penuh emosi tentang ketidaksukaannya pada pendapat juri yang memilih Zivanna Letisha Siregar sebagai pemenang. Gak penting banget kan? Itulah sebabnya kenapa dulu saya bilang nembak keyword menyesatkan para pencari informasi.

Nah, inti yang ingin saya sampaikan adalah, nembak keyword itu perlu untuk meningkatkan trafik dari search engine. Bukti terdekat ya blog ini. Mulanya trafik EkoNurhuda.com selalu di bawah 50 hit/hari. Setelah Bang Zalukhu nembak keyword “Pemenang Indonesian Idol 2008” di posting ini, angka 100 hit/haripun langsung dilewati. Kemudian ketika saya sukses nembak keyword “Pemenang Putri Indonesia 2008”, trafik blog ini semakin meningkat meski tak seramai Zalukhu.com. Dari posting “Pemenang Indonesian Idol 2008” pula saya belajar banyak mengenai cara menembak keyword yang elegan. Kata kunci yang diincar dapat, informasi yang dibutuhkan para pencarinya juga terpenuhi. Adil kan?

Catatan: Maaf buat yang nyasar ke sini waktu mencari info Gemala Krupskaya.

Senin, 18 Agustus 2008

Sehari Menguasai Google

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Sehari Menguasai Google
Link Tittle : Sehari Menguasai Google

lihat juga


Berada di urutan 1 SERP Google tentu bahagia sekali rasanya. Begitulah yang saya rasakan pada tanggal 16 Agustus 2008 kemarin. Karena tanggal 15 Agustus malam ada pemilihan Putri Indonesia 2008, maka saya coba-coba nembak keyword dengan menulis posting tentang pemenang Putri Indonesia 2008. Harapannya tentu saja buat menarik trafik dari search engine, terutama Google. Hasilnya? Sangat tidak disangka-sangka! Ternyata posting tersebut menduduki peringkat 1 untuk kata kunci "pemenang Putri Indonesia 2008". Pfiuh, senangnya...

Saking senangnya, saya sampai membuat mem-print screen-kan halaman-halaman membanggakan tersebut. Pertama-tama jelas saja SERP Google di mana posting saya jadi nomor 1, trus widget-nya Feedjit yang selama sehari itu hanya menampilkan tulisan "..... arrived from google.com on www.EkoNurhuda.com: Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008", dan tak ketinggalan pula statistik dari MyBlogLog. Buat apa? Buat apalagi kalau bukan untuk dipamer-pamerkan. Hihihi... Gak ding, maksudnya ya tentu saja buat kenang-kenangan bahwa saya pernah berada di posisi 1 SERP Google. Hehehe, katrok banget ya?

Ini screenshot SERP Google, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot Feedjit di sidebar EkoNurhuda.com, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot statistik MyBlogLog, 16 Agustus 2008.

Sayang disayang, kebahagiaan meraih posisi puncak di SERP Google tersebut hanya bisa saya nikmati sehari. Ya, cuma tanggal 16 itu saja. Ketika Bocah Iseng membuat posting dengan tema sama, langsung deh posisi saya melorot. Gantian Bocah Iseng jadi di urutan pertama. Tanggal 17 saya cek lagi, eh, ternyata sudah melorot lagi jadi posisi 4. Tapi Gpp deh, yg penting masih bertahan di halaman pertama. Target saya posting itu bisa tetap ada di 10 besar alias halaman pertama SERP Google paling tidak untuk seminggu ini saja. Toh, niatan awalnya juga cuma belajar nembak keyword.

Oya, satu hal penting yang saya pelajari dari tergesernya EkoNurhuda.com oleh BocahIseng.blogspot.com adalah, menempatkan keyword yang diincar pada judul posting sangat mempengaruhi posisi blog di SERP Google. Coba saja bandingkan judul posting saya dan judul postingnya si Bocah Iseng, ternyata judul posting si Bocah Iseng mengandung keyword "pemenang Putri Indonesia 2008". Sedangkan judul posting saya tidak plek seperti itu. So, sayapun harus rela tergeser ke bawah. Kebetulan saya dan si Bocah Iseng sama-sama menggunakan Blogger/BlogSpot, jadi ini juga bisa jadi pelajaran bagi Anda sesama pengguna Blogger.

So, buat Bocah Iseng selamat ya. Google is in hour hand, Bro. Dan saya juga mesti berterima kasih pada Bang Zalukhu. Jurus SEO Balita yang Abang ajarkan ternyata memang manjur. Good job, Bro!

Rabu, 02 Juli 2008

Ada John Chow di EkoNurhuda.com

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ada John Chow di EkoNurhuda.com
Link Tittle : Ada John Chow di EkoNurhuda.com

lihat juga


Bagaimana rasanya kalau blog Anda kedatangan blogger top? Wuih, tentu saja bukan main bangganya. Terutama bagi blogger newbie seperti saya ini. Kedatangan blogger top adalah sebuah berkah tak ternilai. (Hehe, berlebihan banget gak sih?) Soalnya boro-boro membuat blogger top mau datang berkunjung, menarik minat sesama blogger newbie saja susahnya minta ampun.

Nah, satu kejutan saya terima beberapa hari lalu. John Chow, seorang blogger top dunia (ya, dunia!), entah mengapa koq mau memasang iklan di EkoNurhuda.com. Memang iklannya cuma via EntreCard, tapi tetap saja aneh plus mengejutkan bagi saya. Lha wong saya dengan John Chow itu tidak ada apa-apanya koq. Saya itu masih newbie, bahkan boleh dibilang mbahnya newbie. Sedangkan John Chow itu bloggger top markotop yang sudah sangat terkenal di seluruh jagat blogosphere. Seharusnya justru saya yang memasang iklan di blognya, bukannya dia yang pasang iklan ke saya.

Ya sudahlah, itu berarti rejeki saya. Lumayan juga dapat tambahan kredit EC. Apalagi John Chow tidak hanya memasang iklan di EkoNurhuda.com saja, tapi juga 2 blog lain yang saya daftarkan ke EC. Widget John Chow di EkoNurhuda.com sebenarnya sudah terpajang beberapa hari lalu, tapi saya melakukan kesalahan waktu menyimpan screenshot-nya sehingga gagal diabadikan. Untungnya widget yang lain waktu penayangannya selisih beberapa hari sehingga saya bisa menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Hehehe…

Yuk, kita lihat seperti apa sih John Chow itu.



Ini gambar waktu widgetnya terlihat di dashboard EC saya.



Yang ini waktu tayang di blog berbahasa Inggris saya.

Ngomong-ngomong, bagaimana sih ceritanya koq sampai John Chow mau memasang iklan di blog-blog saya? Karena harganya masih murah? Saya yakin bukan karena itu. Sebab sekalipun harga iklan EC saya lebih mahal 100 kali lipat sekalipun tetap saja John Chow mampu membayarnya. Jadi apa dong?

Ceritanya sederhana koq. Sejak pertama kali tahu blognya John Chow akhir 2007 lalu, saya rajin berkunjung dan meninggalkan komentar. Terutama di posting yang komentarnya masih sedikit. Saking rajinnya saya bahkan sempat jadi komentator pertama di salah satu posting blogger etnis China yang tinggal di Kanada ini. Saya juga beberapa kali mengirim email meskipun tidak semuanya dibalas. Selain itu saya selalu menyapanya lewat Google Chat bila melihat tombol di sebelah namanya berwarna hijau. Hanya itu.

Oya, saya juga punya satu rencana berkaitan dengan John Chow. Beruntung bagi saya, blogger yang kerap diundang dalam berbagai event internasional ini menyetujui rencana tersebut. Apa rencananya? Masih rahasia. Tapi tidak lama lagi rahasia tersebut akan saya beritahu koq. Mudah-mudahan setelah selesai ujian semester seminggu ini rencana tersebut dapat segera saya selesaikan sehingga dapat segera saya umumkan di sini. Amin.

Sudah, ah. Saya mau buat tugas buat ujian dulu. Doakan saya supaya dapat nilai bagus ya. Trims.

Senin, 30 Juni 2008

Apa? Nyari Duit dengan Blog??? (2)

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Apa? Nyari Duit dengan Blog??? (2)
Link Tittle : Apa? Nyari Duit dengan Blog??? (2)

lihat juga


Melanjutkan cerita di posting sebelumnya, teman saya yang semula menyatakan kalau ngeblog itu hanyalah sebuah pemborosan kini malah tertarik sekali mempelajari blog. Sayang disayang, ternyata motivasi utamanya uang. Ya, dia tertarik pada blog karena ingin mencari uang dengan blog. Padahal menurut beberapa blogger senior seperti John Chow dan Yaro Starak, memulai blog dengan motivasi uang hanya akan berakhir pada kegagalan. Dan saya yakin ucapan mereka betul.

Berkaitan dengan teman saya tadi, tentu tidak mungkin dong saya sampaikan hal tersebut. Salah-salah saya malah dianggap pelit, tidak mau berbagi ilmu. Namun tetap saja saya harus menyampaikan kenyataan sesungguhnya bahwa mencari uang dengan blog itu bukan perkara gampang. Butuh pengorbanan di masa awal, butuh kesabaran dan ketelatenan pada saat blog sudah berjalan stabil, serta butuh sikap rendah hati luar biasa untuk terus belajar demi mencapai perolehan yang lebih baik dari waktu ke waktu.



Pada teman saya, kalimatnya saya sederhanakan menjadi begini, “Kamu yang penting buat blog saja dulu. Urusan mencari duit dipikir nanti saja setelah blogmu jadi.” Dia lantas bertanya, “Memang tidak bisa ya langsung dapat duit?” Nah, inilah pertanyaan yang paling saya takuti. Bagaimana menjawabnya? Saya hanya berkata diplomatis, “Segala sesuatu itu kan butuh proses.” Diapun diam.

Besok-besoknya, itu teman ternyata malah tidak tertarik lagi ngeblog. Alasannya ada-ada saja. Alasan pertama tidak bisa membuat blog. Katanya dia belum pernah membuat blog, jadi tidak tahu bagaimana caranya membuat blog. Ini alasan lucu bagi saya. Kalaupun memang itu alasannya, kan ada saya yang siap membantu? Saya dulu juga tidak bisa membuat blog. Tapi berkat kemauan belajar dan keberanian mencoba (plus berkorban uang yang tidak sedikit untuk berjam-jam online di warnet), akhirnya saya bisa juga.

Alasan kedua, dia bilang tidak pintar bahasa Inggris. Meskipun merasa gemas, saya tidak mau mendebat alasannya. Saya hanya menunjukkan profil Muridman dalam eBook wawancara publisher sukses AdSense yang disusun Mas Cosa. Dalam wawancara tersebut Muridman cerita kalau dia awalnya sama sekali tidak bisa bahasa Inggris. Tapi berkat kemauan belajar yang kuat akhirnya ia malah menjadi salah satu publisher AdSense sukses di Indonesia. Setelah membaca wawancara tersebut, saya tambahkan pada teman saya tadi, “Kalau memang kesulitan bahasa Inggris, buat saja blog bahasa Indonesia. Blog-ku juga berbahasa Indonesia koq.” Dia hanya diam.

Alasan ketiga, dia bilang kalau dia tidak bisa menulis. Hmm, ini juga alasan tidak masuk akal. Masa iya dia yang sudah sarjana mengaku tidak bisa menulis? Bohong besar itu! Catat baik-baik, setiap sarjana seharusnya pandai menulis. Kenapa? Karena mereka lulus jadi sarjana itu berkat menulis. Tidak main-main, yang ditulis sebuah karya ilmiah dengan referensi minimal 30 judul buku. So, kalau sudah jadi sarjana mengaku tidak bisa menulis, terus terang saya ragu dengan skripsi yang dia susun.

Akhirnya, setelah beragam alasan yang dia lontarkan saya berkesimpulan kalau si teman tadi tidak benar-benar ingin belajar ngeblog. Dia pikir dengan blog dia bisa mendapat uang dengan mudah dan cepat. Tapi begitu tahu prosesnya panjang dan butuh kesabaran ekstra, dia memilih mundur dengan berjuta alasan yang sebenarnya hanyalah alasan belaka. Saya jadi teringat ucapan seorang teman SMA yang sekarang sudah terbilang sukses besar dengan satu perusahaan MLM.

“Kalau ingin sukses, lupakanlah alasan. Tapi kalau mau alasan, lupakanlah sukses.”

Bagaimana pendapat Anda?


NB: Akhirnya Spanyol jadi pemenang Euro 2008. Ayo baca apa yang saya tulis tentang momen paling hot dalam sepakbola Eropa ini di blog sepakbola saya.

Sabtu, 28 Juni 2008

Apa? Nyari Duit dengan Blog???

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Apa? Nyari Duit dengan Blog???
Link Tittle : Apa? Nyari Duit dengan Blog???

lihat juga


Bagi kebanyakan teman-teman sekos saya, internet itu hanyalah kebutuhan tersier yang jarang-jarang digunakan. Paling sering mereka ke warnet tiga kali seminggu. Itupun cukup mengecek email dan googling data untuk mengerjakan tugas dari kampus. Tidak sampai sejam selesai sudah aktivitas online mereka.

Berangkat dari sini tidak heran jika teman-teman saya bertanya-tanya kenapa saya begitu sering ke warnet. Kalau mereka paling sering seminggu tiga kali, saya kebalikannya. Hampir tiap hari saya ke warnet, dan tidak pernah sebentar. Paling cepat dua jam. Tentu saja itu merupakan hal aneh bagi mereka. Cuma tidak satupun dari mereka yang berani bertanya apa saja yang saya kerjakan kalau ke warnet. Karena tidak ada yang bertanya maka sayapun tidak mau dong menceritakan apa yang saya kerjakan di internet. Tar malah dibilang sok lagi.

Eh, ternyata serapat-rapat kita menyimpan kotoran, suatu saat pasti akan keluar juga. Maksud saya, sepandai apapun kita menyimpan rahasia, suatu waktu pasti akan diketahui orang. Begitu juga dengan “rahasia” kehidupan online yang saya simpan rapat-rapat. Suatu hari saat sedang mengotak-atik blog di warnet langganan dekat kos, seorang teman datang dan memergoki aktivitas saya. Dari sanalah berita kemudian menyebar.

Kebetulan saya dulu pernah meminjamkan buku tentang blog pada seorang teman. Ketika mendengar berita tentang kehidupan online saya, diapun memberanikan diri bertanya. Pertanyaannya standar sih, “Kamu buat blog ya?” Saya jawab pendek saja, “Iya.” Trus pertanyaan kedua meluncur, “Susah nggak sih buat blog itu?” Saya jawab dengan malas-malasan, “Pertamanya jelas susah. Tapi kalau sudah terbiasa jadi mudah.” Hehehe, jawaban yang sangat standar sekali ya?

Dialog itupun meluncur sampai menyinggung hal yang sangat sensitif: uang! Awalnya teman saya berkomentar, “Kalo punya blog berarti harus sering-sering ke warnet. Kalau nggak kan berarti blognya nggak bisa di-update.” Saya tanggapi singkat, “Memang iya.” Nah, komentar kedua ini yang bikin panas telinga para blogger, terutama yang mencari uang dengan blog. Begini katanya, “Kalau begitu punya blog ngabis-ngabisin duit ya? Kalau tiap hari harus ke warnet kan boros.” Apa jawaban Anda kalau ada yang berkomentar begini pada Anda?

Apapun jawaban Anda, minumnya The Botol Sosro. Eh, bukan. Maksudnya, apapun jawaban Anda, kalau saya memilih balik menembak orang tersebut. Terhadap teman yang tadipun begitu. Selesai dia mengucapkan kata terakhir, saya langsung berkata, “Siapa bilang? Justru kita bisa nyari duit dengan blog koq.” Tak lupa pula menyisipkan kisah nyata sebagai penguat argument. “Di Surabaya ada cowok yang bisa dapat puluhan juta rupiah sebulan dari blog (maksudnya Mas Cosa Aranda). Trus di Tegalgendu, Kotagede, ada juga yang bisa dapat segitu. Juga dari blog (maksudnya Mas Isnaini. Eh, tapi kayanya sudah pindahan deh).”

Hmm, bisakah Anda tebak bagaimana reaksi teman saya tadi setelah mendengar jawaban saya? Skeptis, itu jelas karena saya hanya bilang “ada” tapi buktinya tidak bisa saya tunjukkan. Tidak mungkin kan saya ajak dia ke tempat Mas Isnaini atau Mas Cosa hanya untuk membuktikan bahwa mereka berdua benar-benar menghasilkan uang dari blog. Melihat wajah tidak percayanya itu saya jadi gemas. Kebetulan komputer sedang menyala. Kebetulan pula saya rajin menyimpan screenshot halaman bonus beberapa program yang saya ikuti. Tidak menunggu lama, saya langsung membuka file-file rekaman penghasilan saya di internet dan menunjukkannya ke dia.

Melihat deretan angka $2, $5, $8 dan $10 yang akumulasinya mencapai ratusan dolar, teman saya tadi langsung mengernyitkan kening. Tidak saya sangka-sangka ternyata dia dalam hati menghitung berapa yang sudah saya hasilkan. “Empat juta,” gumamnya entah kepada siapa. Trus dia bertanya, “Itu berapa lama kamu kumpulkan?” Saya jawab jujur, “Sejak Januari”. Saya tambahkan lagi, “Ini komputer belinya pake uang itu.”

Diapun terdiam. Entah apa yang ada di benaknya. Bisa jadi bingung mau bilang apa lagi. Bisa juga karena kagum melihat apa yang sudah saya hasilkan dari blog. Padahal jumlah itu masih teramat kecil jika dibandingkan dengan penghasilan blogger senior yang jauh lebih lama berkecimpung di dunia online earning. Coba dia tahu penghasilan Mas Cosa atau Mas Isnaini, saya jamin dia langsung megap-megap. Ujung-ujungnya (cerita mesti ada ujung kan? Kalau tidak ada ujung trus bagaimana?), teman saya malah bilang tertarik mempelajari blog. Dia juga bilang mau belajar mencari uang dengan blog. Aneh, padahal hanya beberapa saat sebelumnya dia bilang punya blog itu boros dan hanya menghabiskan uang saja. Dasar!

Bersambung………..

NB: Nanti malam final Euro 2008. Saya buat prediksi ngawur di blog sepakbola saya. Kalau ada yang mau ikut-ikutan ngawur, eh, maksudnya berprediksi, monggo datang ke sana.