Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2009

Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?
Link Tittle : Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?

lihat juga


Selain Google AdSense, Buy Blog Reviews menjadi program lain yang membingungkan saya. Kalau di Google AdSense saya masih belum bisa mendongkrak pendapatan sekaligus belum pernah menerima cek sejak pertama kali mendaftar hampir 2 tahun lalu, maka di BBB (Buy Blog Reviews maksudnya) saya juga belum pernah terima bayaran. Padahal saya sudah join program paid review ini selama setahun lebih.

Terakhir kali melongok ke member area, catatan earning saya baru menyentuh angka $2.85. Koq kecil sekali? Jelas saja kecil, lha wong saya cuma dapat bonus referensi dari sekitar 30-an referal yang saya punya. Tentu ceritanya bakal lain kalau saya juga dapat job menulis review. Tapi persoalannya saya belum pernah sekalipun memperoleh job review dari Buy Blog Reviews. Hebat!



Entah apa yang salah. Padahal setiap ada email pemberitahuan kalau di Buy Blog Reviews terdapat opportunity baru saya langsung login dan melakukan penawaran (bidding). Tapi ritual itu berhenti hanya sampai di sana saja. Belum pernah sekalipun saya menerima email pemberitahuan kalau penawaran (bid) saya menang. Alhasil, saya pun tidak pernah menggarap job review dari broker paid review yang satu ini.

Untungnya saya masih bisa mengandalkan Blogsvertise dan SponsoredReviews. Dari kedua broker inilah saya memperoleh job-job review yang terkadang saya publish di blog ini (maaf ya...). Dan praktis hanya dari dua broker inilah penghasilan paid review saya berasal. Selain Buy Blog Reviews yang masih sulit saya pahami, ReviewMe dan PayPerPost sampai sekarang juga tidak mau meng-approve blog-blog yang saya daftarkan. Padahal stats-nya jauh lebih baik dari saat saya daftarkan pertama kali beberapa bulan lalu.

Ya sudahlah, mungkin saya memang tidak berjodoh dengan Buy Blog Reviews. Lagipula kalau diperhatikan nilai bayarannya juga kecil-kecil. Bahkan ada beberapa advertiser yang tega memberi harga di bawah $5/review. Tak heran bila broker satu ini terlihat kurang peminat. Indikasinya, earning saya dari referal lama sekali naiknya. Padahal 30-an referal seharusnya sudah cukup lumayan untuk mendongkrak penghasilan pasif dari situs ini.

Btw, Anda punya pengalaman lain dengan Buy Blog Reviews? Bagi-bagi ceritanya dunks...

Senin, 04 Mei 2009

EkoNurhuda.com Digebuk Google

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : EkoNurhuda.com Digebuk Google
Link Tittle : EkoNurhuda.com Digebuk Google

lihat juga


Setelah sekian lama dinanungi keberuntungan, akhirnya saya kena 'getah' juga dari hobi bermain paid review. Ya, apalagi kalau bukan digebuk Google alias pagerank blog ini dipangkas. Berapa? Tidak tanggung-tanggung, dari PR3 langsung dibabat habis jadi PR0. Gila! Kaget betul saya waktu melihat banner mypagerank.net yang terletak di footer. Awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah cross-check ke DigPagerank.com koq ternyata memang benar-benar sudah jadi 0.

Saya sadar, terlalu banyak memasukkan paid review di blog ini memang sangat besar resikonya. Masih beruntung saya baru dibabat sekarang. Artinya, saya masih sempat menuai hasil paid review dari blog ini. Setelah hampir 2,5 tahun berjalan, akhirnya kena juga saya digebuk. Dasar nasib. :)

Kalau dipikir-pikir sayang juga dari PR3 langsung turun jadi PR0. Dengan begini tentu saja penghasilan saya dari paid review akan sangat berkurang. Sebab selama ini blog inilah yang jadi andalan saya dan paling sering menerima job review. Kalau PR-nya 0, siapa yang mau menerima blog ini? Saya yakin tidak ada.

Itu baru dari paid review. Efek lain, 'proyek' jualan link juga jadi terhambat. Padahal baru kemarin saya menerima earning pertama dari jualan link underground. Banyaknya backlink, hits, dan trafik natural dari search engine menjadi nilai plus blog ini. Tapi setelah PR-nya anjlok, saya tidak yakin masih ada advertiser yang mau memasang iklan dalam bentuk link di sini. Apalah arti backlink dan trafik kalau PR-nya 0?

Ya sudahlah, saya tidak boleh bersedih hati hanya karena pagerank anjlok. Kalau mau mengambil sisi positif, dengan anjloknya PR saya tidak lagi menyisipi paid review di blog ini. Artinya, para pelanggan RSS feed blog ini tidak lagi merasa terganggu. Jadi yang akan diterima pelanggan hanya benar-benar posting dari saya untuk pembaca, bukan untuk advertiser. Harapannya, mudah-mudahan tanpa sisipan paid review pelanggan RSS feed blog ini bisa melonjak. Tidak perlu sampai 1000 pelanggan seperti punya Mas Medhy. Bisa menembus angka 500 pelanggan saja di akhir tahun ini sudah merupakan sebuah berkah bagi saya. Amin. :))

* Gambar ilustrasi saya ambil dari Google Image. Entah siapa pemilik aslinya, soalnya saya pertama kali melihat gambar tersebut jadi cover ebooknya Denny Ardian. Lha, tadi di Google Image ada beberapa situs lain yang memajang gambar itu.

Senin, 27 April 2009

Promosi Gratis di Iklanz.com

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Promosi Gratis di Iklanz.com
Link Tittle : Promosi Gratis di Iklanz.com

lihat juga


Lama tidak bogwalking ke blognya Bro Izandi, ternyata dia baru saja meluncurkan satu proyek baru bulan kemarin. Proyek apa? Situs iklan baris gratis. Nama situsnya cukup unik, Iklanz.com. Menurut si empunya, pemilihan nama ini dikarenakan sudah tidak ada lagi stok yang tersisa buat nama domain ber-keyword "iklan baris", "iklan baris gratis", "iklan gratis", dll. So, daripada bingung diapun memilih nama domain Iklanz.com. Gabungan dari kata "iklan" dan "izandi". Maksa banget kali ye? :p

Sama dengan situs-situs sejenis yang sudah ada sebelumnya, di Iklanz.com kita bisa pasang iklan baris dengan mudah dan murah. Cara memasangnya sangat simpel. Cari saja menu "Pasang Iklan" di deretan menu yang ada di atas halaman. Dari sana kita akan dihantarkan pada halaman pemasangan iklan. Tinggal pilih, mau pasang iklan premium atau iklan gratis. Buat yang suka gratisan, tinggal isi form yang ada di halaman tersebut dan klik tombol "Pasang Iklan", maka iklan akan langsung terpasang.

Eits, jangan bingung ya kalau ternyata iklannya tidak kelihatan di bagian atas halaman. Karena iklannya gratisan, tempatnya berada di bagian bawah halaman. Kita harus menggulung halaman ke bawah untuk dapat melihat iklan yang baru dipasang tadi. Ribet? Tidak efektif? Iya juga sih. Kalau mau iklan Anda tampil di posisi atas halaman dan terlihat tanpa harus menggulung halaman, pasang saja ilan premium. Berhubung masih baru, harga yang dipatok cukup murah. Berapa? Rp 30ribu saja.

Yang hebat, dengan memasang iklan premium Anda dapat menentukan sendiri lama tayang iklannya. Hal ini melengkapi keunggulan lain dari iklan premium di Iklanz.com, yakni tampil di halaman awal dan bisa ditambahi gambar. Hmmm, ini baru pertama kali saya temui. Benar-benar satu metode promosi yang kreatif dan berani dari seorang Izandi. :) Tentu saja ini bisa jadi poin penting untuk menarik minat para pemasar internet atau blogger yang ingin pasang iklan baris demi kepentingan promosi online mereka.

Berminat mencoba?

Catatan: Selamat buat Bro Izandi atas peluncuran situs iklan baris gratisnya. Semoga situs tersebut tidak cepat mati seperti punya rekan-rekan yang lain. :D

Jumat, 24 April 2009

Cyber Criminal Incar Pengguna Blogger

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cyber Criminal Incar Pengguna Blogger
Link Tittle : Cyber Criminal Incar Pengguna Blogger

lihat juga


Sejak magang di Harian Jogja saya memang kerepotan mencari waktu untuk online. Kalau dulu bisa 'mengudara' hingga berjam-jam di dunia maya, maka sekarang waktunya super duper terbatas. Bisa konsentrasi ol dalam sejam saja sudah merupakan berkah luar biasa bagi saya. Tapi semenjak kejadian tidak diinginkan kemarin, rasanya saya harus pintar-pintar menyempatkan diri untuk ol dan ngeblog

Kemarin siang, saat saya sedang ditelpon seseorang, masuk panggilan dari rekan Badoer. Wah, tumben-tumbenan, kata saya dalam hati. Berhubung pembicaraan sebelumnya belum selesai, panggilan dari rekan Badoer saya abaikan dulu. Eh, ternyata panggilannya tak hanya sekali. Saya langsung membatin, pasti ada apa-apa nih. Tapi berhubung pembicaraan sebelumnya belum selesai, saya tidak bisa menutup telpon dan ganti mengangkat panggilan dari rekan Badoer. Tanggung.

Setelah beberapa kali menelpon dan tidak bisa saya angkat, akhirnya rekan Badoer berhenti memanggil. Tapi tak lama kemudian ganti Bang Zalukhu yang menelepon. Sebuah SMS juga masuk. Walah, pasti ada sesuatu yang tidak beres, kata saya membatin. Beruntung sekali tak lama kemudian telepon sebelumnya sudah selesai sehingga saya bisa langsung menerima panggilan Bang Zal.

Kabar dari Bang Zalukhu cukup mengejutkan. Katanya blog saya disusupi orang tak bertanggungjawab. Penyebabnya, akun Blogger (email dan password) rekan Badoer yang merupakan guest blogger blog ini dicuri penjahat cyber. Bahasa bekennya sih pishing. Alhasil, si pencuri data itupun dengan leluasa bisa masuk ke dashboard saya dan mempublikasikan posting menyesatkan atas nama rekan Badoer. Isi posting itu sendiri bisa sangat merugikan jika link yang disertakan di dalamnya diklik.

Bagaimana bisa merugikan? Pasalnya link di dalam posting tersebut adalah situs yang tampilannya mirip sekali dengan Blogger. Sekali Anda memasukkan username dan password Blogger di situs pishing itu, maka habislah akun Blogger Anda. Kalau tidak cepat-cepat diganti username dan password-nya, besar kemungkinan akun tersebut akan diambil alih oleh oknum pembuat situs pishing tadi. Setelah memiliki akun Blogger Anda, si penjahat cyber ini dengan leluasa bisa mengacak-acak blog Anda.

So, selalu berhati-hati sebelum memasukkan username dan password di situs manapun. Selalu perhatikan alamat URL-nya. Bila alamatnya tidak sama dengan yang biasanya, maka lebih baik jangan pernah login. Oke?

Sabtu, 04 April 2009

Awas, Copy Cat di Mana-mana..!

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Awas, Copy Cat di Mana-mana..!
Link Tittle : Awas, Copy Cat di Mana-mana..!

lihat juga


Dua hari tidak membuka email yang Gmail, saya jadi ketinggalan sebuah info penting dari Kang Munawar. Setelah menjadi guest blogger blog ini dengan artikel berjudul "5 Tips untuk Guest Blogger", Kang Nawar memberi tahu saya kalau ternyata artikel tersebut dikopi mentah-mentah setelah di-publish di sini. Gila! :(

Awalnya saya tidak membaca gelagat apa-apa, lha wong Kang Nawar memberi judul emailnya itu "Ini Blog Sampaian..?" Setelah saya buka barulah saya tahu apa yang terjadi. Artikel Kang Nawar yang dikirimkan dalam rangka guest blogging di blog ini dikopi oleh seorang blogger tak bertanggungjawab. Sialnya, si tukang kopi itu nama depannya juga Eko. Entah asli atau rekayasa, blogger itu bernama Eko Novianto.



Lihat saja screenshot di atas. Artikel tersebut dikopi persis sama, bahkan 100% mirip sekali dengan posting yang di blog ini. Susunan paragraf, besar-kecil dan tebal-tipis kata, bahkan kredit dan link-link (juga inbound link) yang saya berikan untuk Kang Nawar selaku penulis asli juga dikopi. Kalau mau lebih jelas silakan baca sendiri di sini.

Lho, seharusnya kan tidak masalah karena ada link-nya dan aktif? Masalahnya bukan itu. Memang semua link ada lengkap seperti aslinya dan aktif. Tapi dengan perbuatannya itu dia telah membuat kesan kalau artikel tersebut dikirimkan Kang Nawar untuk blog itu, padahal sebenarnya kan dikopi dari sini? Kalau dia berniat baik dan tahu etika, tentunya diberi keterangan di mana dia mengambil artikel tersebut. Ternyata kan tidak?

Ini bukan pengalaman pertama saya menjadi korban kopi-paste. Sudah sering. Sebelum ini ada seorang blogger yang cukup terkenal mengkopi artikel saya yang berjudul "Mengenal Liew Cheon Fong, Fulltime Blogger Pertama Malaysia". Lihat saja kopiannya di sini dan screenshot berikut:



Sopannya, si blogger beken itu menambahkan 3 kata pada judul dan juga memberikan 2 paragraf penutup yang ia buat sendiri sebagai tambahan. Di akhir posting ia menuliskan "Sumber Inspirasi: Mas Eko Nur Huda". Tapi tidak sopannya, tidak ada satupun link ke alamat URL posting yang ia kopi. Ia hanya memberikan link ke blog ini, yakni http://www.ekonurhuda.com saja. Padahal seharusnya kan http://www.ekonurhuda.com/2008/10/mengenal-liew-cheon-fong-fulltime.html.

Saya mungkin benar waktu mengatakan bahwa blogger tidak kalah hebat dalam menulis dibanding para kolumnis koran. Karena itu blogger seharusnya tidak boleh diremehkan. Tapi perbedaannya, menjadi penulis bagus di blogosphere sangat beresiko jadi korban kopi-paste. Jadi, waspadalah, waspadalah..!

Jumat, 27 Maret 2009

Ketika Blog Masih Diremehkan

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ketika Blog Masih Diremehkan
Link Tittle : Ketika Blog Masih Diremehkan

lihat juga


Anda kenal Alfian Alfan, Arif Afandi atau Asef Umar Fakhruddin? Tidak jadi persoalan kalau Anda tidak mengenal mereka, atau bahkan baru kali ini tahu nama-nama tersebut. Kenapa? Jawabannya simpel saja, mereka penulis kolom di media cetak, sedangkan kita adalah blogger yang lebih akrab dengan media online.

Mereka adalah kolumnis-kolumnis terkenal di koran-koran nasional. Alfian Alfan sering menampilkan tulisannya di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, dan media nasional lainnya. Arif Afandi adalah pentolan Jawa Pos dan tulisan-tulisannya kerap mewarnai halaman Jawa Pos serta seluruh media daerah di bawah jaringan JPNN. Begitu juga dengan Asef Umar Fakhruddin. Tulisannya sudah bertebaran di mana-mana, dan ia juga baru saja menerbitkan beberapa judul buku.

Kenapa saya menceritakan mereka?

Belum berapa lama ini saya terlibat satu diskusi seru dengan seorang penulis kolom ternama. Awalnya ia sering sekali menyarankan saya untuk menulis artikel di koran. Pertanyaan khasnya setiap bertemu saya adalah, "Sudah nulis, Kang?" Biasanya saya hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan itu. Kalaupun menjawab, saya akan bilang, "Mohon doanya, Kang." Nah, hari itu saya menjawab lain. "Sudah!" Kata saya. Dia lantas tanya lagi, "Nulis di mana?" Saya jawab, "Di blog." Dia tersenyum.

Pembicaraan kemudian melebar. Sampai pada saatnya dia mengeluarkan ucapan yang membuat telinga saya memerah. Apa katanya? "Saya dan teman-teman komunitas penulis itu sejak dulu tidak begitu tertarik dengan blog. Soalnya kalau blog itu kan asal tulis saja bisa dimuat, pasti dimuat. Beda dengan koran yang harus melalui proses redaksional." Intinya, ia ingin mengatakan kalau blog itu mutunya kalah dibanding media cetak. Itu artinya, secara tidak langsung ia ingin mengatakan kalau kolumnis seperti dia 'lebih berkualitas' dibanding blogger. Oh ya?

Ya, benar kalau ia bilang tulisan di koran telah melalui proses seleksi di meja redaksi. Ia juga benar ketika mengatakan kalau asal menulis saja sudah bisa dimuat di blog. Tapi ia salah besar ketika menyimpulkan kalau blog tidak sama baik dengan koran, dan blogger tidak sepandai kolumnis dalam hal menulis. Di titik ini ia telah mencampur-adukkan fakta dengan pendapat pribadi dan bingung dengan rangkaian logikanya sendiri sehingga menyebabkannya mengeluarkan kesimpulan yang tidak tepat. Ditambah lagi, ia juga tidak begitu akrab dengan blog dan komunitas blogger. Kloplah sudah.

Ada banyak alasan mengapa seseorang lebih suka menulis di blog ketimbang di koran. Alasan paling utama adalah ketidakmampuan penulis untuk mengontrol dan mengatur apa yang harus ia tulis ketika ingin menulis di koran. Setiap media memiliki kebijakan redaksional sendiri-sendiri mengenai naskah yang boleh dimuat. Untuk dapat menembus meja redaksi, penulis kolom harus bisa menyesuaikan diri dengan style yang diinginkan koran tersebut.

Selain itu, koran adalah media bisnis, jualannya adalah berita. Agar laku, sebuah media harus bisa mencium informasi apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Isu-isu apa saja yang tengah berkembang, itulah yang akan diangkat. Begitu juga dengan kolom opininya (yang ditulis oleh para kolumnis seperti saya sebutkan di atas). Hanya artikel dengan tema-tema 'aktual' saja yang akan lolos sampai ke halaman opini. Tapi arti 'aktual' di sini sudah berubah maknanya menjadi 'sesuai keinginan pasar' dan 'sesuai dengan mainstream'. Lihat saja saat peringatan Hari Raya Nyepi kemarin. Koran mana yang tidak menampilkan artikel bertema Nyepi?

Masih ada hubungannya dengan koran sebagai media bisnis, ketika Anda mengirim sebuah artikel ke satu media dan pada saat yang bersamaan seorang yang terkenal (tokoh masyarakat, akademisi, pakar, dll.) juga membuat artikel dengan tema yang sama dengan Anda, percayalah, redaksi akan lebih memilih artikel si tokoh tadi. Mengapa demikian? Maaf, nama Anda tidak cukup menjual. Redaksi tidak mau berjudi dengan menampilkan tulisan Anda yang bukan siapa-siapa, yang belum dikenal masyarakat luas. Mereka lebih memilih popularitas penulis sebagai daya tarik, sungguhpun mungkin tulisan Anda lebih baik.

Cukup? Belum. Satu lagi kelemahan media cetak adalah keterbatasan halaman, baik oleh jumlah halaman yang sudah tetap maupun karena digusur iklan. Anda hanya boleh mengirim naskah sepanjang 4 halaman kwarto spasi ganda ke Kompas. Lebih dari itu, tulisan Anda kemungkinan besar diedit, dipotong. Tapi editor tidak akan mau bersusah-payah mengedit terlalu banyak. Kalau ada tulisan lain dengan tema sama tapi seusai dengan lebar halaman yang disediakan, tulisan Anda akan dibuang ke kotak sampah.

Menulis di media massa juga harus memiliki kesabaran ekstra. Anda mesti sabar menunggu kabar naskah yang dikirimkan, entah itu ditolak atau diterima. Padahal kalau tema yang Anda angkat sebuah topik tematik, begitu naskah sampai ke tangan editor bisa jadi isi tulisan tersebut sudah basi. Tambahan lagi, tidak cukup sekali-dua kali mengirim naskah untuk dapat melihat tulisan kita dimuat di koran. Seorang wartawan senior Kedaulatan Rakyat pernah bercerita kalau ia harus mengirim lebih dari 100 naskah sebelum bisa melihat karyanya dimuat di Intisari. Wow!

Bersyukurlah kita yang hidup di jaman internet ini, terlebih saat blog dan citizen journalism menjadi cara baru menyampaikan informasi kepada masyakarat luas. Karena itu, berbagai kemudahan yang dimiliki blog jangan lantas membuat kita selaku blogger berlaku seenaknya saja dalam menulis konten. Jangan biarkan kolumnis yang saya ceritakan tadi terus-terusan meremehkan blogger. Untuk itu, ayo kita ciptakan konten yang lebih berbobot. Tunjukkan bahwa blogger juga tak kalah piawai dengan kolumnis koran dalam soal tulis-menulis. Setuju?

Rabu, 18 Februari 2009

Apa Ciri Khas Blog Anda?

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?
Link Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?

lihat juga


Sejak pertama kali memulai blog ini awal tahun 2008 lalu, saya sudah berpikiran kalau ciri khas adalah senjata utama untuk exist di blogosphere. Ada ratusan ribu blog pada saat saya memulai blog, apa yang akan membuat pembaca menghiraukan blog saya? Di sinilah saya membutuhkan satu kekhasan, yang akhirnya saya jatuhkan pilihan pada SponsoredReviews.

Ciri khas adalah yang membedakan kita dengan blogger lain. Sehingga apabila nama kita disebut, maka orang yang mendengarnya akan langsung berpikiran pada satu hal. Dan itu terjadi secara refleks. Artinya orang tersebut tak perlu berpikir panjang lagi untuk mengasosiasikan nama kita dengan sesuatu yang kita sajikan di blog.

Coba, apa yang terlintas dalam benak Anda ketika saya menyebut nama Cosa Aranda? Yup, tanpa berpikir panjang lagi Anda pasti akan teringat dengan Google AdSense. Kenapa? Karena Cosa memang sudah lekat di ingatan kita sebagai tutor alias mahaguru program pay per click tersebut. Dan ini merupakan buah dari konsistensi Cosa yang selama ini hanya fokus menulis tentang Google AdSense di blognya.

Atau, apa yang Anda bayangkan ketika saya menyebut nama Zalukhu? Well, saya yakin Anda akan langsung teringat pada satu blog yang bersedia berbagi mengenai program-program afiliasi tanpa tedeng aling-aling. Terkadang blog itu juga nakal menjurus berani karena sering mengungkap beberapa praktik curang yang dilakukan sejumlah pebisnis online.

Itulah ciri khas.

Kenapa ciri khas penting? Jelas saja ini penting karena akan membedakan kita dengan blogger dan blog lain. Dan perbedaan itulah yang membuat kita menonjol dari lainnya. Kalau teh botol Sosro sama dengan Green Tea, tentu kita tak akan pernah peduli mau meminum yang mana. Tapi karena produsen kedua produk tersebut ingin produknya lebih menonjol dari pesaingnya, maka mereka menciptakan ciri khas yang membedakan satu sama lain. Mereka menampilkan satu kelebihan yang tidak dimiliki produk lain.

Saya rasa strategi seperti ini bagus diterapkan di blog. Tujuannya tentu saja agar pembaca lebih mudah mengingat nama kita dan apa yang kita tawarkan di blog. Tapi ini bukan hal mudah, meskipun bukan tidak mungkin dilakukan. Kuncinya hanya satu: stay focus. Oops, harus ditambahkan pula satu pelengkap yang bisa jadi gantungan kuncinya, yakni: konsistensi.

Nah, sudah berpikir apa ciri khas blog Anda?

Ngomong-ngomong, saya ini cuma OMDO alias omong doang. Soalnya saya merasa masih belum bisa menjalankan dua hal yang saya sarankan di atas. Tapi gpplah, hitung-hitung tulisan ini juga sebagai bahan pembelajaran bagi saya sendiri. :)

Selasa, 06 Januari 2009

Jangan Berusaha Jadi Terkenal!

Blogging - Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul Blogging, saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Jangan Berusaha Jadi Terkenal!
Link Tittle : Jangan Berusaha Jadi Terkenal!

lihat juga


Anda sedang mencari-cari nasihat terbaik dalam blogging? Nasihat yang Anda harapkan dapat meningkatkan semangat ngeblog (meng-update, blogwalking, dan menjalin network dengan blogger lain? Hmm, rasanya tepat kalau Anda mendengarkan nasihat yang satu ini. Kenapa? Karena inilah satu-satunya nasihat terbaik yang pernah saya dapatkan, dan saya rasa beginilah seharusnya mindset yang ada di kepala seseorang saat memulai blognya. Apa itu? Jangan berusaha jadi terkenal!

Oops, ini sepertinya koq nasihat yang tidak bisa diterima akal ya? Siapapun orangnya pasti punya keinginan untuk menjadi terkenal--menjadi selebritas, betul? Dan blog merupakan salah satu jalan yang mungkin ditempuh untuk mencapai popularitas itu. Paling tidak, ini sudah pernah dibuktikan oleh beberapa orang. Sebut saja seperti (lagi-lagi) Cosa Aranda, Medhy Aginta, Bang Zalukhu, atau Tika. Pertanyaannya kemudian, apakah mereka-mereka itu memulai blog dengan tujuan ingin menjadi terkenal?

Satu ciri utama blog yang membedakannya dari situs-situs lain pada umumnya adalah bahwa blog senantiasa di-update dalam waktu berkala. Blog yang tidak pernah di-update adalah blog yang mati, tidak diakui eksistensinya. Untuk itu seorang blogger mesti rajin meng-update blognya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukannya sendiri. Tidak harus tiap hari, bisa saja dua hari sekali atau bahkan seminggu sekali, yang penting teratur. Kata yang jago SEO sih keteraturan posting ini akan berpengaruh pada peng-index-an blog di mesin pencari.

Untuk meng-update blog kita tentu butuh bahan tulisan. Dari mana kita mendapatkan ide sebagai bahan tulisan? Di sinilah peran nasihat yang saya sampaikan di atas bermain. Kalau sejak awal memulai blog Anda berusaha ingin menjadi terkenal, maka Anda akan terjebak dengan keterbatasan Anda sendiri. Mengangkat tema yang banyak dicari tapi tidak sesuai dengan kemampuan adalah salah satu hal yang biasa dilakukan pemula. Karena mereka lihat blogger-blogger terkenal mengangkat tema make money blogging, maka merekapun ikut-ikutan mengangkat tema tersebut di blog. Padahal tak jarang mereka sejatinya baru saja belajar. Percayalah, suatu saat Anda akan kehabisan bahan karena dilanda kebuntuan plus kejenuhan luar biasa.

Akan berbeda kejadiannya kalau Anda tidak pernah punya keinginan menjadi terkenal. Anda hanya akan fokus menulis posting dengan teman-tema yang dikuasai dan disukai, dan karena itu posting-posting Anda akan menjadi sangat bermanfaat sekali karena ditulis oleh orang yang paham dan menguasai tema tersebut. Semakin sering Anda melakukan ini, maka semakin banyak artikel bermanfaat yang dihasilkan. Akibatnya, tulisan-tulisan seperti ini akan terus dicari dan dibaca, tidak peduli sudah sejak kapan Anda mempublikasikannya. Trafik akan terus berdatangan, dan dengan sendirinya blog Anda akan semakin naik popularitasnya.

Kita tentu pernah mendengar tips yang sering disampaikan para blogger senior, yaitu mulailah blog tentang apa yang disukai. Ya, buatlah blog dengan mengangkat tema sesuai dengan hobi atau minat. Selain Anda dijamin tidak akan kehabisan ide sebagai bahan tulisan, Anda juga akan mengurus blog tersebut dengan sepenuh hati. Tulisan-tulisan yang dipublikasikan juga akan memancarkan sebuah ketulusan hati karena Anda memang benar-benar menyukai apa yang sedang Anda bahas. Dengan tulisan penuh ketulusan seperti ini Anda akan dapat dengan mudah menjalin readership, sebuah ikatan emosional yang akan mengeratkan hubungan Anda dengan para pembaca.

Kesimpulannya, saya setuju setiap orang pasti punya keinginan untuk menjadi terkenal. Kalau diterjemahkan dalam blogosphere bahasanya menjadi "setiap blogger pasti punya keinginan untuk menjadi blogger terkenal". Namun akan lebih menyenangkan rasanya kalau Anda menjadikan popularitas hanya sebagai efek dari sebuah ketekunan dan keseriusan mengurus blog, bukan sebagai sebuah tujuan. Setuju?

*NB: Tulisan ini terinspirasi oleh wawancara Mr. Brown dengan Herman "Momon" Saksono.