Tittle : Wisata Pantai Gunungkidul
Link Tittle : Wisata Pantai Gunungkidul
Tour yang saya sebut Tour de Gunungkidul ini dilaksanakan dua kali. Jaraknya seminggu. Minggu pertama kami hanya mengunjungi Pantai Ngerenehan, sebuah pantai kecil di mulut sebuah teluk. Pantainya lumayan pendek, sekitar 500 meter saja. Di kiri-kanan pantai berdiri bukit karang terjal yang menjorok hingga ke tengah laut. Di mulut teluk terdapat batu-batu karang yang meredam ombak deras Laut Selatan. Dengan demikian ombak di Pantai Ngerenehan tidak tinggi sehingga aman untuk mandi.
Di Ngerenehan kita tak cuma bisa mandi, tapi juga makan ikan. Setiap hari para nelayan hilir-mudik ke laut melalui pantai ini, jadi ikannya sangat melimpah. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa makan ikan laut di Ngerenehan. Harganya cukup bersahabat koq. Sebagai gambaran, teman saya membeli seekor ikan hiu kecil plus 4-5 ekor ikan pari dengan harga Rp 15.000 saja. Tidak ditimbang? Hehehe, nelayan di sana main kira-kira saja, Bro. Asal sudah deal ya sudah, ikan dilepas. Asyik kan?

Pantai Sepanjang
Seminggu setelah mengunjungi Ngerenehan, kami berangkat lagi ke selatan Jogja. Kali ini tujuannya Pantai Sepanjang. Di mana itu? Tidak jauh dari Ngerenehan koq. Hanya sekitar 5 kilometer ke arah timur, sebelum Pantai Baron. Di sini pemandangannya cukup indah. Sesuai namanya, Pantai Sepanjang benar-benar panjang. Melihat ke kanan-kiri hanya hamparan pasir putih yang memanjang.

Lain dengan Ngerenehan, di Sepanjang kita tidak boleh mandi. Masuk ke laut saja kalau bisa jangan. Kenapa? Arusnya deras, Bro. Selain itu kontur pantainya juga sangat curam. Sekali kita masuk ke laut dan terseret, bakalan repot deh yang menolong. So, kalau di sini enaknya cuma jalan-jalan menyusuri pantai, terus naik ke bukit untuk melihat hamparan Laut Selatan, dan kalau sudah capek istirahat di gubuk-gubuk yang banyak tersebar di sepanjang pinggiran pantai.

Bagaimana? Asyik, bukan? Selama ini nama Ngerenehan dan Sepanjang kalah tenar dibanding Pantai Baron, Trisik, Kukup, dan pantai-pantai Gunungkidul lain yang ada di brosur-brosur keluaran Dinas Pariwisata Jogja. Padahal pesona kedua pantai ini tidak kalah dibanding pantai-pantai lain. Dan satu kelebihan utama keduanya adalah: masih sepi pengunjung!
Setelah puas mengagumi pemandangan alam di Sepanjang, perjalanan kami lanjutkan ke timur. Ya, kami terus lanjut ke sebelah timur. Semua pantai kami masuki meski hanya melihat secara sekilas-sekilas saja sambil lewat. Sampai di suatu desa, eh, lha koq ban belakang motor saya bocor. Bukan bocor sih, orang tempat pentilnya secara ajaib bisa lepas dari ban. Jadilah kami berhenti dulu karena saya harus mengganti ban. Untung saja ada bengkel tak jauh dari tempat kami berhenti. :)
Akhirnya, sekitar jam 7 malam sampailah kami di pantai paling timur Jogja, Pantai Sadeng. Pantai ini merupakan sebuah pelabuhan kecil tempat para nelayan berlabuh setelah mencari ikan di laut. Ikan-ikan di sini juga murah-murah, Bro. So, kamipun sepakat patungan membeli ikan dan ujung-ujungnya tentu saja makan-makan. :)) Puas makan sekitar jam 8 malam. Gila, begitu mau pulang koq inget kalau waktu itu malam Jum'at. Walah....
Btw, meski capeknya bukan main, tapi perjalanan tersebut benar-benar menyenangkan. Suatu saat ingin saya mengulangi perjalanan itu lagi. Siapa mau ikut?






