Kamis, 04 Desember 2008

Cari Duit di Internet Mudah?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cari Duit di Internet Mudah?
Link Tittle : Cari Duit di Internet Mudah?

lihat juga


Sore kemarin saya janjian ketemu dengan Ardy Pratama di Plaza Ambarrukmo, Jogja. Rencananya sih cuma mau membahas Tabloid Internet, khususnya mengenai rencana pendirian biro Jogja di mana saya sangat berminat sekali untuk turut terlibat. Namanya juga tidak pernah bertemu muka, obrolannya ya jadi tidak bisa fokus pada Tabloid Internet saja. Pokoknya apaaaa saja kami bicarakan. Waktu matahari sudah mulai tidak kelihatan, baru deh kami turun untuk pulang.

Belum sampai lantai dasar koq saya iseng pengen masuk toko buku Gramedia. Awalnya sih cuma pengen cuci mata, sambil mengamati buku apa saja yang jadi best seller saat ini. Hmmm, ternyata masih tetap seputar bisnis dan kewirausahaan (entrepreunership). Eits, tapi tunggu dulu! Ardy kemudian mengajak saya ke rak best seller lain. Dan, guess what? Isinya buku-buku tentang "cara mudah mencari duit di internet"! Wow, what a surprise! Coba lihat deh hasil jepretan saya kemarin:





Satu per satu kami 'intip' buku-buku yang dipajang di rak tersebut. Judulnya benar-benar menggiurkan. Beberapa di antaranya yang sempat saya catat adalah "Mudah Meraup Dolar di Internet", "Cari Duit Modal Dengkul Cara Blogger", "Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet", "30 Rahasia Cari Uang di Internet", dan termasuk juga buku yang dibuat dari hasil membajak posting beberapa blogger senior berjudul "Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet" 'karya' Fajar YS Zebua. Hmmm, saya dan Ardy jadi geleng-geleng kepala. Dan gelengan kepala kami jadi lebih kencang karena dari semua penulis buku itu tidak ada satupun yang kami kenal sebagai blogger!

Gejala apa ini? Tidak bisa dipungkiri lagi, booming blog dan make money blogging sedang melanda Indonesia. Di tengah susahnya mencari lahan pekerjaan seperti sekarang, orang butuh alternatif. Kalau dulu yang dilirik sebagai alternatif adalah ragam peluang wirausaha, maka sekarang mereka melirik blog dan make money blogging. Saya pribadi senang dengan banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis seperti itu? Sementara kalau dilihat isinya tidak terlalu istimewa koq. Coba bayangkan, judulnya "Mudah Meraup Dolar di Internet", tapi isinya cuma tentang cara-cara membuat blog, mendaftar ke program-program seperti Google AdSense, Amazon, dll. Semudah itukah? Oo, tentu tidak! Cari duit di internet itu pedih, Jenderal!

Lalu ada pula buku yang berjudul "Berbisnis Lewat Internet dengan PayPal". Apa yang Anda bayangkan dari buku berjudul demikian? Jangan berharap terlalu banyak. Setelah dibaca ternyata isinya hanya definisi dan fungsi PayPal, langkah-langkah mendaftar di PayPal, penjelasan fitur-fitur PayPal, fungsi "Buy Now Button", "Add to Cart Button", dan button-button yang lain. Pembahasan mengenai bisnis internetnya mana? Anda patut kecewa karena hanya akan menjumpai beberapa halaman berisi penjelasan singkat (terlalu singkat bahkan) tentang eBay, program afiliasi, plus langkah-langkah mendaftar di eBay. Wow, hanya itukah yang dimaksud "berbisnis di internet"??? Nehi, nehi...

Sekali lagi saya tegaskan kalau saya pribadi menyambut gembira banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis begitu? Okelah, judul bombastis tidak jadi masalah karena orang tidak akan mau membeli buku yang diberi judul menakutkan, seperti "Proses dan Perjuangan Berbisnis Online", "Beratnya Mencari Uang dengan Blog", atau "Kesabaran adalah Kunci Sukses di Google AdSense". Judul memang perlu dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembeli. Tapi kalau ternyata isinya jauh menyimpang dari judul dan hanya terkesan untuk "menjebak", kan kasihan pembaca? Akhirnya penerbitan buku-buku seperti ini jadi tidak jauh berbeda dengan praktek situs-situs penjual mimpi yang bertebaran di internet. Hanya modus oprerandinya saja yang berbeda, satunya online dan lainnya offline.

Harian Jawa Pos beberapa tahun lalu pernah membahas tentang maraknya penulis-penulis oportunis yang hanya memanfaatkan trend untuk kepentingan materi. Bagi saya mereka bukan benar-benar penulis, tapi hanya oknum yang "pandai" melihat peluang pasar. Mereka mengamati apa yang sedang booming dan paling dicari pembaca lantas menulis tentang hal tersebut tanpa pernah berkecimpung di dalamnya. Lebih parah lagi, terkadang isi bukunya juga cuma asal comot dari sana, sini, dan situ alias membajak posting blogger. Contohnya ya kasus yang menimpa Mas Cosa Aranda (dibajak Fajar Zebua) atau Mas Iman Brotoseno (dibajak Wang Xian Jun). Contoh lain, ada seorang penulis yang saya tahu persis memang "spesialis" mengangkat hal-hal yang sedang nge-trend. Yupz, saya bilang mereka itu hanyalah oportunis!

Bagaimana pendapat Anda?

Selasa, 02 Desember 2008

Siapa Penggemar The Beatles?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Siapa Penggemar The Beatles?
Link Tittle : Siapa Penggemar The Beatles?

lihat juga


Mungkin karena lagi suntuk dan gairah sedang menurun, beberapa hari belakangan saya jadi sering mengunjungi YouTube. Biasa, cari-cari video menarik. Eits, jangan berpikiran macam-macam dulu ya. Yang saya cari video The Beatles koq. Itu lho, band legendaris yang sampai sekarang masih memiliki banyak penggemar setia di seluruh dunia. Band yang disebut-sebut sebagai revolusioner musik dan bahkan sempat pula menginspirasi grup kondang Indonesia, Koes Bersaudara aka Koes Plus.

Saya sudah dengar nama The Beatles sejak dahulu kala. Yah, sekitar umur-umuran SMP atau SMA gitu deh. Tapi hanya sebatas tahu nama saja. Suatu waktu pas saya beli CD lagu-lagu kenangan untuk Ibu tercinta ternyata ada 2 lagu The Beatles di CD tersebut, yakni "Hey Jude" dan "And I Love Her". Itulah pertama kali saya dengar lagu The Beatles. Ternyata koq lagunya enak juga ya? Kebetulan sekali beberapa waktu kemudian adik saya beli kaset "The Beatles 1" yang berisi lagu-lagu hits grup asal Liverpool itu. Sejak saat itu saya jadi makin kesengsem sama The Beatles.

Sebagaimana penggemar lainnya, selanjutnya saya rajin menghapal lagu-lagu The Beatles. Yang pertama kali saya hapal adalah "She Loves You". Lagu ini paling saya senangi karena dulu jadi penyemangat waktu lagi pedekate sama tunangan yang sekarang. Tiap kali merasa down dengan sikap si "target", langsung deh saya nyanyi "She Loves You" biar semangatnya naik lagi. Hehehe... Tapi dari album The Beatles 1 lagu yang paling saya sukai adalah "Penny Lane" sama "All You Need Is Love".

Nah, pas lagi buka YouTube langsung deh saya cari video-video The Beatles. Busyet, ternyata buanyaaaaak banget! Hmmm, jadi kesibukan baru nih. Cuma jeleknya di warnet langganan saya tidak ada flash, jadi ya saya tidak bisa langsung tahu mana video yang bagus atau abal-abal. Terpaksa deh saya download beberapa video sekaligus untuk satu lagu, tar di rumah baru disortir. Lumayan menguras energi juga. Tidak terasa, sampai sekarang sudah terkumpul lebih dari 30-an video. Mulai dari rekaman live show dan video klip hitam-putih ala film Charlie Chaplin, sampai video konser terakhir mereka yang menghebohkan di atas atap Apple Building di 3 Savile Row, London, pada 30 January 1969. Wah, ternyata masih banyak yang belum saya ketahui tentang The Beatles untuk dapat disebut sebagai Beatlemania.

Sebagai band legendaris dunia, saya yakin di Jogja ada komunitas penggemar The Beatles. Waktu saya cari di Google tersembul nama Beatles Jogja Community (BJC). Tapi penelusuran lebih lanjut tentang komunitas ini tidak membuahkan hasil. Tidak ada forum, tidak ada situs, dan juga tidak ada blog atas nama Beatles Jogja Community. So, siapakah di antara teman-teman pembaca yang juga penggemar The Beatles? Saya sedang mencari banyak informasi tentang John Lennon, dkk. plus komunitas penggemar The Beatles di Jogja nih! Tolong bantu saya ya? Terima kasih sebelumnya.

Minggu, 30 November 2008

Paid Review Baru Lagi Nih!

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Paid Review Baru Lagi Nih!
Link Tittle : Paid Review Baru Lagi Nih!

lihat juga


Mungkin saya termasuk telat menulis tentang ini. Tapi bagaimanapun berita ini tetaplah berita hangat. Super hangat malah. Hehehe. Yap, seperti judul posting ini, di sini kita akan membahas tentang satu lagi situs yang menawarkan jasa paid review. Namanya BuyLinkPost.com. Yang luar biasa dari situs ini adalah: kreator sekaligus pemiliknya orang Indonesia! Kebetulan sekali saya kenal baik orangnya, yakni dr. Asri Tadda atau lebih dikenal sebagai Asta Qauliyah. Informasi tentang situs ini saya terima langsung darinya.

Kalau Cosa Aranda adalah pelopor paid review berbahasa Indonesia, maka dr. Asri Tadda memilih menembak pasar internasional dan bersaing dengan situs-situs paid review yang sudah lebih dulu ada. Keberaniannya bersaing dengan broker paid review mapan seperti ReviewMe, BuyBlogReview, SponsoredReviews, ataupun Blogsvertise patut diacungi jempol. Tidak cukup satu jempol, tapi dua jempol sekaligus! Ini tidak berlebihan koq. Tapi kita sebagai blogger Indonesia patutu ikut bangga dengan apa yang dilakukan dr. Asri Tadda.

Terus, kalau tentang BuyLinkPost sendiri bagaimana?

Sebagaimana situs paid review lain, di BuyLinkPost tugas Anda adalah menulis review tentang situs dan atau produk advertiser. Bedanya dengan situs paid review lain, job untuk Anda akan dikirimkan via email. Dan begitu job tersebut sudah dikerjakan, Anda mesti mengirimkan alamat URL review juga lewat email. Ini artinya, jangan coba-coba menggunakan Google Translate atau malah sekedar kopi-paste konten dari situs/blog lain. Kenapa? Karena semua review yang Anda buat akan direview kembali untuk memastikan kalau tata bahasa yang digunakan tidak asal-asalan.

Terlalu ketat? Kita bisa saja berkata begitu, tapi tentunya dr. Asri tadda punya alasan kenapa ia memberlakukan sistem seperti itu. Kalau yang saya baca di FAQ-nya sih, ia ingin memastikan kalau advertisernya puas dengan review yang dibuat. Masuk akal kan? Lagipula kita kan bisa meminta bantuan teman-teman content writer (seperti Nenad) untuk membuatkan review yang baik dan benar. Iya kan?

Berapa bayaran yang diberikan BuyLinkPost? Cukup tinggi. Kalau Anda punya blog dengan pagerank (PR) 3 ke atas, BuyLinkPost akan membayar $10/review. Kalau pagerank blog Anda hanya PR1 atau PR2, maka bayarannya $5/review. Lumayan, bukan? Selain itu Anda juga akan memperoleh kredit atau poin dari setiap review yang telah dibuat. Poin ini kemudian diakumulasikan sepanjang waktu. Semakin tinggi poin yang Anda kumpulkan, maka akan semakin banyak job yang akan Anda terima. Itu artinya, akan semakin banyak pula dolar yang bisa Anda peroleh. :))

Satu nilai lebih yang ditawarkan BuyLinkPost adalah sistem pembayaran yang cepat. Anda hanya perlu menunggu satu minggu setelah review disetujui admin. Tidak ada minimum payout. Berapapun komisi yang Anda peroleh akan dibayarkan satu minggu setelah review disetujui. Seperti umumnya situs paid review lain, BuyLinkPost juga menggunakan PayPal sebagai sarana pembayaran komisi. Belum punya akun PayPal? Silakan daftar di sini, GRATIS! *promosi mode on*

Nah, meskipun krisis global masih belum pulih, tapi ternyata kita sebagai blogger malah punya semakin banyak pilihan untuk mencari dolar. Iya kan?

Jumat, 28 November 2008

Kebingungan di Customer Service BNI

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kebingungan di Customer Service BNI
Link Tittle : Kebingungan di Customer Service BNI

lihat juga


Sebagaimana saya ceritakan lewat Twitter beberapa hari lalu, kartu ATM saya sempat tertelan mesin ATM. Tertelannya hari Rabu (19/11), ketika terakhir kali saya ambil uang. Entah kenapa koq saya lupa menarik kembali kartu ATM tersebut sehingga akhirnya ditelan mesin. Beruntung sekali Rabu malam itu ATM BNI Syariah Jl. Kusumanegara sepi. Setelah saya tidak ada lagi yang menggunakan mesin itu sampai lebih dari 15-20 menit kemudian. Coba kalau ada yang menemukan kartu saya dalam keadaan aktif, bisa-bisa dikuras habis isi tabungan saya. :))

Nah, saya baru tahu kalau kartu ATM itu tertelan hari Sabtu (22/11). Waktu itu saya mau mengambil uang lagi karena sudah kehabisan dana segar. Maklum, sekali ambil paling cuma Rp 50 ribu, makanya cepat habis. Eh, begitu sampai di dalam bilik ATM saya kaget karena kartu ATM BNI tidak ada di dompet. Waduh, ke mana ya? Pikir saya waktu itu sambil kebingungan setengah mati. Ah, mungkin terselip di kamar kos! Duga saya untuk menenangkan diri. Sayapun langsung pulang ke kos.

Begitu sampai di kos, kamar langsung saya obrak-abrik. Tapi kartu tersayang itu tetap juga tidak ketemu. Saya jadi berpikir mungkin kartu itu tertelan mesin. Wah, panik mulai melanda. Saya takut kartu saya ditemukan orang terus duit saya dikuras habis. Untungnya pikiran sehat masih bisa mengendalikan emosi saya sehingga akhirnya timbul ide untuk menelpon customer service BNI dan menanyakan kartu tersebut. Begitu tersambung, hal pertama yang saya tanyakan adalah: "Kapan transaksi terakhir dan berapa nominalnya?" Beruntung sekali, CS BNI di seberang telpon menjawab kalau transaksi terakhir lewat mesin ATM tercatat tanggal 19 November 2008 sebesar Rp 50.000. Pffiuuuuh, leganya....

Untuk mengambil kembali kartu ATM tersebut, mau tidak mau saya mesti ke kantor cabang BNI di mana saya membuka rekening. Kebetulan dulu saya bukanya di kantor cabang Jl. Trikora, jadi bisa sekalian jalan-jalan ke Malioboro. :)) Eh, ternyata kejadiannya tidak seperti yang saya bayangkan. Karena mesti mampir dulu ke Kantor Pos Besar untuk mengirim buku pesanan yayang di Pemalang, saya masuk BNI pas jam istirahat. Setelah mengambil kartu di lantai dua, saya harus menunggu lamaaaaa sekali di lantai bawah ketika hendak membuka blokir kartu karena CSO-nya banyak yang keluar istirahat. Yah, dasar nasib! :((

Lebih dari setengah jam kemudian baru saya dapat giliran. Untungnya dapat CSO cewek. Kelihatannya sih sudah lumayan berumur, tapi masih menarik dipandang koq. Hehehe... Dari percakapan awal sudah langsung cair karena saya iseng menggoda Mbak CSO itu. Waktu dia tanya "enaknya dipanggil Pak atau Mas nih?", saya menjawab asal "panggil Om saja". Selanjutnya langsung deh mengurusi kartu ATM saya sambil ngobrol ke sana-sini. Entah kenapa koq kemudian Mbak CSO itu bertanya saya kerja di mana. Tidak mau repot saya jawab saja kalau saya masih kuliah. Eh, koq Mbak CSO-nya ngotot "tapi sudah nyambi kerja kan?" Dengan terpaksa sayapun menjawab "iya".

Seperti dugaan saya, kerepotan sekaligus kebingungan terjadi waktu dia bertanya saya kerja di mana. Pas saya jawab "tidak di mana-mana" Mbak CSO-nya bingung. Mungkin karena penasaran diapun memperbaiki pertanyaannya, jadi "kantornya di mana?". Saya ya jawab "tidak punya kantor". Selanjutnya semakin bingunglah saya harus bagaimana caranya menjelaskan pada si Mbak CSO apa kerjaan saya. Untungnya waktu saya bilang kalau saya cari duit di internet si Mbak CSO langsung manggut-manggut dan paham. Katanya sih sudah beberapa kali melayani pencairan cek dari orang-orang yang mengaku cari duit di internet. Entah iseng atau memang penasaran, si Mbak CSO tanya penghasilan. Nah, lho! Saya jawab dengan diplomatis, "Lumayanlah Mbak daripada nganggur". :))

Kebingungan kedua terjadi waktu saya berniat membuka BNI Tapenas, yakni tabungan khusus untuk biaya pendidikan. Produknya mirip asuransi pendidikan di mana kita mesti rajin dan rutin menyetor antara Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta per bulan dalam jangka waktu tertentu. Minimal 2 tahun, dan paling lama 18 tahun. Kita boleh-boleh saja menarik dana sebelum rentang waktu tersebut, namun akan ada sejumlah biaya. Tabungan seperti ini memang sedang saya cari untuk persiapan biaya pendidikan anak-anak nanti. Meskipun anaknya belum ada tapi tidak ada salahnya kan mempersiapkan biaya pendidikannya lebih dulu?

Nah, waktu mengisi formulir pembukaan rekening BNI Tapenas ini saya kebingungan di kolom "Pekerjaan". Mau saya isi "Blogger" takut tidak diakui bank, mau diisi "Wiraswasta" koq kesannya sok sekali, mau diisi "Internet marketer" juga tidak pede. Waktu saya tanya pada si Mbak CSO, dianya juga ikut bingung. Ya sudah, dengan sedikit menahan geli saya tulis saja deskripsi pekerjaan saya sebagai "Jasa periklanan internet". Hahahaha....

Maaf, cuma sekedar intermezzo.

Rabu, 26 November 2008

Siapa Mau Coba Be a Magpie?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Siapa Mau Coba Be a Magpie?
Link Tittle : Siapa Mau Coba Be a Magpie?

lihat juga


Anda pengguna Twitter? Pernah dengar kalau dengan Twitter Anda bisa memperoleh uang tambahan? Tunggu dulu! Yang ingin saya bahas di sini bukan Twittad, yang menurut Mas Medhy memang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan meskipun tak sebesar program-program lain. Yang akan saya ceritakan di sini satu situs yang terhitung baru, dengan format periklanan yang juga terbilang baru. Malah sedikit nyeleneh kalau boleh saya berkomentar. :)

Situs yang saya maksud bernama Be a Magpie. "Convert your tweets into bling-bling", demikian slogan yang diusung situs ini. Dari slogan ini bisa ditangkap kalau Be a Magpie memanfaatkan tweet yang kita berikan pada follower. Jadi, berbeda dengan Twittad yang membayar sejumlah uang untuk memasang iklan di halaman profil Twitter Anda, Be a Magpie akan memberi sejumlah uang jika Anda mengijinkan situs ini mengirimi sejumlah pesan komersil pada follower Anda.

Pesan komersil dari Be a Magpie disesuaikan dengan keyword tertentu yang terkandung dalam tweet Anda. Hampir mirip dengan Google AdSense yang menyesuaikan isi iklan dengan kata kunci content blog/situs. Kemiripan yang lain lagi, advertiser juga mesti melalui proses lelang untuk dapat mengirimkan pesan komersil mereka. Pesan-pesan advertiser ini akan dikirim secara berkala, di mana Anda dapat menentukan sendiri rasionya. Standar rasio yang ditetapkan adalah 5:1, di mana setiap 5 tweet yang Anda kirimkan ke follower akan diselingi dengan 1 tweet komersil dari Be a Magpie. Semakin tinggi rasio yang Anda tentukan semakin besar pula bayaran yang akan Anda dapatkan.

Seara sederhana cara kerja Be a Magpie dapat dijelaskan begini. Pertama-tama tentu saja Anda harus mendaftar sebagai member Be a Magpie. Dengan mendaftarkan diri Anda berarti memberikan ijin pada Be a Magpie untuk mengirimkan pesan komersil pada follower Anda. Nah, setiap pesan komersil yang berhasil dikirim akan dikonversi menjadi sejumlah uang. Memang jumlahnya kecil alias recehan. Tapi kalau Anda punya banyak follower dan rajin melakukan tweet, rasanya hasilnya lumayanlah untuk tambah-tambah uang belanja. Hehehe...

Kalau ingin tahu seberapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan setiap bulan dengan program ini, Be a magpie punya mesin penghitungnya. Tinggal masukkan username Twitter Anda dan biarkan Be a Magpie mengestimasi berapa uang yang dapat Anda hasilkan bersama mereka. Waktu saya iseng-iseng mencoba, ternyata hasilnya €3.75/bulan. Komisi dibayarkan melalui PayPal dalam mata uang euro (€) dengan minimal payout €50. Dengan jumlah follower yang saya miliki sekarang, minimal payout baru bisa saya capai lebih dari setahun lagi. :))

Anda tertarik? Nanti dulu! Satu hal yang mengganggu saya adalah masalah keamanan. Untuk dapat mengirimkan pesan komersil kepada follower kita, maka Be a Magpie akan meminta password Twitter kita. Hati-hati, meskipun mungkin Be a Magpie adalah sebuah perusahaan yang legal dan legitimate, kemungkinan terjadinya SCAM juga ada lho. Kalau itu terjadi berarti kita akan kehilangan account Twitter. Satu hal lagi, kalau follower tahu kita "memanfaatkan" mereka sebagai jalan mencari uang, saya rasa banyak yang berhenti jadi follower. Tidak jauh beda dengan seorang subsriber RSS feed saya yang berhenti berlangganan karena dia tidak mau menerima paid review yang saya tulis di blog ini.

Bagaimana menurut Anda? Silakan berbagi komentar...

Senin, 24 November 2008

Sumber Rejeki Lain Bernama LinkShowOff

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Sumber Rejeki Lain Bernama LinkShowOff
Link Tittle : Sumber Rejeki Lain Bernama LinkShowOff

lihat juga


Waktu iseng-iseng blogwalking ke blog-blog berbahasa Inggris, saya temui satu blog milik orang India (alamat blognya lupa, asli!) yang menawarkan program bernama Link Show Off. Sudah ada yang tahu tentang situs satu ini? Kalau sudah tahu silakan langsung bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Tapi kalau belum tahu mari kita pelajari sama-sama.

LinkShowOff.com adalah situs serupa Ask2Link, TLA, BackLinks ataupun TNX. Yap, ini adalah program text link ads. Jadi Anda akan dibayar untuk memajang iklan berupa teks link di blog. Untuk itu Link Show Off sudah menyediakan widget khusus seperti yang bisa dilihat di blog saya ini. Tepatnya di bawah banner KL yang bergambar Luna Maya. Di widget itulah link-link iklan advertiser bakal dipajang.

Bagaimana dengan bayarannya? Yang menarik, di Link Show Off Anda dapat menentukan sendiri berapa harga link-nya. Berapapun harga yang Anda inginkan boleh diajukan lho. Mau pasang harga $10/link/bulan boleh, mau $100/link/bulan juga boleh. Link Show Off hanya menentukan harga paling rendah yakni sebesar $1/bulan. Artinya Anda tidak boleh memberikan harga di bawah $1/link/bulan. So, tinggal pintar-pintar Anda deh menilai kualitas blog sendiri. Kalau merasa blog Anda pantas dihargai tinggi, beri saja harga setinggi-tingginya.

Pembayaran dilakukan melalui PayPal dengan minimum payout $10. Yang membuat lebih menarik lagi, sebagai broker Link Show Off hanya meminta share sebesar $3/payout. Jadi, setiap kali menerima pembayaran Anda akan dikenai potongan sebesar $3. Misalnya Anda memperoleh $15, maka jumlah bersih yang Anda terima adalah $12. Kalaupun Anda menghasilkan $100, potongannya tetap $3 juga. Bandingkan dengan TLA yang memberlakukan sistem bagi hasil fifty-fifty alias 50% dari pendapatan kita.

Satu hal lagi, Anda juga bebas menentukan ingin memajang berapa link dalam satu widget. Paling sedikit 5 link, dan paling banyak 20 link. Link advertiser akan terpasang selamanya di widget tersebut sampai ada link baru lagi yang masuk. Jadi, link paling baru akan secara otomatis berada di urutan paling atas di widget. Tapi meskipun terpasang selamanya, Anda tidak perlu khawatir akan kena penalti dari Google. Pasalnya semua iklan link di Link Show Off ber-tag nofollow. Kalau nofollow mau dipasang seumur hidup juga tidak masalah kan? :))

Ada program referalnya tidak? Tentu saja ada! Bila Anda mempromosikan Link Show Off pada member baru, maka Anda akan memperoleh bayaran sebesar $3 setiap referal Anda memperoleh $3 juga. Cukup menarik, bukan? Ayo gabung Link Show Off sekarang! Klik di sini bila Anda ingin menjadi referal saya! Tapi kalau Anda tidak mau jadi referal saya, silakan klik di sini! Cukup far kan? Hehehe...

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 22 November 2008

Pemenang Miss Celebrity 2008

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Pemenang Miss Celebrity 2008
Link Tittle : Pemenang Miss Celebrity 2008

lihat juga


Stevani Nepa, gadis semampai asal Manado, akhirnya keluar sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia 2008. Dalam acara grand final yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Jumat (21/11) malam tadi, gadis manis yang akrab dipanggil Vani ini berhasil menyisihkan 25 finalis lain dari 11 daerah audisi. Atas kemenangannya ini Vani berhak atas hadiah utama berupa kontrak kerja senilai Rp 500 juta dari SCTV selaku penyelenggara acara yang baru pertama kali diadakan ini.

Selain menetapkan Stevani Nepa sebagai juara Miss Celebrity Indonesia 2008, dewan juri juga memberikan beberapa gelar lain bagi para finalis yang masuk babak 5 besar. Di antaranya gelar Miss Celebrity Fotogenic yang diraih W. Natasha Desiree asal Jakarta, Miss Celebrity Best Hair (Dian Puspa Rini, Bandung), Miss Celebrity Best Skin (Sandra Olga, Surabaya), Miss Celebrity Best Smile (Corry Restina Pamela, Jakarta), dan Miss Favorite (Defie Liriza, Kutai Kartanegara).

Kemeriahan malam grand final yang disiarkan langsung oleh SCTV ini dipandu Darius Sinathrya dan Hesti Purwadinata. Selain itu ada juga Teuku Wisnu dan Andhika Pratama yang juga merupakan pemandu acara Miss Celebrity in Action (MIA) yang ditayangkan SCTV sehari sebelumnya.

Kontes talent scouting ini sendiri bertujuan untuk mencari aktris sinetron, presenter program infotainment dan musik, sekaligus juga model SCTV. Berbeda dengan ajang-ajang beauty pageant, pemenang Miss Celebrity Indonesia akan langsung diberi kontrak kerja oleh SCTV. Karena itu selama masa karantina setiap peserta diuji kebolehannya dalam bidang akting, membawakan acara (presenter), dan modelling yang sesuai dengan format acara hiburan yang ditayangkan SCTV selama ini. SCTV selaku penyelenggara juga menggandeng beberapa rumah produksi terkemuka seperti MD Entertaintment, Shandika, Indigo, dan Frame Ritz. Nama-nama tersebut memang pemasok acara-acara hiburan di SCTV.

Sementara itu komposisi dewan juri yang ditampilkan pada grand final tadi malam terbilang sangat lengkap. Terdiri dari sutradara top sekelas Deddy Mizwar dan Hanung Bramantyo, lalu fotografer jempolan Darwis Triadi, para bintang dunia hiburan yang sudah tidak asing lagi (Tamara Bleszynski, Nadine Chandrawinata, dan Anjasmara), psikolog/pakar kecantikan Kassandra, dan juga produser papan atas seperti Manoj Punjabi dan Duto Sulitiadi.

Akhirnya, selamat untuk Stevani Nepa sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia 2008! Selamat datang di dunia hiburan tanah air!

Catatan: Foto diambil dari Kompas.com

Jumat, 21 November 2008

Di Mana Belajar PPC?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Di Mana Belajar PPC?
Link Tittle : Di Mana Belajar PPC?

lihat juga


Suatu saat Bro Mymoen sms saya dan bertanya tentang cara mencairkan cek Google AdSense. Walah, saya jadi tertawa geli membaca sms itu. Kenapa saya sampai tertawa geli? Karena saya masih termasuk kategori super duper newbie di Google AdSense. Bukankah saya pernah cerita kalau hanya bisa menghasilkan $20 lebih sedikit selama 6 bulan bergabung Google AdSense? Boro-boro mencairkan cek, dapat cek pertama dari Google saja masih merupakan mimpi besar bagi saya. :D

Program pay per click (PPC) memang masih belum dapat saya kuasai dengan baik. Padahal waktu mulai membuat blog dulu PPC adalah program yang pertama kali saya jalankan. Mulai dari Google AdSense (yang jadi motivasi awal saya membuat blog), Bidvertiser, sampai kemudian AdBrite, dan setelah itu menyusul PPC lokal seperti KlikSaya dan KumpulBlogger. Dari semua program tersebut, baru KlikSaya yang sampai saat ini memberikan 'hasil nyata'. Ya, bulan kemarin akhirnya saya terima kiriman sebesar Rp 60.000 sebagai penghasilan pertama dari KlikSaya sekaligus merupakan penghasilan pertama saya dari program PPC. Hmmm....

Nah, berkaca dari kelemahan tersebut saya lantas berkelana ke seluruh penjuru dunia internet untuk belajar PPC. Saya mencari blog atau situs yang dapat saya jadikan tempat untuk mempelajari program PPC lebih dalam lagi. Blognya Cosa Aranda yang dulu jadi jujugan saya setiap kali online langsung diobrak-abrik lagi. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mencari-cari artikel-artikel lamanya yang banyak mengupas tentang Google AdSense. Masih belum puas saya melanjutkan pencarian dengan memanfaatkan bantuan Mbah Google. Di tengah pencarian tersebut saya kemudian menemukan satu blog yang tampaknya cukup concern mengupas tentang PPC. Namanya KlikCPA.com, blog milik Mas Jerry yang juga seorang master affiliate.

Dari nama domainnya saja kita bisa tahu blog tersebut mengulas seputar program-program affiliasi. Kalau saya tidak salah, CPA adalah singkatan dari Click Per Action. Yakni salah satu jenis program afiliasi yang membayar member affiliate-nya untuk setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang datang melalui link afiliasi member tersebut. Tindakan tersebut bisa berupa mengisi formulir, memberikan data-data tertentu, atau men-download produk yang disediakan advertiser. Hampir mirip-mirip sedikitlah dengan Click Per Lead (CPL). Kurang lebih seperti itulah yang saya pahami tentang CPA. Kalau keliru mohon dikoreksi ya?

Meski namanya Klik CPA, namun di blog ini kita juga bisa belajar banyak tentang PPC. Artikel-artikel tentang PPC dapat ditemukan di bawah kategori "Belajar PPC". Hmmm, tanpa tunggu lebih lama lagi sayapun langsung membongkar-bongkar kategori ini. Tidak sia-sia, dari sini saya memperoleh dua artikel menarik mengenai Google Trend dan bagaimana kita bisa memperoleh penghasilan dari fasilitas gratis yang diberikan oleh Google ini. Anda penasaran bagaimana caranya? Saya sebenarnya ingin sekali memberi bocoran, tapi takut malah jadi tidak jelas karena masih belum begitu paham soal ini. Jadi lebih baik Anda baca sendiri ulasannya di sini (bagian 1) dan di sini (bagian 2).

Karena dunia PPC sangat berkaitan erat dengan kata kunci alias keyword, KlikCPA.com juga memberikan satu topik khusus mengenai hal ini dalam kategori "Kata Kunci". Di sini kita dapat mempelajari bagaimana memilih keyword yang bagus dan bagaimana mengoptimalkan penghasilan dari setiap klik yang diperoleh dari kata kunci tersebut. Tidak itu saja, blog ini juga menyediakan kategori lain yang dinamai "Alat Bantu" untuk melengkapi pengetahun Anda seputar alat-alat bantu yang sebaiknya dipergunakan untuk meningkatkan penghasilan. Masih kurang? Kalau begitu kunjungi halaman ini. Ada paket bonus plugin senilai $147 lebih yang dapat Anda peroleh gratis hanya dengan satu syarat mudah.

Walah, tidak terasa sudah paragraf ketujuh! Sebenarnya masih banyak lagi yang mau saya sampaikan seputar pengalaman mencari tempat belajar PPC, utamanya lagi mengenai KlikCPA.com. Tapi sepertinya sudah terlalu panjang nih. Jadi, kalau Anda ingin tahu lebih banyak lagi mengenai apa-apa yang dibahas di KlikCPA.com, kunjungi sendiri saja blognya! Hehehe...

Rabu, 19 November 2008

Ketika SponsoredReviews Terimbas Krisis Global

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ketika SponsoredReviews Terimbas Krisis Global
Link Tittle : Ketika SponsoredReviews Terimbas Krisis Global

lihat juga


Judulnya koq agak gimanaaa gitu ya? Hehehe... Tapi Anda yang biasa main di SponsoredReviews tentunya juga mengalami seperti apa yang akan saya tuangkan berikut ini. Jangan protes dulu lalu bilang "Ah, semua kan memang terkena imbas krisis!". Apa yang akan saya sampaikan adalah tentang sebuah "perubahan kecil" yang dilakukan oleh SponsoredReviews, salah satu broker paid review andalan saya. Bukan cuma perubahan lay out atau tampilan situs, namun berhubungan dengan sistem bidding.

Anda mulai penasaran apa yang saya maksud? Oke, let's get it started!

Kalau Anda perhatikan, ada satu perubahan mendasar yang dibuat SponsoredReviews di halaman bidding. Apa itu? Cara advertiser menentukan harga review. Entah sejak kapan perubahan itu terjadi, namun cara penentuan harga sudah berubah. Bila sebelumnya harga paling kecil adalah $5/review dan kita dapat bersih $3.25, maka sekarang tidak ada lagi harga minimal itu. Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan gambar-gambar berikut ini.



Anta tahu bedanya? Ya, sangat jelas sekali! Dulu, setiap opportunity dihargai minimal $5. Kalau advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka range harganya akan tertulis $5 - $5 atau keterangan yang tertulis "This advertiser is accepting bids between $5 - $5". Kalau advertiser memberikan harga antara $5 sampai dengan $50, maka yang tertulis adalah $5 - $50. Artinya, berapapun batas atas yang ditentukan oleh advertiser kita sebagai blogger dapat mengantongi setidaknya $3.25/review dari harga minimal yang diberikan ($5).

Sekarang? Hal ini telah berubah. Lihat saja bagaimana cara SponsoredReviews memberikan keterangan tentang harga yang boleh kita ajukan. Jika misalnya advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka kalimatnya sekarang tertulis "This advertiser is accepting bids up to $5". Anda paham maksudnya? Tahu bedanya dengan sistem yang terdahulu? Kalau Anda belum paham apa bedanya, ketahuilah bahwa dengan sistem yang sekarang Anda "dipaksa" untuk mengajukan harga serendah-rendahnya agar dapat memperoleh job. Dulu, serendah-rendahnya harga sebuah review tidak akan pernah kurang dari $5. Sekarang Anda bahkan bisa mengajukan tawaran ke advertiser dengan nilai $0.5/review atau bahkan lebih rendah lagi.

Well, jujur harus saya katakan bahwa sistem bidding yang sekarang lebih menguntungkan advertiser. Namun saya bisa maklum koq. Bukannya sekarang Amerika Serikat sedang dihantam krisis hebat? Jadi tidak mengherankan kalau banyak perusahaan (termasuk pebisnis online) memangkas banyak biaya supaya dapat tetap eksis, salah satunya adalah dengan mengurangi biaya promosi. SponsoredReviews sebagai agen promosi online tampaknya membaca gejala ini, dan situs ini tidak mau kehilangan sumber income. Tahu bahwa advertiser-lah yang membuat bisnisnya terus berjalan, SponsoredReviews kemudian membuat perubahan yang sangat menguntungkan advertiser.

Bagaimana kita harus menyikapi hal ini? Terserah Anda. Yang jelas kita harus pintar-pintar melihat budget advertiser. Kalau advertiser hanya mau membayar tak lebih dari $5, Anda harus rela mengajukan tawaran lebih rendah dari itu agar dapat terus memperoleh job. Dan bersiap-siaplah. Suatu saat kita mungkin baru dapat menerima job review setelah menawar seharga $1 atau bahkan lebih rendah lagi! Wow..!

Perubahan ini membuat rencana saya untuk merevisi ebook SponsoredReviews jadi semakin bulat. Oya, kontes testimoni dan tips yang saya adakan dalam rangka persiapan revisi ebook tersebut juga masih berlaku lho. Ikutan ya?


Sabtu, 15 November 2008

Downgrade Akun PayPal? Jangan, Ah!

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Downgrade Akun PayPal? Jangan, Ah!
Link Tittle : Downgrade Akun PayPal? Jangan, Ah!

lihat juga


Saya keliru ketika kemarin mengatakan “tidak mungkin balik lagi ke akun Personal”. Mas Jerry langsung mengkoreksi perkataan saya di kolom komentar. Dan ternyata kita bisa koq melakukan downgrade alias balik lagi ke jenis akun sebelumnya. Dalam kasus ini dari akun Premier atau Business ke Personal. Caranya? Gampang sekali. Cukup masuk ke halaman Help dan kontak customer service atau bagian support PayPal dan bilang kalau kita berniat downgrade.

Hanya saja, seperti saya bilang di posting sebelumnya, kalau Anda memang serius ingin mencari duit di internet rasanya tidak perlu melakukan downgrade. Kenapa? Menggunakan akun Premier PayPal boleh dibilang merupakan syarat untuk serius dalam make money blogging/online money making. Anda tanya kenapa lagi? Ada banyak alasan, dan yang jelas dengan menggunakan akun Personal akan membuat Anda menerima banyak pembatasan (limitation/limit). Contohnya?

Dengan akun Personal, Anda akan dibatasi untuk menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, baik jumlah pembayarannya maupun jumlah total uang yang dibayarkan. Ini tentu akan sangat merepotkan jika Anda berniat menjual sesuatu baik di blog, situs ataupun melalui eBay. Jika akun Personal Anda menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, maka PayPal memberikan beberapa opsi:

(1) Menerima pembayaran dan dikenai sejumlah fee. Besar fee dapat dilihat dengan mengklik link “Fee” di bagian footer setiap halaman PayPal.
(2) Menerima pembayaran tersebut sekaligus meng-upgrade akun menjadi Premier atau Business.
(3) Menolak Pembayaran tersebut.

Tidak itu saja. Anda juga akan dikenai batasan dalam menerima segala jenis pembayaran dari eBay atau tombol-tombol pembayaran PayPal seperti tombol “buy now”, PayPal shopping chart, maupun subscription payment. PayPal bahkan memberlakukan pembatasan transaksi dengan limit sebesar $500 untuk pemegang akun di Amerika Serikat, Kanada, dan Britania Raya (Inggris, Wales, Skotlandia). Saya belum tahu apakah pembatasan ini juga berlaku untuk pemegang akun PayPal di luar ketiga kawasan tersebut. Kalau ada yang sudah tahu tolong bagi-bagi informasinya ya?

Satu hal penting yang harus dicatat adalah, Anda hanya dapat melakukan downgrade sekali saja selama menjadi member PayPal. Bila kemudian Anda meng- upgrade akun lagi setelah melakukan downgrade, maka akun Anda tidak dapat di-downgrade lagi. Bingung? Coba saya buat mudah.

Contohnya saya saja. Dulu saat pertama kali mendaftar saya memilih akun Personal. Namun karena iseng lantas saya upgrade menjadi Premier. Nah, misalnya saya melakukan downgrade dan balik lagi ke akun Personal, PayPal akan mengijinkannya. Namun ketika suatu saat saya berubah pikiran dan meng-upgrade akun saya menjadi Premier kembali, maka saya tidak akan bisa lagi melakukan downgrade (balik lagi menggunakan akun Personal) selamanya. Artinya, saya hanya bisa meng-upgrade ke akun Business atau tetap memakai akun Premier seterusnya.

Bagaimana? Anda yang pernah berniat men-downgrade akun Premier menjadi Personal seperti saya sepertinya harus pikir-pikir panjang lagi deh. Utamanya bila Anda ingin serius mencari duit di internet dengan berjualan produk.

Itu saja. Semoga bermanfaat!.