Senin, 03 November 2008

Payoneer vs VCC

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Payoneer vs VCC
Link Tittle : Payoneer vs VCC

lihat juga


Masih banyak blogger pemegang account PayPal yang belum bisa melakukan verifikasi. Persoalannya rata-rata sama, mereka tidak mau membuat kartu kredit dengan berbagai alasan. Tapi mereka juga tidak mau account PayPal-nya terus-terusan unverified. Apa solusinya? Ada dua pilihan yang dapat diambil kalau tidak mau membuat kartu kredit. Pertama menggunakan kartu debit Payoneer, dan kedua menggunakan kartu kredit virtual alias virtual credit card (VCC).

Dulu sempat beredar isu bahwa melakukan verifikasi PayPal dengan Payoneer sangat mudah. Cukup pesan kartunya, terus setelah kartu itu datang dapat langsung digunakan untuk melakukan verifikasi. Nyatanya? Bohong besar! Saya tidak tahu dari mana informasi menyesatkan ini pertama kali muncul, namun beberapa blogger ternama yang dikenal sebagai jagonya paid review sempat memposting informasi menyesatkan ini. Atau jangan-jangan Anda salah satu di antara blogger yang saya maksud? Peace…

Sedikit tentang kartu debit Payoneer pernah saya bahas sebelumnya, termasuk juga biaya-biayanya yang bagi saya cukup tinggi. Kalau Anda baru mulai mendapat penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa dan belum stabil, saya sangat tidak menyarankan penggunaan kartu ini. Bayangkan saja, pertama-tama Anda harus membayar $10 kurang sedikit untuk mengaktifkan kartu. Lalu setiap bulan uang Anda akan dipotong lagi sebesar $3 untuk biaya administrasi. Anda bilang sedikit? Coba hitung lagi!

$3 sebulan sama dengan $36 setahun. Dikalikan kurs paling rendah sebesar Rp 9000 saja angka itu setara dengan Rp 324.000. Kalau mau dikalikan dengan kurs saat ini jelas bakal jadi lebih mahal lagi. Bandingkan dengan iuran tahunan kartu kredit yang paling mahal hanya sekitar Rp 150.000/tahun (untuk jenis silver atau yang limitnya paling rendah). Belum lagi biaya transaksi penarikan tunai di ATM berlogo MasterCard yang juga lumayan tinggi. $2.15/transaksi kalau sukses, dan $0.90/transaksi kalau gagal. Wow!

Bagaimana dengan VCC? Saya rasa ini adalah solusi paling masuk akal untuk mem-verifikasi account PayPal Anda. Kenapa? Meskipun hanya kartu virtual, namun Anda dapat menggunakannya seperti kartu kredit lain. Cara kerjanya cukup simpel. Pertama-tama Anda beli dulu VCC pada penjualnya (seperti Paman Gober). Namanya saja kartu virtual, jangan harap Anda akan memperoleh sebuah kartu plastik seperti kartu kredit pada umumnya. Penjual VCC hanya akan memberikan informasi berupa 16 digit angka yang merupakan nomor kartu, jenis kartu (Visa atau MasterCard), 3 digit nomor, dan tanggal kadaluarsa kartu. Semua informasi inilah yang harus Anda masukkan saat melakukan verifikasi di PayPal.

Biayanya? Jauh lebih murah dibanding kartu debit Payoneer maupun kartu kredit, karena Anda hanya mengeluarkan uang untuk membeli VCC-nya saja. Setelah itu tidak ada lagi biaya-biaya lain. Berapa harganya? Tergantung di mana Anda membelinya. Kalau Anda membelinya dari Paman Gober aka Putra Eka, maka biaya yang mesti Anda keluarkan cukup $6.5/VCC. Berhubung Paman Gober yang ini tidak pelit, Anda juga berkesempatan memperoleh banyak hadiah seperti uang $20, domain .com gratis, domain PR2 gratis hosting gratis, spot iklan gratis di blognya, dan masih banyak lagi. Koq bisa? Bisa saja, asal Anda menang dalam kontes review yang sedang diadakannya. Hehehe, maksa banget gak sih posting satu ini?

Sabtu, 01 November 2008

Revisi Ebook Panduan SponsoredReviews

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Revisi Ebook Panduan SponsoredReviews
Link Tittle : Revisi Ebook Panduan SponsoredReviews

lihat juga


Ada satu kejadian menarik sewaktu saya sedang merencanakan ebook Panduan SponsoredReviews. Waktu itu saya sudah menyusun draft ebook tersebut di MS Word. Sudah tergarap sekitar 50%. Namanya juga ebook panduan, maka ada banyak screenshot di dalamnya. Nah, kejadian menarik ini berkaitan dengan screenshot halaman bidding di SponsoredReviews. Sudah selesai saya tulis semua panduan tentang cara mem-bid sebuah opportunity dilengkapi screenshot pendukung, eh tampilan halaman tersebut diubah oleh SponsoredReviews.

Setelah ebook tersebut disebarkan di blogosphere, ternyata juga terjadi beberapa perubahan tampilan di halaman tersebut. Sebenarnya tidak begitu mengganggu, namun saya merasa kurang sreg kalau ebook tersebut tidak up to date alias tidak mengikuti perkembangan jaman. Meskipun gratisan, bukan berarti support-nya asal-asalan kan? Saya tidak mau kalah dengan ebook berbayar yang terus di-revisi setiap ada perkembangan dan perubahan. Nah, karena itulah saya berencana merevisi ebook tersebut.

Selain screenshot baru untuk penjelasan mengenai proses bidding, ada beberapa hal lain yang mau saya ubah. Terutama bagian 8 (Blog Rekomendasi Saya) yang akan saya ubah menjadi “Tips dan Trik”, dan halaman biodata (banyak yang protes sih lihat fotonya :D ). Nah, untuk mengganti bagian 8 itu saya berencana mengajak rekan-rekan lain terlibat dalam proses revisi ini. Caranya? Kalau Anda punya tips dan trik untuk meningkatkan penghasilan di SponsoredReviews, silakan kirimkan ke saya. Tips/trik Anda akan saya muat di bagian 8. Anda berminat membantu saya?

Imbalannya apa nih? Kan harus take and give? Oke, tentu saja Anda juga akan mendapatkan benefit. Di bawah artikel Anda akan saya cantumkan informasi mengenai Anda, alamat blog/situs Anda, termasuk juga alamat URL artikel jika artikel tersebut pernah Anda publikasikan di blog. Artinya, Anda akan berpeluang memperoleh tambahan trafik dari pembaca ebook ini. Sampai dengan posting ini dibuat, berdasarkan data di Ziddu ebook Panduan SponsoredReviews sudah di-download sebanyak 530 kali. Padahal yang membagikan ebook ini tidak hanya saya. Jadi, bisa jadi angka pembaca ebook ini jauh lebih besar lagi.

Oya, saya juga membutuhkan beberapa testimoni dari rekan-rekan yang sudah membaca ebook Panduan SponsoredReviews untuk Pemula. Testimoni yang saya cari tentu saja seputar ebook ini. Apa manfaat yang Anda peroleh setelah membacanya, seberapa membantu ebook ini dalam proses pendaftaran dan atau menjalankan program SponsoredReviews, atau kesan-kesan Anda terhadap ebook ini. Testimoni ditulis dalam 1-3 kalimat pendek. Imbalannya? Di bawah testimoni akan saya cantumkan nama dan alamat blog Anda. Asyik kan?

Kalau Anda tertarik, silakan kirim artikel berisi tips/trik atau testimoni melalui halaman ini atau bisa juga lewat email ke eko[dot]nurhuda[at]gmail[dot]com. Tulis “Tips dan Trik” di subjek untuk kiriman artikel berisi tips/trik, dan “Testimoni” untuk kiriman testimoni. Saya membutuhkan maksimal 10 tips/trik dan 20 testimoni. Kriteria pemuatannya bagaimana? Untuk testimoni, siapa cepat dia dimuat. Jadi bila saya sudah mendapatkan 20 testimoni, pengirim ke-21 dst. tidak akan saya muat. Untuk tips/trik, terus terang saja saya akan lebih memprioritaskan tips/trik yang pernah dipublikasikan. Bila ada dua kiriman berisi tips/trik yang sama, maka yang akan dimuat adalah yang lebih dulu dipublikasikan.

Itu saja? Kayanya koq ada yang kurang ya? Oke, sebagai tambahan akan saya berikan hadiah lain. Apa itu? Uang sebesar $15 plus 1 kaos EkoNurhuda.com bagi 1 pengirim artikel tips/trik yang beruntung, dan masing-masing $7.5 plus kaos EkoNurhuda.com juga bagi 2 pengirim testimoni yang beruntung. Siapa yang berhak menerima hadiah akan saya undi. Hadiah uang dikirim lewat PayPal, sementara kaos silakan ambil sendiri di kos saya. Hehehe… Becanda ding. Kaosnya akan saya kirim ke alamat Anda koq.

Itu saja. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan yang bersedia membantu saya mewujudkan rencana revisi ini.

Catatan:Siapa yng berhak memperoleh hadiah akan saya umumkan saat ulang tahun blog ini yang ke-1, yakni tanggal 1 Januari 2009.

Selasa, 28 Oktober 2008

Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta
Link Tittle : Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta

lihat juga


Hajatan besar baru saja dihelat masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Yep, acara besar tersebut adalah Pisowanan Agung yang digelar sore tadi (28/10) di alun-alun utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam acara bertema “Dari Yogyakarta Untuk Indonesia” tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya menyatakan bersedia dicalonkan dalam pemilihan presiden tahun depan.

Jawaban tersebut sudah lama dinantikan oleh masyarakat Yogyakarta. Pertanyaan mengenai kesediaan Sri Sultan untuk diajukan sebagai capres sudah muncul sejak beberapa bulan lalu. Namun selama itu pula Sri Sultan hanya menjawab secara diplomatis setiap pertanyaan tersebut diajukan padanya. Tak heran ketika Pisowanan Agung digelar, masyarakat Yogyakarta sangat antusias sekali mengikutinya. Ribuan orang memadati alun-alun Kraton untuk mendengarkan jawaban Sri Sultan secara langsung.

Kalau boleh memberikan pendapat, sejujurnya saya tidak mendukung langkah Sri Sultan ini. Bukan karena saya tidak percaya dengan kemampuan Sri Sultan memimpin bangsa dan negara Indonesia. Saya melihatnya dari sisi lain, yakni dari sisi dukungan politis. Lebih spesifiknya lagi, saya tidak tahu dengan kendaraan politik mana Sri Sultan kelak akan maju. Atau dalam bahasa awam, partai politik mana yang bakal mau mengusung Sri Sultan menuju ke kursi RI 1?

Satu-satunya parpol yang sudah terang-terangan menyatakan ingin mengusung Sri Sultan sebagai Presiden RI adalah Partai Republika Nusantara (RepublikaN). Patut dicatat bahwa RepublikaN adalah partai baru. Kemampuannya mengungguli partai-partai menengah dan mapan di negeri ini masih jadi tanda tanya besar. Mampukah partai ini memperoleh suara yang cukup dalam pemilu legislatif untuk mengajukan Sri Sultan ke bursa Pilpres 2009? Ini satu pertanyaan besar lain yang harus segera dijawab.

Sudahlah, saya tidak mau bicara politik di blog ini. Bukan porsi saya. Lagipula nanti ditertawakan orang lagi. Siapa tahu ada yang protes begini, “Mahasiswa Jurnalistik yang kuliahnya super molor seperti Anda koq berani-beraninya bicara politik. Kuliah aja yang bener!”. Hahaha…

Btw, bermodal kamera ecek-ecek bawaan N70, saya sempat merekam beberapa momen menarik. Sayang seratus ribu kali sayang, lensa N70 saya tidak bisa menangkap momen-momen tersebut dengan jernih karena hari gelap tertutup mendung tebal. Padahal kejadian seperti ini kan jarang sekali terjadi? Bisa jadi malah hanya terjadi sekali ini saja sepanjang hidup saya, iya kan? Tapi tak apalah. Dan berikut beberapa hasil jepretan saya:


Rombongan peserta Pisowanan
Antrian truk peserta Pisowanan Agung yang datang dari luar daerah sudah mulai memenuhi jalanan Kota Jogja sejak pukul 14.00.



Fotografer media massa
Puluhan juru foto dari berbagai media berjajar mengabadikan momen saat Sri Sultan menyatakan sikapnya.



Ayo dukung Sri Sultan!
Sri Sultan (tampak di kejauhan) sedang membacakan pernyataan sikapnya.



Dukungan dari RepublikaN
Poster dukungan massa RepublikaN untuk Sri Sultan. Coba perhatikan baik-baik, poster ini dibuat oleh DPC Partai RepublikaN Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.



Tarian dari Sumba
Tari tradisional Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebagai wujud dukungan untuk Sri Sultan.



Atraksi barongsai
Atraksi barongsai persembahan masyarakat Tionghoa di Yogyakarta.


Oya, kalau mau membaca kutipan dari salinan pernyataan sikap Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Pisowanan Agung tadi silakan klik di sini. Saya mengutipnya untuk sebuah artikel pendek di Wikimu.

Senin, 27 Oktober 2008

Rekaman Wawancara Cosa Aranda di Smart FM

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Rekaman Wawancara Cosa Aranda di Smart FM
Link Tittle : Rekaman Wawancara Cosa Aranda di Smart FM

lihat juga


Suatu saat saya pernah tersasar di satu situs yang menjual produk berupa rekaman wawancara dengan Cosa Aranda. Siapa itu Cosa Aranda? Halah, pertanyaannya koq tidak mutu begitu sih? Karena Mas Cosa sudah terkenal sebagai publisher sukses Google AdSense, blogger top, dan juga pebisnis online papan atas, maka tentu saja wawancara tersebut seputar Google AdSense, make money blogging, dan cara-cara memulai berbisnis online.

Sebenarnya saya sangat tertarik sekali dengan produk tersebut. Namun saya tidak buru-buru membelinya karena (jujur saja) takut dikibuli. Meskipun ada nama besar Cosa Aranda di situ bukan berarti tidak ada peluang terjadinya tindak pengibulan. Siapa tahu situs itu hanyalah another penjual mimpi yang mencatut nama Cosa Aranda. Atau siapa tahu sebenarnya saya bisa memperoleh rekaman tersebut secara gratis di internet, iya kan? Ternyata benar. Saya akhirnya bisa memperoleh salah satu dari rekaman wawancara yang dijual itu dengan gratis tis.

Entah berapa kali Mas Cosa pernah diwawancarai, baik untuk radio maupun media cetak. Yang paling fenomenal menurut saya adalah sewaktu Mas Cosa diwawancari Radio Singapore International (RSI). Radio ini bisa dibilang RRI-nya Singapura. Jadi sangat mungkin sekali popularitas Mas Cosa akan langsung meningkat di kalangan warga Singapura setelah wawancara itu. Saya sendiri sangat penasaran sekali dengan isi wawancara tersebut. Tapi yang saya dapat rekaman wawancara lain, yakni wawancara Mas Cosa di radio Smart FM Jakarta dalam rangka promosi seminarnya di sana.

Dalam wawancara sepanjang 52 menit 53 detik ini Mas Cosa banyak ditanyai tentang kegiatannya di internet dan sejumlah kiat untuk memperoleh penghasilan berlimpah di internet. Sayangnya presenter bernama Fransisca Matilda yang mewawancarai Mas Cosa sepertinya tidak menguasai topik pembicaraan. Ini terlihat dari ketidak-mampuannya mengimbangi pembicaraan Mas Cosa sehingga diskusi menjadi satu arah. Fransisca Matilda bertanya, Mas Cosa menjawab. Habis. Tidak ada feedback lagi kecuali pertanyaan baru. Ia juga tidak dapat mengucapkan “search engine optimization” dengan benar, bahkan menyebut “Google AdSense” sebagai “google adsensai”. Walah!

Francisca Matilda mungkin hanya satu contoh dari sekian banyak orang Indonesia yang masih awam tentang online earning atau make money blogging. Dalam wawancara tersebut saya malah menangkap ada semacam keraguan dalam diri Francisca Matilda ketika Mas Cosa bilang penghasilannya dari internet rata-rata Rp 50 juta per bulan. Belum tahu dia! Mungkin setelah wawancara tersebut ia baru ngeh bahwa internet ternyata dapat memberikan penghasilan besar asal kita tahu caranya. Iya kan?

Eh, koq malah nyeritain si Francisca Matilda sih? Ya sudah, buat yang mau mendengarkan rekaman wawancara Cosa Aranda di radio Smart FM Jakarta silakan download di sini!


Sabtu, 25 Oktober 2008

Tentang Payoneer Debit Card

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Tentang Payoneer Debit Card
Link Tittle : Tentang Payoneer Debit Card

lihat juga


Saya pertama kali mengenal Payoneer dari Bux.to awal-awal tahun ini. Waktu itu Bux.to menawarkan pembuatan kartu debit berlogo MasterCard sebagai bonus bagi membernya yang ingin meng-upgrade menjadi premium member. Nantinya komisi akan dibayarkan Bux.to melalui kartu tersebut. Belakangan beberapa program online earning lain juga melakukan langkah serupa. Sebut saja ReviewMe, Text Link Ads, ShoppingAds (ketiganya berada di bawah payung MediaWhiz), FriendFinder, dan Elance.

Memperoleh kartu debit Payoneer sangat mudah sekali. Anda dapat mengorder kartu ini dengan gratis melalui situs-situs yang menjadi mitra Payoneer, di antaranya beberapa nama situs yang sudah saya sebutkan di atas. Begitu permohonan Anda disetujui, maka Payoneer akan mengirim kartunya ke alamat rumah yang Anda isikan saat mengisi formulir pemesanan/pendaftaran. Tunggu sampai 25 hari kerja, maka kartu sudah dapat Anda terima.

Sebagai kartu berlogo MasterCard, Payoneer debit card juga dapat digunakan untuk melakukan verifikasi di PayPal. Syaratnya satu: kartu tersebut sudah berisi sejumlah dana. Beberapa blogger senior yang sempat menuliskan cara-cara memperoleh kartu Payoneer lupa menjelaskan mengenai hal penting ini. Padahal kalau masih kosong tanpa dana sepeserpun di dalamnya, kartu Payoneer tidak dapat digunakan sama sekali. Termasuk untuk melakukan verifikasi di PayPal.

Btw, bagaimana sih cara mengisi dana ke kartu Payoneer? Yang jelas dengan mentransfer sejumlah dana dari sumber lain. Bisa dari kartu kredit, dengan cek elektronik, atau yang paling gampang adalah menggunakan kartu Payoneer sebagai sarana pembayaran komisi dari program online earning yang diikuti. Kalau Anda tergabung dengan ReviewMe misalnya, ubah saja metode pembayaran komisi yang Anda gunakan dari PayPal ke Payoneer. Dengan demikian kartu Payoneer Anda akan terus terisi setiap kali ReviewMe membayarkan komisi.

Namun sebelum memutuskan untuk membuat kartu debit Payoneer, ada baiknya Anda perhatikan dulu besar biaya yang dikenakan bagi pemegangnya. Aplikasinya memang gratis, tapi beberapa transaksi menggunakan kartu ini akan dikenai sejumlah biaya yang menurut saya tergolong mahal. Terlebih lagi kalau Rupiah sedang anjlok seperti sekarang ini. Bagi Anda yang penghasilannya masih belum seberapa dan tidak menentu (seperti saya), penggunaan kartu ini sangat tidak disarankan.

Berapa sih biayanya? Untuk aktivasi kartu dikenai biaya sebesar $9.95 yang akan ditarik langsung dari kartu Anda saat pertama kali diisi dana. Kemudian setiap bulan kita juga akan ditarik sebesar $3.00 untuk biaya pemeliharaan account. Kalau ingin mengisi dana ke kartu kita, Payoneer akan memungut 3.5% dari besar dana yang ditransfer. Sementara transfer dari cek dikenai biaya $5.00. Kemudian penarikan dana dari ATM akan di-charge sebesar $2.15/transaksi. Sialnya, kalaupun transaksi penarikan gagal dilakukan, Anda juga akan dikenai biaya sebesar $0.90/transaksi. Pfiuuuhh….

Saya sendiri sudah terlanjur memesan kartu debit Payoneer melalui ReviewMe. Waktu itu saya hanya berniat mengetes benar-tidak sih kartu ini bisa digunakan untuk mem-verifikasi account PayPal? Nyatanya kita mesti mengisi dana dulu ke kartu ini baru bisa digunakan. Ya sudah, kartunya saya biarkan saja kosong tanpa dana sepeserpun. Soalnya kalau kartu masih tetap kosong sampai lebih dari 60 hari, Payoneer akan menonaktifkan kartu tersebut dan kita terbebas dari biaya bulanan. Lumayan kan? Hehehe…

Itu saja. Semoga bermanfaat.

Kamis, 23 Oktober 2008

Bisakah Mem-verifikasi PayPal dengan Payoneer?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Bisakah Mem-verifikasi PayPal dengan Payoneer?
Link Tittle : Bisakah Mem-verifikasi PayPal dengan Payoneer?

lihat juga


Bagi kebanyakan pemilik account PayPal di Indonesia, mengubah status dari unverified menjadi verified member merupakan satu hal sulit. Yang membuat sulit, mayoritas bank di Indonesia tidak mendukung layanan payment processor seperti PayPal. Akibatnya member PayPal di Indonesia hanya dapat mem-verifikasi keanggotaannya dengan kartu kredit. Padahal sebenarnya PayPal juga menerima proses verifikasi menggunakan kartu debit (ATM).

Tidak semua blogger punya kartu kredit. Beberapa bahkan terang-terangan menyatakan tidak akan pernah mau membuat kartu kredit, termasuk saya. Sementara kalau tetap berstatus unverified juga susah karena dana yang ada di account tidak bisa diapa-apakan. Solusinya? Yang paling umum adalah dengan membeli virtual credit card (VCC). Kemudian beberapa waktu belakangan muncul isu kalau kita dapat menggunakan Payoneer card, sebuah kartu debit berlogo MasterCard. Benarkah demikian?

Mari kita diskusikan kebenarannya.


Payoneer card yang dikeluarkan oleh First Bank of Delaware ini merupakan kartu prabayar. Berbeda dengan kartu kredit, kartu debit Payoneer kita terima dalam keadaan kosong tanpa dana. Jadi, kita dapat begitu saja menggunakan kartu tersebut untuk melakukan verifikasi di PayPal. Kita baru bisa menggunakannya jika dan hanya jika kartu tersebut sudah terisi sejumlah dana. Payoneer sendiri berulangkali memperingatkan kalau kita hanya dapat menggunakan kartu tersebut setelah dananya tersedia.

Nah, pada saat melakukan proses verifikasi, PayPal akan terlebih dulu mengetes kartu yang kita masukkan. Caranya, PayPal menarik dana dari kartu tersebut sebesar $1.95. Bersamaan dengan transaksi penarikan itu PayPal memberikan 4 digit expuse number yang nantinya kita perlukan untuk menyelesaikan proses verifikasi. Begitu expuse number ini disubmit ke account kita, maka PayPal akan mengembalikan dana yang ditarik tadi sekaligus mengubah status kita menjadi verified member.

So, dapatkah menggunakan kartu debit Payoneer untuk melakukan verifikasi di PayPal? Kalau kartu tersebut masih kosong jelas tidak bisa! Kenapa? Karena kalau kartunya masih belum berisi dana tentu saja PayPal tidak dapat melakukan penarikan uang darinya untuk ‘mengetes’ kartu tersebut sekaligus memberikan expuse number pada Anda. Artinya, ya percuma saja mengorder kartu Payoneer kalau tidak bisa mengisi dananya.

Semoga bermanfaat.


Catatan: di posting selanjutnya saya akan membahas sedikit lebih dalam mengenai kartu debit Payoneer. Bagaimana cara memperolehnya, mengisi dananya, dan berapa besar biaya yang dikenakan untuk penggunaannya.

Selasa, 21 Oktober 2008

Hosting Hemat plus Domain Gratis, Mau?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Hosting Hemat plus Domain Gratis, Mau?
Link Tittle : Hosting Hemat plus Domain Gratis, Mau?

lihat juga


Sebagai pemakai setia Blogger/BlogSpot, saya sama sekali buta tentang hosting dan segala tetek-bengeknya. Saya sama sekali tidak tahu apa itu add-on domain, FTP, cPanel, bahkan saya tidak mengerti apa gunanya Fantastico! Anda boleh tertawa mengejek, tapi memang begitulah kenyataannya. Maklum saja, penyuka gratisan seperti saya ini tidak pernah punya account hosting. Yang saya punya account Blogger, domain name dan account DNSPark.

Eits, tapi itu dulu. Ceritanya sedikit berbeda sekarang. Tepatnya semenjak saya mengenal satu situs dengan layanan webhosting super murah bernama IdeBagus.com. Entah kebetulan atau tidak, IdeBagus benar-benar menjadi ide bagus bagi saya yang berniat mencari hosting hemat sebagai sarana pembelajaran fitur-fitur hosting sekaligus WordPress. Bagaimana tidak saya sebut ide bagus kalau saya hanya perlu membayar Rp 100 ribu untuk satu paket hosting setahun plus nama domain gratis? Wow!

Apa yang saya dapatkan dengan harga semurah itu? Yang jelas satu nama domain berekstensi .com, .net, .org, .biz, atau .info. Sementara hostingnya sendiri memiliki kapasitas penyimpanan (web space) sebesar 250 MB dengan bandwidth 1 GB per bulan. Tidak terlalu besar memang, tapi cukup lumayanlah untuk seorang newbie seperti saya. Toh, niatnya juga hanya sebagai sarana belajar, jadi rasanya saya tidak memerlukan kapasitas penyimpanan ataupun bandwidth terlalu besar. Yang penting control panelnya sama lengkap dengan yang biasa diajarkan di ebook-ebook panduan WordPress, habis perkara!

Poin paling menarik bagi saya adalah pemberian nama domain gratis itu tadi. Tidak banyak penyedia hosting yang memberikan nama domain gratis seperti yang dilakukan IdeBagus. Kalaupun ada, domain gratis itu biasanya hanya diberikan pada paket-paket tertentu saja dengan harga yang tentunya lebih mahal. Di IdeBagus, semua paket hosting disertai dengan bonus satu nama domain. Ya, semuanya! Tidak peduli Anda memesan paket Hemat yang hanya seharga Rp 125 ribu per tahun atau paket Bisnis seharga Rp 250 ribu sebulan, Anda tetap akan memperoleh satu nama domain gratis.

Hal lain yang menarik dari IdeBagus adalah program affiliasinya. Sebagai client Anda berkesempatan memperoleh pemasukan tambahan sebagai affiliate dengan cara mempromosikan layanan IdeBagus. Dari setiap transaksi yang terjadi atas promosi Anda, IdeBagus akan memberikan komisi yang bervariasi antara 10-25%. Semakin besar penjualan Anda, semakin besar pula persentase komisi yang Anda peroleh. Anda sewaktu-waktu juga dapat mengecek perkembangan penjualan & statistik lainnya secara real-time di member area.

Buat Anda yang baru belajar membuat blog, atau Anda yang ingin belajar lebih banyak tentang fitur hosting dan WordPress seperti saya, IdeBagus merupakan pilihan tepat. Begitu mahir dan blog sudah berkembang, Anda dapat dengan mudah meng-upgrade account dengan kapasitas penyimpanan dan bandwidth yang lebih besar kapanpun Anda mau. Di mana lagi bisa memperoleh semua kelebihan ini kalau bukan di IdeBagus? *promosi mode on* :))

Sebagai penutup, saya mengundang Anda untuk mengunjungi ILoveYogya.com. Ini blog sederhana yang saya jadikan sarana mempelajari fitur-fitur hosting dan juga WordPress. Tentu saja saya menggunakan layanan IdeBagus (hemat banget, bo! Hihihi). Namanya juga baru belajar, mohon maklum ya kalau masih amburadul banget. Hehehe…

Semoga bermanfaat.

Minggu, 19 Oktober 2008

Tolong, EkoNurhuda.com Dicatut Penjual Mimpi..!

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Tolong, EkoNurhuda.com Dicatut Penjual Mimpi..!
Link Tittle : Tolong, EkoNurhuda.com Dicatut Penjual Mimpi..!

lihat juga


Seperti pernah saya singgung sewaktu membahas tentang PPC lokal yang dibanjiri iklan-iklan penjual mimpi, blog ini sendiri sempat ‘dijual’ oleh salah satu situs penjual mimpi berinisial UP. Bang Zalukhu sempat menceritakan masalah ini secara sekilas di posting ini. Nah, biar lebih gamblang dan jelas lagi, berikut saya beberkan detil kejadiannya. Kalau ada yang meragukan dan atau menyangkal cerita berikut silakan kontak saya. Kebetulan semua bukti-bukti otentik masih saya simpan dengan baik.

Cerita berawal dari sebuah email dari seseorang bernama Lukman Hakim Mahrus kepada saya melalui form kontak. Ia mengatakan sangat tertarik dengan produk yang dijual UP. Kebetulan ia melihat alamat blog ini di bagian testimoni dan dinyatakan sebagai salah satu dari 1900+ client UP. Saya jadi kaget. Tanpa membalas email tadi saya langsung meluncur ke situs UP. Benar saja. Ternyata EkoNurhuda.com memang benar-benar dicantumkan di sana seperti terlihat pada gambar berikut.

Photobucket


Saya lantas geleng-geleng kepala. Setahu saya yang namanya client itu sama dengan customer alias pembeli produk. Lha wong saya tidak pernah membeli produk itu, masa iya bisa berada di deretan client sih? Terlebih lagi pencantuman tersebut sama sekali tidak meminta ijin atau sekedar pemberitahuan dari pengelola UP. Saya langsung bergumam, “Hmm, ada yang tidak beres nih…” Hanya beberapa detik kemudian saya langsung melayangkan email protes ke pengelola UP. Saya mempertanyakan kenapa alamat blog ini bisa ada di daftar client UP dan sejak kapan tercantum di sana.

Sedikit mundur ke belakang, dulu ketika UP baru saja di-launching memang saya pernah mendaftar sebagai reseller. Banner promosinya sempat saya pasang di blog ini selama beberapa waktu. Tapi saya tidak pernah membeli produknya sama sekali, jadi saya tidak bisa dikategorikan sebagai client. Saya juga masih ingat ketika pengelola UP yang berinisial HP mengirim off message berisi ucapan terima kasih karena telah bergabung sebagai reseller UP. Beberapa hari kemudian kami bahkan sempat chatting dan saya bertanya banyak mengenai UP. Berapa modalnya, di mana beli script-nya, dll. Ketika HP mengubah peraturan mengenai komisi, saya merasa keberatan dan menyatakan mundur dari UP. Pesan pengunduran diri langsung saya kirim lewat off message YM-nya HP dan sudah dibaca olehnya karena ia kemudian membalas “Ya, tidak apa-apa, Mas.”

Ketika balasan dari UP datang saya jadi naik darah. Sebabnya HP dengan santai menjawab bahwa hal itu terjadi karena saya terdaftar sebagai free client (istilah UP untuk member yang belum membeli produk), karena itu dicantumkan di daftar client. Saya memprotes lagi, bukannya saya sudah mengundurkan diri dari UP??? Eh, dijawab kalau dia LUPA saya pernah mengundurkan diri via YM. Alasannya, selama ini kontak ke UP dilakukan lewat email, bukan YM. Lha, terus yang membalas pesan saya itu siapa dong? Bukannya dia pemilik sekaligus pengelola UP???

Karena benar-benar tidak terima dengan alasan konyol tersebut, saya terus kejar HP untuk memberikan alasan yang lebih logis lagi. Ketika dia bersikukuh kalau alasannya hanya LUPA, saya akhirnya mencoba maklum. Ya sudahlah, kalau begitu dianggap selesai saja. Toh alamat blog ini sudah dihapus dari halaman UP. Namun saya koq tidak puas kalau hanya berakhir begitu saja. Dia sudah mencatut alamat blog saya tanpa ijin selama beberapa bulan, masa iya mau selesai begitu saja? Padahal saya yakin pasti ada yang mengasosiasikan saya dengan UP karena melihat alamat blog ini di situs UP. Dan ini bukan promosi yang bagus bagi blog saya. Dengan kata lain, saya merasa dirugikan! Maka, bukan bermaksud menggertak kalau kemudian saya bilang ke HP begini, “Thanks karena sudah memberi bahan tulisan yg bagus untuk blog saya.”

Eh, rupanya HP kebakaran jenggot. Kalau di dua email sebelumnya ia menjawab asal-asalan dan sekenanya, maka sejak saya berkata begitu tiba-tiba saja ia bersikap manis dan sopan. Bahkan saya ditawarkan untuk meng-upgrade keanggotaan UP secara gratis. Belum sempat saya jawab, beberapa saat kemudian saya diberi komisi dari hasil pembelian yang dilakukan oleh Lukman Hakim Mshrus. Walah, mau menyuap nih ceritanya? Batin saya dalam hati. Sandiwara konyol apalagi ini? Bukankah saya sudah mengundurkan diri sejak berbulan-bulan yang lalu? Karena yakin tawaran itu mengandung maksud lain, sayapun dengan tegas menolaknya.

HP sepertinya benar-benar khawatir saya membuat posting tentang masalah ini. Buktinya ia terus mengirimi saya email berisi permohonan maaf sekaligus meminta saya untuk menganggap persoalan telah selesai dan tidak membuat posting tentang hal ini. Ia juga jadi sering nongol di blog ini dan sesekali meninggalkan komentar. Saya iseng bertanya, apa yang ia takutkan kalau saya membuat posting tersebut? Apakah takut bisnisnya akan rusak? HP kemudian mengaku kalau sedikit-banyak ia memang takut nama UP bakal rusak. Ia khawatir UP dianggap melakukan kebohongan karena mencantumkan alamat blog orang lain tanpa ijin. Ia tidak ingin nanti orang berpikir kalau testimoni dan daftar client yang dibuat UP hanyalah rekayasa belaka.

Well, mengenai hal itu tentu saja biarkan orang yang menilainya. Saya tidak akan berkomentar apa-apa soal itu. Saya hanya membeberkan sebuah fakta kalau UP pernah mencatut alamat blog ini sebagai daftar client, padahal saya sama sekali tidak pernah memesan produk UP. Saya bahkan sudah mengundurkan diri sebagai member UP sejak berbulan-bulan lalu dan sudah diterima dengan baik oleh HP, si pemilik UP. So, buat rekan-rekan blogger lain berhati-hatilah! Siapa tahu tanpa sepengetahuan Anda blog Anda dicatut oleh situs penjual mimpi seperti yang saya alami.

Sebagai penutup, berikut saya perlihatkan tampilan situs UP setelah alamat blog saya dihapus dari daftar client. Bukan hanya alamat blog saya saja yang dihapus, tapi SEMUA alamat blog yang tadinya tercantum di sana juga dihapus. Artinya..??? Jawab sendiri deh!

Photobucket


UPDATE 30/10/08: Lihat reaksi Kaskuser tentang hal ini di sini!
UPDATE 11/11/08: Entah sejak kapan, yang jelas bagian testimoni di sales page UP sudah berubah lagi. Testimoni disertai foto dan alamat lengkap. Lihat sendiri aja deh, tar kalo saya yang komentar pada salah paham lagi. :)

Jumat, 17 Oktober 2008

Cari Duit Apa Cari Kerja?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cari Duit Apa Cari Kerja?
Link Tittle : Cari Duit Apa Cari Kerja?

lihat juga


Daripada nggak dapet-dapet kerja, mending nggak dapet-dapet gelar.” Anda tentu sudah sering melihat iklan yang menampilkan kalimat tersebut. Dalam iklan itu digambarkan bahwa kebanyakan orang lebih suka mengejar gelar. Hanya segelintir saja yang berani menyimpang dari kelaziman dan merasa dapat hidup (layak) tanpa gelar. Sungguh satu gambaran yang pas sekali dengan realita di sekeliling kita sekarang.

Saat saya menyatakan ingin mengikuti jejak Liew Cheon Fong menjadi fulltime blogger selepas kuliah nanti, seorang pengunjung melontarkan komentar negatif. Tanpa meninggalkan identitas sama sekali alias anonim, ia menulis: “Ngapain kuliah kalau lulus cuma jadi blogger?” Saya hanya tertawa saja membacanya sambil menjawab dalam hati, “Yah, paling tidak blogger lebih berduit daripada job hunter alias pencari kerja.” Hehehe… Iya kan?

Mungkin sudah sejak jaman penjajahan Belanda dulu dalam otak bangsa Indonesia tertanam pemikiran bahwa orang harus bekerja untuk dapat hidup. Entah itu bekerja di sektor swasta (menjadi karyawan) atau di lembaga milik negara (PNS). Dan memang sejak jaman penjajahan dulu masyarakat kita memandang PNS sebagai satu profesi terhormat. Menjadi PNS adalah suatu kebanggaan karena selain memperoleh jaminan pensiun, seorang PNS juga memiliki strata sosial lebih tinggi di masyarakat. Maka tak heran jika banyak orang tua mendambakan anaknya menjadi PNS (atau memiliki pasangan PNS). Demikian juga dengan si anak yang selalu mendambakan diangkat jadi PNS, meskipun harus menunggu puluhan tahun lamanya.

Kalau tidak bisa menjadi PNS, pilihan selanjutnya adalah bekerja di perusahaan bonafid. Kalau ini juga tidak terkabul, bekerja di mana saja tidak jadi masalah. Yang penting bekerja dan dapat gaji tetap untuk hidup. Agar memperoleh pekerjaan bagus orang harus berbekal ijasah dan gelar. Semakin tinggi ijasah dan gelar yang dimiliki, semakin bagus posisi yang mungkin didapat sekaligus semakin besar pula gaji yang akan dikantongi. Inilah pola pikir umum masyarakat kita. Jadi, jangan heran kalau begitu lulus kuliah kerjanya hanya memelototi iklan lowongan kerja di koran setiap hari.

Bekerja untuk hidup, salahkah pola pikir ini? Tidak salah memang, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Kalau yang dimaksudkan adalah bahwa kita harus “melakukan sesuatu” untuk memperoleh uang, maka pendapat ini benar. Tapi kalau maksudnya kita harus jadi karyawan/pegawai untuk mendapat penghasilan, ini jelas-jelas tidak benar. Catat baik-baik, kita tidak harus jadi karyawan/pegawai untuk mempunyai penghasilan!

Menjadi fulltime blogger adalah salah satu pilihan untuk memperoleh penghasilan. Bukan penghasilan standar upah minimum (UMP) yang hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seorang fulltime blogger bahkan bisa berpenghasilan sebesar gaji menteri. Ini tentu jauh lebih baik daripada terus bermimpi menjadi PNS atau memperoleh posisi bagus di perusahaan multinasional terkemuka. Menariknya lagi, Anda tidak membutuhkan ijasah apapun untuk menjadi seorang fulltime blogger. Yang Anda butuhkan hanyalah keyakinan dan tekad yang kuat untuk maju.

So, mana yang Anda cari, duit atau kerja? Kalau Anda memilih duit, maka saya katakan pada Anda bahwa banyak jalan dapat ditempuh untuk memperoleh duit (baca: penghasilan). Salah satunya cari duit dengan blog. Tapi kalau Anda keras kepala ingin bekerja untuk memperoleh duit, saya hanya bisa mendoakan semoga Anda senantiasa diberikan kesehatan dan kesabaran. Saya pernah bekerja di banyak tempat, mulai dari warung sate kambing sampai hotel berbintang 3. Bagi saya bekerja di mana saja tidak ada bedanya, sama-sama tidak enak! Dan lagi saya tidak rela kalau sudah kuliah mahal-mahal hanya jadi "pesuruh”.

Maaf, hanya sekedar uneg-uneg setelah membaca komentar si anonim di posting ini.

Rabu, 15 Oktober 2008

How to Make Money Blogging?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : How to Make Money Blogging?
Link Tittle : How to Make Money Blogging?

lihat juga


Ingin membuat blog sebagai “mesin uang” tapi masih bingung program apa saja yang harus diikuti? Tenang, Anda tidak sendiri koq. Saya dulu juga begitu, sebagaimana para pemula lainnya juga pernah menghadapi hal serupa. Untuk itulah saya membuat halaman ini, di mana Anda dapat menemukan daftar program-program yang selama ini saya gunakan untuk “berburu dolar”. Program-program berikut saya pilih dari sekian banyak program yang ada di internet. Saya berani merekomendasikannya karena sudah terbukti memiliki layanan dan support yang bagus, serta yang paling penting adalah: terbukti membayar!

SponsoredReviews
SponsoredReviews adalah sebuah situs agen paid review (review berbayar) yang akan membayar Anda untuk menuliskan review (berbahasa Inggris) pesanan advertiser mereka di blog. Untuk setiap review Anda akan memperoleh sebanyak 65% dari harga review yang disetujui advertiser. Komisi dibayarkan dua minggu sekali melalui PayPal. Kalau Anda baru mengenal situs ini sangat saya sarankan untuk terlebih dulu membaca ebook “Panduan SponsoredReviews” yang saya tulis. Download ebooknya Panduan SponsoredReviews di sini! GRATIS!

Daftar di SponsoredReviews!


Blogsvertise
Masih merupakan situs paid review. Hanya saja Blogsvertise menerapkan aturan yang berbeda dalam hal penerimaan review dan pembayaran komisi. Di situs ini tiap review yang Anda tulis mesti disetujui oleh admin. Komisi dibayarkan setelah 30 hari kerja sejak review disetujui admin, juga melalui PayPal. Enaknya, komisi Anda tidak dibagi dua dengan Blogsvertise. Misalkan Anda mendapat review senilai $10, maka sebesar itulah komisi yang akan Anda terima kelak.

Daftar di Blogsvertise!


BuyBlogReviews
Sama seperti SponsoredReviews dan Blogsvertise, BuyBlogReviews adalah situs agen paid review. Bedanya, beberapa advertiser di BuyBlogReviews membolehkan Anda menulis review dalam bahasa selain Inggris. Komisi di situs ini juga lebih besar, di mana Anda akan dibayar sebesar 70% dari nilai review. Komisi dibayarkan setiap tanggal 1 dan 15 melalui PayPal.

Daftar di BuyBlogReviews!


ReviewMu
Bagi Anda yang ingin meraup penghasilan dari paid review tapi bahasa Inggris-nya pas-pasan, ReviewMu adalah solusinya. Yap, situs ini adalah agen paid review lokal sehingga Anda bisa menuliskan review dalam bahasa Indonesia. Besar komisi beragam, minimal Rp 10.000/review. Pembayaran komisi dilakukan dengan cara transfer bank setelah total komisi yang Anda peroleh mencapai batas minimal Rp 100.000.

Daftar di ReviewMu!


KumpulBlogger
KumpulBlogger adalah situs pay per click (PPC) lokal. Yang harus Anda lakukan dengan program ini hanyalah memasang iklan yang disediakan KumpulBlogger di blog Anda. Setiap kali iklan tersebut diklik, maka Anda akan memperoleh komisi sebesar Rp 300/klik. KumpulBlogger juga menyediakan iklan banner/gambar dengan komisi sebesar Rp 700/klik. Komisi dibayarkan lewat bank setelah penghasilan Anda mencapai batas minimal Rp 50.000.

Daftar di KumpulBlogger!


KlikSaya
Sama seperti KumpulBlogger, Klik Saya adalah situs PPC lokal. Bedanya, KlikSaya memberikan komisi lebih beragam untuk setiap klik atas iklan yang Anda pasang di blog. Komisi minimal sebesar Rp 150/klik, dan maksimal (berdasarkan pengalaman saya) sebesar Rp 475/klik. Pembayaran komisi dilakukan tiap bulan lewat bank setelah komisi Anda mencapai minimal Rp 60.000.

Daftar di KlikSaya!


Ask2Link
Ini adalah program periklanan berbasis link teks. Anda akan dibayar untuk menempatkan sejumlah link advertiser seperti yang dapat dilihat di bagian “Related Websites” di sidebar blog ini. Harga tiap link ditentukan oleh Ask2Link berdasarkan tingkat popularitas blog yang mengacu pada jumlah kunjungan per bulan, peringkat Alexa, Google pagerank, dan faktor lain. Komisi dibayarkan setiap tanggal 1 di awal bulan melalui PayPal setelah mencapai batas minimal $10.

Daftar di Ask2Link!