Kamis, 26 Februari 2009

Susahnya Pulang Kampung

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Susahnya Pulang Kampung
Link Tittle : Susahnya Pulang Kampung

lihat juga


Jum'at (27/2) sore besok rencananya saya mau pulang kampung ke Jambi. Kenapa pulang? Ceritanya adik cewek saya satu-satunya mau nikah tanggal 4 Maret, so saya harus pulang. Selain itu, saya juga punya misi lain. Apa itu? memperkenalkan tunangan saya kepada seluruh keluarga besar yang bakal kumpul semua saat pernikahan adik saya itu. Kalau kata pepatah sih sekali tepuk dua lalat.

Nah, rencana awal kami bertiga pengen naik pesawat. Kalau jadi rutenya Jogja-Jakarta, terus transit di Jakarta dan lanjut Jakarta-Jambi. Ini bukan karena banyak duit atau karena gaya-gayaan lho, tapi murni untuk menghemat waktu. Soalnya adik saya harus bolos kuliah, dan tunangan saya juga bolos ngajar. Jadi pesawat dipilih supaya bolosnya tidak terlalu lama. Tapi ternyata ceritanya jadi lain. :(

Dasar blogger kere, cuma beli motor Honda Astrea Grand second saja tabungan saya sudah amblas. Ada sih sisanya, cuma duit yang tidak seberapa itu habis untuk operasional sehari-hari. Kondisi diperparah dengan tidak adanya subsidi dari orang tua selama dua bulan! Ya, saya tidak malu-malu mengatakan kalau saya masih disubsidi sama orang tua selama kuliah. Jadi bisa dibayangkan kan berapa sih sebenarnya penghasilan online saya?

Nah, awal Februari adik saya sudah pesan 3 tiket Batavia Air untuk keberangkatan tanggal 28 Februari. Sengaja booking jauh-jauh hari supaya harganya lebih murah (kata yang sering naik pesawat sih begitu). So, tiket Jogja-Jambi transit di Jakarta untuk 3 orang totalnya Rp 1,7 juta. Apes, duit saya waktu itu cuma ada kurang dari 200 ribu di ATM Niaga (yang khusus untuk penghasilan online), sedangkan di ATM BNI (khusus buat menampung kiriman dari rumah) malah cuma Rp 18.000. Adik saya juga tidak punya uang, terus tunangan saya jauh di sana. Lagipula mau pinjam saya malu.

Sama travel agent tempat adik saya reservasi tiket dikasih tenggang waktu 5 hari untuk melunasi. Saya coba cek ke PayPal, saldonya cuma $13. Tidak cukup! Terus saya beranikan diri bilang ke tunangan, dia bilang ada Rp 600 ribu. Lumayanlah. Giliran saya tanya adik, dia bilang tidak ada uang. Saya sendiri? Benar-benar buntu! Mau meggadaikan motor mana laku? Lagipula motornya masih diservis. Diam-diam saya jadi menyesal beli motor. Soalnya kalau saja saya belum beli motor pasti tidak akan pusing-pusing memikir ongkos.

Ya sudah, akhirnya tenggat waktu habis dan booking-nya dianggap hangus. Untungnya adik saya tidak keluar uang sama sekali waktu booking (orang memang dia tidak punya uang koq). Tunggu ditunggu, masuk tanggal 20-an barulah PayPal saya bertambah meski tidak terlalu banyak. Di saat bersamaan adik saya dapat kiriman dari rumah, dan saya juga dikirim walaupun jumlahnya lebih kecil dari biasanya. Saya dengan adik lantas berembug. Keputusannya, kami pulang naik bis dengan resiko bisa tertahan lebih lama di penyeberangan Merak-Bakaheuni karena gelombang Selat Sunda sedang tinggi-tingginya (kata berita lho).

So, sesuai rencana kami akan berangkat besok sore dari Terminal Jombor dengan menumpang bis Ramayana. Bis eksekutif itu biasanya membuat saya kedinginan kalau malam datang. Apalagi sekarang musim hujan. Tapi berhubung besok sama tunangan, sepertinya saya tidak akan kedinginan lagi deh. Hahaha....
(to be continued....)

Mudah-mudahan saya bisa menyempatkan diri untuk menemui rekan-rekan blogger Jambi. Terutama si juragan VCC, Putra Eka alias Paman Gober. Tunggu saja laporan saya dari Jambi. :)

Minggu, 22 Februari 2009

Ask2Link Hilangkan Minimum Payout

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ask2Link Hilangkan Minimum Payout
Link Tittle : Ask2Link Hilangkan Minimum Payout

lihat juga


Hari ini saya dapat kiriman email dari Mark Stevens, stafnya Ask2Link. Masih ingat kan sama program yang satu ini? Kalau Anda belum tahu apa itu Ask2Link, silakan baca artikel ini, ini, ini, dan ini terlebih dahulu baru balik lagi ke sini. Kalau sudah tahu, mari kita lanjutkan ceritanya. Hehehe...

Ada tiga hal yang disampaikan oleh Mark sehubungan dengan aturan-aturan di Ask2Link, yakni mengenai minimum payout, harga link terbaru, dan hak kita selaku publisher untuk menolak sebuah iklan yang telah dipasang. Dari ketiganya, poin pertama yang paling mendapat perhatian saya. Kenapa? Karena dengan ditiadakannya minimum payout, saya yang biasa berpenghasilan kecil ini bisa dapet dolar tiap bulan! :)

Dalam emailnya Mark Stevens terang-terangan mengatakan kalau ketiga perubahan tersebut diambil sebagai imbas dari krisis ekonomi yang tengah melanda dunia. Sebagaimana kita ketahui bersama, Amerika Serikat adalah pemicu sekaligus korban terparah dari krisis tersebut. So, wajar saja kalau perusahaan periklanan yang berbasis di AS seperti Ask2Link membuat kebijakan untuk menyesuaikan diri dengan situasi sulit ini.

Perubahan ini membuat minimum payout sebesar $10/bulan tidak berlaku lagi. Artinya, Anda akan menerima penghasilan setiap bulan tanpa peduli berapa besar uang yang dihasilkan. Mau cuma $1 komisi yang Anda hasilkan dalam satu bulan, Ask2Link akan membayarkannya di awal bulan berikutnya. Tidak harus menunggu sampai terkumpul minimal $10 lagi. Asyik kan?

Oke, itu kabar gembiranya. Kabar buruknya, Ask2Link menurunkan harga standarnya. Contoh, untuk blog berpagerank 0 sekarang hanya dihargai $1/link dan PR3 hanya $5/link, padahal sebelumnya lebih tinggi dari itu lho. Tapi tenang, meski harganya diturunkan Anda tetap bisa mengeset harga sesuai kehendak Anda sendiri. Artinya, sah-sah saja kalau Anda mau menghargai blog Anda yang cuma berpagerank 0 dengan harga $10. Nggak dosa koq. Hehehe....

Perubahan ketiga rasanya tidak terlalu penting deh, jadi ya tidak saya bahas. Lagipula Anda bisa tahu sendiri koq dengan mengobok-obok member area. So, itu saja dari saya. Semoga bermanfaat.

Rabu, 18 Februari 2009

Apa Ciri Khas Blog Anda?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?
Link Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?

lihat juga


Sejak pertama kali memulai blog ini awal tahun 2008 lalu, saya sudah berpikiran kalau ciri khas adalah senjata utama untuk exist di blogosphere. Ada ratusan ribu blog pada saat saya memulai blog, apa yang akan membuat pembaca menghiraukan blog saya? Di sinilah saya membutuhkan satu kekhasan, yang akhirnya saya jatuhkan pilihan pada SponsoredReviews.

Ciri khas adalah yang membedakan kita dengan blogger lain. Sehingga apabila nama kita disebut, maka orang yang mendengarnya akan langsung berpikiran pada satu hal. Dan itu terjadi secara refleks. Artinya orang tersebut tak perlu berpikir panjang lagi untuk mengasosiasikan nama kita dengan sesuatu yang kita sajikan di blog.

Coba, apa yang terlintas dalam benak Anda ketika saya menyebut nama Cosa Aranda? Yup, tanpa berpikir panjang lagi Anda pasti akan teringat dengan Google AdSense. Kenapa? Karena Cosa memang sudah lekat di ingatan kita sebagai tutor alias mahaguru program pay per click tersebut. Dan ini merupakan buah dari konsistensi Cosa yang selama ini hanya fokus menulis tentang Google AdSense di blognya.

Atau, apa yang Anda bayangkan ketika saya menyebut nama Zalukhu? Well, saya yakin Anda akan langsung teringat pada satu blog yang bersedia berbagi mengenai program-program afiliasi tanpa tedeng aling-aling. Terkadang blog itu juga nakal menjurus berani karena sering mengungkap beberapa praktik curang yang dilakukan sejumlah pebisnis online.

Itulah ciri khas.

Kenapa ciri khas penting? Jelas saja ini penting karena akan membedakan kita dengan blogger dan blog lain. Dan perbedaan itulah yang membuat kita menonjol dari lainnya. Kalau teh botol Sosro sama dengan Green Tea, tentu kita tak akan pernah peduli mau meminum yang mana. Tapi karena produsen kedua produk tersebut ingin produknya lebih menonjol dari pesaingnya, maka mereka menciptakan ciri khas yang membedakan satu sama lain. Mereka menampilkan satu kelebihan yang tidak dimiliki produk lain.

Saya rasa strategi seperti ini bagus diterapkan di blog. Tujuannya tentu saja agar pembaca lebih mudah mengingat nama kita dan apa yang kita tawarkan di blog. Tapi ini bukan hal mudah, meskipun bukan tidak mungkin dilakukan. Kuncinya hanya satu: stay focus. Oops, harus ditambahkan pula satu pelengkap yang bisa jadi gantungan kuncinya, yakni: konsistensi.

Nah, sudah berpikir apa ciri khas blog Anda?

Ngomong-ngomong, saya ini cuma OMDO alias omong doang. Soalnya saya merasa masih belum bisa menjalankan dua hal yang saya sarankan di atas. Tapi gpplah, hitung-hitung tulisan ini juga sebagai bahan pembelajaran bagi saya sendiri. :)

Senin, 02 Februari 2009

Saya Ingin Berubah, Minta Sarannya Dong...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Saya Ingin Berubah, Minta Sarannya Dong...
Link Tittle : Saya Ingin Berubah, Minta Sarannya Dong...

lihat juga


Setelah pada awal tahun lalu mengatakan kalau tidak akan melakukan perubahan kecuali tampilan (layout) blog, seiring waktu berjalan koq saya jadi berubah pikiran ya? :)) Terutama setelah saya magang di SKM Malioboro Ekspres. Dan kelak, kalau jadi, saya juga bakal magang lagi di sebuah harian lokal di Jogja (jadi bakal dobel magangnya). Tapi nama medianya masih rahasia ya.

Nah, perubahan yang saya usung tak akan jauh-jauh dari dunia saya yang sekarang. Maksudnya, dunia saya di alam nyata alias lingkungan offline. Sebagai mahasiswa jurnalistik dan menaruh keinginan besar untuk bisa menjadi seorang jurnalis, saya berpikir untuk mengubah 'haluan' blog ini dari tema-tema make money dan blogging menjadi tema-tema lain yang sedang saya pikirkan. Ada banyak tema yang masih saya pertimbangkan, namun pada ujungnya blog ini akan saya jadikan sebagai sebuah lahan citizen journalism bagi saya.

Apa itu citizen journalism? Pengertian gampangnya, citizen journalism adalah kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa. Jadi, Anda dan saya sebagai masyarakat biasa dapat berperan sebagai jurnalis yang melaporkan berbagai peristiwa di sekitar kita kepada siapa saja. Berkaitan dengan rencana saya, maka saya akan bertindak sebagai seorang citizen journalist (jurnalis warga) yang akan melaporkan berbagai peristiwa dan kejadian di sekitar saya tinggal, dan umumnya kota Jogja. Tentu tak cuma laporan saja. Sebagai blogger saya juga akan memberikan semacam analisis dan komentar atas peristiwa yang saya laporkan.

Kenapa saya berpikiran begitu? Alasan pertama dan terutama tentu saja agar ada keselarasan antara kegiatan saya di dunia offline (sebagai mahasiswa jurnalistik yang magang di sebuah media cetak) dengan aktivitas saya di dunia maya (sebagai blogger yang harus senantiasa meng-update blog). Saya tidak mau kehilangan kesempatan untuk mencari pengalaman di lapangan praktis dunia jurnalistik, tapi saya juga tidak mau menelantarkan blog yang sudah memberi 1 unit komputer, 1 modem, 1 sepeda motor, tambahan uang jajan yang cukup, dan segudang teman pada saya ini. So, saya rasa jalan tengah inilah yang harus saya ambil agar keduanya bisa berjalan beriringan.

Btw, ini masih rencana kasar koq. Artinya masih bisa berubah-ubah dan belum final. Untuk itu saya minta saran dan masukan dari teman-teman mengenai hal ini. Saya akan mengambil keputusan setelah membaca saran dan masukan teman-teman di kolom komentar. Kalau dipikir-pikir sebenarnya aneh ya? Mau berubah koq pake minta saran segala. Tapi itulah saya. Hahaha...

Sabtu, 31 Januari 2009

Kalau Rejeki Takkan Lari

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kalau Rejeki Takkan Lari
Link Tittle : Kalau Rejeki Takkan Lari

lihat juga


Konon, rejeki itu seperti bayangan. Kalau kita diam rejeki tak akan datang, tapi kalau kita kejar dia juga ikut berlari. Pada akhirnya, semua tergantung konsistensi dan kegigihan kita dalam mengejar si rejeki. Kalau kita mandeg di tengah jalan, alamat rejeki tak bakal bisa diraih. Sebaliknya, kalau kita terus ngotot dan ngeyel, insya Allah rejeki bakal menghampiri.

Kurang-lebih inilah yang saya alami dalam berburu motor belum lama ini. Berhubung budget-nya amat sangat terbatas (maklum, blogger kere), maka saya cari motor jadul. Itupun second pula. Lagipula mana ada sih motor jadul yang masih baru? Hehehe... Nah, guna menekan agar biaya yang dikeluarkan tak melebihi budget, sayapun berburu motor ke Jakarta. Bukan saya yang pergi ke Jakarta lho, tapi lewat bantuan seorang teman yang adik iparnya buka showroom motor bekas di Jakarta. Dan berhubung saya sama sekali buta soal motor, saya serahkan urusan ini sepenuhnya pada si teman.

Dari awal teman saya mengincar Honda Grand. Kata teman saya mesin motor jenis ini terkenal bandel. Lagipula kata dia beli Honda Grand sama dengan beli emas karena harganya akan terus naik meski umurnya semakin tua. Saya manut saja. Alhamdulillah, koq kebetulan sekali motor yang diincar ada. Sayang, karena terjadi miskomunikasi antara saya dan si teman, motor tersebut terlebih dulu diambil orang. Nasib...

Kamipun menunggu kesempatan kedua datang. Sayang disayang, kami harus bersabar untuk waktu yang lama karena ternyata adik ipar teman saya tak juga mendapat Honda Grand. Ujung-ujungnya teman saya berubah pikiran. Kamipun sepakat mengambil jenis lain dan tak harus Honda Grand. Kebetulan pula adik ipar teman saya sudah punya dua stok yang tak kalah bagus, Honda Star dan Honda Prima. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya pilihan jatuh pada Honda Prima. Uang saya tranfer dan motor lantas dititipkan ke perusahaan jasa pengiriman barang untuk dikirim ke Jogja.

Eh, koq ndilalah sampai 4 hari motor tersebut belum juga sampai di Jogja. Teman saya jadi bingung karena biasanya sehari sudah sampai. Alasan dari pihak jasa pengiriman, banjir di Jakarta membuat jadwal mereka kacau balau. Akibatnya motor yang saya pesan tak bisa langsung dikirim ke Jogja dan masih teronggok di gudang. Sialan, padahal saya sudah berangan-angan bakal punya motor sendiri dan tak perlu lagi mandi keringat saat ke kampus karena jalan kaki. Ternyata... :(

Kalau dulu di TVRI pernah ada sinetron berjudul "Sengsara Membawa Nikmat", maka pengalaman saya membeli motor sendiri untuk pertama kalinya ini juga bertema sama. Musibah banjir Jakarta yang menyebabkan keterlambatan pengiriman Honda Prima yang sudah saya bayar malah berbalik jadi berkah. Kenapa? Karena adik ipar teman saya menawarkan Honda Grand yang baru saja dia temukan. Jadi, Honda Prima-nya batal dikirim ke Jogja dan dijual ke orang lain, sementara saya dikirimi Honda Grand dengan sejumlah biaya tambahan. Kebetulan sekali Honda Prima tersebut sudah ada peminatnya. Kloplah sudah.

Begitulah. Kamis (29/1) kemarin motor tersebut tiba di Stasiun Tugu dengan menggunakan jasa Herona Ekspres. Sorenya langsung deh kami bongkar-bongkar untuk mengecek kondisinya. Alhamdulillah, untuk ukuran motor keluaran tahun 1993 secara umum kondisinya masih sangat bagus. Tebtu saja saya masih harus mengeluarkan dana tambahan untuk mengganti beberapa komponen yang sudah aus atau rusak. Namanya juga motor tua. Meski begitu saya senang sekali karena motor tersebut membuat iri teman-teman kos sesama pemakai motor jadul, bahkan para "pakar" motor kenalan teman saya. Mereka kompak bilang kalau saya beruntung bisa dapat motor tersebut dengan harga semurah itu. Saya yang tidak tahu-menahu tentang motor ini cuma bisa senyum-senyum saja menanggapinya.

Itulah, kalau memang sudah rejeki tak akan lari koq. Iya kan?

Selasa, 27 Januari 2009

Susahnya Berbagi...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Susahnya Berbagi...
Link Tittle : Susahnya Berbagi...

lihat juga


Kalau sahabat kita Putra Eka sempat menjuduli blognya dengan jargon "Indahnya Berbagi" (kini jadi "Indahnya Berbagi Ilmu"), pada kenyataannya berbagi itu tidak seindah yang dibayangkan. Paling tidak ini dirasakan oleh beberapa blogger senior yang mengalami betapa pahitnya berbagi. Mereka tak mengharap ucapan terima kasih, tapi justru ditikam dari belakang dan dihancurkan pelan-pelan secara pengecut.

Ngeri? Itulah yang terjadi. Suatu malam Bang Zalukhu menelpon saya dan cerita kalau ia sudah pamit mundur dari blogosphere Indonesia. Saya jelas kaget. Masa iya perjuangan yang dilakukannya selama tahun 2008 lalu harus sia-sia? Akhirnya setelah mendengar cerita Bang Zal, saya baru mengerti betapa susahnya jadi orang baik di blogosphere lokal. Turut cerita Bang Zal, ia sudah kena "dikerjai" oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga membuat jalur rejeki online-nya putus dan terancam mati. Akhirnya, Bang Zal-pun tidak tahan lagi dan memilih mundur.

Beginikah akhir blogger-blogger yang telah dengan tulus hati berbagi ilmu? Sebelum Bang Zalukhu kita tentu ingat Cosa Aranda yang tiba-tiba menghilang tak tentu rimbanya. Sebelum menghilang dari peredaran, Cosa pernah juga dikerjai oleh oknum tidak bertanggungjawab. Yang akun PayPal-nya dibuat limited gara-gara dikirimi dana berkarung-karung, yang artikel-artikel dikopas sampai ada yang membuatnya menjadi buku, dan terakhir situs-situsnya di-hack. CosaAranda.com termasuk di dalamnya. Entah karena sakit hati atau lelah menghadapi teror semacam itu, akhirnya Cosa memilih mundur teratur dari jagat maya.

Satu lagi, Putra Eka aka Paman Gober juga sempat dimaki-maki secara pengecut. Entah apa motifnya, namun tindakan seperti itu tentu sangat kekanak-kanakan sekali. Kalau memang tidak suka, kenapa tidak bilang terus terang? Hal ini juga saya alami sendiri dengan banyaknya komentar miring menjurus kasar tapi anonim. Pffiuh...

Demikian susahnyakah menjadi blogger yang ingin berbagi secara tulus? Mengapa ada saja orang-orang yang tidak senang dengan blogger seperti Cosa Aranda dan Augusman Zalukhu? Apa yang menyebabkan blogger-blogger senior seperti mereka berdua "dihabisi" secara pengecut? Hanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab itu saja yang tahu jawabannya. Yang jelas, kalau begini kejadiannya berarti blogosphere Indonesia tidak sehat. Sifat maya internet ternyata disalahgunakan sebagian orang untuk menyerang blogger yang dianggapnya membahayakan secara pengecut. Bagaimana mau maju kalau bersaing saja tidak berani?

Ah, blogger Indonesia. Di saat orang di luar lingkunganmu memandang takjub akan pertumbuhan jumlah dan banyaknya dolar yang kau hasilkan dari blog, dirimu sendiri malah terancam dalam intaian orang-orang kerdil yang takut bisnisnya hancur karena kerelaanmu berbagi pada sesama. Nasib...

Numpang Promosi: Bete baca posting ini? Buat yang tinggal di Yogya silakan keliling ke agen-agen koran di daerah Jl. Kaliurang, UGM, Malioboro, atau Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Cari deh mingguan Malioboro Ekspres edisi terbaru. Di sana banyak tulisan ringan dan menghibur, termasuk juga tulisan saya. Hehehe....

Selasa, 20 Januari 2009

Bagaimana Aturan Main Ask2Link?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Bagaimana Aturan Main Ask2Link?
Link Tittle : Bagaimana Aturan Main Ask2Link?

lihat juga


Beberapa pertanyaan seputar Ask2Link sempat menumpuk di mailbox saya. Karena akhir-akhir ini hanya bisa ol sebentar sekali (paling lama 2 jam, padahal sebelumnya bisa sampai 5-6 jam sehari lho), maka pertanyaan-pertanyaan itu hanya tetap tertumpuk saja di mailbox. Dan hari ini saya luangkan sedikit waktu khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang program Ask2Link tersebut. Mumpung waktunya ada. Hehehe...

Dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk, sebagian besar merupakan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Seperti penjelasan singkat tentang program Ask2Link di posting ini, atau bukti pembayaran dari Ask2Link yang pernah saya terima di posting yang ini. Pertanyaan yang memang belum pernah saya bahas memang ada, tapi sebenarnya jawabannya bisa dicari di situs Ask2Link koq. Cuma tak apa-apalah, biar saya bahas di sini meskipun hanya sekilas.

Untuk bisa mencicipi manisnya penghasilan dari Ask2Link, pertama-tama tentu kita mesti daftar sebagai member. Pertama kita mendatarkan diri dan mengisi data-data pribadi seperti nama, alamat e-mail, username, password, account PayPal, dan mau jadi Publisher, Advertiser, atau dua-duanya, Setelah itu tunggu deh approval dari admin Ask2Link. Tapi biasanya sih langsung diterima, paling cuma harus menunggu beberapa jam atau paling lama sehari.

Nah, setelah mendaftarkan diri langkah selanjutnya adalah mendaftarkan blog yang akan dijadikan tempat memasang link-link dari advertiser. Blog berbahasa apa saja terserah, yang penting peringkat (Technorati, Alexa, page rank, dll) dan popularitasnya tidak begitu mengecewakan. Tahu sendiri kan kalau jualan link itu modalnya peringkat dan popularitas tinggi? Jadi ya sebisa mungkin daftarkan blog yang paling tinggi peringkatnya dan paling bagus popularitasnya. Tapi jangan kaget kalau sewaktu-waktu kena gebuk Om Google. Hehehe...

Setelah mendaftarkan blog apa lagi? Saatnya memasang widget Ask2Link ke blog yang didaftarkan..! Untuk itu silakan login ke member area, lalu klik deh menu "Publisher". Habis itu klik sub menu "My Sites". Kalau Anda belum pernah mendaftarkan blog, maka Anda bisa mendaftarkan blog melalui halaman itu. Tapi kalau sudah tinggal menginstal saja. Caranya gampang koq. Orang cuma butuh satu klik dan petunjuknya ada di halaman itu juga. Asal Anda teliti dan sabar pasti bisa. Dijamin! :))

Setelah widget Ask2Link terpasang di blog, berarti Anda tinggal menunggu iklan link yang masuk. Tidak ada patokan waktu yang pasti berapa lama kita bakal dapat iklan. Tapi (lagi-lagi) kuncinya memang harus sabar deh. Saya sendiri kebetulan termasuk cepat mendapat iklan, meskipun harganya cuma $8/link. Ada teman lain yang sudah berbulan-bulan pasang widget masih juga belum dapat iklan. Jadi ya memang lain-lain, tergantung bagaimana kita memoles dan merawat blog yang didaftarkan.

Oke, sepertinya itu saja ya. Mudah-mudahan posting ini dapat membantu teman-teman yang masih bingung dengan tata cara berburu uang melalui Ask2Link.

Sabtu, 17 Januari 2009

Maaf, Saya (Sok) Sibuk

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Maaf, Saya (Sok) Sibuk
Link Tittle : Maaf, Saya (Sok) Sibuk

lihat juga


Setelah mengkritik Mas Cosa yang sudah lamaaaaaaa sekali tidak update blog-nya, lha koq malah saya yang kemudian ketularan. Terakhir update tanggal 9 Desember, berarti sudah lebih seminggu saya tidak menelurkan tulisan terbaru di blog saya tercinta ini. Ada apa sih? Tidak ada apa-apa, hanya sedikit perubahan ritme akibat fokus saya yang terbagi untuk magang di Malioboro Ekspres (ME).

Di ME saya memang hanya magang iseng. Artinya, sewaktu-waktu saya tinggalpun sebenarnya tidak jadi masalah. Apalagi saya masih harus mencari satu tempat magang lain yang lebih bonafit untuk kepentingan Tugas Akhir (TA). Tapi kesempatan besar di ME tidak boleh saya abaikan. Dengan ME saya bisa meretas jalan menuju ke dunia baru yang sesungguhnya sudah saya idam-idamkan sejak masih di SMP: menjadi jurnalis. So, sayang sekali kalau saya sampai keluar dari ME.

Memang, ME masih tergolong baru. Produksi dan peredarannyapun masih sangat terbatas. Jadi saya harus maklum kalau narasumber yang saya datangi selalu bertanya keheranan "Malioboro Ekspres? Koran apa itu?" sebelum bisa saya wawancarai. Toh, dengan ME saya jadi punya banyak pengalaman berharga plus kenalan baru yang akan sangat memudahkan kerja saya jika kelak benar-benar memutuskan untuk terjun sebagai seorang jurnalis.

Oke, sekarang tentang blog ini. Bagaimana bisa sampai seminggu lebih tidak di-update? Sampai-sampai Mas Ipung menanyakan kabar saya di posting sebelumnya, mungkin ia khawatir saya kenapa-napa yang menjadi halangan untuk meng-update blog. Terima kasih banyak atas perhatiannya, Mas Ipung. Saya sehat-sehat saja koq. Malah saya sering keliling-keliling Jogja untuk mencari bahan tulisan di ME. Dan rasanya kesibukan mencari bahan tulisan itulah yang bakal saya jadikan sebagai kambing hitam atas lamanya blog ini tidak di-update. Hehehe....

Ya, harus saya akui ritme di ME sangat mempengaruhi keluangan waktu saya akhir-akhir ini. Dengan intensitas kuliah yang semakin padat menjelang UAS, dan deadline setiap hari Jumat di ME, praktis saya hanya punya waktu sempit sekali untuk meng-update blog dan blogwalking. Sering saya pulang ke kost dalam keadaan letih dan ngantuk berat. Akhirnya, baru mendengarkan satu-dua lagu sambil menunggu Broom tersambung, sayanya sudah tertidur. Begitu bangun hari sudah terang dan saya harus kembali keluar, kuliah dan mencari bahan tulisan untuk ME lagi. Wow!

Oya, kenapa saya sampai begitu kedodoran sebenarnya masih ada satu faktor lain: karena saya belum punya kendaraan sendiri. Maklum, blogger kere. Kemana-mana ya ngebis sama nebeng teman. Hehehe... Padahal kalau punya kendaraan sendiri kan bisa lebih menghemat waktu, tenaga, sekaligus juga biaya. Iya kan? Sayang penghasilan saya dari blog justru kian turun dari bulan ke bulan, jadinya ya kaya gini deh. :(

Oops, koq malah berkeluh-kesah begini ya? Intinya, saya masih kelabakan dengan ritme dan kesibukan baru saya belakangan ini. Mudah-mudahan saja setelah motor jadul yang saya beli seharga Rp 4 juta sudah sampai di tangan, saya bisa punya banyak waktu luang. Amin.

Itu saja. Mohon dukungan semua teman-teman agar saya bisa membagi waktu dengan baik sehingga blog ini dapat saya upate secara teratur. Trims...

Jumat, 09 Januari 2009

Save Our PSS, Inspirasi dari Sleman

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Save Our PSS, Inspirasi dari Sleman
Link Tittle : Save Our PSS, Inspirasi dari Sleman

lihat juga


Untuk kepentingan peliputan rubrik olahraga di Malioboro Ekspres, saya janjian bertemu dengan Mbak Deni Aryanti. Siapa dia? Mbak yang satu ini adalah pentolan Slemanona, wadah supporter wanita PSS Sleman. Setelah berkoordinasi panjang melalui serangkaian sms, akhirnya kami sepakat untuk bertemu di Kedai Kopi yang berada di perempatan Kentungan, Jl. Kaliurang. Dari janji jam tujuh malam, bincang-bincang baru dimulai jam setengah delapan. Sudah biasa. :)

Ketertarikan saya menemui Mbak Ined (sapaan akrabnya) bermula dari situs SaveOurPSS.com. Ceritanya waktu sedang mencari-cari referensi tentang PSS Sleman saya malah menemui situs baru tersebut. Tanpa pikir panjang lagi langsung saja saya kunjungi. Dari nama situsnya, sepertinya bakal cocok dengan tema tulisan yang akan saya angkat untuk edisi mendatang. Ternyata dugaan saya benar. Save Our PSS adalah sebuah gerakan untuk menyelamatkan PSS Sleman dari kebangkrutan.

Seperti diketahui bersama, sejak pemerintah mengeluarkan PP No. 58 Tahun 2008, klub-klub yang selama ini mengandalkan APBD sebagai sumber pendanaan mulai kelimpungan. Terlebih setelah Menteri Dalam Negeri menyatakan kepala daerah yang nekat mengalirkan dana APBD untuk pembiayaan klub dapat dikenai sanksi. PSS yang biasanya memperoleh dana 5 milyar dari APBD jadi gigit jari. Gaji pemain tertunda, kontrak tidak jelas, pendanaan untuk putaran keduapun masih gelap.

Melihat kondisi itu koran-koran lokal di Jogja mulai meramalkan kejatuhan PSS. Judul berita yang disajikan tak jauh-jauh dari kata "PSS bangkrut", dan sebagainya. Okezone.com bahkan mempertanyakan eksistensi PSS ketika menurunkan berita tentang ditolaknya permohonan Kantor Keuangan Pemkab Sleman yang meminta dispensasi dari Mendagri untuk mengucurkan dana ke PSS. Intinya, PSS Sleman benar-benar di ujung tanduk, baik eksistensi maupun reputasinya.

Mulanya saya diminta untuk mengurai kebangkrutan PSS tersebut. Namun di tengah pencarian referensi koq malah bertemu dengan Save Our PSS (SOP). Ya sudah, karena bagi saya gerakan SOP ini sangat kreatif dan juga bisa menjadi inspirasi bagi kelompok suporter lain di Jogja, akhirnya saya memutuskan untuk terlebih dahulu mengangkat tentang SOP. Kebetulan sekali, saya adalah (calon) wartawan pertama yang mendatangi SOP. Dan kalau hasil liputan tersebut dimuat, maka Malioboro Ekspres akan jadi koran pertama yang mengangkat tentang SOP. Senangnya...

Sesuai namanya, misi SOP adalah menyelamatkan PSS agar tetap eksis di Liga Indonesia. Program yang digawangi anak-anak Slemania ini bertujuan menggalang dana sebanyak-banyaknya untuk PSS. Berbagai macam kegiatan sudah mereka susun. Di antaranya mengadakan lomba mewarnai untuk anak SD & TK, lomba futsal antar SMA, lomba desain kaos PSS untuk mahasiswa, talkshow sepakbola, dan masih banyak lagi. Saat ini yang sudah berjalan adalah penjualan kaos 'Save Our PSS'. Saking cintanya pada PSS, teman-teman SOP rela patungan untuk biaya pencetakan kaos. Luar biasa!

Saya pikir semua kelompok suporter di Indonesia patut mencontoh apa yang dilakukan Slemania dengan Save Our PSS-nya. Bukankah sebagian besar klub di Liga Indonesia masih mengandalkan dana APBD? Buktikan kalau suporter itu benar-benar dapat memberikan support bagi klub. Dan buktikan pula kalau sebagai pendukung setia kelompok suporter dapat melakukan apa saja demi mempertahankan keberlangsungan hidup klub kesayangannya. So, apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu klub kesayangan Anda dari kebangkrutan?

Oya, hasil liputan saya bisa dibaca di Malioboro Ekspres edisi minggu depan, terbit hari Senin dan dijual eceran seharga Rp 2.000/eks. Baca ya? :))

Pesan layanan masyarakat: Kaos 'Save Our PSS' bisa dibeli seharga Rp 50.000 di Toko Sport Fina, Jl. Kentungan B 27 KM 6,5 Condongcatur, Depok, Sleman. Lokasinya tepat di sebelah selatan lapangan Kentungan. Kalau masih bingung silakan telpon ke (0274) 886241.

Selasa, 06 Januari 2009

Jangan Berusaha Jadi Terkenal!

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Jangan Berusaha Jadi Terkenal!
Link Tittle : Jangan Berusaha Jadi Terkenal!

lihat juga


Anda sedang mencari-cari nasihat terbaik dalam blogging? Nasihat yang Anda harapkan dapat meningkatkan semangat ngeblog (meng-update, blogwalking, dan menjalin network dengan blogger lain? Hmm, rasanya tepat kalau Anda mendengarkan nasihat yang satu ini. Kenapa? Karena inilah satu-satunya nasihat terbaik yang pernah saya dapatkan, dan saya rasa beginilah seharusnya mindset yang ada di kepala seseorang saat memulai blognya. Apa itu? Jangan berusaha jadi terkenal!

Oops, ini sepertinya koq nasihat yang tidak bisa diterima akal ya? Siapapun orangnya pasti punya keinginan untuk menjadi terkenal--menjadi selebritas, betul? Dan blog merupakan salah satu jalan yang mungkin ditempuh untuk mencapai popularitas itu. Paling tidak, ini sudah pernah dibuktikan oleh beberapa orang. Sebut saja seperti (lagi-lagi) Cosa Aranda, Medhy Aginta, Bang Zalukhu, atau Tika. Pertanyaannya kemudian, apakah mereka-mereka itu memulai blog dengan tujuan ingin menjadi terkenal?

Satu ciri utama blog yang membedakannya dari situs-situs lain pada umumnya adalah bahwa blog senantiasa di-update dalam waktu berkala. Blog yang tidak pernah di-update adalah blog yang mati, tidak diakui eksistensinya. Untuk itu seorang blogger mesti rajin meng-update blognya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukannya sendiri. Tidak harus tiap hari, bisa saja dua hari sekali atau bahkan seminggu sekali, yang penting teratur. Kata yang jago SEO sih keteraturan posting ini akan berpengaruh pada peng-index-an blog di mesin pencari.

Untuk meng-update blog kita tentu butuh bahan tulisan. Dari mana kita mendapatkan ide sebagai bahan tulisan? Di sinilah peran nasihat yang saya sampaikan di atas bermain. Kalau sejak awal memulai blog Anda berusaha ingin menjadi terkenal, maka Anda akan terjebak dengan keterbatasan Anda sendiri. Mengangkat tema yang banyak dicari tapi tidak sesuai dengan kemampuan adalah salah satu hal yang biasa dilakukan pemula. Karena mereka lihat blogger-blogger terkenal mengangkat tema make money blogging, maka merekapun ikut-ikutan mengangkat tema tersebut di blog. Padahal tak jarang mereka sejatinya baru saja belajar. Percayalah, suatu saat Anda akan kehabisan bahan karena dilanda kebuntuan plus kejenuhan luar biasa.

Akan berbeda kejadiannya kalau Anda tidak pernah punya keinginan menjadi terkenal. Anda hanya akan fokus menulis posting dengan teman-tema yang dikuasai dan disukai, dan karena itu posting-posting Anda akan menjadi sangat bermanfaat sekali karena ditulis oleh orang yang paham dan menguasai tema tersebut. Semakin sering Anda melakukan ini, maka semakin banyak artikel bermanfaat yang dihasilkan. Akibatnya, tulisan-tulisan seperti ini akan terus dicari dan dibaca, tidak peduli sudah sejak kapan Anda mempublikasikannya. Trafik akan terus berdatangan, dan dengan sendirinya blog Anda akan semakin naik popularitasnya.

Kita tentu pernah mendengar tips yang sering disampaikan para blogger senior, yaitu mulailah blog tentang apa yang disukai. Ya, buatlah blog dengan mengangkat tema sesuai dengan hobi atau minat. Selain Anda dijamin tidak akan kehabisan ide sebagai bahan tulisan, Anda juga akan mengurus blog tersebut dengan sepenuh hati. Tulisan-tulisan yang dipublikasikan juga akan memancarkan sebuah ketulusan hati karena Anda memang benar-benar menyukai apa yang sedang Anda bahas. Dengan tulisan penuh ketulusan seperti ini Anda akan dapat dengan mudah menjalin readership, sebuah ikatan emosional yang akan mengeratkan hubungan Anda dengan para pembaca.

Kesimpulannya, saya setuju setiap orang pasti punya keinginan untuk menjadi terkenal. Kalau diterjemahkan dalam blogosphere bahasanya menjadi "setiap blogger pasti punya keinginan untuk menjadi blogger terkenal". Namun akan lebih menyenangkan rasanya kalau Anda menjadikan popularitas hanya sebagai efek dari sebuah ketekunan dan keseriusan mengurus blog, bukan sebagai sebuah tujuan. Setuju?

*NB: Tulisan ini terinspirasi oleh wawancara Mr. Brown dengan Herman "Momon" Saksono.