Senin, 18 Agustus 2008

Sehari Menguasai Google

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Sehari Menguasai Google
Link Tittle : Sehari Menguasai Google

lihat juga


Berada di urutan 1 SERP Google tentu bahagia sekali rasanya. Begitulah yang saya rasakan pada tanggal 16 Agustus 2008 kemarin. Karena tanggal 15 Agustus malam ada pemilihan Putri Indonesia 2008, maka saya coba-coba nembak keyword dengan menulis posting tentang pemenang Putri Indonesia 2008. Harapannya tentu saja buat menarik trafik dari search engine, terutama Google. Hasilnya? Sangat tidak disangka-sangka! Ternyata posting tersebut menduduki peringkat 1 untuk kata kunci "pemenang Putri Indonesia 2008". Pfiuh, senangnya...

Saking senangnya, saya sampai membuat mem-print screen-kan halaman-halaman membanggakan tersebut. Pertama-tama jelas saja SERP Google di mana posting saya jadi nomor 1, trus widget-nya Feedjit yang selama sehari itu hanya menampilkan tulisan "..... arrived from google.com on www.EkoNurhuda.com: Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008", dan tak ketinggalan pula statistik dari MyBlogLog. Buat apa? Buat apalagi kalau bukan untuk dipamer-pamerkan. Hihihi... Gak ding, maksudnya ya tentu saja buat kenang-kenangan bahwa saya pernah berada di posisi 1 SERP Google. Hehehe, katrok banget ya?

Ini screenshot SERP Google, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot Feedjit di sidebar EkoNurhuda.com, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot statistik MyBlogLog, 16 Agustus 2008.

Sayang disayang, kebahagiaan meraih posisi puncak di SERP Google tersebut hanya bisa saya nikmati sehari. Ya, cuma tanggal 16 itu saja. Ketika Bocah Iseng membuat posting dengan tema sama, langsung deh posisi saya melorot. Gantian Bocah Iseng jadi di urutan pertama. Tanggal 17 saya cek lagi, eh, ternyata sudah melorot lagi jadi posisi 4. Tapi Gpp deh, yg penting masih bertahan di halaman pertama. Target saya posting itu bisa tetap ada di 10 besar alias halaman pertama SERP Google paling tidak untuk seminggu ini saja. Toh, niatan awalnya juga cuma belajar nembak keyword.

Oya, satu hal penting yang saya pelajari dari tergesernya EkoNurhuda.com oleh BocahIseng.blogspot.com adalah, menempatkan keyword yang diincar pada judul posting sangat mempengaruhi posisi blog di SERP Google. Coba saja bandingkan judul posting saya dan judul postingnya si Bocah Iseng, ternyata judul posting si Bocah Iseng mengandung keyword "pemenang Putri Indonesia 2008". Sedangkan judul posting saya tidak plek seperti itu. So, sayapun harus rela tergeser ke bawah. Kebetulan saya dan si Bocah Iseng sama-sama menggunakan Blogger/BlogSpot, jadi ini juga bisa jadi pelajaran bagi Anda sesama pengguna Blogger.

So, buat Bocah Iseng selamat ya. Google is in hour hand, Bro. Dan saya juga mesti berterima kasih pada Bang Zalukhu. Jurus SEO Balita yang Abang ajarkan ternyata memang manjur. Good job, Bro!

Sabtu, 16 Agustus 2008

28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : 28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir
Link Tittle : 28 Weeks Later, Ketegangan Tiada Akhir

lihat juga


28 Weeks Later, sebuah film penuh ketegangan yang begitu membekas di benak saya. Sepanjang film yang berdurasi selama 1,5 jam ini ketegangan dan aroma kematian begitu kental terasa. 28 Weeks Later sebenarnya film keluaran tahun lalu, di Indonesia dirilis tanggal 10 Mei 2007. Namun saya baru tahu beberapa hari lalu. Sekilas dari judulnya saya mengira 28 Weeks Later adalah film drama. Karena itu saya memutarnya jam satu malam, di saat semua penghuni kos sudah tidur. Ternyata...

Ketegangan langsung dihadirkan oleh 28 Weeks Later sejak awal cerita, meskipun pada awalnya terasa membingungkan. Akan lebih mudah bagi Anda untuk mengikuti jalan cerita 28 Weeks Later bila pernah menonton film Twenty Eight Days Later (rilis tahun 2002) yang tak lain tak bukan merupakan sekuel 28 Weeks Later sebelumnya. Baik Twenty Eight Days Later maupun 28 Weeks Later sama-sama disutradarai oleh Juan Carlos Fresnadillo. Kalau saya tidak salah ingat, Twenty Eight Days Later pernah diputar di salah satu TV swasta.

Cerita 28 Weeks Later diawali ketika Don (diperankan oleh Robert Carlyle) dan Alice (Catherine McCormack) istrinya menyiapkan makanan seadanya bagi sejumlah pengungsi di salah satu rumah warga. Mereka merupakan sebagian kecil populasi kota London yang berhasil selamat dari sebuah wabah mengerikan. Wabah aneh yang membuat penderitanya haus darah dan bertingkah lebih kejam dari serigala. Tengah asyik makan, tiba-tiba seorang anak mengetuk pintu minta masuk. Rupa-rupanya kedatangan anak tersebut diiringi oleh orang-orang yang terjangkit wabah. Seisi rumah kontan kocar-kacir menyelamatkan diri dari serangan tersebut.Sayangnya, selain Don tak ada yang bisa selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.

Sedemikian hebatnya wabah tersebut sehingga daratan Britania Raya mesti dikarantina agar tak menyebar ke Eropa daratan. Pasukan NATO dipimpin Amerika Serikat masuk 28 minggu kemudian untuk memulihkan Inggris. Warga Inggris yang melarikan diri ke luar negeri diperbolehkan pulang untuk proses repopulasi dan pemulihan. Di antara warga yang datang dari luar negeri tersebut adalah Tammy (Imogeen Poots) dan Andy (Mackintosh Muggleton), dua anak Don. Betapa hancurnya hati Tammy dan Andy ketika mengetahui bahwa ibu mereka sudah dinyatakan tewas.

Didorong oleh rasa rindu pada ibu dan kenangan masa lalu, Tammy dan Andy berhasil menyelinap keluar dari kamp karantina untuk menuju ke rumah mereka yang sudah porak-poranda. Siapa sangka ternyata di dalam rumah tersebut Andy justru menemukan ibu mereka masih hidup. Alice memang selamat, namun ia dinyatakan positif mengidap wabah sehingga militer NATO mempertimbangkan untuk menghabisinya sebagai upaya preventif. Usul tersebut ditentang oleh Scarlet (Rose Byrne), dokter militer NATO yang meminta Alice dibiarkan hidup sebagai bahan penelitian.

Di saat petinggi NATO berdebat antara membunuh Alice atau tidak, Don diam-diam masuk ke ruang perawatan istrinya. Ia memohon maaf pada Alice karena telah meninggalkannya pada saat mereka diserang dulu. Alice tersentuh dan memaafkan Don. Kesalahan fatal dilakukan Don karena mencium Alice. Virus ganas langsung menulari Don lewat air liur Alice. Seketika Don berubah menjadi sangat ganas dan kejam. Ia membunuh Alice, meminum darahnya, kemudian keluar dari gedung untuk mencari mangsa baru.

Ketegangan memuncak. Don 'memangsa' beberapa tentara yang ditemuinya sekaligus menularkan virus. Wabah kembali menyebar. NATO menetapkan status darurat, warga yang dikarantina panik. Selanjutnya? Tonton saja sendiri. Yang jelas jangan tonton film ini sendirian. Apalagi di tengah malam sepi. Ngeri!

NB: Ada yang tahu di mana mencari referensi tentang Imogeen Poots? Mbah Google koq tumben-tumbenan gak tahu ya? Imogeen Poots-nya yang gak terkenal ato si Mbah Google yang kurang gaul? Hehehe...

Jumat, 15 Agustus 2008

Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008
Link Tittle : Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008

lihat juga


Putri Indonesia 2008 terpilih sudah. Zivanna Letisha Siregar yang mewakili DKI Jakarta keluar sebagai pemenang dalam acara Pemilihan Putri Indonesia 2008 yang berlangsung Jumat (15/08) pukul 20.00 WIB di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Zivanna yang akrab dipanggil Zizi itu berhasil mengungguli 38 finalis yang mewakili 33 propinsi di seluruh Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Dayana Mendoza, Miss Universe 2008.

Di babak-babak akhir Zivanna harus bersaing ketat dengan Ayu Diandra Sari asal Kepulauan Bali dan Anggie Mahesti dari DI Yogyakarta. Namun akhirnya Zizi berhasil meraih mahkota Putri Indonesia 2008 setelah memberikan jawaban mengesankan saat menjawab pertanyaan terakhir yang diberikan juri. Puteri Indonesia 2007, Putri Raemawasti, menyematkan mahkota dan selempang Puteri Indonesia kepada Zizi sekaligus menobatkannya sebagai Putri Indonesia 2008 menggantikan dirinya. Miss Universe 2008 turut mendampingi prosesi penyematan mahkota dan memberikan ucapan selamat pada Zizi.

Zivanna adalah mahasiswi Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) angkatan 2007. Gadis keturunan Batak ini memang sangat menyukai modelling. Ia sebelumnya pernah meraih gelar juara di ajang Elite Look Model 2006 dan menjadi peserta Elite Model Look se-Asia Pasifik 2006 di Shanghai, China. Dengan terpilihnya Zivanna sebagai Putri Indonesia 2008, maka si cantik kelahiran Jakarta, 16 Februari 1989, ini berhak mewakili Indonesia dalam ajang pemilihan Miss Universe 2009 mendatang. Sementara Ayu Diandra Sari sebagai runner up I akan menjadi wakil Indonesia di pemilihan Miss International 2009, dan Anggie Mahesti yang menjadi runner up II dikirim ke ajang Miss Asia Pacific 2009.

Dalam sesi tanya-jawab dengan para juri, Zivanna dan Ayu Diandra sama-sama memberikan jawaban kuat saat menjawab pertanyaan seputar pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Saya sebagai orang yang "numpang tinggal" di Yogya tentu saja menjagokan Anggie Mahesti. Namun ternyata gadis manis dengan wajah khas Jawa ini belum berhasil memenuhi harapan warga Yogyakarta meski telah berusaha semaksimal yang ia bisa.

Sebelum tampil di acara pemilihan malam itu, para finalis Puteri Indonesia 2008 terlebih dahulu menjalani masa karantina di Hotel Nikko Jakarta dari tanggal 5 Agustus - 14 Agustus 2008. Dalam karantina tersebut para finalis mempelajari banyak hal seputar budaya dan tradisi Indonesia, etika, kecantikan, modelling, serta berbagai pengetahuan lainnya.

Jadi Guide Lagi...

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Jadi Guide Lagi...
Link Tittle : Jadi Guide Lagi...

lihat juga


Setelah hampir 6 tahun lamanya tidak berhubungan dengan dunia pariwisata, kemarin saya kembali menjadi bagian dari pariwisata Jogja. Yap, saya kembali turun sebagai guide alias pemandu wisata bagi wisatawan yang melancong ke kota Jogja. Peran yang dulu begitu akrab dalam hari-hari saya selama masih menjadi mahasiswa sebuah pendidikan profesi pariwisata di bagian selatan kota Jogja. Sebuah babak kehidupan yang pernah membuat saya begitu bangga dan juga sangat dibanggakan keluarga.

Oops, sudah lupakan saja romantisme itu. (Psst, ini lanjutan setelah dikasih komen sama Artha dan Malapu.) Sekarang enaknya cerita serunya jalan-jalan bersama 3 tamu pertama saya setelah "cuti panjang" dari dunia guiding kemarin itu. So, tamu yang saya bawa hari itu adalah klien Yogya Tours, sebuah travel agent online milik Mas Handoko Adyaksa, seorang guide Prancis senior Jogja. Bagaimana saya bisa kenal Mas Handoko? Ceritanya lebih panjang lagi. Pendeknya, Mas Handoko adalah sepupu (calon) istri saya. Tepatnya anak pakde si yayang, so that's why saya ikut-ikutan panggil "Mas". Hehehe, ketahuan deh kalo KKN.

Nah, Rabu (13/08) kemarin sekitar jam 6 sore Mas Handoko telpon saya. Pertama basa-basi dulu menanyakan posisi saya di mana. Setelah itu langsung deh bilang "sesok nggowo tamu gelem ora?" Duh, saya langsung kaget. Bukan apa-apa, masalahnya sudah 6 tahun saya tidak pernah menggunakan bahasa asing (Inggris dan Prancis) untuk komunikasi. Artinya, saya yakin bakal kaku sekali kalau tiba-tiba langsung bawa tamu bule. Eh, ternyata Mas Handoko bilang "tamune seko Jakarta koq". Pfiuh... leganya hati ini begitu tahu tamunya hanya turis domestik.

Kamis (14/08) pagi jam 8 saya jemput tamunya di Hotel Saphir. Ternyata tamunya sudah menunggu di tempat parkir bersama Mas Handoko dan sopir yang disewa Yogya Tours. Ada 3 orang, dua laki-laki dan satu perempuan. Saat bersalaman dan memperkenalkan diri dengan tamu-tamu tersebut saya merasa ada yang janggal. Begitupun saat kami mulai berangkat menuju Borobudur yang jadi tujuan pertama hari itu. Apa masalahnya? Saat saya ajak ngobrol di sepanjang perjalanan, dari 3 tamu tersebut yang menyahut hanya satu orang. Namanya Pak Edwin. Saya makin yakin ada sesuatu yang janggal dengan tamu-tamu tersebut. Memikirkan hal itu saya jadi deg-degan deh. Duh...

Begitu sampai di Borobudur saya langsung beli tiket masuk untuk turis domestik. Tidak tahan dengan rasa penasaran (plus deg-degan) yang kian memenuhi pikiran, maka sayapun memberanikan diri bertanya tentang dua tamu lainnya pada Pak Edwin. Ooops, barulah ketahuan saat itu bahwa mereka berdua dari Australia. Yang cowok adalah adik kandung Pak Edwin bernama Adi. Lahir di Indonesia, tapi sejak kecil sudah tinggal di Sydney, Australia. So, ia jauh lebih mengerti bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Nah, si cewek yang asli Australia. Si cantik ini beretnis China (seperti halnya Pak Edwin dan Adi yang juga keturunan China), tapi ia adalah warga negara Australia karena lahir di Negeri Kangguru itu. Artinya, bahasa Inggris adalah bahasa sehari-harinya. Walah!

6 tahun meninggalkan dunia pariwisata dan segala literatur/referensi tentang tempat-tempat wisata jelas membuat memori saya lemah. Saya masih ingat Borobudur terbagi atas tiga bagian: Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Tapi saya lupa di mana letak patung Buddha yang biasa dipegang-pegang pengunjung Borobudur, saya lupa kisah Pangeran Sidharta Gautama di relief candi, saya lupa kapan Borobudur dibangun, dan semua hal-hal mendetil lainnya. Akhirnya jurus guide Jepang keluar. Apa itu? Beri penjelasan ala kadarnya, ajak ngobrol ngalor-ngidul, trus sering-sering disuruh foto. Hehehe... And it works, guys! So, selamatlah saya.

Tujuan kedua candi Prambanan yang kami datangi setelah makan siang di rumah makan Ibu Hj. Achmad di utara Fak. Kehutanan UGM. Saya sempat akrab sekali dengan Prambanan dan sekitarnya karena pernah magang dan tinggal di sana selama 6 bulan lebih. Namun vakum 6 tahun dari dunia pariwisata membuat saya sama sekali tidak mengetahui semua perkembangan yang terjadi di sana. So, begitu masuk ke area candi saya kaget koq masih dipagar? Padahal setahu saya rekonstruksi pascagempa sudah selesai dan candi sudah boleh dikunjungi sejak awal tahun ini. Jadi, kami hanya bisa melihat 6 candi di area utama dari pinggir-pinggir saja. Kesulitan terberatnya adalah, saya tidak punya bahan lain untuk dijelaskan kepada para tamu kecuali relief kisah Ramayana yang ada di Candi Siwa, candi tertinggi dan terbesar di komlpeks Prambanan. Duh... Jurus guide Jepang akhirnya keluar lagi deh.

Anyway Anne Hathaway busway, berhubung waktu kami masih sangat banyak saya berusaha keras menahan para tamu agar tetap di kompleks candi selama mungkin. Saya ceritakan legenda Roro Jonggrang (meskipun belepotan), saya jelaskan sedikit tentang tiap-tiap candi, saya perlihatkan teater Ramayana Ballet di sebelah barat Prambanan, saya suruh foto-foto, trus ujung-ujungnya saya ajak melihat 3 candi lain yang terletak di dekat candi Prambanan. Yaitu candi Lumbung, candi Bubrah, dan candi Sewu. Mulanya kami mau naik kereta mini. Berhubung keretanya masih kosong dan kami tidak mau menunggu, maka kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Wow, panas-panas saat matahari berada tepat di ubun-ubun kami berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter. Jalan pulang menuju ke pintu keluar jauh lebih panjang lagi. So, kami berempat berkeringat deras dan sangat kelelahan sekali.

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah pantai Parangtritis. Di sana saya membebaskan ketiga tamu untuk menghabiskan waktu sampai sore. Terserah mereka mau bagaimana dan berbuat apa. Saya hanya mengantar ke pantai, kemudian kembali ke tempat parkir untuk menunggu bersama sopir. Kurang-lebih 3 jam mereka bermain-main di pantai dan untunglah mereka sangat enjoy sekali. Pak Edwin sampai mandi segala, sementara Adi and his pretty girlfriend berjalan-jalan menyusuri pantai. Sekitar jam 5 lebih sedikit kami sudah keluar dari Parangtritis untuk pulang ke hotel.

Well, untung saja perjalanan hari itu berakhir manis. Saya lihat wajah Adi and his girlfriend ceria sekali, sementara Pak Edwin juga selalu mengumbar senyum. Sebelum berpisah saya mengucapkan terima kasih telah menggunakan jasa Yogya Tours serta memohon maaf jika selama perjalanan ada hal-hal yang membuat tidak berkenan atau tidak seperti yang mereka harapkan. Dan, kamipun berpisah di lobi hotel. Selesai. Eh, pas sudah di jalan mau pulang ke kos baru saya ingat: lupa minta foto bareng untuk kenang-kenangan! Walah..!

Kamis, 14 Agustus 2008

Paid Review Merontokkan Page Rank?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Paid Review Merontokkan Page Rank?
Link Tittle : Paid Review Merontokkan Page Rank?

lihat juga


Paid review merupakan musuh Google. Kalimat ini saya yakin sudah sering kita dengar, terutama bagi para penggiat online earning. Hati-hati, paid review bisa menghancurkan blog! Itu pesan lanjutannya. Rumor yang santer beredar, Google senang menghajar blog yang dipakai menulis paid review. Hal ini disebabkan Google menganggap paid review adalah cara culas untuk memperoleh banyak link (backlink) bagi situs tertentu.

Bisa jadi Google merasa dikadali oleh paid review. Selama ini Google menyajikan hasil pencarian berdasarkan relevansi suatu halaman dengan kata kunci yang dimasukkan dalam kotak pencarian. Tingkat relevansi itu dinilai dari jumlah backlink yang dimiliki oleh halaman tertentu. Nah, dengan paid review seorang pemilik situs dapat dengan mudah memperoleh backlink sebanyak mungkin. Tinggal kontak broker paid review, bayar sejumlah uang, dan sekian puluh bahkan ratus blog siap memberikan backlink dalam paid review yang mereka tulis.

Bagi kalangan internet marketer ataupun perusahaan tertentu yang lebih suka menjaring pelanggan di internet, paid review merupakan alat bantu ampuh untuk mendongkrak penjualan. Sebagai contoh sebuah situs payday loan yang pernah saya review di SponsoredReviews. Ketika menulis review untuk situs tersebut, iseng saya mengecek posisinya di SERP-nya Google menggunakan kata kunci yang mereka inginkan sebagai anchor text yakni payday loan. Hasilnya? Sama sekali tidak terlihat di halaman-halaman awal.

Waktu itu situs tersebut hanya membayar $5/review. Satu atau dua bulan kemudian saya lihat situs tersebut muncul lagi dalam daftar opportunity SponsoredReviews. Kali ini harga yang mereka tawarkan jauh lebih tinggi, $5-$100/review. Terdorong oleh rasa penasaran, saya kembali mengecek posisinya di SERP Google. Believe it or not, ternyata posisinya sudah berada di halaman pertama. Kalau saya tidak salah ingat sekitar urutan dua atau tiga dengan kata kunci "payday loan". Wow!

Kita semua tahu halaman hasil pencarian Google (dan juga search engine lain) merupakan sumber trafik menjanjikan. Berhasil menembus halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu berarti jaminan peningkatan trafik bagi situs kita. Buat blogger iseng hal-hal semacam ini bukan masalah. Tapi bagi blogger yang memanfaatkan blog sebagai alat pendulang dolar maupun wadah promosi sekaligus penjualan produk, memperoleh posisi strategis di SERP Google adalah hal paling penting karena trafik berarti potensi penghasilan. Semakin banyak trafik mengindikasikan semakin besarnya peluang penghasilan yang akan diperoleh.

Nah, kembali ke masalah bencinya Google dengan paid review. Untuk menangkal praktik jual-beli link dalam program paid review, Google mengambil langkah kejam. Yup, apalagi kalau bukan "menyunat" page rank blog-blog yang keranjingan menulis paid review. Padahal senjata utama para pelaku paid review adalah page rank. Semakin tinggi page rank berarti semakin tinggi pula peluang penghasilan dari paid review. Hhhh, jadi ingat keluhan teman-teman yang sepi job paid review karena blognya digebuk Google. Kasihan deh elo... Hehehe....

Hmm, benar-benar perang terbuka nih. Siapa yang bakal memenangkan perang ini? Kita tunggu saja. Yang jelas bagi pengguna Blogger masih ada angin segar karena konon kabarnya Google tidak terlalu kejam pada blog berbasis Blogger. Selain itu, blog berbasis Blogger juga lebih mudah memperoleh kenaikan page rank. Benar-tidaknya saya juga tidak tahu pasti. Bagi saya pribadi mungkin ini ada benarnya karena baik EkoNurhuda.com maupun sebuah blog lain yang saya gunakan untuk menulis review hanya turun satu angka. Padahal blog satunya itu pure isinya paid review semua. Dewa Hoki dan Dewi Fortuna bener-bener baik sama saya deh.

What do you say? Please share di kolom komentar ya... Thanks.

Selasa, 12 Agustus 2008

6 Bulan Lebih Koq Cuma $20?

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : 6 Bulan Lebih Koq Cuma $20?
Link Tittle : 6 Bulan Lebih Koq Cuma $20?

lihat juga


Setelah baca posting Om Cosa (gak usah dilink juga sudah pada tahu kan blognya?) tentang cara mencairkan cek Google AdSense di Citibank, iseng-iseng saya ngecek earning. Sudah kurang-lebih 6 bulan menjalankan Google AdSense (lagi) kira-kira dapat berapa ya? Berhubung dulu pernah di-banned, sekarang saya memakai akun baru atas nama (calon) istri. Maksudnya, antara akun Google untuk Blogger dan akun Google untuk AdSense beda. Paham kan? Saya sukanya emang mbulet sih. Hehehe.

Nah, masuk deh ke member area. Cling! Secara otomatis yang pertama kali ditampilkan adalah halaman general report dengan tulisan "Today's Earnings" besar plus jumlah earning hari itu berwarna hijau. Ehem, di sana tertera $0.03 sebagai earning hari itu. Lumayanlah. Toh, itu juga rejeki. Apalagi saya tidak harus melakukan apa-apa untuk mendapatkan uang itu. Bandingkan dengan Clixsense atau Bux.to yang hanya membayar $0.01 untuk melihat iklan selama 30 detik. Iya kan?

Halaman selanjutnya yang rutin dilihat setiap masuk ke member area Google AdSense adalah total earning sepanjang waktu. Kalau Om Cosa bilang dapat 3 digit per hari dari Google AdSense adalah hal biasa baginya, berarti tidak jauh beda dengan saya. Cuma kalau Om Cosa dapat 3 digit tanpa ada titik (misal $300) maka earning saya ada titiknya di belakang angka pertama (ya seperti $0.03 itu). Tapi tetap saja sama-sama 3 digit tho? Hehehe.

Well, tunggu ditunggu akhirnya laporan earning selama saya menjalankan Google AdSense untuk kedua kalinya sejak di-banned tahun 2005 lalu muncul juga. Berapa banyakkah yang saya dapat semenjak November 2007 lalu? Glek! Saya tidak tega mengatakannya. Bukan tidak tega ding, tapi sebenarnya malu. So, sebaiknya silakan lihat sendiri di gambar di bawah ini.



Sudah? Ya, itulah dia penghasilan saya selama 6 bulan menjalankan Google AdSense. Kalau diambil rata-rata, berarti sebulan saya hanya memperoleh sekitar $3.33 dari Google AdSense. Menyedihkan? Memang iya. Makanya kalau ada yang punya tips, trik dan jurus-jurus ampuh untuk meningkatkan earning Google AdSense, ajarin saya dong. Insya Allah Anda akan memperoleh amal jariyah yang tidak ada putus-putusnya plus ucapan terima kasih dari saya. Hehehe, kaya nyumbang ke masjid aja ya?

Anybody help me?

Minggu, 10 Agustus 2008

Claudia & Jasmine, Pahitnya Masa Lalu

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Claudia & Jasmine, Pahitnya Masa Lalu
Link Tittle : Claudia & Jasmine, Pahitnya Masa Lalu

lihat juga


Entah kenapa beberapa hari terakhir ini saya keranjingan nonton film. Tidak peduli film lokal maupun impor, drama ataupun action, animasi maupun bukan, saya babat semua. DVD? Hehehe, sayangnya bukan. Seorang teman kos saya rajin sekali mengkopi film, so saya tinggal mem-paste dan nonton deh di kompi. Sorryyy...

Malam Minggu kemarin saja saya nonton 4 film, 2 lokal dan 2 produksi Hollywood. Bagus-bagus sih. Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah film Claudia & Jasmine (atau Claudia/Jasmine?). Film yang turut dibintangi oleh nama-nama besar seperti Ira Maya Sopha, Winky Wiryawan dan Tio Pakusadewo ini bagus sekali. Ceritanya mungkin biasa saja, tapi cara membungkusnya bagi saya sungguh mengesankan. Apalagi ada pesan penting dalam film tersebut. Apa pesannya? No sex before marriage!

Film Claudia & Jasmine bercerita tentang seorang gadis bernama Claudia Jasmine. Claudia adalah gadis ceria yang disukai banyak orang. Sayangnya dia sedikit tomboy dan urakan. Di waktu SMA Claudia berpacaran, melakukan seks pranikah dan hamil. Malang baginya, Toddy sang cowok (diperankan Andhika Pratama) tidak mau bertanggung jawab. Orang tua Toddy juga tidak mau anaknya menikah dini. So, Claudia hanya diberi selembar cek yang penggunaannya terserah pada Claudia.

Sakit hati? Jelas, itulah yang dirasakan Claudia. Ia bahkan trauma, tidak berani menjalin hubungan dengan lelaki lain. Ia takut tidak ada laki-laki yang mau menerima ia apa adanya, dengan masa lalu yang begitu kelam. Saking takutnya pada masa lalu tersebut, Claudia memutuskan pindah ke Jakarta dan berganti nama menjadi Jasmine. Eh, sebenarnya bukan ganti nama ding. Mungkin lebih tepatnya hanya berganti panggilan, dari Claudia (nama pertama) menjadi Jasmine (nama tengah).

Awalnya film ini terasa membingungkan karena menceritakan dua tokoh sekaligus (Claudia si gadis SMA yang diperankan oleh Kirana Larasati dan Jasmine si SPG yang diperankan oleh Kinaryosih) dan tidak ada kaitannya sama sekali. Ternyata kisah Claudia adalah flashback alias masa lalu Jasmine. Hal ini baru terungkap saat Jasmine bingung menerima ungkapan cinta Jerry (diperankan oleh Nino Fernandez), sepupu suami Lulu teman karibnya (diperankan Mieke Amalia). Ia ingin sekali menerima cinta Jerry, namun di lain pihak ia takut Jerry tidak mau menerima ia apa adanya dengan masa lalunya yang kelam.

Well, namanya drama pasti ujung-ujungnya happy ending. Begitu juga dengan film Claudia & Jasmine ini. Setelah sempat putus kontak selama 4 bulan, akhirnya Jerry dapat menemukan Jasmine yang ternyata juga menunggunya. Hmmm, tebak sendiri akhirnya. Yang jelas satu pelajaran penting lain (selain pesan tentang seks bebas) yang saya tangkap dari film ini adalah: kalau kita mencintai seseorang, terimalah ia apa adanya. Kalaupun ia punya masa lalu jelek, toh itu hanya masa lalu. Yang penting bagaimana ia sekarang. Bukankah setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan? Hehehe, sok bijak banget ya?

Kalau harus memberi nilai antara 1-10, maka saya akan beri angka 8 pada film ini. Pesannya bagus, aktingnya natural, jalan ceritanya inovatif, dan juga lucu. Ya, dengan cerdik sutradara Awi Suryadi mampu menyisipkan adegan-adegan lucu di tengah harunya suasana yang mendominasi jalan cerita. Belum nonton? Coba deh nonton. Asyik koq.

Jumat, 08 Agustus 2008

Halaman Bidding SponsoredReviews Berubah

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Halaman Bidding SponsoredReviews Berubah
Link Tittle : Halaman Bidding SponsoredReviews Berubah

lihat juga


Setelah sekian lama tidak online, hal pertama yang saya lakukan begitu memperoleh kesempatan online adalah mengecek email. Wow, begitu saya buka mailbox ada banyak email penting yang siap dibuka. Pertama-tama yang saya buka adalah email pemberitahuan job dari SponsoredReviews. Alhamdulillah, meskipun kemarin sempat kehilangan beberapa puluh dolar karena banyak job yang terbengkalai, toh Yang Di Atas (atas mana sih?) memberikan gantinya. Percaya atau tidak, nilainya beda-beda tipis dengan total earning yang tidak jadi saya dapatkan sebelumnya. Benar-benar luar biasa.

Sekalian jalan, sayapun membuka member area SponsoredReviews. Ternyata ada banyak opportunity baru yang belum sempat saya bid. So, sekalian jugalah nge-bid. Siapa tahu Dewa Hoki dan Dewi Fortuna sedang berpihak pada saya. Eits, ternyata ada yang baru dengan halaman bidding SponsoredReviews. Saya tidak tahu sejak kapan perubahan tersebut mulai diberlakukan, tapi yang jelas sistem yang sekarang lebih menghemat pekerjaan (menghemat waktu maksudnya) saat melakukan bid. Terutama bagi member yang mendaftarkan banyak blog di SponsoredReviews. Soalnya dengan sekali pencet kita bisa langsung menempatkan beberapa bid sekaligus. Berbeda dengan sistem lama di mana kita mesti memasukkan bid satu demi satu.

Efisiensi lain yang diberikan sistem baru ini adalah, nilai bid secara otomatis akan
terisi sesuai dengan harga maksimum blog dan harga penawaran maksimum yang diijinkan advertiser. Misalkan Anda punya dua blog senilai $100 dan $50. Pada saat bidding, apabila harga maksimum yang ditawarkan advertiser lebih besar dari harga blog (katakanlah $10 - $200), maka nilai bid secara otomatis akan terisi dengan harga maksimal blog (dalam contoh ini $100 dan $50). Sebaliknya, bila harga maksimum yang ditawarkan advertiser lebih rendah dari harga blog (misalkan $5 - $20), maka nilai bid secara otomatis akan terisi dengan harga maksimal yang ditawarkan advertiser tersebut (masing-masing $20).

Tentu saja kita bisa mengubah harga tersebut semau kita. Untuk itu tinggal ketikkan nilai bid yang diinginkan dan klik link bertuliskan "update" yang ada di sebelah kotak isian. Tapi kalau saya sih pilih enaknya saja, yakni tinggal pencet tombol "Submit to Advertiser". Kalau memang rejeki ya pasti saya dapat, tapi kalau tidak ya sudah. Nothing to loose saja prinsipnya. Hehehe...

Perubahan ini tidak selamanya jadi berita baik bagi saya. Pasalnya perubahan ini membuat ebook Panduan SponsoredReviews yang saya luncurkan beberapa waktu lalu jadi tidak relevan lagi. Memang hanya perubahan kecil dan tidak terlalu mengganggu, namun tetap saja saya mesti memikirkan edisi revisi agar ebook tersebut sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi mengingat ebook tersebut saya maksudkan bagi para pemula yang baru terjun di SponsoredReviews. Hmmmh, kerjaan baru lagi nih. :-( Gpp ding, hitung-hitung buat sarana belajar kembali setelah lama tidak berhubungan dengan dunia internet.

Rabu, 06 Agustus 2008

I'm Back..!

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : I'm Back..!
Link Tittle : I'm Back..!

lihat juga


Akhirnya selesai sudah tugas saya! Tadi siang setelah membayar tagihan di RS Sardjito saya secara resmi sudah bisa kembali "hidup normal" sebagai seorang blogger newbie. Hehehe. So, mulai hari ini saya sudah mulai bisa blogwalking sepuasnya, update blog secara berkala, garap job review, dan yang jelas terus mengumpulkan dolar banyak-banyak yang saya niatkan untuk tambah-tambah biaya nikah nanti.

Bagaimana kabar kakak saya yang dirawat di RS? Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, kakak saya akhirnya tidak kuat lagi melawan kanker yang menyerangnya sehingga menghembuskan napas terakhir pada hari Jum'at, 1 Agustus 2008 sekitar pukul 5 sore. Tepatnya 3 hari setelah operasi. Awalnya dokter berniat mengangkat tumor yang terdeteksi bersarang di 'jeroan' kakak, namun ternyata tumor ganas tersebut sudah menyerang seluruh organ vital mulai dari hepar, liver, pankreas, usus besar dan juga lambung. So, kakak saya hanya mampu bertahan 3 hari. Setelah hanya terbaring tanpa daya selama 2 hari 2 malam dan koma selama sekitar 10 jam akhirnya iapun menutup mata dengan tenang.

Selama menunggui kakak di RS, blog dan beberapa job review jadi terbengkalai. Saya bahkan sama sekali tidak bisa online sejak tanggal 27 Juli karena harus terus stand by di RS menjelang dilaksanakannya operasi sampai masa pascaoperasi. Setelah kakak meninggal, saya hanya sempat online sekali di warnet selama 2 jam untuk blogwalking. Tidak sempat cek mailbox, apalagi garap job review. Solanya urusan tahlilan dan pelunasan tagihan di RS sudah menunggu. Tadi siang urusan dengan RS sudah selesai, acara tahlilanpun sudah berakhir. Itu artinya saya sudah dapat kembali ke kehidupan asli saya sebagai blogger newbie yang narsis. Hehehe...

Banyak hal terjadi selama saya tidak online. Mulai dari "somasi" Jennie S. Bev, diberhentikannya penayangan iklan KlikSaya di bawah posting, membanjirnya job dari SponsoredReviews, ditolaknya semua review yang sudah saya garap oleh Blogsvertise, sampai penurunan PR. Yang paling membuat saya bersyukur adalah penurunan PR blog ini. Lho, PR turun koq malah bersyukur sih? Turun memang turun, tapi hanya satu angka sehingga EkoNurhuda.com masih bisa saya jadikan andalan menjaring dolar dari paid review. Coba bandingkan dengan seorang master di seberang sana yang dari PR6 jadi NOL BESAR. Apa tidak mengenaskan coba? Atau seperti sobat kita Rhasputin.info yang dari PR3 (tapi dia forged ding) jadi 0 juga. Kasihan amat sih! Hehehe.

Kembali dari pengasingan, itulah yang saya rasakan setelah sekian lama terasing dari dunia maya. So, banyak hal yang harus saya pelajari ulang untuk mengejar ketertinggalan. Apapun itu, yang penting saya sudah bisa kembali ngeblog seperti biasa. Posting ini adalah salam pada seluruh sahabat blogger yang sudah bersedia berbagi dengan saya selama ini, sekaligus sebagai penanda kembalinya saya ke dunia blogging. So, nothing left to say but I'M BACK, BLOGOSPHERE..!

NB: Ssst, trus yang nulis posting tentang pemenang Indonesian Idol itu siapa dong? Hihihi....

Sabtu, 02 Agustus 2008

Pemenang Indonesian Idol 2008

- Hallo sobat gh54hss574, Pada post kali ini yang berjudul , saya telah menyediakannya dengan susah payah. mudah-mudahan isi postingan yang saya bikin ini dapat anda pahami. okelah, ini postingannya.

Tittle : Pemenang Indonesian Idol 2008
Link Tittle : Pemenang Indonesian Idol 2008

lihat juga


Siapa pemenang Indonesian Idol 2008 akhirnya terjawab sudah. Melalui ajang spektakuler Indonesian Idol Result and Reunion Show yang berlangsung Sabtu malam 2 Agutus 2008, Januarisman atau lebih dikenal dengan panggilan Aris Idol terpilih menjadi pemenang Indonesian Idol 2008 setelah menyisihkan Gisel Idol yang harus puas menjadi runner up. Untuk itu Aris berhak menyandang gelar Indonesian Idol 2008.

Aris yang dari awal memang telah mencuri perhatian dengan suara emasnya, ditambah dengan momen audisi yang menghasilkan tangisan dan standing applaus dari Titi Dj berhasil memenangkan kontes tahunan yang diadakan oleh RCTI ini. Perjalanan dari babak ke babak dilewati oleh pengamen asal Jakarta ini. Pada babak Grand Final yang dilaksanakan Sabtu 26 Juli 2008 yang lalu, Aris berhasil memukau pengunjung dengan lagu kebangsaannya Rasa Yang Tertinggal yang juga dulu dibawakannya pada audisi. Pada malam result dan reunion Indonesian Idol 2008 Aris memukau pengunjung dengan duetnya bersama Rini Idol dengan membawakan lagu Numb.

Gisel yang pada akhir acara Result and Reunion Show Indonesian Idol tampil sangat sempurna membawakan lagu Time to Say Goodbye bersama Mike Idol. Namun sayang, penampilannya di penghujung acara rupanya terlambat mengundang dukungan SMS baginya. 

Menyaksikan acara Indonesian Idol 2008 Result and Reunion Show, sangat kental nuansa dukungan pada Aris. Tebukti dari adegan-adegan tangisan dan pujian Titi Dj kepada Aris diputar berulang-ulang, sedangkan video profile untuk Gisel justru menampilkan komentar-komentar pedas dari sang juri. Penempatan waktu penampilan juga terasa sangat memihak pada Aris, penampilan duet mautnya bersama Rini di satu jam pertama acara sangatlah tidak adil bagi Gisel yang terbukti sempurna membawakan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi yang justru ditampilkan 10 menit sebelum line voting ditutup.

Daniel Mananta sebagai pembawa acara mengaku bahwa terjadi persaingan SMS yang sangat signifikan setelah penampilan Gisel. Satu pertanyaan yang mungkin terbesit, jika saja penampilan sempurna Gisel dijadwalkan pada jam yang sama dengan penampilan Aris, akankah hasil akhirnya seperti ini?

Tetapi bagaimanapun keputusan telah dibuat, Aris menjadi Idola baru Indonesia menjadi sebuah catatan tersendiri di dunia musik Indonesia. Sebuah kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia memiliki seorang Penyanyi baru dengan talenta luar biasa. Selamat buat Aris Sang Indonesian Idol 2008.

Catatan: Artikel ini ditulis oleh Augusman Zalukhu sebagai blogger tamu/guest blogger di EkoNurhuda.com.