Tampilkan postingan dengan label Paid Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paid Review. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2008

Paid Review Baru Lagi Nih!

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Paid Review Baru Lagi Nih!
Link Tittle : Paid Review Baru Lagi Nih!

lihat juga


Mungkin saya termasuk telat menulis tentang ini. Tapi bagaimanapun berita ini tetaplah berita hangat. Super hangat malah. Hehehe. Yap, seperti judul posting ini, di sini kita akan membahas tentang satu lagi situs yang menawarkan jasa paid review. Namanya BuyLinkPost.com. Yang luar biasa dari situs ini adalah: kreator sekaligus pemiliknya orang Indonesia! Kebetulan sekali saya kenal baik orangnya, yakni dr. Asri Tadda atau lebih dikenal sebagai Asta Qauliyah. Informasi tentang situs ini saya terima langsung darinya.

Kalau Cosa Aranda adalah pelopor paid review berbahasa Indonesia, maka dr. Asri Tadda memilih menembak pasar internasional dan bersaing dengan situs-situs paid review yang sudah lebih dulu ada. Keberaniannya bersaing dengan broker paid review mapan seperti ReviewMe, BuyBlogReview, SponsoredReviews, ataupun Blogsvertise patut diacungi jempol. Tidak cukup satu jempol, tapi dua jempol sekaligus! Ini tidak berlebihan koq. Tapi kita sebagai blogger Indonesia patutu ikut bangga dengan apa yang dilakukan dr. Asri Tadda.

Terus, kalau tentang BuyLinkPost sendiri bagaimana?

Sebagaimana situs paid review lain, di BuyLinkPost tugas Anda adalah menulis review tentang situs dan atau produk advertiser. Bedanya dengan situs paid review lain, job untuk Anda akan dikirimkan via email. Dan begitu job tersebut sudah dikerjakan, Anda mesti mengirimkan alamat URL review juga lewat email. Ini artinya, jangan coba-coba menggunakan Google Translate atau malah sekedar kopi-paste konten dari situs/blog lain. Kenapa? Karena semua review yang Anda buat akan direview kembali untuk memastikan kalau tata bahasa yang digunakan tidak asal-asalan.

Terlalu ketat? Kita bisa saja berkata begitu, tapi tentunya dr. Asri tadda punya alasan kenapa ia memberlakukan sistem seperti itu. Kalau yang saya baca di FAQ-nya sih, ia ingin memastikan kalau advertisernya puas dengan review yang dibuat. Masuk akal kan? Lagipula kita kan bisa meminta bantuan teman-teman content writer (seperti Nenad) untuk membuatkan review yang baik dan benar. Iya kan?

Berapa bayaran yang diberikan BuyLinkPost? Cukup tinggi. Kalau Anda punya blog dengan pagerank (PR) 3 ke atas, BuyLinkPost akan membayar $10/review. Kalau pagerank blog Anda hanya PR1 atau PR2, maka bayarannya $5/review. Lumayan, bukan? Selain itu Anda juga akan memperoleh kredit atau poin dari setiap review yang telah dibuat. Poin ini kemudian diakumulasikan sepanjang waktu. Semakin tinggi poin yang Anda kumpulkan, maka akan semakin banyak job yang akan Anda terima. Itu artinya, akan semakin banyak pula dolar yang bisa Anda peroleh. :))

Satu nilai lebih yang ditawarkan BuyLinkPost adalah sistem pembayaran yang cepat. Anda hanya perlu menunggu satu minggu setelah review disetujui admin. Tidak ada minimum payout. Berapapun komisi yang Anda peroleh akan dibayarkan satu minggu setelah review disetujui. Seperti umumnya situs paid review lain, BuyLinkPost juga menggunakan PayPal sebagai sarana pembayaran komisi. Belum punya akun PayPal? Silakan daftar di sini, GRATIS! *promosi mode on*

Nah, meskipun krisis global masih belum pulih, tapi ternyata kita sebagai blogger malah punya semakin banyak pilihan untuk mencari dolar. Iya kan?

Rabu, 19 November 2008

Ketika SponsoredReviews Terimbas Krisis Global

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ketika SponsoredReviews Terimbas Krisis Global
Link Tittle : Ketika SponsoredReviews Terimbas Krisis Global

lihat juga


Judulnya koq agak gimanaaa gitu ya? Hehehe... Tapi Anda yang biasa main di SponsoredReviews tentunya juga mengalami seperti apa yang akan saya tuangkan berikut ini. Jangan protes dulu lalu bilang "Ah, semua kan memang terkena imbas krisis!". Apa yang akan saya sampaikan adalah tentang sebuah "perubahan kecil" yang dilakukan oleh SponsoredReviews, salah satu broker paid review andalan saya. Bukan cuma perubahan lay out atau tampilan situs, namun berhubungan dengan sistem bidding.

Anda mulai penasaran apa yang saya maksud? Oke, let's get it started!

Kalau Anda perhatikan, ada satu perubahan mendasar yang dibuat SponsoredReviews di halaman bidding. Apa itu? Cara advertiser menentukan harga review. Entah sejak kapan perubahan itu terjadi, namun cara penentuan harga sudah berubah. Bila sebelumnya harga paling kecil adalah $5/review dan kita dapat bersih $3.25, maka sekarang tidak ada lagi harga minimal itu. Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan gambar-gambar berikut ini.



Anta tahu bedanya? Ya, sangat jelas sekali! Dulu, setiap opportunity dihargai minimal $5. Kalau advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka range harganya akan tertulis $5 - $5 atau keterangan yang tertulis "This advertiser is accepting bids between $5 - $5". Kalau advertiser memberikan harga antara $5 sampai dengan $50, maka yang tertulis adalah $5 - $50. Artinya, berapapun batas atas yang ditentukan oleh advertiser kita sebagai blogger dapat mengantongi setidaknya $3.25/review dari harga minimal yang diberikan ($5).

Sekarang? Hal ini telah berubah. Lihat saja bagaimana cara SponsoredReviews memberikan keterangan tentang harga yang boleh kita ajukan. Jika misalnya advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka kalimatnya sekarang tertulis "This advertiser is accepting bids up to $5". Anda paham maksudnya? Tahu bedanya dengan sistem yang terdahulu? Kalau Anda belum paham apa bedanya, ketahuilah bahwa dengan sistem yang sekarang Anda "dipaksa" untuk mengajukan harga serendah-rendahnya agar dapat memperoleh job. Dulu, serendah-rendahnya harga sebuah review tidak akan pernah kurang dari $5. Sekarang Anda bahkan bisa mengajukan tawaran ke advertiser dengan nilai $0.5/review atau bahkan lebih rendah lagi.

Well, jujur harus saya katakan bahwa sistem bidding yang sekarang lebih menguntungkan advertiser. Namun saya bisa maklum koq. Bukannya sekarang Amerika Serikat sedang dihantam krisis hebat? Jadi tidak mengherankan kalau banyak perusahaan (termasuk pebisnis online) memangkas banyak biaya supaya dapat tetap eksis, salah satunya adalah dengan mengurangi biaya promosi. SponsoredReviews sebagai agen promosi online tampaknya membaca gejala ini, dan situs ini tidak mau kehilangan sumber income. Tahu bahwa advertiser-lah yang membuat bisnisnya terus berjalan, SponsoredReviews kemudian membuat perubahan yang sangat menguntungkan advertiser.

Bagaimana kita harus menyikapi hal ini? Terserah Anda. Yang jelas kita harus pintar-pintar melihat budget advertiser. Kalau advertiser hanya mau membayar tak lebih dari $5, Anda harus rela mengajukan tawaran lebih rendah dari itu agar dapat terus memperoleh job. Dan bersiap-siaplah. Suatu saat kita mungkin baru dapat menerima job review setelah menawar seharga $1 atau bahkan lebih rendah lagi! Wow..!

Perubahan ini membuat rencana saya untuk merevisi ebook SponsoredReviews jadi semakin bulat. Oya, kontes testimoni dan tips yang saya adakan dalam rangka persiapan revisi ebook tersebut juga masih berlaku lho. Ikutan ya?


Minggu, 28 September 2008

Google Translate Support Bahasa Indonesia Lho...

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Google Translate Support Bahasa Indonesia Lho...
Link Tittle : Google Translate Support Bahasa Indonesia Lho...

lihat juga


Satu lagi berita gembira bagi Anda yang masih belum pede dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Setelah sebelumnya diuntungkan dengan kehadiran situs paid review lokal, maka kini Google yang bakal memudahkan jalan Anda meraih dolar di internet. Dengan bantuan The Big G, Anda bisa membuat artikel dalam bahasa Inggris sekalipun skill bahasa Inggris Anda pas-pasan. Serius lo? Yap, saya serius! Bagaimana caranya?

Anda pasti sudah tahu Google Translate, bukan? Itu lho, layanan penerjemah multibahasa milik Google. Layanan ini biasa digunakan para pemain paid review untuk mengubah satu artikel menjadi artikel orisinil yang sama sekali lain dari aslinya. Caranya dengan menerjemahkan artikel asli ke beberapa bahasa lain, lalu mengembalikannya ke bahasa Inggris. Nah, sekarang kita tidak perlu repot-repot lagi menerjemahkan berulangkali ke beberapa bahasa karena Google Translate sudah men-support bahasa Indonesia.

Berita ini pertama kali saya ketahui waktu berkunjung ke blognya Giredo. Begitu selesai membaca postingnya Giredo saya langsung meluncur ke Google Translate. Ternyata benar, pilihan bahasa Indonesia ada di antara deretan bahasa-bahasa lainnya. Test drive langsung saya lakukan. Satu paragraf dari artikel tentang ReviewMu yang saya tulis dua hari lalu dijadikan bahan percobaan. Dan beginilah hasilnya:

Photobucket

Hasil terjemahannya tidak begitu mengecewakan koq, meskipun susunan tata bahasanya banyak yang rancu. Kita masih perlu melakukan perbaikan dan mengedit hasil terjemahan ini sebelum dipublikasikan di blog atau di-submit di pemain situs-situs article directory. Dan buat Anda yang hobi menulis dengan bahasa gaul alias tidak mengindahkan EYD, Google Translate sepertinya tidak mengenali kosakata seperti "dong" atau "kan". Coba perhatikan kata-kata yang saya beri garis bawah hijau pada gambar di atas.

Selain menerjemahkan artikel, Google Translate juga sudah menyediakan fasilitas penerjemah halaman situs dari dan ke bahasa Indonesia. Untuk menerjemahkan satu halaman situs kita memasukkan alamat URL halaman yang akan diterjemahkan di kolom paling bawah lalu klik tombol "Translate". Sebagai percobaan saya memasukkan alamat URL posting tentang ReviewMu untuk membandingkan hasilnya dengan hasil terjemahan artikel sebelumnya. Hasilnya silakan lihat gambar berikut:

Photobucket

Ternyata hasil terjemahannya tidak jauh berbeda. Maksud saya, sama-sama banyak yang rancu. Tata bahasa Indonesia yang berbeda dengan grammar bahasa Inggris menyebabkan hasil terjemahan Google masih perlu diedit agar bisa dimengerti para pengguna bahasa Inggris. Artinya, kita tetap harus memeras otak untuk menghasilkan konten berbahasa Inggris. Tapi paling tidak dengan bantuan Google Translate kerja kita tidak seberat dan serepot dulu lagi. Iya nggak sih?

Btw, kapan ya Google AdSense men-support bahasa Indonesia? :(

Kamis, 14 Agustus 2008

Paid Review Merontokkan Page Rank?

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Paid Review Merontokkan Page Rank?
Link Tittle : Paid Review Merontokkan Page Rank?

lihat juga


Paid review merupakan musuh Google. Kalimat ini saya yakin sudah sering kita dengar, terutama bagi para penggiat online earning. Hati-hati, paid review bisa menghancurkan blog! Itu pesan lanjutannya. Rumor yang santer beredar, Google senang menghajar blog yang dipakai menulis paid review. Hal ini disebabkan Google menganggap paid review adalah cara culas untuk memperoleh banyak link (backlink) bagi situs tertentu.

Bisa jadi Google merasa dikadali oleh paid review. Selama ini Google menyajikan hasil pencarian berdasarkan relevansi suatu halaman dengan kata kunci yang dimasukkan dalam kotak pencarian. Tingkat relevansi itu dinilai dari jumlah backlink yang dimiliki oleh halaman tertentu. Nah, dengan paid review seorang pemilik situs dapat dengan mudah memperoleh backlink sebanyak mungkin. Tinggal kontak broker paid review, bayar sejumlah uang, dan sekian puluh bahkan ratus blog siap memberikan backlink dalam paid review yang mereka tulis.

Bagi kalangan internet marketer ataupun perusahaan tertentu yang lebih suka menjaring pelanggan di internet, paid review merupakan alat bantu ampuh untuk mendongkrak penjualan. Sebagai contoh sebuah situs payday loan yang pernah saya review di SponsoredReviews. Ketika menulis review untuk situs tersebut, iseng saya mengecek posisinya di SERP-nya Google menggunakan kata kunci yang mereka inginkan sebagai anchor text yakni payday loan. Hasilnya? Sama sekali tidak terlihat di halaman-halaman awal.

Waktu itu situs tersebut hanya membayar $5/review. Satu atau dua bulan kemudian saya lihat situs tersebut muncul lagi dalam daftar opportunity SponsoredReviews. Kali ini harga yang mereka tawarkan jauh lebih tinggi, $5-$100/review. Terdorong oleh rasa penasaran, saya kembali mengecek posisinya di SERP Google. Believe it or not, ternyata posisinya sudah berada di halaman pertama. Kalau saya tidak salah ingat sekitar urutan dua atau tiga dengan kata kunci "payday loan". Wow!

Kita semua tahu halaman hasil pencarian Google (dan juga search engine lain) merupakan sumber trafik menjanjikan. Berhasil menembus halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu berarti jaminan peningkatan trafik bagi situs kita. Buat blogger iseng hal-hal semacam ini bukan masalah. Tapi bagi blogger yang memanfaatkan blog sebagai alat pendulang dolar maupun wadah promosi sekaligus penjualan produk, memperoleh posisi strategis di SERP Google adalah hal paling penting karena trafik berarti potensi penghasilan. Semakin banyak trafik mengindikasikan semakin besarnya peluang penghasilan yang akan diperoleh.

Nah, kembali ke masalah bencinya Google dengan paid review. Untuk menangkal praktik jual-beli link dalam program paid review, Google mengambil langkah kejam. Yup, apalagi kalau bukan "menyunat" page rank blog-blog yang keranjingan menulis paid review. Padahal senjata utama para pelaku paid review adalah page rank. Semakin tinggi page rank berarti semakin tinggi pula peluang penghasilan dari paid review. Hhhh, jadi ingat keluhan teman-teman yang sepi job paid review karena blognya digebuk Google. Kasihan deh elo... Hehehe....

Hmm, benar-benar perang terbuka nih. Siapa yang bakal memenangkan perang ini? Kita tunggu saja. Yang jelas bagi pengguna Blogger masih ada angin segar karena konon kabarnya Google tidak terlalu kejam pada blog berbasis Blogger. Selain itu, blog berbasis Blogger juga lebih mudah memperoleh kenaikan page rank. Benar-tidaknya saya juga tidak tahu pasti. Bagi saya pribadi mungkin ini ada benarnya karena baik EkoNurhuda.com maupun sebuah blog lain yang saya gunakan untuk menulis review hanya turun satu angka. Padahal blog satunya itu pure isinya paid review semua. Dewa Hoki dan Dewi Fortuna bener-bener baik sama saya deh.

What do you say? Please share di kolom komentar ya... Thanks.

Jumat, 20 Juni 2008

Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah? (2)

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah? (2)
Link Tittle : Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah? (2)

lihat juga


Boleh tidaknya menulis review dalam bahasa Indonesia memang masih belum jelas. Saya sendiri sempat punya niat untuk menanyakan hal ini langsung pada SponsoredReviews, namun tidak pernah saya lakukan karena satu dan lain hal. Yang saya lakukan kemudian hanyalah membaca-baca ToS SponsoredReviews dan menafsirkannya sendiri. So, kalau kemudian saya berani menulis beberapa review dalam bahasa Indonesia, itu merupakan hasil penafsiran saya pada ToS tersebut.

Mungkin ada yang berpendapat saya cuma sok nekat, mengingat ketentuan SponsoredReviews sendiri sudah jelas-jelas mengatakan bahwa “review harus ditulis dalam bahasa Inggris”. Tapi kalimat dalam poin tersebut tidak berhenti sampai di situ saja. Ada kelanjutannya yang kurang lebih berarti “kecuali ditentukan lain oleh advertiser”. Nah, pada kenyataannya sikap advertiser juga macam-macam. Ada yang jelas-jelas mengharuskan review ditulis dalam bahasa Inggris, ada yang membebaskan blogger untuk menulis dalam bahasa apa saja, dan kebanyakan malah tidak menyinggung sama sekali mengenai bahasa yang harus digunakan.

Oke, katakanlah sebenarnya review berbahasa Indonesia tidak boleh, lantas kenapa saya berani menulis beberapa review dalam bahasa Indonesia? Jawabannya adalah pada judul dan deskripsi blog yang ada di sistem SponsoredReviews. Saya mengubah judul dan deskripsi blog ini sehingga advertiser segera tahu kalau bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan semua review di blog ini juga akan dituliskan dalam bahasa tersebut. Jadi, kalau advertiser menerima bid dari blog ini, maka saya anggap advertiser tersebut sudah tahu ketentuan ini dan menyetujuinya.

Pada saat mendaftarkan blog, kita harus mencantumkan bahasa blog pada bagian judul bila blog yang didaftarkan tidak berbahasa Inggris. Dan memang SponsoredReviews menerima blog yang tidak berbahasa Inggris. Nah, inilah yang saya jadikan celah untuk mencari jalan bagaimana supaya dapat menulis review dalam bahasa Indonesia. Soalnya lucu kan kalau blog berbahasa Indonesia koq tiba-tiba memuat posting berbahasa Inggris.

Maka pada bagian judul saya tuliskan begini “EkoNurhuda.com – A PR 4 Indonesian Personal Business Blog”. Jadi begitu advertiser melihat blog saya mereka akan langsung tahu kalau blog ini adalah blog berbahasa Indonesia. Lalu keterangan tambahan saya tuliskan di bagian deskripsi yang menyatakan bahwa EkoNurhuda.com adalah blog berbahasa Indonesia. Apabila advertiser menerima bid dari blog ini, maka berarti menyetujui bahwa review akan ditulis dalam bahasa Indonesia. Itu saja.

Sampai saat ini sudah ada beberapa review yang saya tulis dalam bahasa Indonesia. Jujur saja awalnya saya ada ketakutan kalau-kalau SponsoredReviews tidak menerimanya. Ternyata sejauh ini lancar-lancar saja. Berhubung di SponsoredReviews tidak ada proses approval seperti di Blogvertise, Smorty ataupun situs paid review lain, maka begitu alamat URL review di-submit jumlah dolar dalam account saya secara otomatis langsung bertambah. Dan semua komisi review tersebut sudah saya terima.

Seperti sudah saya katakan di posting sebelumnya, keberanian menulis review dalam bahasa Indonesia ini hanyalah penafsiran pribadi saya pada beberapa butir ketentuan (ToS) SponsoredReviews. Itu artinya Anda bisa jadi mempunyai penafsiran dan sikap berbeda. So, apapun pendapat Anda, saya akan sangat senang sekali jika Anda bersedia menuangkannya dalam kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Rabu, 18 Juni 2008

Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah?

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah?
Link Tittle : Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah?

lihat juga


Mungkin tidak banyak yang tahu kalau saya sudah beberapa kali menulis paid review dalam bahasa Indonesia di blog ini. Saya bilang mungkin karena yang dapat mengenali paid review tersebut tak sampai 5 orang. Satu-dua di antaranya bertanya “apakah ini paid review? Tapi koq berbahasa Indonesia?” Sementara kebanyakan pembaca tidak mengenali paid review berbahasa Indonesia tersebut. Buktinya ada paid review yang mendapat komentar dari pembaca seperti halnya posting nonkomersil lain.

Pertanyaan yang kemudian mencuat adalah, “Bolehkah menulis paid review dalam bahasa Indonesia?” Kalau pertanyaan tersebut ditujukan pada saya, maka saya akan menjawab, “Tergantung situs paid review mana yang memberikan job/task.” Kenapa? Karena ada broker paid review yang hanya membolehkan review dalam bahasa Inggris. Beberapa malah sama sekali tidak mau menerima keanggotaan dari blog yang tidak berbahasa Inggris, contohnya Smorty.

Lantas broker paid review mana yang membolehkan review berbahasa Indonesia? Sebenarnya tidak ada. Namun sepengetahuan saya terdapat dua situs yang tidak mempermasalahkan review berbahasa selain Inggris. Kedua situs tersebut adalah SponsoredReviews dan Blogvertise. Nama pertama saya sebut berdasarkan pengalaman pribadi, sedangkan situs kedua saya dapat dari pengalaman Kang Yusa dulu. Ya, saya bilang dulu karena sekarang Kang Yusa sudah tidak menulis review berbahasa Indonesia lagi untuk task yang didapatnya dari Blogvertise.

Di SponsoredReviews sendiri sebenarnya tidak ada aturan yang jelas-jelas membolehkan penulisan review dalam bahasa Indonesia. Hanya saja ada beberapa hal yang menurut saya dapat dijadikan sebagai pijakan untuk menulis review dalam bahasa Indonesia. Terutama ketentuan mengenai pencantuman bahasa blog (bagi blog yang tidak ditulis dalam bahasa Inggris) pada bagian keterangan judul blog saat hendak mendaftarkan blog bersangkutan. Dalam hemat saya, ketentuan ini semacam “ijin” untuk menulis review dalam bahasa asli yang menjadi bahasa pengantar blog.

Anda boleh setuju boleh juga menentang, namun logika saya koq mengatakan kalau kebijakan SponsoredReviews yang mau menerima blog selain berbahasa Inggris menandakan bahwa sebenarnya review juga dapat ditulis dalam bahasa selain Inggris. Bagi orang Indonesia, itu artinya review dapat ditulis dalam bahasa Indonesia.

Pendapat ngawur? Boleh juga kalau ada yang berkata demikian. SponsoredReviews sendiri memang menyatakan kalau review harus ditulis dalam bahasa Inggris, kecuali ditentukan lain oleh advertiser. Nah, selama ini advertiser terbagi jadi dua kelompok. Satu kelompok mengharuskan review ditulis dalam bahasa Inggris, yang biasanya mereka cantumkan di bagian “Requirements”. Sedangkan sisanya sama sekali tidak memberikan persyaratan apa-apa kecuali jumlah link, keyword yang dipakai, keyword pada judul review, ataupun larangan menggunakan konten situs advertiser pada review.

Melalui berbagai pertimbangan dan setelah mencermati hal-hal di atas, maka sayapun mengambil kesimpulan sendiri mengenai bahasa apa yang akan digunakan dalam penulisan review. Kalau advertiser jelas-jelas menuliskan “Review must be in English”, maka saya akan menuliskannya dalam bahasa Inggris. Tapi kalau tidak ada ketentuan apa-apa mengenai bahasa yang digunakan, ya saya akan nekat menuliskannya dalam bahasa Indonesia. Yang penting jumlah link, anchor text dan keyword-nya sesuai dengan keinginan advertiser, habis perkara.

Diterimakah review berbahasa Indonesia itu? Karena di SponsoredReviews tidak pakai sistem approval seperti halnya situs paid review lain, jujur saja saya tidak tahu bagaimana sebenarnya sikap SponsoredReviews mengenai hal ini. Tapi yang jelas semua komisi untuk review berbahasa Indonesia yang pernah saya tulis di blog ini sudah dibayarkan. Jadi, silakan Anda simpulkan sendiri.


Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Senin, 16 Juni 2008

Lagi, Tentang Blogvertise yang Baik Hati

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Lagi, Tentang Blogvertise yang Baik Hati
Link Tittle : Lagi, Tentang Blogvertise yang Baik Hati

lihat juga


Beberapa waktu lalu saya pernah bercerita mengenai betapa baiknya Blogvertise. Saat itu saya mempunyai beberapa task yang ternyata sebagian sudah expired. Setengah berspekulasi saya tetap menggarap task tersebut dan men-submit alamat URL reviewnya ke situs Blogvertise. Tapi yang namanya sistem komputerisasi, sekali dibilang expired ya tetap expired. No compromise bagi mesin.

Lain mesin lain pula customer service yang manusia. Eh, tapi customer service apa partner service sih? Kita kan partner, bukan customer. Well, whatever-lah. Kembali ke cerita tadi. Berhubung nilai task tersebut lumayan ($10/task), maka saya coba-coba komplain ke CS-nya. Biasanya yang menjawab Lorie atau Cheryl, namun kali ini saya dibantu oleh Marie Ossoris. Dan poin pentingnya adalah: task yang sudah expired tadi di-reassign (duh, bahasa Indonesianya apa ya?) oleh Marie dan sayapun tetap bisa mendapatkan $10 saya. Alhamdulillah.

Ternyata kebaikan hati Blogvertise tidak sampai di situ saja. Tidak hanya untuk urusan task yang expired. Pengalaman saya baru-baru ini memberikan lebih dari itu. Dan sampailah saya pada kesimpulan betapa luar biasanya Blogvertise. Setidaknya, sampai saat ini untuk urusan customer (atau partner) service Blogvertise adalah yang teratas. Ini bukan pujian gombal. Bukan pula karena Blogvertise adalah salah satu sumber dolar andalan saya. Posting ini hanyalah ungkapan terima kasih saya pada Blogvertise yang telah turut menyelamatkan periuk nasi saya. :))

Ngomong-ngomong, apa sih kejadiannya?

Oke. Ceritanya saya beberapa waktu lalu dapat banyak task. Nilainya semua $10/task. Cuma sialnya itu task untuk blog saya yang sudah tidak eksis lagi, yakni Eko-Nurhuda.blogspot.com. Blog ini kan sudah saya custom domain sehingga alamatnya berubah jadi EkoNurhuda.com. Sayapun lantas teringat Marie dan meminta bantuannya untuk mengatasi persoalan ini. Saya jelaskan duduk perkaranya dan saya ajukan beberapa alternatif solusi yang dapat dijadikan pertimbangan olehnya.

Alternatif pertama, saya minta Marie untuk mengubah alamat blog saya dari alamat lama di BlogSpot menjadi yang sekarang. Kedua, saya daftarkan EkoNurhuda.com ke Blogvertise dan kemudian Marie mengoper task yang ditujukan untuk Eko-Nurhuda.blogspot.com ke EkoNurhuda.com. Saya yakin kedua alternatif yang saya tawarkan tersebut dapat dilakukan oleh Marie, terutama opsi kedua. Namun entah kenapa koq tidak ada perubahan dan ujung-ujungnya malah account saya yang di-suspend.

Wow, tentu saja saya terkejut sewaktu masuk ke member area dan tertulis “Status: Suspended”. Waduh! Buru-buru saya kontak Marie dan bertanya kenapa account saya di-suspend? Sekalian juga saya jelaskan kalau komisi saya masih banyak yang belum dibayarkan karena belum sampai tanggal pembayarannya. Nah, kalau sudah di-suspend kan berarti dolar tersebut jadi hangus? Saya tentu saja tidak rela dan bilang ke Marie kalau memang saya di-suspend mohon komisi tetap dibayarkan. Maksa banget gak sih?

Di sinilah keistimewaan Blogvertise terlihat. Besoknya saat saya membuka mailbox terdapat balasan dari Marie. Ia menjelaskan bahwa account saya tidak ada yang di-suspend. Komisi yang ada di account saya juga akan tetap dibayarkan bila saatnya sudah tiba. Ooh, betapa leganya. Dan benar saja. Begitu saya buka situs Blogvertise dan masuk ke member area, di bagian atasnya tertulis “Status: Approved”. Alhamdulillah. Tidak jadi kehilangan satu sumber penghasilan deh. :))

Sayangnya persoalan task untuk blog yang sudah tidak eksis tadi tidak ada penyelesaian. Akhirnya dengan terpaksa saya men-decline task-task tersebut. Yah, daripada nekat saya garap tapi ujung-ujungnya jadi masalah? Sayang juga sih. $10 dikali 5 kan $50 alias Rp 450.000 (dengan kurs Rp 9000)? Ya sudah, itu berarti bukan rejeki saya. Insya Allah ada gantinya nanti. Mudah-mudahan saja lebih banyak. Hehehe…. Eh, amin.

Sabtu, 14 Juni 2008

Rejeki Nomplok di Musim Panas

Paid Review - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Paid Review, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Rejeki Nomplok di Musim Panas
Link Tittle : Rejeki Nomplok di Musim Panas

lihat juga


Di barat sana dikenal istilah liburan musim panas, yakni liburan panjang selama Juni-Agustus. Mulai dari sekolah, kampus hingga perkantoran biasanya memberikan jatah libur selama musim panas itu. Tidak seperti saya yang tiap liburan hanya putar-putar pinggiran Jogja, orang barat liburannya selalu ke luar negeri. Salah satu tujuannya adalah Indonesia, terutama Bali, Jogja, Lombok dan beberapa tempat menarik lain. Maka tak heran jika puncak kedatangan turis asing di Jogja adalah di bulan Juni-Juli.

Sewaktu masih asyik jadi guide, bulan Juni-Agustus adalah bulan-bulan penuh rejeki bagi saya. Betapa tidak? Penghasilan yang didapat selama 3-4 bulan itu cukup melimpah, sampai-sampai cukup sebagai cadangan biaya hidup untuk setahun ke depan. Sekarang bagaimana? Jangan salah. Meskipun sudah tidak guiding lagi, namun ternyata liburan musim panas masih dapat saya rasakan manfaat positifnya. Apalagi kalau bukan dari program paid review.

Ya, kalau sebelumnya saya sempat mengeluh job review sepi, maka mulai Mei kemarin tidak lagi. Blogvertise yang biasanya belum tentu dapat 1 task seminggu, kini memberi 3-5 task. Harganya juga lumayan, rata-rata $10 dan paling rendah $6. Hal ini disebabkan karena saya punya satu blog khusus tentang pariwisata dan kebetulan ber-pagerank 3. Semua task yang masuk adalah promosi akomodasi atau hotel, satu bagian penting dari liburan. Setiap pelancong pasti butuh hotel untuk menginap kan?

Sebenarnya blog pariwisata ber-pagerank 3 itu tidak saya urus secara serius. Isinyapun hanya paid review. Posting orisinil yang tidak komersil adalah posting-posting awal yang jumlahnya tidak sampai 15 judul. Kalau tidak ada task menggunakan blog itu saya sama sekali tidak mengotak-atiknya. Makanya saya heran juga kenapa koq sampai sekarang masih PR3. Padahal itu adalah blog serius pertama saya. Blog yang saya atur baik-baik tata letak dan isinya. Publikasinya saya jadwal secara teratur, dan untuk menulis satu posting saya mesti mencari berbagai macam bahan bacaan sebagai referensi. Pokoknya mengurus blog itu seperti kerja jadi wartawan surat kabar.

Dulunya hanya ada iklan Google AdSense di blog itu. Meski cepat dapat PR3, namun urusan penghasilan tidak sama cepatnya. Bulan pertama cuma ngumpul sekitar $4.17, itupun sebagian hasil click fraud.  Bulan-bulan selanjutnya tak ada peningkatan. Malah beberapa bulan terakhir selalu di bawah $2. Apalagi setelah didaftarkan ke beberapa program paid review tak juga dapat job. Mudah ditebak, itulah yang jadi penyebab utama kenapa saya akhirnya menelantarkan blog tersebut. Antara hidup dan mati, blog itu saya biarkan begitu saja sampai-sampai disebut dummy blog saja koq rasanya tidak layak.

Eh, siapa sangka ternyata musim panas begini banyak juga jobnya. Dapat sepuluh task seharga $10 saja berarti saya dapat $100. Lumayanlah. Itu baru dari Blogvertise. Belum lagi program-program paid review lainnya. Dari sini sayapun lantas punya rencana baru untuk membuat satu blog serius seputar pariwisata. Ya, sebuah blog serius yang benar-benar akan saya urus seperti halnya EkoNurhuda.com ini. Bila yang sekarang masih beralamat di BlogSpot, maka blog pariwisata yang baru nanti sudah saya siapkan nama domainnya. Sudah saya beli malah. Tinggal sekarang pikir-pikir mau pakai WordPress atau Blogger dan mau sewa hosting sendiri atau custom domain saja? Bingung deh!

Bagaimana pendapat Anda?