Selasa, 17 Maret 2009

Blogosphere Memanas Lagi

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Blogosphere Memanas Lagi
Link Tittle : Blogosphere Memanas Lagi

lihat juga


Kemarin (16/3) adalah hari pertama kampanye terbuka bagi para peserta Pemilu 2009. Sesuai kesepakatan KPU, KPUD dan seluruh parpol kontestan Pemilu 2009, hari pertama diisi dengan deklarasi kampanye damai. Di Jogja juga demikian. Acara deklarasi kampanye damai untuk Kota Jogja diselenggarakan di Jl. Ipda Tut Harsono alias di samping timur kompleks Balaikota Jogja. Dari Walikota Jogja sampai pihak keamanan mengharapkan, dengan adanya deklarasi kampanye damai ini Kota Jogja tidak panas dan senantiasa Berhati Nyaman sesuai dengan slogannya selama ini.

Nah, berkebalikan dengan tekad damai yang dicanangkan parpol peserta Pemilu 2009, blogosphere Indonesia justru tampak mulai memanas. Apa pasal? Sebenarnya hal biasa, yakni rasa suka dan tidak suka terhadap blog atau situs tertentu. Cuma sekarang sudah mulai saling serang antar pribadi, jadi saya khawatir ini akan menimbulkan Perang Blogger Kedua setelah perang yang pertama antara Blok Cosa Aranda melawan Blok Augusman Zalukhu.

Ceritanya berawal dari kegelisahan Bang Zalukhu terhadap maraknya pemasar-pemasar internet yang menjual ebook-ebook panduan dengan bumbu bombastis. Terlalu berlebihan, mungkin begitulah bahasa gampangnya. Sehingga banyak blogger dan penguna internet pemula yang merasa terjebak setelah membeli ebook seperti itu. So, Bang Zalukhu-pun melontarkan kritik yang salah satunya bisa dibaca di posting yang ini. Di artikel tersebut jelas sekali Bang Zal "menyerang" Joko Susilo pemilik situs FormulaBisnis.com, target yang sebenarnya sudah ia kritik sejak sebelum menghilang dari peredaran awal tahun lalu.

Di posting itu Bang Zal mengungkap salah satu trik yang digunakan Joko Susilo untuk memikat calon kliennya, yakni dengan menampilkan screenshot berisi puluhan ribu pengunjung sehari. Screenshot macam itu, kata Bang Zal, bisa dengan mudah dimanipulasi menggunakan program Photoshop. Atau bisa juga direkayasa menggunakan autosurf, dll. Nah, artikel sedemikian pedas rupanya membuat seorang blogger yang tidak jelas identitasnya balik menyerang Bang Zal. Dugaan saya, dan juga dugaan Bang Zal sebagaimana ia sampaikan di Facebook, blogger tersebut adalah fans-nya Joko Susilo atau malah kaki-tangannya. Tak tahulah pastinya dia siapa.

Si pembela Joko Susilo ini, kita sebut saja begitu, membuat sebuah blog yang tampaknya ia khususkan untuk menyerang Bang Zal. Coba lihat di www.penggugat.wordpress.com, sebuah blog yang ia beri judul "Sang Kritikus; Belajar Ngeblog Lurus". Cuma ada satu posting di blog tersebut, yakni posting berjudul "Sang Pahlawan Blogger Kita". Isinya? Tentu saja menjelek-jelekkan Bang Zalukhu, sampai-sampai menyebut blogger Nias itu sebagai pahlawan kesiangan, ditambah sejumlah sumpah-serapah lainnya.

Tidak berhenti sampai di sana. Bang Zalukhu merespon tindakan ini dengan mempublikasikan sebuah posting berjudul "Perbedaan Pemenang Sejati dan Pecundang Sejati". Sebuah posting yang balik menyerang si empunya blog Sang Kritikus. Ditambah lagi satu posting yang baru dipublikasikan semalam, yakni berjudul dan aku hanya bisa TERTAWA KASIHAN.

Alhasil, saling serang sudah dimulai, dan entah sampai kapan mereka terus serang-menyerang seperti itu. Satu hal yang saya khawatirkan, orang-orang yang berada di lingkaran dekat keduanya akan melibatkan diri sehingga timbullah perseteruan yang lebih luas lagi. Atau ada kemungkinan situasi ini dimanfaatkan oleh orang ketiga yang tidak bertanggungjawab. Kita tentu masih ingat kasus perseteruan terbuka antara Bang Zal dan Cosa Aranda, dan kita tak ingin hal seperti itu terulang lagi.

Well, kalau parpol-parpol peserta Pemilu 2009 sudah mencanangkan sikap untuk saling menjaga diri dalam kampanye terbuka yang dimulai Senin (16/3) kemarin, sudah sepantasnya kita blogger Indonesia ikut menjaga perdamaian di blogosphere. Bravo blogger Indonesia pencinta damai..!

NB: Berhubung kemarin saya sedikit menyinggung Ma'had al-Zaytun (MAZ), maka posting berikutnya saya akan coba mengungkap lebih banyak tentang pondok pesantren kontroversial ini. Setuju?

Minggu, 15 Maret 2009

Ada yang Tahu ICDL?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ada yang Tahu ICDL?
Link Tittle : Ada yang Tahu ICDL?

lihat juga


Pagi-pagi kemarin sekitar jam 7.28, lapat-lapat saya mendengar suara ketukan di pintu. Seebenarnya di pengetuk mengetuknya keras, tapi berhubung saya masih berada di alam mimpi jadilah suaranya terdengar lapat-lapat. Hehehe. Terus, usut punya usut ternyata si pengetuk juga sudah mengetuk pintu berkali-kali. Busyet deh. Terpaksalah dengan mata masih lengket saya bangun dan membukakan pintu.

Pagi itu saya sudah ada janji dengan teman kos untuk mengikuti pelatihan ICDL di Hotel Hegar, Jl. Adisucipto. Dasar kalong. Meskipun punya janji pagi, tapi malamnya tetap saja tidur di atas jam 1. Untung saja teman saya tadi sabar membangunkan saya. So, habis mandi langsung deh kami berdua menuju ke lokasi dengan Honda Astrea Grand andalan saya. Wuzzzz, tak sampai 15 menit sampailah kami di tempat acara.

Btw, ada yang tahu ICDL?

Saya sudah lama tahu nama ICDL alias International Computer Driving License. Tapi ya hanya sebatas tahu saja. Nah, acara di Hotel Hegar kemarin itu mengupas lebih dalam mengenai ICDL. Tidak dalam-dalam sekali sih, cuma ya lumayanlah. Saya jadi lebih tahu banyak tentang ICDL dan manfaatnya. Meski, jujur saja, saya meragukan bakal memerlukan sertifikat komputer bertaraf internasional itu.

ICDL, sesuai kepanjangannya, adalah sebuah sertifikasi untuk pengguna (user) komputer yang tarafnya internasional. ICDL awalnya bernama ECDL (European Computer Driving License) dan didirikan di Eropa. Persisnya di mana silakan cari sendiri di Google. Hehehe... Kalau ogah repot, coba aja klik di sini.

Sebagai sebuah institusi, sertifikat yang dikeluarkan ICDL sudah diakui dan mendapat penghargaan dari berbagai kalangan. Beberapa perusahaan multinasional sudah mengeluarkan endorsement-nya yang memuji sertifikasi yang dilakukan oleh ICDL. Sertifikasi komputer seperti ini memang penting bagi negara-negara maju. Tapi kalau di Indonesia koq saya rasa masih belum begitu dibutuhkan ya? Apalagi jika mengingat biaya tesnya yang lumayan mahal. Eit, ini pendapat pribadi lho.

ICDL sejauh ini sudah berkembang di 131 negara, salah satunya Indonesia. Institusi ini memiliki 3 kantor operasional yang tersebar di 3 kota, Dublin (Rep. Irlandia), Brussels (Belgia), dan Singapura. Kemudian di masing-masing negara ada Approved Center yang merupakan representatif ICDL di negara yang bersangkutan. Di Indonesia, Approved Center-nya adalah Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang dipimpin oleh MYR Agung Sidayu.

Kalau Anda rajin membaca Sabili atau mengikuti berita tentang ajaran-ajaran sesat, saya yakin Anda tahu YPI. Kenapa? Karena YPI adalah yayasan yang mengembangkan Ma'had al-Zaytun (MAZ), pondok pesantren terbesar dan termegah se-Indonesia bahkan konon se-Asia Tenggara. Meskipun sering diterpa isu miring, ternyata al-Zaytun concern terhadap penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional. Ini bisa dilihat dari diberlakukannya tes ICDL bagi siswa seluruh penghuni Ma'had al-Zaytun, dan juga peran YPI sebagai lembaga pemegang lisensi penyelenggaraan sertifikasi ICDL di Indonesia.

Acara berakhir tepat pukul 15.00, setelah sebelumnya diselingi makan siang dan limpahan snack. Dasar anak kos, saya dan teman saya tadi lahap menelan setiap hidangan yang disediakan. Hahaha... Anyway, terima kasih kepada Pak Agung Sudjatmoko dan Pak Angger P. Pramono dari ICDL Indonesia yang telah mengadakan acara ini. Saya benar-benar merasa kenyang! Eh, salah. Maksudnya, benar-benar merasa puas. :D

Jumat, 13 Maret 2009

Cerita dari Sungai Bahar

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Cerita dari Sungai Bahar
Link Tittle : Cerita dari Sungai Bahar

lihat juga


Inilah resiko jadi perantau: repot pulang kampung! Terlebih untuk perantau lintas pulau seperti saya ini. Jarak Jogja-Jambi yang lebih dari 1000 kilometer membuat saya mesti melakoni perjalanan tidak ringan setiap kali hendak pulang kampung. Kalau lewat jalan darat, badan yang pegal-pegal karena harus duduk di bis selama 36 jam, terkadang bahkan lebih. Kalau lewat jalan udara memang waktunya jadi singkat, paling banter 2 jam. Tapi kantong yang capek. Maklum, saya kan anggota KPK (Komunitas Publisher Kere).

Nah, sewaktu pulang kampung akhir bulan kemarin perjalanan jadi tambah panjang karena saya mesti mampir Pemalang. Sebenarnya satu arah sih. Bisa saja saya berangkat dari Jogja terus mampir Pemalang dan baru bablas ke Jambi. Tapi karena ada masalah dengan pembiayaan, akhirnya waktu berangkat saya mesti bolak-balik dulu. Jogja-Pemalang untuk jemput tunangan, baru kemudian berangkat ke Jambi dari Jogja. Pulangnya baru asyik. Dari Jambi mampir ke Pemalang, terus dilanjutkan perjalanan Pemalang-Jambi dengan travel andalan saya, Rama Sakti.

Benar kata pepatah, manusia berencana Tuhan menentukan. Menjelang berangkat ke Jambi saya sudah berencana untuk sekaligus melakukan beberapa liputan. Selain dapat penugasan dari Pemred SKM Malioboro Ekspres, saya juga pengen menulis beberapa feature tentang orang-orang trans di Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi. Tepatnya kisah keberhasilan para transmigran dari Jogja di Desa Talang Bukit alias Sungai Bahar VI tempat saya tinggal. Plus, kalau bisa tulisan tentang Suku Anak Dalam dan kebudayaan mereka. Apa lacur, semua rencana jadi berantakan karena kondisi yang saya temui di lapangan jauh dari bayangan.

Begitu sampai di Jambi hari Minggu (1/3), ternyata kami (saya, tunangan, dan adik) secara tak sengaja datang berbarengan dengan rombongan paman dari Metro, Lampung, dan calon pengantin pria dari Batam. Rombongan paman naik bis dan sampai sekitar pukul 10, disusul calon adik ipar saya yang naik pesawat. Rombongan saya datang terakhir. Tapi berhubung yang menjemput hanya satu mobil, jadilah ketiga rombongan harus saling menunggu sampai semuanya dijemput sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan tambahan menuju rumah selama kurang-lebih 2 jam lagi.

Sampai di rumah ternyata sudah ramai sekali oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang rewang (membantu memasak dan mempersiapkan semua keperluan acara). Benar-benar suasana yang sangat tidak kondusif bagi saya yang paling tidak suka keramaian dan kebisingan. Ditambah lagi semua keluarga baik dari pihak Ibu maupun Bapak berdatangan. Rombongan keluarga dari pihak Ibu yang semuanya tinggal di Batumarta, OKU Timur, sejumlah 4 mobil plus 1 truk berisi perlengkapan organ tunggal. Lalu rombongan dari pihak Bapak berjumlah 2 mobil, merupakan kontingen campuran dari Pendopo, Palembang, dan Sungai Lilin, MUBA. Hmmm, rumah yang tak seberapa besar itupun jadi terasa sumpek. Untung saja rombongan besan yang terdiri dari 3 keluarga diinapkan di rumah tetangga. Kalau tidak... :(

Hal ini berlangsung sampai tanggal 6 atau H+2, meskipun tingkat keramaiannya tidak seperti menjelang hari H. Alhasil, saya sama sekali tidak bisa memegang pena. Keluar untuk liputan juga tidak bisa. Sekali-kalinya saya keluar rumah seaktu disuruh ke... pasar! Sebenarnya yang disuruh belanja tunangan saya, tapi mau tidak mau saya kan mesti ikut mengantar karena dia tidak tahu pasarnya di mana. Keluar yang kedua kali ya sewaktu mau pulang ke Jawa. Yah, bukan salah bunda mengandung, tapi salah bapak punya burung. Hehehe... Maksudnya, memang dasar momennya saja yang tidak pas. Jadinya sayapun balik ke Jawa dengan tangan hampa. Entahlah, besok sewaktu rapat redaksi apa yang akan saya jadikan alasan ke Pemred tentang kegagalan saya ini.

Untung saja begitu sampai di Jogja saya disambut beberapa berita baik. Yang pertama, untuk pertama kalinya saya mendapat komisi dari KumpulBlogger. Berapa? Rp 50.000 saja. :) Berita baik lainnya, saldo PayPal saya pelan-pelan sudah mulai terisi lagi. Ask2Link dan Blogsvertise jadi dua kontributor terbesar, disusul dengan SponsoredReviews yang akhir-akhir ini memang kurang bersahabat dengan saya. Anyway, itulah rejeki. Banyak-sedikit tetap harus disyukuri. Iya nggak sih?

Kamis, 26 Februari 2009

Susahnya Pulang Kampung

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Susahnya Pulang Kampung
Link Tittle : Susahnya Pulang Kampung

lihat juga


Jum'at (27/2) sore besok rencananya saya mau pulang kampung ke Jambi. Kenapa pulang? Ceritanya adik cewek saya satu-satunya mau nikah tanggal 4 Maret, so saya harus pulang. Selain itu, saya juga punya misi lain. Apa itu? memperkenalkan tunangan saya kepada seluruh keluarga besar yang bakal kumpul semua saat pernikahan adik saya itu. Kalau kata pepatah sih sekali tepuk dua lalat.

Nah, rencana awal kami bertiga pengen naik pesawat. Kalau jadi rutenya Jogja-Jakarta, terus transit di Jakarta dan lanjut Jakarta-Jambi. Ini bukan karena banyak duit atau karena gaya-gayaan lho, tapi murni untuk menghemat waktu. Soalnya adik saya harus bolos kuliah, dan tunangan saya juga bolos ngajar. Jadi pesawat dipilih supaya bolosnya tidak terlalu lama. Tapi ternyata ceritanya jadi lain. :(

Dasar blogger kere, cuma beli motor Honda Astrea Grand second saja tabungan saya sudah amblas. Ada sih sisanya, cuma duit yang tidak seberapa itu habis untuk operasional sehari-hari. Kondisi diperparah dengan tidak adanya subsidi dari orang tua selama dua bulan! Ya, saya tidak malu-malu mengatakan kalau saya masih disubsidi sama orang tua selama kuliah. Jadi bisa dibayangkan kan berapa sih sebenarnya penghasilan online saya?

Nah, awal Februari adik saya sudah pesan 3 tiket Batavia Air untuk keberangkatan tanggal 28 Februari. Sengaja booking jauh-jauh hari supaya harganya lebih murah (kata yang sering naik pesawat sih begitu). So, tiket Jogja-Jambi transit di Jakarta untuk 3 orang totalnya Rp 1,7 juta. Apes, duit saya waktu itu cuma ada kurang dari 200 ribu di ATM Niaga (yang khusus untuk penghasilan online), sedangkan di ATM BNI (khusus buat menampung kiriman dari rumah) malah cuma Rp 18.000. Adik saya juga tidak punya uang, terus tunangan saya jauh di sana. Lagipula mau pinjam saya malu.

Sama travel agent tempat adik saya reservasi tiket dikasih tenggang waktu 5 hari untuk melunasi. Saya coba cek ke PayPal, saldonya cuma $13. Tidak cukup! Terus saya beranikan diri bilang ke tunangan, dia bilang ada Rp 600 ribu. Lumayanlah. Giliran saya tanya adik, dia bilang tidak ada uang. Saya sendiri? Benar-benar buntu! Mau meggadaikan motor mana laku? Lagipula motornya masih diservis. Diam-diam saya jadi menyesal beli motor. Soalnya kalau saja saya belum beli motor pasti tidak akan pusing-pusing memikir ongkos.

Ya sudah, akhirnya tenggat waktu habis dan booking-nya dianggap hangus. Untungnya adik saya tidak keluar uang sama sekali waktu booking (orang memang dia tidak punya uang koq). Tunggu ditunggu, masuk tanggal 20-an barulah PayPal saya bertambah meski tidak terlalu banyak. Di saat bersamaan adik saya dapat kiriman dari rumah, dan saya juga dikirim walaupun jumlahnya lebih kecil dari biasanya. Saya dengan adik lantas berembug. Keputusannya, kami pulang naik bis dengan resiko bisa tertahan lebih lama di penyeberangan Merak-Bakaheuni karena gelombang Selat Sunda sedang tinggi-tingginya (kata berita lho).

So, sesuai rencana kami akan berangkat besok sore dari Terminal Jombor dengan menumpang bis Ramayana. Bis eksekutif itu biasanya membuat saya kedinginan kalau malam datang. Apalagi sekarang musim hujan. Tapi berhubung besok sama tunangan, sepertinya saya tidak akan kedinginan lagi deh. Hahaha....
(to be continued....)

Mudah-mudahan saya bisa menyempatkan diri untuk menemui rekan-rekan blogger Jambi. Terutama si juragan VCC, Putra Eka alias Paman Gober. Tunggu saja laporan saya dari Jambi. :)

Minggu, 22 Februari 2009

Ask2Link Hilangkan Minimum Payout

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Ask2Link Hilangkan Minimum Payout
Link Tittle : Ask2Link Hilangkan Minimum Payout

lihat juga


Hari ini saya dapat kiriman email dari Mark Stevens, stafnya Ask2Link. Masih ingat kan sama program yang satu ini? Kalau Anda belum tahu apa itu Ask2Link, silakan baca artikel ini, ini, ini, dan ini terlebih dahulu baru balik lagi ke sini. Kalau sudah tahu, mari kita lanjutkan ceritanya. Hehehe...

Ada tiga hal yang disampaikan oleh Mark sehubungan dengan aturan-aturan di Ask2Link, yakni mengenai minimum payout, harga link terbaru, dan hak kita selaku publisher untuk menolak sebuah iklan yang telah dipasang. Dari ketiganya, poin pertama yang paling mendapat perhatian saya. Kenapa? Karena dengan ditiadakannya minimum payout, saya yang biasa berpenghasilan kecil ini bisa dapet dolar tiap bulan! :)

Dalam emailnya Mark Stevens terang-terangan mengatakan kalau ketiga perubahan tersebut diambil sebagai imbas dari krisis ekonomi yang tengah melanda dunia. Sebagaimana kita ketahui bersama, Amerika Serikat adalah pemicu sekaligus korban terparah dari krisis tersebut. So, wajar saja kalau perusahaan periklanan yang berbasis di AS seperti Ask2Link membuat kebijakan untuk menyesuaikan diri dengan situasi sulit ini.

Perubahan ini membuat minimum payout sebesar $10/bulan tidak berlaku lagi. Artinya, Anda akan menerima penghasilan setiap bulan tanpa peduli berapa besar uang yang dihasilkan. Mau cuma $1 komisi yang Anda hasilkan dalam satu bulan, Ask2Link akan membayarkannya di awal bulan berikutnya. Tidak harus menunggu sampai terkumpul minimal $10 lagi. Asyik kan?

Oke, itu kabar gembiranya. Kabar buruknya, Ask2Link menurunkan harga standarnya. Contoh, untuk blog berpagerank 0 sekarang hanya dihargai $1/link dan PR3 hanya $5/link, padahal sebelumnya lebih tinggi dari itu lho. Tapi tenang, meski harganya diturunkan Anda tetap bisa mengeset harga sesuai kehendak Anda sendiri. Artinya, sah-sah saja kalau Anda mau menghargai blog Anda yang cuma berpagerank 0 dengan harga $10. Nggak dosa koq. Hehehe....

Perubahan ketiga rasanya tidak terlalu penting deh, jadi ya tidak saya bahas. Lagipula Anda bisa tahu sendiri koq dengan mengobok-obok member area. So, itu saja dari saya. Semoga bermanfaat.

Rabu, 18 Februari 2009

Apa Ciri Khas Blog Anda?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?
Link Tittle : Apa Ciri Khas Blog Anda?

lihat juga


Sejak pertama kali memulai blog ini awal tahun 2008 lalu, saya sudah berpikiran kalau ciri khas adalah senjata utama untuk exist di blogosphere. Ada ratusan ribu blog pada saat saya memulai blog, apa yang akan membuat pembaca menghiraukan blog saya? Di sinilah saya membutuhkan satu kekhasan, yang akhirnya saya jatuhkan pilihan pada SponsoredReviews.

Ciri khas adalah yang membedakan kita dengan blogger lain. Sehingga apabila nama kita disebut, maka orang yang mendengarnya akan langsung berpikiran pada satu hal. Dan itu terjadi secara refleks. Artinya orang tersebut tak perlu berpikir panjang lagi untuk mengasosiasikan nama kita dengan sesuatu yang kita sajikan di blog.

Coba, apa yang terlintas dalam benak Anda ketika saya menyebut nama Cosa Aranda? Yup, tanpa berpikir panjang lagi Anda pasti akan teringat dengan Google AdSense. Kenapa? Karena Cosa memang sudah lekat di ingatan kita sebagai tutor alias mahaguru program pay per click tersebut. Dan ini merupakan buah dari konsistensi Cosa yang selama ini hanya fokus menulis tentang Google AdSense di blognya.

Atau, apa yang Anda bayangkan ketika saya menyebut nama Zalukhu? Well, saya yakin Anda akan langsung teringat pada satu blog yang bersedia berbagi mengenai program-program afiliasi tanpa tedeng aling-aling. Terkadang blog itu juga nakal menjurus berani karena sering mengungkap beberapa praktik curang yang dilakukan sejumlah pebisnis online.

Itulah ciri khas.

Kenapa ciri khas penting? Jelas saja ini penting karena akan membedakan kita dengan blogger dan blog lain. Dan perbedaan itulah yang membuat kita menonjol dari lainnya. Kalau teh botol Sosro sama dengan Green Tea, tentu kita tak akan pernah peduli mau meminum yang mana. Tapi karena produsen kedua produk tersebut ingin produknya lebih menonjol dari pesaingnya, maka mereka menciptakan ciri khas yang membedakan satu sama lain. Mereka menampilkan satu kelebihan yang tidak dimiliki produk lain.

Saya rasa strategi seperti ini bagus diterapkan di blog. Tujuannya tentu saja agar pembaca lebih mudah mengingat nama kita dan apa yang kita tawarkan di blog. Tapi ini bukan hal mudah, meskipun bukan tidak mungkin dilakukan. Kuncinya hanya satu: stay focus. Oops, harus ditambahkan pula satu pelengkap yang bisa jadi gantungan kuncinya, yakni: konsistensi.

Nah, sudah berpikir apa ciri khas blog Anda?

Ngomong-ngomong, saya ini cuma OMDO alias omong doang. Soalnya saya merasa masih belum bisa menjalankan dua hal yang saya sarankan di atas. Tapi gpplah, hitung-hitung tulisan ini juga sebagai bahan pembelajaran bagi saya sendiri. :)

Senin, 02 Februari 2009

Saya Ingin Berubah, Minta Sarannya Dong...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Saya Ingin Berubah, Minta Sarannya Dong...
Link Tittle : Saya Ingin Berubah, Minta Sarannya Dong...

lihat juga


Setelah pada awal tahun lalu mengatakan kalau tidak akan melakukan perubahan kecuali tampilan (layout) blog, seiring waktu berjalan koq saya jadi berubah pikiran ya? :)) Terutama setelah saya magang di SKM Malioboro Ekspres. Dan kelak, kalau jadi, saya juga bakal magang lagi di sebuah harian lokal di Jogja (jadi bakal dobel magangnya). Tapi nama medianya masih rahasia ya.

Nah, perubahan yang saya usung tak akan jauh-jauh dari dunia saya yang sekarang. Maksudnya, dunia saya di alam nyata alias lingkungan offline. Sebagai mahasiswa jurnalistik dan menaruh keinginan besar untuk bisa menjadi seorang jurnalis, saya berpikir untuk mengubah 'haluan' blog ini dari tema-tema make money dan blogging menjadi tema-tema lain yang sedang saya pikirkan. Ada banyak tema yang masih saya pertimbangkan, namun pada ujungnya blog ini akan saya jadikan sebagai sebuah lahan citizen journalism bagi saya.

Apa itu citizen journalism? Pengertian gampangnya, citizen journalism adalah kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa. Jadi, Anda dan saya sebagai masyarakat biasa dapat berperan sebagai jurnalis yang melaporkan berbagai peristiwa di sekitar kita kepada siapa saja. Berkaitan dengan rencana saya, maka saya akan bertindak sebagai seorang citizen journalist (jurnalis warga) yang akan melaporkan berbagai peristiwa dan kejadian di sekitar saya tinggal, dan umumnya kota Jogja. Tentu tak cuma laporan saja. Sebagai blogger saya juga akan memberikan semacam analisis dan komentar atas peristiwa yang saya laporkan.

Kenapa saya berpikiran begitu? Alasan pertama dan terutama tentu saja agar ada keselarasan antara kegiatan saya di dunia offline (sebagai mahasiswa jurnalistik yang magang di sebuah media cetak) dengan aktivitas saya di dunia maya (sebagai blogger yang harus senantiasa meng-update blog). Saya tidak mau kehilangan kesempatan untuk mencari pengalaman di lapangan praktis dunia jurnalistik, tapi saya juga tidak mau menelantarkan blog yang sudah memberi 1 unit komputer, 1 modem, 1 sepeda motor, tambahan uang jajan yang cukup, dan segudang teman pada saya ini. So, saya rasa jalan tengah inilah yang harus saya ambil agar keduanya bisa berjalan beriringan.

Btw, ini masih rencana kasar koq. Artinya masih bisa berubah-ubah dan belum final. Untuk itu saya minta saran dan masukan dari teman-teman mengenai hal ini. Saya akan mengambil keputusan setelah membaca saran dan masukan teman-teman di kolom komentar. Kalau dipikir-pikir sebenarnya aneh ya? Mau berubah koq pake minta saran segala. Tapi itulah saya. Hahaha...

Sabtu, 31 Januari 2009

Kalau Rejeki Takkan Lari

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Kalau Rejeki Takkan Lari
Link Tittle : Kalau Rejeki Takkan Lari

lihat juga


Konon, rejeki itu seperti bayangan. Kalau kita diam rejeki tak akan datang, tapi kalau kita kejar dia juga ikut berlari. Pada akhirnya, semua tergantung konsistensi dan kegigihan kita dalam mengejar si rejeki. Kalau kita mandeg di tengah jalan, alamat rejeki tak bakal bisa diraih. Sebaliknya, kalau kita terus ngotot dan ngeyel, insya Allah rejeki bakal menghampiri.

Kurang-lebih inilah yang saya alami dalam berburu motor belum lama ini. Berhubung budget-nya amat sangat terbatas (maklum, blogger kere), maka saya cari motor jadul. Itupun second pula. Lagipula mana ada sih motor jadul yang masih baru? Hehehe... Nah, guna menekan agar biaya yang dikeluarkan tak melebihi budget, sayapun berburu motor ke Jakarta. Bukan saya yang pergi ke Jakarta lho, tapi lewat bantuan seorang teman yang adik iparnya buka showroom motor bekas di Jakarta. Dan berhubung saya sama sekali buta soal motor, saya serahkan urusan ini sepenuhnya pada si teman.

Dari awal teman saya mengincar Honda Grand. Kata teman saya mesin motor jenis ini terkenal bandel. Lagipula kata dia beli Honda Grand sama dengan beli emas karena harganya akan terus naik meski umurnya semakin tua. Saya manut saja. Alhamdulillah, koq kebetulan sekali motor yang diincar ada. Sayang, karena terjadi miskomunikasi antara saya dan si teman, motor tersebut terlebih dulu diambil orang. Nasib...

Kamipun menunggu kesempatan kedua datang. Sayang disayang, kami harus bersabar untuk waktu yang lama karena ternyata adik ipar teman saya tak juga mendapat Honda Grand. Ujung-ujungnya teman saya berubah pikiran. Kamipun sepakat mengambil jenis lain dan tak harus Honda Grand. Kebetulan pula adik ipar teman saya sudah punya dua stok yang tak kalah bagus, Honda Star dan Honda Prima. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya pilihan jatuh pada Honda Prima. Uang saya tranfer dan motor lantas dititipkan ke perusahaan jasa pengiriman barang untuk dikirim ke Jogja.

Eh, koq ndilalah sampai 4 hari motor tersebut belum juga sampai di Jogja. Teman saya jadi bingung karena biasanya sehari sudah sampai. Alasan dari pihak jasa pengiriman, banjir di Jakarta membuat jadwal mereka kacau balau. Akibatnya motor yang saya pesan tak bisa langsung dikirim ke Jogja dan masih teronggok di gudang. Sialan, padahal saya sudah berangan-angan bakal punya motor sendiri dan tak perlu lagi mandi keringat saat ke kampus karena jalan kaki. Ternyata... :(

Kalau dulu di TVRI pernah ada sinetron berjudul "Sengsara Membawa Nikmat", maka pengalaman saya membeli motor sendiri untuk pertama kalinya ini juga bertema sama. Musibah banjir Jakarta yang menyebabkan keterlambatan pengiriman Honda Prima yang sudah saya bayar malah berbalik jadi berkah. Kenapa? Karena adik ipar teman saya menawarkan Honda Grand yang baru saja dia temukan. Jadi, Honda Prima-nya batal dikirim ke Jogja dan dijual ke orang lain, sementara saya dikirimi Honda Grand dengan sejumlah biaya tambahan. Kebetulan sekali Honda Prima tersebut sudah ada peminatnya. Kloplah sudah.

Begitulah. Kamis (29/1) kemarin motor tersebut tiba di Stasiun Tugu dengan menggunakan jasa Herona Ekspres. Sorenya langsung deh kami bongkar-bongkar untuk mengecek kondisinya. Alhamdulillah, untuk ukuran motor keluaran tahun 1993 secara umum kondisinya masih sangat bagus. Tebtu saja saya masih harus mengeluarkan dana tambahan untuk mengganti beberapa komponen yang sudah aus atau rusak. Namanya juga motor tua. Meski begitu saya senang sekali karena motor tersebut membuat iri teman-teman kos sesama pemakai motor jadul, bahkan para "pakar" motor kenalan teman saya. Mereka kompak bilang kalau saya beruntung bisa dapat motor tersebut dengan harga semurah itu. Saya yang tidak tahu-menahu tentang motor ini cuma bisa senyum-senyum saja menanggapinya.

Itulah, kalau memang sudah rejeki tak akan lari koq. Iya kan?

Selasa, 27 Januari 2009

Susahnya Berbagi...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Susahnya Berbagi...
Link Tittle : Susahnya Berbagi...

lihat juga


Kalau sahabat kita Putra Eka sempat menjuduli blognya dengan jargon "Indahnya Berbagi" (kini jadi "Indahnya Berbagi Ilmu"), pada kenyataannya berbagi itu tidak seindah yang dibayangkan. Paling tidak ini dirasakan oleh beberapa blogger senior yang mengalami betapa pahitnya berbagi. Mereka tak mengharap ucapan terima kasih, tapi justru ditikam dari belakang dan dihancurkan pelan-pelan secara pengecut.

Ngeri? Itulah yang terjadi. Suatu malam Bang Zalukhu menelpon saya dan cerita kalau ia sudah pamit mundur dari blogosphere Indonesia. Saya jelas kaget. Masa iya perjuangan yang dilakukannya selama tahun 2008 lalu harus sia-sia? Akhirnya setelah mendengar cerita Bang Zal, saya baru mengerti betapa susahnya jadi orang baik di blogosphere lokal. Turut cerita Bang Zal, ia sudah kena "dikerjai" oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga membuat jalur rejeki online-nya putus dan terancam mati. Akhirnya, Bang Zal-pun tidak tahan lagi dan memilih mundur.

Beginikah akhir blogger-blogger yang telah dengan tulus hati berbagi ilmu? Sebelum Bang Zalukhu kita tentu ingat Cosa Aranda yang tiba-tiba menghilang tak tentu rimbanya. Sebelum menghilang dari peredaran, Cosa pernah juga dikerjai oleh oknum tidak bertanggungjawab. Yang akun PayPal-nya dibuat limited gara-gara dikirimi dana berkarung-karung, yang artikel-artikel dikopas sampai ada yang membuatnya menjadi buku, dan terakhir situs-situsnya di-hack. CosaAranda.com termasuk di dalamnya. Entah karena sakit hati atau lelah menghadapi teror semacam itu, akhirnya Cosa memilih mundur teratur dari jagat maya.

Satu lagi, Putra Eka aka Paman Gober juga sempat dimaki-maki secara pengecut. Entah apa motifnya, namun tindakan seperti itu tentu sangat kekanak-kanakan sekali. Kalau memang tidak suka, kenapa tidak bilang terus terang? Hal ini juga saya alami sendiri dengan banyaknya komentar miring menjurus kasar tapi anonim. Pffiuh...

Demikian susahnyakah menjadi blogger yang ingin berbagi secara tulus? Mengapa ada saja orang-orang yang tidak senang dengan blogger seperti Cosa Aranda dan Augusman Zalukhu? Apa yang menyebabkan blogger-blogger senior seperti mereka berdua "dihabisi" secara pengecut? Hanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab itu saja yang tahu jawabannya. Yang jelas, kalau begini kejadiannya berarti blogosphere Indonesia tidak sehat. Sifat maya internet ternyata disalahgunakan sebagian orang untuk menyerang blogger yang dianggapnya membahayakan secara pengecut. Bagaimana mau maju kalau bersaing saja tidak berani?

Ah, blogger Indonesia. Di saat orang di luar lingkunganmu memandang takjub akan pertumbuhan jumlah dan banyaknya dolar yang kau hasilkan dari blog, dirimu sendiri malah terancam dalam intaian orang-orang kerdil yang takut bisnisnya hancur karena kerelaanmu berbagi pada sesama. Nasib...

Numpang Promosi: Bete baca posting ini? Buat yang tinggal di Yogya silakan keliling ke agen-agen koran di daerah Jl. Kaliurang, UGM, Malioboro, atau Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Cari deh mingguan Malioboro Ekspres edisi terbaru. Di sana banyak tulisan ringan dan menghibur, termasuk juga tulisan saya. Hehehe....

Selasa, 20 Januari 2009

Bagaimana Aturan Main Ask2Link?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Bagaimana Aturan Main Ask2Link?
Link Tittle : Bagaimana Aturan Main Ask2Link?

lihat juga


Beberapa pertanyaan seputar Ask2Link sempat menumpuk di mailbox saya. Karena akhir-akhir ini hanya bisa ol sebentar sekali (paling lama 2 jam, padahal sebelumnya bisa sampai 5-6 jam sehari lho), maka pertanyaan-pertanyaan itu hanya tetap tertumpuk saja di mailbox. Dan hari ini saya luangkan sedikit waktu khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang program Ask2Link tersebut. Mumpung waktunya ada. Hehehe...

Dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk, sebagian besar merupakan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Seperti penjelasan singkat tentang program Ask2Link di posting ini, atau bukti pembayaran dari Ask2Link yang pernah saya terima di posting yang ini. Pertanyaan yang memang belum pernah saya bahas memang ada, tapi sebenarnya jawabannya bisa dicari di situs Ask2Link koq. Cuma tak apa-apalah, biar saya bahas di sini meskipun hanya sekilas.

Untuk bisa mencicipi manisnya penghasilan dari Ask2Link, pertama-tama tentu kita mesti daftar sebagai member. Pertama kita mendatarkan diri dan mengisi data-data pribadi seperti nama, alamat e-mail, username, password, account PayPal, dan mau jadi Publisher, Advertiser, atau dua-duanya, Setelah itu tunggu deh approval dari admin Ask2Link. Tapi biasanya sih langsung diterima, paling cuma harus menunggu beberapa jam atau paling lama sehari.

Nah, setelah mendaftarkan diri langkah selanjutnya adalah mendaftarkan blog yang akan dijadikan tempat memasang link-link dari advertiser. Blog berbahasa apa saja terserah, yang penting peringkat (Technorati, Alexa, page rank, dll) dan popularitasnya tidak begitu mengecewakan. Tahu sendiri kan kalau jualan link itu modalnya peringkat dan popularitas tinggi? Jadi ya sebisa mungkin daftarkan blog yang paling tinggi peringkatnya dan paling bagus popularitasnya. Tapi jangan kaget kalau sewaktu-waktu kena gebuk Om Google. Hehehe...

Setelah mendaftarkan blog apa lagi? Saatnya memasang widget Ask2Link ke blog yang didaftarkan..! Untuk itu silakan login ke member area, lalu klik deh menu "Publisher". Habis itu klik sub menu "My Sites". Kalau Anda belum pernah mendaftarkan blog, maka Anda bisa mendaftarkan blog melalui halaman itu. Tapi kalau sudah tinggal menginstal saja. Caranya gampang koq. Orang cuma butuh satu klik dan petunjuknya ada di halaman itu juga. Asal Anda teliti dan sabar pasti bisa. Dijamin! :))

Setelah widget Ask2Link terpasang di blog, berarti Anda tinggal menunggu iklan link yang masuk. Tidak ada patokan waktu yang pasti berapa lama kita bakal dapat iklan. Tapi (lagi-lagi) kuncinya memang harus sabar deh. Saya sendiri kebetulan termasuk cepat mendapat iklan, meskipun harganya cuma $8/link. Ada teman lain yang sudah berbulan-bulan pasang widget masih juga belum dapat iklan. Jadi ya memang lain-lain, tergantung bagaimana kita memoles dan merawat blog yang didaftarkan.

Oke, sepertinya itu saja ya. Mudah-mudahan posting ini dapat membantu teman-teman yang masih bingung dengan tata cara berburu uang melalui Ask2Link.