Tampilkan postingan dengan label PayPal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PayPal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2008

Downgrade Akun PayPal? Jangan, Ah!

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Downgrade Akun PayPal? Jangan, Ah!
Link Tittle : Downgrade Akun PayPal? Jangan, Ah!

lihat juga


Saya keliru ketika kemarin mengatakan “tidak mungkin balik lagi ke akun Personal”. Mas Jerry langsung mengkoreksi perkataan saya di kolom komentar. Dan ternyata kita bisa koq melakukan downgrade alias balik lagi ke jenis akun sebelumnya. Dalam kasus ini dari akun Premier atau Business ke Personal. Caranya? Gampang sekali. Cukup masuk ke halaman Help dan kontak customer service atau bagian support PayPal dan bilang kalau kita berniat downgrade.

Hanya saja, seperti saya bilang di posting sebelumnya, kalau Anda memang serius ingin mencari duit di internet rasanya tidak perlu melakukan downgrade. Kenapa? Menggunakan akun Premier PayPal boleh dibilang merupakan syarat untuk serius dalam make money blogging/online money making. Anda tanya kenapa lagi? Ada banyak alasan, dan yang jelas dengan menggunakan akun Personal akan membuat Anda menerima banyak pembatasan (limitation/limit). Contohnya?

Dengan akun Personal, Anda akan dibatasi untuk menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, baik jumlah pembayarannya maupun jumlah total uang yang dibayarkan. Ini tentu akan sangat merepotkan jika Anda berniat menjual sesuatu baik di blog, situs ataupun melalui eBay. Jika akun Personal Anda menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, maka PayPal memberikan beberapa opsi:

(1) Menerima pembayaran dan dikenai sejumlah fee. Besar fee dapat dilihat dengan mengklik link “Fee” di bagian footer setiap halaman PayPal.
(2) Menerima pembayaran tersebut sekaligus meng-upgrade akun menjadi Premier atau Business.
(3) Menolak Pembayaran tersebut.

Tidak itu saja. Anda juga akan dikenai batasan dalam menerima segala jenis pembayaran dari eBay atau tombol-tombol pembayaran PayPal seperti tombol “buy now”, PayPal shopping chart, maupun subscription payment. PayPal bahkan memberlakukan pembatasan transaksi dengan limit sebesar $500 untuk pemegang akun di Amerika Serikat, Kanada, dan Britania Raya (Inggris, Wales, Skotlandia). Saya belum tahu apakah pembatasan ini juga berlaku untuk pemegang akun PayPal di luar ketiga kawasan tersebut. Kalau ada yang sudah tahu tolong bagi-bagi informasinya ya?

Satu hal penting yang harus dicatat adalah, Anda hanya dapat melakukan downgrade sekali saja selama menjadi member PayPal. Bila kemudian Anda meng- upgrade akun lagi setelah melakukan downgrade, maka akun Anda tidak dapat di-downgrade lagi. Bingung? Coba saya buat mudah.

Contohnya saya saja. Dulu saat pertama kali mendaftar saya memilih akun Personal. Namun karena iseng lantas saya upgrade menjadi Premier. Nah, misalnya saya melakukan downgrade dan balik lagi ke akun Personal, PayPal akan mengijinkannya. Namun ketika suatu saat saya berubah pikiran dan meng-upgrade akun saya menjadi Premier kembali, maka saya tidak akan bisa lagi melakukan downgrade (balik lagi menggunakan akun Personal) selamanya. Artinya, saya hanya bisa meng-upgrade ke akun Business atau tetap memakai akun Premier seterusnya.

Bagaimana? Anda yang pernah berniat men-downgrade akun Premier menjadi Personal seperti saya sepertinya harus pikir-pikir panjang lagi deh. Utamanya bila Anda ingin serius mencari duit di internet dengan berjualan produk.

Itu saja. Semoga bermanfaat!.

Kamis, 13 November 2008

Akun Personal, Premier, atau Business?

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Akun Personal, Premier, atau Business?
Link Tittle : Akun Personal, Premier, atau Business?

lihat juga


Anda pernah menerima email dari PayPal yang berisi tawaran untuk meng-upgrade akun? Setiap pemegang akun PayPal pasti pernah menerimanya. Email seperti itulah yang beberapa bulan lalu menggoda saya untuk meng-upgrade akun dari Personal menjadi Premier. Seperti yang saya bilang di posting sebelumnya, alasan saya waktu itu hanya ingin tahu apa sih perbedaan akun Personal dengan Premier. Ternyata…

Haruskah kita meng-upgrade akun dari Personal menjadi Premier atau Business? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Anda terlebih dulu harus menjawab pertanyaan yang ini: “Untuk apakah Anda memiliki akun PayPal?” Setelah menentukan tujuan dari kepemilikan akun PayPal, barulah kita dapat mempertimbangkan untuk meng-upgrade akun atau tidak. Daripada menyesal di kemudian hari, bukankah lebih baik dipikir-pikir dulu sekarang?

Btw, apa sih perbedaan antara akun Personal, Premier atau Business? Banyak. Dan yang jelas masing-masing jenis akun memiliki kelebihan dan kekurangan, semuanya tergantung pada tujuan awal Anda menggunakan PayPal. Secara garis besar, berikut saya sajikan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis akun PayPal. Eh, tapi ini hanya yang Personal sama Premiere saja lho, soalnya yang Business saya juga masih belum tahu. Kalau ada di antara teman-teman yang paham mengenai masalah ini silakan tambahkan di kolom komentar. Atau rasanya bakal lebih baik kalau dituliskan dalam satu artikel dan saya posting di blog ini sebagai guest blogger.

Btw, silakan disimak kelebihan dan kekurangan akun Personal dan Premier di bawah ini jika Anda sedang mempertimbangkan untuk meng-upgrade akun.

Akun Personal
Plus: Anda tidak dikenai biaya sepeserpun saat menerima uang dari manapun.
Minus: Anda akan dikenai biaya saat menerima pembayaran dari kartu kredit atau kartu debit, dan itupun dibatasi. Di mana Anda hanya boleh menerima pembayaran dari kartu kredit/debit sebanyak 5 kali dalam waktu setahun. Plus, Anda juga dibatasi hanya boleh menerima pembayaran sejumlah total $500/bulan dari eBay, tool pembayaran PayPal (Buy Now, shopping chart, dll).
Kesimpulan: akun Personal tidak cocok bagi Anda yang hendak menjalankan bisnis online. Ingat, saya bilang bisnis online lho! Bedakan dengan program online earning seperti paid review atau text link ads. Tapi kalau hanya untuk menerima bonus atau komisi dari program-program online earning yang nilainya belum seberapa, rasanya akun Personal sudah cukup bagi Anda.

Akun Premier
Plus: Anda dapat melakukan penarikan dana tanpa batas. Anda juga dapat menerima pembayaran dari kartu kredit/debit tanpa batas dengan biaya jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang dikenakan pada akun Personal.
Minus: Anda akan dikenai potongan saat menerima uang dari manapun.
Kesimpulan: Akun Premier sangat cocok bagi Anda yang menjalankan bisnis online dan sering melakukan transaksi penerimaan uang dalam jumlah besar dari kartu kredit/debit.

Bagaimana? Rasanya sudah cukup jelas ya perbedaan antara akun Personal dan Premier/Business. Kuncinya, kalau Anda sering menerima pembayaran dengan kartu kredit/debit dan dalam jumlah besar, segeralah upgrade akun PayPal Anda menjadi Premier atau Business sekalian. Tapi kalau hanya untuk menerima uang yang jumlahnya tidak terlalu besar plus jarang-jarang, akun Personal lebih dari cukup koq. Mudah, bukan?

Akhirnya, mudah-mudahan artikel sederhana ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan untuk meng-upgrade atau tetap memakai akun Personal. Bagi Anda yang sudah lebih dulu paham, bagi-bagi ilmunya dong...

Selasa, 11 November 2008

Koq Uang Saya Dipotong?

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Koq Uang Saya Dipotong?
Link Tittle : Koq Uang Saya Dipotong?

lihat juga


Sebagai pemilik akun PayPal, saya tahu kalau PayPal menyediakan 3 jenis akun: Personal, Premier, dan Business. Tapi, jujur saja, pada waktu pertama kali mendaftar dulu saya tidak paham apa perbedaan antara ketiga jenis akun tersebut. Saat membuat akun PayPal, saya memilih akun Personal karena mengikuti saran beberapa master, di antaranya tentu saja termasuk Mas Cosa Aranda.

Beberapa bulan kemudian saya memutuskan untuk meng-upgrade akun PayPal menjadi Premier. Alasan saya meng-upgrade akun pada waktu itu semata-mata karena ingin tahu perbedaan antara akun Personal dan Premier. Gak penting banget kan? Hehehe… Akibatnya, ketika beberapa kali dikenai potongan saat menerima pembayaran saya jadi bingung. Koq uang saya dipotong? Apalagi potongannya lumayan besar bila dibandingkan dengan nominal uang yang saya terima.

Contohnya waktu saya menerima pembayaran space iklan di sidebar blog ini. Pemasang iklan membayar $9, namun nominal bersih yang saya terima hanyalah $8,39 karena ada potongan sebesar $0,61. Lalu ketika ada pemasang iklan yang mentransfer sebanyak $12, saya hanya menerima $11,29 karena dikenai potongan sebesar $0,71. Sialnya lagi, meskipun yang diterima kecil potongannya juga tetap ada. Saya pernah mengalami hal ini saat menerima transferan sebesar $3. Potongannya $0,40 sehingga saya hanya menerima bersih sebanyak $2,60.

Anda boleh bilang nilai potongan itu kecil, tapi lama-lama kan bisa menjadi bukit juga? Bayangkan kalau setiap hari Anda menerima kiriman uang, saya yakin total jumlah potongannya dalam sebulan cukup untuk membeli 2-3 domain PR3. Lumayan juga kan?

Nah, kembali ke pertanyaan tadi, kenapa koq uang saya dipotong pada saat menerima pembayaran lewat PayPal? Setelah googling dan membaca di sana-sini, termasuk juga mengulik aturan main di PayPal, saya baru mengerti kalau inilah konsekuensi dari upgrade akun yang saya lakukan dulu. Jadi, sebagai pemilik akun Premier saya akan dikenai potongan setiap menerima pembayaran. Berbeda dengan pemegang akun Personal yang tidak dikenai biaya sesenpun saat menerima dana dari manapun juga.

Menyesal? Sempat juga sih timbul rasa menyesal karena sudah meng-upgrade ke akun Premier. Tapi berhubung tidak mungkin balik lagi ke akun Personal, ya dinikmati sajalah! Toh, masing-masing akun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang jelas, kalau memang ingin serius berburu dolar di internet, memiliki akun Premier di PayPal adalah sebuah keharusan. Anda tanya kenapa? Kita bahas lebih detil di posting selanjutnya saja ya? Soalnya kalau mau dibahas sekarang juga bakalan panjang sekali posting ini. Setuju..?

Semoga bermanfaat.

Senin, 03 November 2008

Payoneer vs VCC

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Payoneer vs VCC
Link Tittle : Payoneer vs VCC

lihat juga


Masih banyak blogger pemegang account PayPal yang belum bisa melakukan verifikasi. Persoalannya rata-rata sama, mereka tidak mau membuat kartu kredit dengan berbagai alasan. Tapi mereka juga tidak mau account PayPal-nya terus-terusan unverified. Apa solusinya? Ada dua pilihan yang dapat diambil kalau tidak mau membuat kartu kredit. Pertama menggunakan kartu debit Payoneer, dan kedua menggunakan kartu kredit virtual alias virtual credit card (VCC).

Dulu sempat beredar isu bahwa melakukan verifikasi PayPal dengan Payoneer sangat mudah. Cukup pesan kartunya, terus setelah kartu itu datang dapat langsung digunakan untuk melakukan verifikasi. Nyatanya? Bohong besar! Saya tidak tahu dari mana informasi menyesatkan ini pertama kali muncul, namun beberapa blogger ternama yang dikenal sebagai jagonya paid review sempat memposting informasi menyesatkan ini. Atau jangan-jangan Anda salah satu di antara blogger yang saya maksud? Peace…

Sedikit tentang kartu debit Payoneer pernah saya bahas sebelumnya, termasuk juga biaya-biayanya yang bagi saya cukup tinggi. Kalau Anda baru mulai mendapat penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa dan belum stabil, saya sangat tidak menyarankan penggunaan kartu ini. Bayangkan saja, pertama-tama Anda harus membayar $10 kurang sedikit untuk mengaktifkan kartu. Lalu setiap bulan uang Anda akan dipotong lagi sebesar $3 untuk biaya administrasi. Anda bilang sedikit? Coba hitung lagi!

$3 sebulan sama dengan $36 setahun. Dikalikan kurs paling rendah sebesar Rp 9000 saja angka itu setara dengan Rp 324.000. Kalau mau dikalikan dengan kurs saat ini jelas bakal jadi lebih mahal lagi. Bandingkan dengan iuran tahunan kartu kredit yang paling mahal hanya sekitar Rp 150.000/tahun (untuk jenis silver atau yang limitnya paling rendah). Belum lagi biaya transaksi penarikan tunai di ATM berlogo MasterCard yang juga lumayan tinggi. $2.15/transaksi kalau sukses, dan $0.90/transaksi kalau gagal. Wow!

Bagaimana dengan VCC? Saya rasa ini adalah solusi paling masuk akal untuk mem-verifikasi account PayPal Anda. Kenapa? Meskipun hanya kartu virtual, namun Anda dapat menggunakannya seperti kartu kredit lain. Cara kerjanya cukup simpel. Pertama-tama Anda beli dulu VCC pada penjualnya (seperti Paman Gober). Namanya saja kartu virtual, jangan harap Anda akan memperoleh sebuah kartu plastik seperti kartu kredit pada umumnya. Penjual VCC hanya akan memberikan informasi berupa 16 digit angka yang merupakan nomor kartu, jenis kartu (Visa atau MasterCard), 3 digit nomor, dan tanggal kadaluarsa kartu. Semua informasi inilah yang harus Anda masukkan saat melakukan verifikasi di PayPal.

Biayanya? Jauh lebih murah dibanding kartu debit Payoneer maupun kartu kredit, karena Anda hanya mengeluarkan uang untuk membeli VCC-nya saja. Setelah itu tidak ada lagi biaya-biaya lain. Berapa harganya? Tergantung di mana Anda membelinya. Kalau Anda membelinya dari Paman Gober aka Putra Eka, maka biaya yang mesti Anda keluarkan cukup $6.5/VCC. Berhubung Paman Gober yang ini tidak pelit, Anda juga berkesempatan memperoleh banyak hadiah seperti uang $20, domain .com gratis, domain PR2 gratis hosting gratis, spot iklan gratis di blognya, dan masih banyak lagi. Koq bisa? Bisa saja, asal Anda menang dalam kontes review yang sedang diadakannya. Hehehe, maksa banget gak sih posting satu ini?

Sabtu, 25 Oktober 2008

Tentang Payoneer Debit Card

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Tentang Payoneer Debit Card
Link Tittle : Tentang Payoneer Debit Card

lihat juga


Saya pertama kali mengenal Payoneer dari Bux.to awal-awal tahun ini. Waktu itu Bux.to menawarkan pembuatan kartu debit berlogo MasterCard sebagai bonus bagi membernya yang ingin meng-upgrade menjadi premium member. Nantinya komisi akan dibayarkan Bux.to melalui kartu tersebut. Belakangan beberapa program online earning lain juga melakukan langkah serupa. Sebut saja ReviewMe, Text Link Ads, ShoppingAds (ketiganya berada di bawah payung MediaWhiz), FriendFinder, dan Elance.

Memperoleh kartu debit Payoneer sangat mudah sekali. Anda dapat mengorder kartu ini dengan gratis melalui situs-situs yang menjadi mitra Payoneer, di antaranya beberapa nama situs yang sudah saya sebutkan di atas. Begitu permohonan Anda disetujui, maka Payoneer akan mengirim kartunya ke alamat rumah yang Anda isikan saat mengisi formulir pemesanan/pendaftaran. Tunggu sampai 25 hari kerja, maka kartu sudah dapat Anda terima.

Sebagai kartu berlogo MasterCard, Payoneer debit card juga dapat digunakan untuk melakukan verifikasi di PayPal. Syaratnya satu: kartu tersebut sudah berisi sejumlah dana. Beberapa blogger senior yang sempat menuliskan cara-cara memperoleh kartu Payoneer lupa menjelaskan mengenai hal penting ini. Padahal kalau masih kosong tanpa dana sepeserpun di dalamnya, kartu Payoneer tidak dapat digunakan sama sekali. Termasuk untuk melakukan verifikasi di PayPal.

Btw, bagaimana sih cara mengisi dana ke kartu Payoneer? Yang jelas dengan mentransfer sejumlah dana dari sumber lain. Bisa dari kartu kredit, dengan cek elektronik, atau yang paling gampang adalah menggunakan kartu Payoneer sebagai sarana pembayaran komisi dari program online earning yang diikuti. Kalau Anda tergabung dengan ReviewMe misalnya, ubah saja metode pembayaran komisi yang Anda gunakan dari PayPal ke Payoneer. Dengan demikian kartu Payoneer Anda akan terus terisi setiap kali ReviewMe membayarkan komisi.

Namun sebelum memutuskan untuk membuat kartu debit Payoneer, ada baiknya Anda perhatikan dulu besar biaya yang dikenakan bagi pemegangnya. Aplikasinya memang gratis, tapi beberapa transaksi menggunakan kartu ini akan dikenai sejumlah biaya yang menurut saya tergolong mahal. Terlebih lagi kalau Rupiah sedang anjlok seperti sekarang ini. Bagi Anda yang penghasilannya masih belum seberapa dan tidak menentu (seperti saya), penggunaan kartu ini sangat tidak disarankan.

Berapa sih biayanya? Untuk aktivasi kartu dikenai biaya sebesar $9.95 yang akan ditarik langsung dari kartu Anda saat pertama kali diisi dana. Kemudian setiap bulan kita juga akan ditarik sebesar $3.00 untuk biaya pemeliharaan account. Kalau ingin mengisi dana ke kartu kita, Payoneer akan memungut 3.5% dari besar dana yang ditransfer. Sementara transfer dari cek dikenai biaya $5.00. Kemudian penarikan dana dari ATM akan di-charge sebesar $2.15/transaksi. Sialnya, kalaupun transaksi penarikan gagal dilakukan, Anda juga akan dikenai biaya sebesar $0.90/transaksi. Pfiuuuhh….

Saya sendiri sudah terlanjur memesan kartu debit Payoneer melalui ReviewMe. Waktu itu saya hanya berniat mengetes benar-tidak sih kartu ini bisa digunakan untuk mem-verifikasi account PayPal? Nyatanya kita mesti mengisi dana dulu ke kartu ini baru bisa digunakan. Ya sudah, kartunya saya biarkan saja kosong tanpa dana sepeserpun. Soalnya kalau kartu masih tetap kosong sampai lebih dari 60 hari, Payoneer akan menonaktifkan kartu tersebut dan kita terbebas dari biaya bulanan. Lumayan kan? Hehehe…

Itu saja. Semoga bermanfaat.

Kamis, 23 Oktober 2008

Bisakah Mem-verifikasi PayPal dengan Payoneer?

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Bisakah Mem-verifikasi PayPal dengan Payoneer?
Link Tittle : Bisakah Mem-verifikasi PayPal dengan Payoneer?

lihat juga


Bagi kebanyakan pemilik account PayPal di Indonesia, mengubah status dari unverified menjadi verified member merupakan satu hal sulit. Yang membuat sulit, mayoritas bank di Indonesia tidak mendukung layanan payment processor seperti PayPal. Akibatnya member PayPal di Indonesia hanya dapat mem-verifikasi keanggotaannya dengan kartu kredit. Padahal sebenarnya PayPal juga menerima proses verifikasi menggunakan kartu debit (ATM).

Tidak semua blogger punya kartu kredit. Beberapa bahkan terang-terangan menyatakan tidak akan pernah mau membuat kartu kredit, termasuk saya. Sementara kalau tetap berstatus unverified juga susah karena dana yang ada di account tidak bisa diapa-apakan. Solusinya? Yang paling umum adalah dengan membeli virtual credit card (VCC). Kemudian beberapa waktu belakangan muncul isu kalau kita dapat menggunakan Payoneer card, sebuah kartu debit berlogo MasterCard. Benarkah demikian?

Mari kita diskusikan kebenarannya.


Payoneer card yang dikeluarkan oleh First Bank of Delaware ini merupakan kartu prabayar. Berbeda dengan kartu kredit, kartu debit Payoneer kita terima dalam keadaan kosong tanpa dana. Jadi, kita dapat begitu saja menggunakan kartu tersebut untuk melakukan verifikasi di PayPal. Kita baru bisa menggunakannya jika dan hanya jika kartu tersebut sudah terisi sejumlah dana. Payoneer sendiri berulangkali memperingatkan kalau kita hanya dapat menggunakan kartu tersebut setelah dananya tersedia.

Nah, pada saat melakukan proses verifikasi, PayPal akan terlebih dulu mengetes kartu yang kita masukkan. Caranya, PayPal menarik dana dari kartu tersebut sebesar $1.95. Bersamaan dengan transaksi penarikan itu PayPal memberikan 4 digit expuse number yang nantinya kita perlukan untuk menyelesaikan proses verifikasi. Begitu expuse number ini disubmit ke account kita, maka PayPal akan mengembalikan dana yang ditarik tadi sekaligus mengubah status kita menjadi verified member.

So, dapatkah menggunakan kartu debit Payoneer untuk melakukan verifikasi di PayPal? Kalau kartu tersebut masih kosong jelas tidak bisa! Kenapa? Karena kalau kartunya masih belum berisi dana tentu saja PayPal tidak dapat melakukan penarikan uang darinya untuk ‘mengetes’ kartu tersebut sekaligus memberikan expuse number pada Anda. Artinya, ya percuma saja mengorder kartu Payoneer kalau tidak bisa mengisi dananya.

Semoga bermanfaat.


Catatan: di posting selanjutnya saya akan membahas sedikit lebih dalam mengenai kartu debit Payoneer. Bagaimana cara memperolehnya, mengisi dananya, dan berapa besar biaya yang dikenakan untuk penggunaannya.

Kamis, 09 Oktober 2008

Ayo Withdraw Danamu di PayPal..!

PayPal - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul PayPal, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ayo Withdraw Danamu di PayPal..!
Link Tittle : Ayo Withdraw Danamu di PayPal..!

lihat juga


Tidak biasa-biasanya saya menulis judul yang provokatif seperti ini. Tapi ini hanya sebagai penegasan bagi Anda (terutama yang memiliki simpanan dana di PayPal) untuk segera menarik dana dari account PayPal Anda. Kenapa? Karena saat inilah waktu yang tepat untuk menarik dana Anda di PayPal ke Rupiah. Barusan saya iseng-iseng melakukan withdraw, dan ternyata kurs yang diberikan PayPal lumayan tinggi!

Saat terakhir withdraw bulan lalu, PayPal masih memberi kurs di bawah Rp 9000 per dolar. Tepatnya sekitar Rp 8900 sekian. Padahal kurs di luaran cukup tinggi, berkisar antara Rp 9200 sampai Rp 9300. Seiring dengan semakin terpuruknya perekonomian Amerika Serikat yang juga mempengaruhi perekonomian dunia, ternyata kurs dolar terhadap rupiah jadi semakin tinggi. Setidaknya versi PayPal yang kini memberi kurs Rp 9.340,56 per dolar. So, kalau Anda punya simpanan dana di PayPal, inilah saat yang tepat untuk menariknya ke dalam Rupiah!

Beberapa kali menarik dana dari PayPal ke Rupiah saya selalu menggerutu. Bagaimana tidak? Kurs di luaran selalu di atas Rp 9000, tapi PayPal tega-teganya hanya memberi kurs Rp 8900 selama berbulan-bulan sepanjang 2008 ini. Terakhir kali PayPal memberi kurs tinggi seingat saya cuma di awal-awal tahun ini, sekitar Rp 9400/dolar. Sayangnya waktu itu saya belum punya simpanan dana di PayPal karena memang belum punya penghasilan dari berbagai program online earning yang saya ikuti. Eh, begitu saya punya sedikit penghasilan dan ingin ditarik ke Rupiah, kurs jadi anjlok. PayPal selalu memberi kurs yang jauh lebih rendah dari kurs di luaran. Apes deh.

Nah, barusan saat iseng-iseng mengecek simpanan di account PayPal, saya coba-coba withdraw. Benar-benar coba-coba seperti yang biasanya saya lakukan. Tapi begitu melihat kurs yang diberi PayPal sebesar Rp 9.340,56/dolar, tanpa pikir panjang langsung saya tarik dana itu. Saya tidak mau menahan dana itu lebih lama lagi karena khawatir kurs-nya justru anjlok lagi. Memang masih ada kemungkinan kurs tersebut bakal lebih tinggi lagi dari yang sekarang, tapi jujur saja saya tidak berani berspekulasi. Toh, besok sudah dapat bayaran lagi dari SponsoredReviews. Kalau misalnya kurs PayPal naik lagi berarti saya tetap bisa menikmatinya. Hehehe...

Ayo, kapan lagi mau menarik dana Anda dari PayPal? Mumpung kurs-nya sedang tinggi lho. Tidak percaya? Nih, kebetulan saya menyimpan screenshot dari cuurency converter-nya PayPal.



Catatan: Maaf, saya sedang tidak enak badan. Ini nekat online untuk garap paid review berhubung besok jadwal pembayaran komisi dari SponsoredReviews. Tahu kan maksudnya? Hehehe. So, maaf ya kalo postingnya masih ngaco kaya gini. :D