Sabtu, 16 Mei 2009

Kritik Keras untuk Blogger Jambi

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kritik Keras untuk Blogger Jambi
Link Tittle : Kritik Keras untuk Blogger Jambi

lihat juga


Jum'at kemarin rupanya bukan hari baik saya. Beberapa kejadian tidak menyenangkan saya alami di hari itu. Mulai dari pembatalan kuliah secara sepihak dari dosen (padahal sudah jauh-jauh datang), reaksi tidak enak atas kinerja saya dari seorang rekan di tempat magang, dan malamnya saya secara tidak langsung mendapat kritik keras dari salah seorang kontributor BloggerJambi.com.

Dari semua kejadian tidak enak tersebut, kritik dalam blog BloggerJambi.com menjadi yang paling tidak enak. Saya benar-benar 'tertampar' sekali. Apalagi kritik tersebut diberi judul pedas pula, "Hangat-hangat Tahi Ayam". Tapi saya tidak marah ataupun tersinggung. Saya justru berterima kasih sekali atas kritik tersebut. Dan saya sadar, saya memang pantas mendapat kritik seperti itu.

Ada dua hal yang saya garis bawahi dalam kritik yang dibuat oleh rekan BuJang itu. Pertama, kelalaian saya mengurusi blog BloggerJambi.com, dan kedua adalah kebiasaan jelek saya yang jarang berkunjung balik ke blog rekan-rekan yang sudah berkunjung kemari. Kedua-duanya saya akui sebagai kesalahan saya, dan untuk itu saya meminta maaf sebesar-besarnya pada rekan-rekan sekalian. Namun ijinkanlah saya untuk memberi sedikit penjelasan.

Mengenai BloggerJambi.com yang tidak pernah di-update, saya tidak mau disalahkan sepenuhnya. Blog tersebut saya buat bukan untuk saya pribadi. Saya membuatnya dengan tujuan sebagai ajang silaturahim antar blogger Jambi, baik yang berdomisili di Jambi maupun di luar Jambi. Formatnya, para blogger Jambi tersebut menjadi kontributor dan menyumbang posting. Kenyataannya, yang berminat hanya segelintir orang. Dan yang benar-benar berkontribusi hanya satu orang saja, yakni rekan BuJang.

Lama tidak di-update, rupanya banyak blogger Jambi yang merasa gerah. Sebelum rekan BuJang menuliskan kritiknya, sebenarnya sudah banyak kritik yang saya terima lewat kolom komentar blog tersebut. Rata-rata menanyakan kenapa koq tidak sering di-update. Ketika saya jelaskan bahwa blog itu berformat partisipasi dan menerima sumbangan tulisan dari rekan-rekan blogger Jambi yang peduli, hampir semuanya berkilah "untuk blog sendiri saja susah, apalagi untuk blog lain."

Ada pula yang mengatakan kalau keberadaan BloggerJambi.com seolah hendak menyaingi blog komunitas blogger Jambi yang sudah lebih dulu eksis, yakni bloggerjambi.blogspot.com. Hal ini perlu diluruskan. Saya bahkan pernah menawarkan pada pengelola blog tersebut untuk memakai nama domain bloggerjambi.com, tapi sampai sekarang tidak ada respon. Beberapa rekan blogger Jambi yang saya tahu akrab dengan blog dan blogosphere juga sudah saya beri tawaran untuk menjadi admin blog tersebut, tapi semuanya angkat tangan.

So, solusi bagi BloggerJambi.com mungkin hanya dua: (1) diteruskan dengan keterlibatan dan kepedulian rekan-rekan blogger Jambi yang lain, atau (2) ditutup saja selama-lamanya. Pilihannya bukan pada saya karena sejak awal saya tidak memosisikan diri sebagai pemilik blog tersebut. Keputusan dan masa depan BloggerJambi.com tergantung pada sikap teman-teman blogger Jambi yang merasa ikut memiliki dan peduli pada blog tersebut.

Oya, soal jarangnya saya berkunjung balik, untuk ini saya harus memohon pengertian teman-teman semua. Seperti pernah saya ceritakan sebelumnya, sejak magang di Harian Jogja waktu online saya sudah sangat jauh berkurang. Selain magang, saya juga masih harus menempuh beberapa mata kuliah lho. Jadi, dari biasanya bisa online sampai 4-5 jam sehari, sekarang paling banter hanya 1-2 jam saja. Itupun lebih banyak saya habiskan untuk mencari referensi tambahan demi memperkaya hasil liputan saya.

Masa magang saya hanya sampai 31 Mei 2009, dan kuliah saya juga akan selesai dalam waktu tak lama kemudian. Setelah itu saya baru bisa punya banyak waktu luang lagi untuk online. Apalagi jika ternyata setelah lulus tak ada media massa yang tertarik memakai tenaga saya sebagai reporter. Soalnya, mau tak mau saya harus bekerja keras mencari nafkah di internet. :))

Itu saja dari saya. Harap maklum.

Senin, 11 Mei 2009

Keok Seminggu

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Keok Seminggu
Link Tittle : Keok Seminggu

lihat juga


Bukan karena digebuk Google kalau kemudian saya jatuh sakit dan ambruk selama satu minggu. Ya, mulai malam Senin pekan lalu badan saya panas-dingin, disusul pusing-pusing, dan kemudian juga dilengkapi dengan (maaf) buang air besar yang terlalu sering. Wah, benar-benar serangan yang komplit. Semua jenis penyakit menyerang dalam waktu bersamaan. Tak heran kalau sayapun jadi tergolek lesu tanpa daya.

Selama itu badan saya terasa lemas bukan main. Hal ini diperparah dengan lidah yang jadi pahit, sehingga untuk makan rasanya jadi tak karuan. Alhasil, apapun makanannya selalu saja terasa tidak enak di mulut. Sampai-sampai sate kambing langganan pun rasanya jadi aneh. Walah... :((

Karena kondisi fisik yang begitu pula saya meminta ijin tidak masuk pada redaktur yang membimbing saya selama magang di Harian Jogja. Untungnya beliau bisa mengerti kondisi saya dan menyarankan untuk istirahat sampai benar-benar sembuh. Tapi saya sendiri tidak mau libur lama-lama. Sayang betul rasanya kalau waktu magang yang hanya tinggal 3 minggu ini saya sia-siakan.

Untunglah penderitaan itu cepat berakhir. Mulai kemarin badan saya terasa lebih enak. Pusing-pusingnya sudah hilang, panasnya sudah jauh menurun, dan perut tak lagi rewel. Tapi rupanya saya belum diberi kesembuhan total. Pasalnya, kini gantian flu dan batuk yang menghinggapi saya. Hmmmm....

Btw, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang telah memberikan support selama saya sakit. Saya juga mohon maaf karena belum bisa menjawab komentar teman-teman di dua posting terakhir. Asal tahu saja, dua posting itu adalah posting terjadwal yang saya buat sebelum saya jatuh sakit. :))

Jumat, 08 Mei 2009

Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?
Link Tittle : Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?

lihat juga


Selain Google AdSense, Buy Blog Reviews menjadi program lain yang membingungkan saya. Kalau di Google AdSense saya masih belum bisa mendongkrak pendapatan sekaligus belum pernah menerima cek sejak pertama kali mendaftar hampir 2 tahun lalu, maka di BBB (Buy Blog Reviews maksudnya) saya juga belum pernah terima bayaran. Padahal saya sudah join program paid review ini selama setahun lebih.

Terakhir kali melongok ke member area, catatan earning saya baru menyentuh angka $2.85. Koq kecil sekali? Jelas saja kecil, lha wong saya cuma dapat bonus referensi dari sekitar 30-an referal yang saya punya. Tentu ceritanya bakal lain kalau saya juga dapat job menulis review. Tapi persoalannya saya belum pernah sekalipun memperoleh job review dari Buy Blog Reviews. Hebat!



Entah apa yang salah. Padahal setiap ada email pemberitahuan kalau di Buy Blog Reviews terdapat opportunity baru saya langsung login dan melakukan penawaran (bidding). Tapi ritual itu berhenti hanya sampai di sana saja. Belum pernah sekalipun saya menerima email pemberitahuan kalau penawaran (bid) saya menang. Alhasil, saya pun tidak pernah menggarap job review dari broker paid review yang satu ini.

Untungnya saya masih bisa mengandalkan Blogsvertise dan SponsoredReviews. Dari kedua broker inilah saya memperoleh job-job review yang terkadang saya publish di blog ini (maaf ya...). Dan praktis hanya dari dua broker inilah penghasilan paid review saya berasal. Selain Buy Blog Reviews yang masih sulit saya pahami, ReviewMe dan PayPerPost sampai sekarang juga tidak mau meng-approve blog-blog yang saya daftarkan. Padahal stats-nya jauh lebih baik dari saat saya daftarkan pertama kali beberapa bulan lalu.

Ya sudahlah, mungkin saya memang tidak berjodoh dengan Buy Blog Reviews. Lagipula kalau diperhatikan nilai bayarannya juga kecil-kecil. Bahkan ada beberapa advertiser yang tega memberi harga di bawah $5/review. Tak heran bila broker satu ini terlihat kurang peminat. Indikasinya, earning saya dari referal lama sekali naiknya. Padahal 30-an referal seharusnya sudah cukup lumayan untuk mendongkrak penghasilan pasif dari situs ini.

Btw, Anda punya pengalaman lain dengan Buy Blog Reviews? Bagi-bagi ceritanya dunks...

Rabu, 06 Mei 2009

PTC Lokal Kian Menjamur

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : PTC Lokal Kian Menjamur
Link Tittle : PTC Lokal Kian Menjamur

lihat juga


Entah siapa yang memulai, di saat PTC luar negeri banyak yang ditengarai sebagai SCAM, di Indonesia justru sedang terjadi 'demam PTC'. Ya, kita biasa menyebutnya sebagai PTC lokal karena situs-situs tersebut memang dioperasikan oleh orang Indonesia, berbahasa Indonesia (ya iyalah..!), serta menampilkan link-link iklan Indonesia pula. Intinya, benar-benar PTC yang Indonesia banget pokoknya. :D

Harus diakui PTC alias paid to click merupakan cara termudah memperoleh uang di internet. Tak perlu blog tak harus beli nama domain, cukup berbekal alamat imel saja kita sudah bisa mengumpulkan uang. Per klik rata-rata dihargai Rp 100, plus komisi referal yang berkisar antara Rp 25 - Rp 50 per klik. Kecil memang, tapi seperti kata pepatah, asalkan tekun lama-lama uang yang besar bakal bisa diraih juga. Tapi saya punya satu pertanyaan pada pengelola situs PTC: bagaimana mereka mendapatkan untung dan terus bertahan?

Mengapa saya mengajukan pertanyaan tersebut? Logika sederhana saja. Saya berangkat dari angka-angka yang dilontarkan oleh pengelola PTC itu sendiri. Saya hanya ingin membandingkan angka komisi per klik yang diberikan pengelola pada membernya, dengan harga jual iklan yang mereka tawarkan pada advertiser alias pemasang iklan yang iklannya bakal diklik oleh member PTC bersangkutan. Berangkat dari perhitungan angka-angka inilah kita bisa tahu bagaimana sisi bisnis situs PTC. Lebih jauh lagi, dengan perhitungan ini saya hanya ingin tahu sebenarnya program PTC masih layak tidak sih dipertahankan?

Saya ambil contoh situs duitasyik.com. Situs PTC yang baru launching ini 'berjanji' akan memberikan komisi Rp 100/klik plus Rp 50 untuk tiap klik yang dilakukan oleh referal. Sekarang kita bandingkan dengan harga jual space iklan. Dalam pasang iklannya saya temukan kalau harga iklan di duitasyik.com adalah Rp 25.000 per 500 member kunjungan. Ini artinya, advertiser hanya dibebani Rp 50 untuk tiap klik yang dilakukan member PTC ini.

Anda yang kritis tentu cepat paham kalau hasil perhitungan sederhana di atas dari kacamata bisnis adalah sesuatu yang tidak mungkin. Dengan kata lain, duitasyik.com seharusnya merugi bila benar-benar menggunakan angka-angka tersebut. Bayangkan saja, duitasyik.com harus membayar Rp 100 untuk tiap klik yang dilakukan membernya, sementara pengelola hanya menerima Rp 50/klik dari advertiser. Dihitung sampai di sini saja seharusnya PTC ini sudah tekor. Belum lagi kalau kita sertakan komisi referal Rp 50/klik. Jadi tekor dua kali deh PTC ini.

Hitung-hitungan 'hampir masuk akal' dilakukan oleh klikptc.com dan klik-uang.com. Saya bilang hampir masuk akal karena harga iklan yang dipatok pengelola lebih besar dari jumlah komisi yang dijanjikan pada member. Kedua situs PTC ini mematok harga Rp 20.000/100 klik. Itu sama dengan Rp 200/klik, lebih besar dari komisi untuk member yang bernilai Rp 100/klik. Tapi hitung-hitungan jadi sedikit membingungkan kalau faktor komisi referal dimasukkan. Kalaupun keduanya bisa meraup untung, maka jumlahnya pasti sedikit sekali.

Hitung-hitungan jadi semakin membingungkan saat kita melihat harga pemasangan iklan untuk jumlah klik yang lebih besar. Klikptc.com mematok harga Rp 700.000 untuk 5000 klik, ini berarti per klik berharga Rp 140. Padahal untuk satu klik yang dilakukan oleh member dengan satu referal, pengelola harus membayar Rp 150/klik. Artinya, rugi Rp 10/klik. Sedangkan klik-uang.com lebih gila lagi. Situs ini mematok harga Rp 575.000 untuk 5.000 klik, yang berarti tiap klik cuma bernilai Rp 115. Padahal situs ini menjanjikan komisi Rp 100/klik plus Rp 50/klik referal pada membernya.

Satu hal penting yang harus dicatat, pengeluaran pengelola untuk membayar komisi member bisa jadi sebesar Rp 250/klik. Dari mana asal angka itu? Kita contohkan saja si A adalah member PTC lokal. Si A punya referal/downline bernama B. Nah, jika A dan B sama-sama melakukan klik ke satu link iklan, maka pengelola PTC harus membayar Rp 100 untuk klik yang dilakukan A, Rp 100 untuk klik yang dilakukan B, dan Rp 50 untuk komisi referal A karena B sudah mengklik iklan. So, totalnya adalah Rp 250/klik. Kalau ada pengelola PTC yang memasang harga iklan di bawah angka tersebut (Rp 250/klik), seharusnya mereka akan rugi besar.

Saya tidak tahu apakah para pengelola PTC-PTC lokal memiliki hitung-hitungan lain yang membuat mereka dapat terus bertahan dan eksis. Anda mungkin lebih tahu?

Senin, 04 Mei 2009

EkoNurhuda.com Digebuk Google

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : EkoNurhuda.com Digebuk Google
Link Tittle : EkoNurhuda.com Digebuk Google

lihat juga


Setelah sekian lama dinanungi keberuntungan, akhirnya saya kena 'getah' juga dari hobi bermain paid review. Ya, apalagi kalau bukan digebuk Google alias pagerank blog ini dipangkas. Berapa? Tidak tanggung-tanggung, dari PR3 langsung dibabat habis jadi PR0. Gila! Kaget betul saya waktu melihat banner mypagerank.net yang terletak di footer. Awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah cross-check ke DigPagerank.com koq ternyata memang benar-benar sudah jadi 0.

Saya sadar, terlalu banyak memasukkan paid review di blog ini memang sangat besar resikonya. Masih beruntung saya baru dibabat sekarang. Artinya, saya masih sempat menuai hasil paid review dari blog ini. Setelah hampir 2,5 tahun berjalan, akhirnya kena juga saya digebuk. Dasar nasib. :)

Kalau dipikir-pikir sayang juga dari PR3 langsung turun jadi PR0. Dengan begini tentu saja penghasilan saya dari paid review akan sangat berkurang. Sebab selama ini blog inilah yang jadi andalan saya dan paling sering menerima job review. Kalau PR-nya 0, siapa yang mau menerima blog ini? Saya yakin tidak ada.

Itu baru dari paid review. Efek lain, 'proyek' jualan link juga jadi terhambat. Padahal baru kemarin saya menerima earning pertama dari jualan link underground. Banyaknya backlink, hits, dan trafik natural dari search engine menjadi nilai plus blog ini. Tapi setelah PR-nya anjlok, saya tidak yakin masih ada advertiser yang mau memasang iklan dalam bentuk link di sini. Apalah arti backlink dan trafik kalau PR-nya 0?

Ya sudahlah, saya tidak boleh bersedih hati hanya karena pagerank anjlok. Kalau mau mengambil sisi positif, dengan anjloknya PR saya tidak lagi menyisipi paid review di blog ini. Artinya, para pelanggan RSS feed blog ini tidak lagi merasa terganggu. Jadi yang akan diterima pelanggan hanya benar-benar posting dari saya untuk pembaca, bukan untuk advertiser. Harapannya, mudah-mudahan tanpa sisipan paid review pelanggan RSS feed blog ini bisa melonjak. Tidak perlu sampai 1000 pelanggan seperti punya Mas Medhy. Bisa menembus angka 500 pelanggan saja di akhir tahun ini sudah merupakan sebuah berkah bagi saya. Amin. :))

* Gambar ilustrasi saya ambil dari Google Image. Entah siapa pemilik aslinya, soalnya saya pertama kali melihat gambar tersebut jadi cover ebooknya Denny Ardian. Lha, tadi di Google Image ada beberapa situs lain yang memajang gambar itu.

Sabtu, 02 Mei 2009

Pepsi dan Coca Cola Mengandung Ekstrak Babi?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Pepsi dan Coca Cola Mengandung Ekstrak Babi?
Link Tittle : Pepsi dan Coca Cola Mengandung Ekstrak Babi?

lihat juga


Kian santernya pemberitaan tentang virus flu babi rupanya menimbulkan keresahan banyak kalangan. Lihat saja bagaimana pemerintah dan masyarakat sama-sama kelabakan menanggapi berita ini. Jadi ingat waktu isu flu burung sedang hangat-hangatnya beberapa waktu lalu. Namun kali ini persoalan menjadi lain karena yang 'terlibat' adalah babi, hewan yang oleh penganut agama Islam (dan Yahudi?) tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apapun.

Berbarengan dengan santernya pemberitaan tentang flu babi, beberapa isu terkait dengan babi pun bermunculan ke permukaan. Salah satunya kabar yang saya peroleh dari seorang kenalan melalui imel. Dan tampaknya imel tersebut ia peroleh dari orang lain pula karena berkode Trs alias forward. Isinya? Dari judulnya saja Anda pasti sudah tahu apa isinya. Ya, judul itulah yang saya pakai untuk judul posting kali ini. Mau tahu isinya seperti apa? Silakan teruskan membaca!

Pepsi dan Coca Cola Mengandung Ekstrak Babi - TERBUKTI!

Baca dan Sebarkan !

Berita Buruk / Mengejutkan :

Pepsi dan Coca Cola mengandung ekstrak babi.
Kebanyakan orang2 tidak mengkonsumsi Pepsi dan Coca-Cola karena kandungan unsur kimia didalamnya yang sangat membahayakan tubuh seperti excessive carbonates, dll.

Namun, sekarang, tidak ada alasan yang lebih berbahaya lagi selain informasi berikut. Para ilmuwan dan peneliti di bidang kesehatan menyatakan bahwa mengkonsumsi Pepsi & Cola dapat mengakibatkan kanker dikarenakan bahan dasar pembuatannya berasal dari daging babi.

Babi adalah satu-satunya binatang yang mengkonsumsi sampah, kotoran hewan, dan urine. Pola makan babi ini menghasilkan tumbuhnya bakteri dan kuman yang sangat mematikan.

Berdasarkan laporan yang ditulis dalam Jordanian magazine, Rektor Delhi University Science and Technology , Dr. Mangoshada, secara ilmiah telah membuktikan bahwa bahan dasar pembuatan Pepsi dan Cola mengandung ekstrak yang berasal dari isi perut babi yang dapat mengakibatkan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Indian university menyelenggarakan uji terhadap dampak pengkonsumsian Pepsi dan Coca Cola. Hasil uji ini membuktikan bahwa pengkonsumsian Pepsi dan Coca memicu pada peningkatan kecepatan denyut jantung dan tekanan darah rendah.

Dan juga, pengkonsumsian 6 botol Pepsi atau Cola sekaligus dapat mengakibatkan kematian. Pepsi dan Coca Cola mengandung unsur2 kimia seperti: carbonic and phosphoric acids, citric acid yang dapat merusak gigi dan mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Jika tulang (tulang disini adalah tulang yang berasal dari kerangka2 mayat yang telah dikuburkan selama 30 tahun) diletakkan dalam segelas Pepsi, maka tulang tersebut akan lumer selama 1 minggu.

Penelitian ini menetapkan bahwa calsium dapat larut dalam Pepsi dan Pepsi juga dapat melemahkan kandung kemih, ginjal, dan 'membunuh' pankreas dimana hal ini dapat mengakibatkan penyakit diabetes dan infeksi.

Penggemar Pepsi atau Coca-Cola, anda tidak perlu cemas karna masih banyak minuman-minuman lain di bumi ini, dan kita juga punya banyak alternatif minuman kesehatan seperti: jus buah, air kelapa, berbagai macam susu, dll, dan minuman2 ini juga sangat mudah didapatkan, bahkan di toko2 kecil skalipun.

MOHON SEBARKAN PESAN INI KEPADA SELURUH TEMAN DAN KONTAK YANG ADA DI MAIL ADDRESS ANDA


Nah, sudah tahu kan isinya bagaimana? Meskipun dalam imel tersebut disertakan hasil penelitian dari sejumlah universitas, namun saya pribadi belum bisa mempercayai kebenaran berita ini karena hanya disebarkan via imel. So, meskipun ada pesan untuk menyebarkan kabar ini, saya tidak menyarankan Anda untuk menyebar-luaskannya sebelum ada bukti otentik dan ilmiah mengenai hal ini. Tapi pilihan tentu saja di tangan Anda. :))

Kamis, 30 April 2009

Earning Pertama dari Jualan Link Underground

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Earning Pertama dari Jualan Link Underground
Link Tittle : Earning Pertama dari Jualan Link Underground

lihat juga


Ini yang saya suka dari berjualan link lewat jalur bawah tanah: pembayarannya cepat! Tanggal 24 April saya terima email dari broker yang memberitahukan kalau dua blog saya dipilih advertiser untuk dipasangi link iklan. Keesokan harinya saya pasang link iklan itu di blog dan mengabari si broker. Eh, tanggal 28 April saya sudah terima kabar kalau si advertiser telah melakukan pembayaran ke akun PayPal saya. Hmmmm...

Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, broker itu saya kenal dari Mas Tony Jauhari. Hebatnya, si advertiser mau membayar $30/pagerank. Berhubung dua blog saya masing-masing ber-PR3 dan PR1 (total 4), jadi total bayaran yang saya terima dari advertiser itu sebanyak $120. Lumayanlah, rasanya cukup untuk tambah-tambah modal menempuh hidup baru nanti. :)



Kecepatan pembayaran memang jadi poin plus lain dari jualan link lewat broker bawah tanah. Bila di Ask2Link saya mesti menunggu payment sampai bulan berikutnya, maka dengan broker ini cukup menunggu 4 hari saja. Tapi namanya juga pakai broker, tentu saja saya mesti membayar sejumlah komisi kepada si broker. Berapa? Tidak terlalu banyak koq, hanya 10% saja dari total payment yang saya terima dari advertiser. Komisi ini saya transfer sendiri kepada si broker lewat PayPal. So, kuncinya adalah kejujuran antara kita dan si broker.



Harapan saya sih, semoga saja bakal lebih banyak lagi link iklan yang diberikan oleh si broker ini. Amin. :))

Selasa, 28 April 2009

Text Link Ad Pertama dari Broker Underground

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Text Link Ad Pertama dari Broker Underground
Link Tittle : Text Link Ad Pertama dari Broker Underground

lihat juga


Jujur saja saya bingung mau kasih judul apa. Tapi yang jelas kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman pertama saya memperoleh tawaran (baca: dolar) dari salah satu broker jual-beli link underground. Sudah lama saya mendaftarkan diri pada si broker, tapi baru sekarang ada advertiser yang berminat pada blog-blog yang saya ajukan pada si broker alternatif ini.

Kalau sebelumnya saya sudah beberapa kali memperoleh bayaran dari jual-beli link via Ask2Link, maka kali ini saya memperolehnya dari broker underground. Disebut underground karena si broker ini bukan perusahaan atau situs yang membuka jasa secara terang-terangan, serta cara kerjanya juga invisible alias tidak tampak di permukaan. Ia hanya berhubungan via email dengan orang-orang yang sudah dikenalnya dari hasil rekomendasi.

Saya kenal si broker ini atas rekomendasi Mas Tony Jauhari. Kebetulan sekali waktu itu si broker sedang mencari banyak blog baru untuk ditawarkan pada advertiser yang ia kenal. Sayapun mendaftarkan beberapa blog yang sekiranya layak dijual. Tidak semuanya ber-PR tinggi koq. Ada salah satu blog yang malah cuma ber-PR1. Tapi saya pede saja mendaftarkannya pada si broker.

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan menunggu akhirnya ada juga tawaran untuk salah dua blog saya (ya, blog yang dapat tawaran dua). Si broker mengirim sebuah imel pendek saja. Isinya, "Hi, Congrats! Your blogs are chosen and here are your links:" plus dua buah link untuk masing-masing blog. Beda dengan situs broker jual-beli link macam Ask2Link, untuk jual-beli link bawah tanah macam ini link dari advertiser mesti kita pasang secara manual di bagian blog yang diinginkan oleh si advertiser.

Satu lagi, kalau di situs-situs jual-beli link kita hanya memajang link dengan anchor text tertentu yang pendek, maka kalau dalam transaksi dengan broker bawah tanah ini saya mesti memasang satu kalimat panjang. Nah, anchor text dan link-nya diselipkan di dalam kalimat tersebut sehingga tidak terlalu terlihat sebagai sebuah iklan link. Pesan dari si broker: Please copy and paste the whole sentence to your sidebar. So, seluruh kalimat mesti dikopi deh. :)

Kemudian di bawah instruksi dari broker, biasanya advertiser juga memberikan aturan-aturan ketat pada kita. Contohnya seperti yang saya dapat berikut ini:

Below is the instruction from the advertiser. Please read it carefully and do as instructed.

1. I need all the links to stay on sidebar for at least one year,
2. And I don't want any of the links to appear under a heading that says ads, sponsored links, sponsors, etc. I don't want anything that marks the links as an ad.
3. DO NOT add no-follow.


Ya, kesannya memang jauh lebih rumit dan lebih 'menakutkan' dibanding situs-situs jual-beli link. Jauh dari kata otomatis dan efisien, kita mesti melakukan semuanya secara manual. Cuma ada satu sisi baik yang menjadi kelebihan transaksi jual-beli link underground ini. Apa itu? Harganya tinggi-tinggi, Bro! Kalau di Ask2Link paling tinggi saya cuma dapat $8/blog sebulan untuk satu link, maka dari si broker ini saya dapat $30/PR. Gila, bukan? Kalau blog saya PR3, maka dari 1 blog tersebut saya bisa dapat $90. Itu baru 1 link lho. :)

Once done, please send me your paypal email address and please allow 5 working days for payment. The advertiser is paying $30 per PR...


Bagaimana? Asyik, bukan? Sayangnya, saya tidak berani memberikan alamat email si broker tadi di sini. Bukannya pelit, tapi saya juga dapatnya dari blogger lain dan tidak ada ijin untuk menyebar-luaskannya. So, mohon maaf ya. Tapi Anda bisa koq mencari broker-broker sejenis di forum-forum. Coba deh tanya sama Om Google yang serba tahu. :)

Senin, 27 April 2009

Promosi Gratis di Iklanz.com

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Promosi Gratis di Iklanz.com
Link Tittle : Promosi Gratis di Iklanz.com

lihat juga


Lama tidak bogwalking ke blognya Bro Izandi, ternyata dia baru saja meluncurkan satu proyek baru bulan kemarin. Proyek apa? Situs iklan baris gratis. Nama situsnya cukup unik, Iklanz.com. Menurut si empunya, pemilihan nama ini dikarenakan sudah tidak ada lagi stok yang tersisa buat nama domain ber-keyword "iklan baris", "iklan baris gratis", "iklan gratis", dll. So, daripada bingung diapun memilih nama domain Iklanz.com. Gabungan dari kata "iklan" dan "izandi". Maksa banget kali ye? :p

Sama dengan situs-situs sejenis yang sudah ada sebelumnya, di Iklanz.com kita bisa pasang iklan baris dengan mudah dan murah. Cara memasangnya sangat simpel. Cari saja menu "Pasang Iklan" di deretan menu yang ada di atas halaman. Dari sana kita akan dihantarkan pada halaman pemasangan iklan. Tinggal pilih, mau pasang iklan premium atau iklan gratis. Buat yang suka gratisan, tinggal isi form yang ada di halaman tersebut dan klik tombol "Pasang Iklan", maka iklan akan langsung terpasang.

Eits, jangan bingung ya kalau ternyata iklannya tidak kelihatan di bagian atas halaman. Karena iklannya gratisan, tempatnya berada di bagian bawah halaman. Kita harus menggulung halaman ke bawah untuk dapat melihat iklan yang baru dipasang tadi. Ribet? Tidak efektif? Iya juga sih. Kalau mau iklan Anda tampil di posisi atas halaman dan terlihat tanpa harus menggulung halaman, pasang saja ilan premium. Berhubung masih baru, harga yang dipatok cukup murah. Berapa? Rp 30ribu saja.

Yang hebat, dengan memasang iklan premium Anda dapat menentukan sendiri lama tayang iklannya. Hal ini melengkapi keunggulan lain dari iklan premium di Iklanz.com, yakni tampil di halaman awal dan bisa ditambahi gambar. Hmmm, ini baru pertama kali saya temui. Benar-benar satu metode promosi yang kreatif dan berani dari seorang Izandi. :) Tentu saja ini bisa jadi poin penting untuk menarik minat para pemasar internet atau blogger yang ingin pasang iklan baris demi kepentingan promosi online mereka.

Berminat mencoba?

Catatan: Selamat buat Bro Izandi atas peluncuran situs iklan baris gratisnya. Semoga situs tersebut tidak cepat mati seperti punya rekan-rekan yang lain. :D

Minggu, 26 April 2009

Wartawan Otomotif atau Wartawan Amplop?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Wartawan Otomotif atau Wartawan Amplop?
Link Tittle : Wartawan Otomotif atau Wartawan Amplop?

lihat juga


Saya sama sekali tidak tahu masalah motor. Jangankan mengotak-atik, bisa naik motor dengan baik dan benar saja baru beberapa tahun ini. Tepatnya setelah dapat failitas motor dari orang tua dan kemudian membeli motor sendiri beberapa saat sesudahnya. Artinya, saya ini awam sekali dalam dunia permotoran. Tapi 3 minggu terakhir magang di Harian Jogja, saya sudah seperti wartawan otomotif saja. Lho, koq bisa?

Ceritanya begini. Entah kebetulan atau tidak, selama 2 edisi terakhir Harian Jogja Minggu saya kebagian tugas liputan sepeda motor terus. Minggu tanggal 12 April 2009 saya menurunkan tulisan tentang Kawasaki KLX 150S di rubrik 'Otomotif' halaman 21. Lalu seminggu setelahnya saya menulis tentang Honda Absolute Revo 110cc di halaman yang sama. Nah, dalam rapat hari Kamis pekan lalu saya kebagian meliput Suzuki SkyDrive Dynamatic 125cc yang rencananya akan dimuat hari Minggu (26/4) ini.

Dasar tidak tahu-menahu masalah motor, saat bertemu narasumber saya jadi orang super blo'on. Semua hal saya tanyakan meskipun sebenarnya ada di brosur. :) Terkadang juga keluar pertanyaan-pertanyaan tidak penting yang setelah saya utarakan membuat wajah saya jadi merah padam karena malu. Hehehe... Untung, meskipun menjadi penjual ternyata tidak semua narasumber yang saya temui di kantor agen-agen motor Jogja mengerti seluk-beluk dagangannya.

Seperti salah seorang narasumber yang saya temui saat liputan motor Honda Absolute Revo 110cc. Jabatannya lumayan tinggi di struktur organisasi kantor itu. Namun ternyata ia sempat 'berkeringat' juga waktu saya tanya yang agak aneh-aneh, seperti 1 liter bensin bisa untuk berapa kilometer? Si narasumber ini selama wawancara hanya membacakan brosur. Jadi saya agak bingung juga mau mengorek-korek lebih dalam (padahal aslinya saya yang bingung mau tanya apa).

Yang lebih 'aneh' lagi ya waktu menemui seorang manajer di kantor pemasaran salah satu merek motor pabrikan Jepang yang terletak di Jl. Magelang (maaf, identitasnya harus saya sembunyikan rapat-rapat). Pas saya wawancara dia hanya menunjukkan brosur dan manual guide produk. Begitu saya ajukan pertanyaan, dia bilang sudah ada di manual guide dan brosur. Terus, begitu saya tanya hal-hal teknis dia bilang tidak perlu ditulis. Dia malah terkesan mendikte saya untuk menulis beberapa hal yang menjadi kelebihan produknya.

Ada yang tidak beres? Jelas! Begitu pamit pulang saya disuruh menemui salah seorang stafnya. Saya menurut karena pikir saya mungkin si staf itu akan memberikan keterangan tambahan. Ternyata, eh, ternyata dugaan saya salah, Saudara-saudara. Begitu saya ketemu staf tersebut dia senyum-senyum sambil basa-basi sebentar. Kemudian tanpa banyak kata dia menyalami saya. Bukan salaman biasa karena di tangannya terselip amplop untuk saya. Walah...!

Tentu saja saya jadi serba salah. Refleks saya tarik tangan saya sehingga kami tidak jadi salaman. Kemudian saya memundurkan badan. Tapi staf itu mengejar dan akhirnya berhasil memasukkan amplop ke kantong kemeja saya. Duh, jadi beban nih. Tak mau menarik perhatian orang-orang yang ada di ruangan itu, sayapun membiarkan amplop tersebut di kantong dan pamit pulang.

Saya jadi wartawan amplop? Maaf, meski baru berstatus wartawan magang saya tahu etika profesi ini. Amplop adalah hal tabu bagi wartawan yang punya hati nurani. Karena sedikit-banyak amplop dapat mempengaruhi obyektifitas si wartawan. Tapi koq saya terima? Tenang. Saya hanya menahan amplop itu untuk sementara waktu koq. Bila sudah tiba saatnya saya akan mengembalikannya pada si pemberi, plus beberapa 'hadiah' tambahan dari saya. Apa rencananya? Biar jadi rahasia saya. Hehehe...

Setinggi-tingginya nilai uang dalam amplop seperti itu, sepengetahuan saya dari hasil ngobrol-ngobrol dengan teman kampus AKY Babarsari yang sudah kerja di media, paling-paling cuma Rp 50.000. Duh, koq cuma segitu? Padahal sekali menulis review saya bisa dapat $10 alias Rp 100.000. So, itulah sebabnya saya justru akan memberikan sejumlah hadiah saat mengembalikan amplop tersebut ke pemberinya. :))